MOBIL BARU BUKAN MIMPI SINAR

Pejabat itu maunya digorok saja.

"Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II dan para pejabat lembaga negara lainnya mulai menggunakan 150 mobil dinas baru pengganti mobil dinas pejabat sebelumnya. Penggantian dilakukan karena kendaraan yang sudah digunakan selama lima tahun tidak lagi efisien."

Begitu kira - kira yang dikatakan KOMPAS untuk mobil yang seharga 1,3M itu.

Asik, akhirnya ada juga alasan kita sebagai kaum yang tertindas untuk mengalungkan celurit di leher para penunggang mobil dinas itu. Mau mobil mahal, mobil berkelas, mobil ber-AC, tetap saja harga sembako naik. Tetap saja biaya kesehatan menunggak, dan tetap saja mereka membual sesuka mereka. Kenapa tidak dikasih mobil second saja, toh tetap bisa melaju. Para penduduk yang terjepit ekonominya pun masih mampu menjalan mobil - mobil second mereka dengan biaya perawatan yang seadanya, tanpa AC, tanpa Tape Compo, bahkan layar televisi.

Sementara, di sudut lain di sebuah rumah berdinding kayu, seorang ibu terlentang tak berdaya dipembaringannya. Seorang anak kemudian datang, membawa sepiring nasi, hanya nasi, yang kemudian dihamparkan di atas ranjang tersebut. Sinar namanya, gadis kecil bepangkat siswi kelas pertama sekolah dasar. Sudah dua tahun sang ibu tegolek lumpuh tidak berdaya, dan sepanjang itulah seorang Sinar menggantikan fungsi sang ibu. Kini ia harus mencuci dan memasak seorang diri. Kasih sayang yang dulu pernah diberikan oleh ibunya kini justru dirasakan kembali oleh sang ibu.

Sinar pun harus pandai membagi waktunya untuk sang ibu selain ia juga harus mengenakan seragam dan duduk di bangku sekolahnya. Bocah bungsu dari enam bersaudara ini hanya tinggal berdua, sementara saudara yang lain sudah harus menguras keringat demi mengantongi kertas persegi panjang yang kerap kali disebut RUPIAH.


MOBIL untuk PEJABAT BOBROK, atau hati yang TULUS secerah namanya, SINAR, yang akan anda pilih?

Seandainya para pejabat itu mau menjual semua roda dan Radio Tape dari mobil mereka dan menggantinya dengan yang murah, barangkali 150 juta akan segera mengalir untuk seorang SINAR. Apalah arti sebuah satu juta jika dibandingkan kemewahan 1,3M itu.

Sumber berita : KOMPAS.COM dan LIPUTAN6.COM
[..]


CARA MUDAH UTAK - ATIK CSS

Sediakan sebuah IE 8.

Ini dia yang jadi topik : F12.

Buka saja blog anda dengan IE 8 (hanya IE 8 yang support). Jika sudah terbuka secara komplit, tekan F12 pada tuts keyboard. Maka akan muncul hal ini.

Maka ia akan menempel pada window IE.

Sekarang mari kita menyimak tool - tool yang ditawarkan.
1. Gambar Pointer : digunakan untuk menyeleksi daerah (area) yang kita ingin tahu kode CSS-nya. Klik gambar pointer itu, maka kemudian arahkan ke halaman blog kita di atas. Maka akan muncul sebuah kotak - kotak yang otomatis terbentuk mengikuti aturan dari tiap CSS yang telah ada, misalnya body, content, sidebar, post-header. KLIK, dan pada bagian bawah (developer tool) akan keluar diagram CSS tempat peletakan kode CSS pada halaman tersebut. Hal ini sangat berguna sebab, jika kita menggunakan sistem manual (mencari sendiri) maka hal ini akan memakan waktu yang cukup lama.

Seperti pada gambar, aku meng-klik sebuah area. Maka ketika telah diklik, pada bagian bawah (developer tool) akan ter-blok sebuah batang dari CSS itu berada.

2. Style-Trace Style-Attribute

Untuk melihat tree dari CSS yang digunakan. Pada bagian inilah, kita dapat merubah - rubah sedikit dari kode CSS tersebut. Misalnya, memberi warna dan memberi border. Rubah saja angka - angka atau aturan yang tertulis, maka tampilan blog (bagian atas) akan ikut berubah. Khusus pada Attribute, anda juga dapat menambahkan format CSS tambahan.

CONTOH : aku mau rubah warna backgroud pada area posting.
Maka pada Attribute tinggal ditambahkan "backgroud-color" dan diberi sebuah nilai warna.

Nah, mau mencoba ? Silahkan cari IE 8. Ingat hanya IE 8.

CATATAN PENTING : APA YANG DIRUBAH LEWAT DEVELOPER TOOL INI TIDAK MENGUBAH CSS ASLI DARI BLOG ANDA !!!!

Jadi kawan - kawan hanya "mencoba - coba" saja. Tapi dengan tool ini, kawan - kawan dapat terbantu untuk mencari kode CSS yang sangat rumit.

Tapi, bagi yang gak doyan pake IE, tunggu saja lanjutannya untuk yang hobi pake Mozilla Firefox. He-he-he.

Yang kasih tahu tips ini orang MICROSOFT lho.
[..]


AHAD - JUMAT

Bla..Bla..Bla..

Ahad
Semua laporan memuncak hari ini. Tidak ada ampun, semua orang tumpah dipelataran kampus Industri. Semua orang memandang penuh pada layar Leptop-nya, berharap kata demi kata meluncur untuk mencairkan kekakuan dari tiap kalimat laporan.

Senin
Tidak ada nafas lagi yang terbuang, semua dipacu untuk sebuah efisiensi yang tinggi. Bagi yang doyan rokok, asap rokonya mengepul penuh untuk mengembangkan energi dan semangat yang masih tersisa. Blok - blok itu akhirnya timbul di antara jarak antara tiap partisi, dan disitulah kami nantinya akan menjajakan desain unik kami.

Jarum jam belum kunjung merapat pada angka dua belas. Semangat para dekorator muda itu tidak juga memudar. Mereka ingin stand mereka berdiri dan bersolek agar para investor bersedia duduk manis sambil diterangkan cara kerja sepeda inovasi mereka.

Selasa
Aku dimabuk minuman SAPARELA. Ternyata mudah juga menghancurkan sebuah layout ketimbang mendekor semalam, hanya butuh 3 jam dan selasar ini kembali gersang tanpa hiasan lagi. Aku tidur dengan kaki yang kelu, pinggang yang terbelit, dan pundak yang terus mengatakan : nyut-nyut-nyut!.

Jam dua subuh, aku terpaksa bangun sambil mengerang. Kaki, lengan, dan leher mendadak kaku : keram!
Rabu
Hari terakhir kuliah, namun hari pertama untuk sebuah kebingungan : libur mau ngapain. Aku bangun jam 9 pagi walau semalam sudah tidur sejak pukul 9 malam.

Kamis
21 menyedot uangku tiga puluh ribu.
(1) Jangan nonton SANG PEMIMPI di bioskop. Lebih baik putar saja DVD-nya di rumah. Cukup mengecewakan (bagi yang sudah menonton pendahulunya "LASKAR PELANGI"). Terlalu banyak jeda, sehingga filmnya terasa bertempo terlalu cepat.

(2) Nonton AVATAR lebih baik di siang hari. Anda boleh jadi bisa ngantuk kalau terlampau malam karena film ini cukup panjang. JAMES CAMERON tidak bisa bikin film ini secantik film lawas miliknya : TITANIC. AVATAR cukup hambar, terlalu mengeksploitasi fantasi dan efek. Bagi yang suka dentuman, TRANSFORMER II masih lebih baik. Untuk efek sendiri, jika 2012 tidak ada, maka AVATAR adalah juaranya. Sedangkan untuk cerita, aku lebih condong untuk menyimak THE DAY AFTER TOMORROW.

Jumat
Aku datang ke warnet pagi buta untuk memposting tulisan ini.
[..]


INFOTAIMEN BERULAH, LUNA MAYA GERAH

Seberapa sering anda membuang duit iuran listrik anda untuk menonton omong kosong dari sebuah infotaiment? Seberapa pedulikah anda jika seorang Rafi Ahmad disukai seorang wanita tua Yuni Shara? Atau seberapa pengertiankah anda ketika Ahmad Dhani main mata dengan pegawainya sendiri, Mulan Jamila?

Makan pagi anda bisa jadi ditemani dengan berita gosip. Atau istirahat siang anda yang diputar - putar dengan berita perceraian. Dan waktu menyiram bunga di sore hari anda bertemankan berita - berita perselingkuhan para artis berparas aduhai. Lihatlah proporsi berita yang mestinya diangkut truk kuning itu, terlalu banyak, bahkan anak - anak berseragam pun mengikuti gaya hidup mereka, seolah - olah gandengan tangan adalah bukan hal yang tabu dan cerai-selingkuh sudah menjadi trendsetter dalam hidup.

Bagaimana kira - kira kalau anda dicibirkan mempunyai selir di gubuk lain oleh para tetanggga anda? Suatu kehormatan besar dapat menjadi terkenal dikalangan penduduk komplek, namun sebuah kehinaan yang teramat ketika anda terkenal gara - gara perkara kelamin anda yang terlampau gatal. Adakah hal lain yang menjadi pondasi pokok sebuah infotaimen?

Anda boleh jadi lebih tahu problema cinta seorang Pasha Ungu ketimbang masalah bangsa yang berdomisili di tanah Papua. Semua orang menebak - nebak sebuah fiktif : apakah Pasha Ungu akan berbaikan dengan mantan istrinya. Namun orang enggan berfikir sebuah realitas : kapan bangsa ini akan terbebas dari belenggu kemiskinan dan kebobrokan.

Luna Maya pantas untuk gerah sebab, jika media memuat berita dirinya yang tidak kunjung menikah dengan si biduan Ariel, tidak akan mampu menambah pengahasilan kaum buruh yang terjepit dari mininnya upah yang diterima. Tinggalkan infotaimen yang hanya memburu wajah - wajah molek akibat make up. Simaklah perjalanan pak Dudit mencari eksotis laut Indonesia yang kaya akan fauna laut yang siap menyambar kail pancingnya.

Infotaimen harusnya merubah cara berpikir mereka. Artis tidak hanya memiliki nilai jual pada gosip yang dimilikinya, namun artis juga pasti mempunyai segudang prestasi yang akan membangun para pemujanya untuk dapat menggapai sukses seperti dirinya. Infotaimen juga harus memberikan sebuah makna dibalik sebuah berita, sehingga berita tidak menjadi dangkal dan murahan belaka.

Selektiflah memilih infotaimen, ada yang dapat mendidik namun ada juga yang hanya sebatas kotoran semata. Di luar sana, masih banyak program televisi lain yang dapat membuka mata kita untuk melihat betapa seksi alam dan budaya Indonesia.
[..]


PELAJAR TEWAS DITANGAN PELAJAR

Jakarta, Kompas - Aksi kekerasan yang dilakukan pelajar belum berhenti. Bahkan, kekerasan pelajar yang dilakukan dalam tawuran antarpelajar di kawasan Gunung Sahari, Kemayoran, Rabu (16/12) pukul 09.30, menyebabkan Ahmad Supratman (15), pelajar SMKN 1 Jakarta, tewas disabet senjata tajam oleh pelaku yang juga berstatus pelajar.

Tawuran terjadi ketika Ahmad dan teman-temannya terlibat saling ejek dengan rombongan pelajar lain di dalam bus yang melintas di kawasan tersebut. Saling ejek itu berlanjut dengan saling melempar batu. Pelajar dari dalam bus ada yang membawa senjata tajam. Senjata tajam inilah yang digunakan melukai punggung dan leher Ahmad.

___________________________________________

Bayangkan, anda sedang ada pada posisinya. Bis kota yang semestinya berisi copet kini harus berisi dengan sebuah teror berdarah. Anda harus menyelimuti leher anda dengan pakaian besi, kalau - kalau ada celurit yang keduluan menjadi kalung di leher anda. Atau dada anda harus mau diserempet mata pisau atau jika mereka mau dada anda justru harus dilintasi gerigi dari gir motor.

Tak usah sungkan. Sistem pertahanan diri anda sedang diuji. Apa anda pintar silat layaknya Jet Li, atau kecerdikan anda yang akan menyelematkan nyawa anda seperti laga James Bond. Oh. Atau anda justru yang menjadi penebas pedang layaknya kartun Samurai-XYZ.

Jujur, jemari ini pernah berdosa ketika aku harus menghadiahi kawanku bogem mentah ketika bangku Sekolah Menengah Atas dulu. Hidungnya harus mengeluarkan cairan merah dan perutku harus memar karena dicolek kursi yang melayang. Tawur!.

Aku memang bukan pelajar yang pakai baju putih abu - abu lagi. Jadi aku tidak paham, apa masalah di antara kalian lagi. Apa kalian masih merebutkan kemolekan seorang gadis? Apa kalian masih ricuh gara - gara kalah judi bola? Atau kalian hanya meributkan masalah sepele lainnya : senggal - senggol saat nonton konser Vetty Vera.

Ini bukan Las Vegas, jadi jangan berlagak jadi koboi dengan mengelu - elukan parang dan siap menghempas ketika kalah main gundu. Ini bukan Boombay, dengan aksi lagamu kamu pikir kamu bisa menyelamatkan Prety Shinta dari tangan polisi bejat si Vijay Sighn. Dan ini juga bukan Hongkong, yang penuh mafia, yang bisanya main sikat terhadap bandar narkoba lainnya.

Ini Indonesia, dimana batik dijunjung tinggi. Ini Indonesia, yang punya sila ketiga dari Pancasila. Ini Indonesia, dengan sebagian besar klub bola memberi nama depan dirinya dengan kata : Persatuan Sepak Bola. Dan ini juga Indonesia, dengan semua pelajarnya mengenakan kombinasi warna yang sama.

Jari tengah buatmu hei si tukang tawur!
[..]


JOSS 2009

Pameran komputernya sih biasa saja, tapi antri tiketnya seperti antri tiket 2012.

Sedang buntu ide postingan sih sebetulnya. Mau bikin tulisan buat ikut lomba blog juga bak sebotol saus yang kekeringan, sulit keluarnya. Sausnya sudah ada, sudah merah. Tapi seret sekali tertuang ke atas sepiring lembar putih wordpad. Selain itu, mental sedang down gara - gara sakit kemarin. Bukan karena masalah sakitnya, tapi karena rasanya seperti sudah sewindu tidak menggerakkan mouse ke link salah kawan - kawan, alias kuper jarang blogwalking.

Semalam sih aku mendatangi hajatan yang biasa digelar di JEC, pameran komputer. Pedagangannya sih masih seperti yang kemarin - kemarin, kalo orang Jogja mungkin tau : seperti pasar komputer di Ramai Mall dan JogTro yang bedol desa pindah lapak sementara ke JEC. Cuma kali ini regionalnya kecil, hanya Jogja, Solo, dan Semarang saja. Pameran ini tidak rakus memakan tempat karena harus bertetangga dengan pameran makanan di area sebelahnya. Hal ini berbeda dengan yang sudah - sudah karena kalo sudah yang namanya pameran komputer, JEC bak lautan casing atau leptop, tanpa aroma ikan ato ayam bakar.

Tapi yang cukup mencengangkan adalah antusias pengunjung yang justru membludak. Tempat pakir roda dua mengalami overload. Antri tiketnya mengingatkan ku saat antri tiket 2012 di Amplas tempo hari. JEC menjadi lautan manusia. Ada yang berdecak kagum, ada yang pasang muka menyesal: kenapa harga leptop turun drastis ? (tau gini saya beli sekarang saja bukannya kemarin, mungkin begitu pikir mereka). Dan tanganku kegatelan megang mouse yang terhubung pada sebuah komputer costum ber-klok gila - gilaan. Lantas, aku mencoba sebuah game tembak - tembakan yang, wow!, sepertinya masih jadi mimpi kalo dimainin dileptopku.

Ujung - ujungnya : aku beli mouse bermerk! "Genius". he-he-he. Lumayanlah, uang 50 rbu cukup untuk menukar sebuah gensi tersebut. Setidaknya, spek mouse itu sama dengan spek komputer super tadi.

NB: Sedang membangung kembali nafsu ngeblog dan sedang sebel sama Fleksi yang gak mau konek - konek. (MOBI-nya sudah saya bakar : kapok!)
[..]


BANGKIT DARI KEMATIAN

Ruang itu berlampu neon, tapi susananya sangat mencekam.

...

"Peb, kamu ada kegiatan sore ini?" Pemuda itu berkata sambil meringis dan memegangi perutnya.
"Gak"
"Antar saya pulang" Ia berkata sambil memelas.
...

"Kenapa mas?" Tanya seorang dengan baju hijau muda dan bercelana panjang.
"Ini, mag. Kambuh, ugh.." Pemuda itu menggeliat kecil diperbaringanya.

Stetoskop itu kemudian mendarat lembut di dada atas, dan tensimeter mulai mengencang ingin meledak di lengan kiri pemuda. Suasana ruang ini sedikit banyak berubah dari yang dulu, hanya sedikit lebih sesak oleh orang yang merintih. Seorang wanita kemudian menyingkap tirai yang cukup terbuka. Jas putihnya berkibar seiring tubuhnya yang berputar bak penari balet.

"Suntik ya. Sakit sedikit. Tangannya genggem.. Jangan, jangan tegang. Rileks.."

Jarum suntik itu tanpa permisi menerobos kulit memburu birunya pembuluh vena di lekukan siku.
...

Ruangan itu kini hanya berdinding tirai krem. Dibaliknya ada sebatang neon yang bersinar dengan ujung yang sudah menghitam. Pemuda itu menoleh pada bilik seberangnya yang dihuni oleh seorang perempuan muda. Tangannya terjuntai ke bawah, terlihat luka goresan di sepanjang lengannya. Dari celah tirai pun terlihat perawat dengan sarung tangan yang penuh bercak sibuk berlalu lalang. Mengambil beberapa alat - alat medis dan beberapa lembar catatan. Perempuan muda itu merintih menandakan betapa berat luka yang sedang ditanggungnya.

Pemuda itu kembali fokus pada apa yang sedang mengikat dirinya. Dadanya semakin melesak masuk. Mag-nya tidak mau kompromi, bahkan setelah cairan suntikan itu teraduk dalam darahnya. Penyakitnya semakin keras, semakin melilit. Padangannya mulai kabur, sedikit - sedikit mengatup. Tangannya kini sudah tidak mencengkram perutnya lagi. Ia mulai terbatuk dan mulai tidak merintih. Ia tidak tahu lagi perawat yang tadi masih melintas atau tidak, atau lampu neon itu masih benderang atau justru sudah padam. Tidak, lampu neon itu tidak padam. Namun pemuda itu mengklaim : seseorang sudah mematikan lampu neon itu.
...

Hei, diriku kembali ngeblog lagi, belum jadi mati. Alhamdulillah, sudah sembuh dari sakit Mag. Tapi jujur, berbaring disamping wanita itu, ditambah mag yang 'kok rasanya lebih gila' bikin aku serasa di ujung maut. Masya Allah!.

NB : Maaf menghilang beberapa hari. Masuk UGD+penyembuhan Mag.
[..]


PAMERAN (DAN TALKSHOW) SEPEDA INOVASI 2009

Dukung kami.

Semester lima ini akan diakhir dengan sebuah perhelatan akbar yakni Ekspo Sepeda Inovasi. Ekspo ini merupakan sebuah muara dari sebuah kuliah wajib dari kurikulum di Jurusan Teknik Industri, Perancangan dan Pengembangan Produk atau yang lebih populer disebut P3 (Pe Tiga).

Sepanjang kuliah ini, kami (biar agak berbarengan, hehe) diajarkan berbagai macam hal tentang apa yang disebut "produk". Begitu dalam, begitu detail, mulai dari penyaringan dan penggalian ide, hingga bagaimana produk tersebut dapat dipasarkan dan dikontrak oleh seseorang. Tiap tahun, tipe produk yang akan dikembangkan dan dibuat desainnya adalah produk yang berbeda. Untuk tahun ini, kami kebagian membuat sebuah karya inovasi berbasis sepeda namun harus memiliki deferensiasi yang lebih terhadap barang - barang yang sudah ada di pasaran. Sebagai info, tahun lalu barang yang dikembangkan adalah alat bantu untuk saudara kita yang mengalami cacat fisik (misalkan, pada pendengaran dan pada pengelihatan).

Gampang - gampang susah membangun sebuah desain sepeda baru. Sepeda yang baru, yang tidak ada dipasaran. "Radikal !," itu kata kunci yang mesti dikantongi setiap mahasiswa sebelum memulai memikirkan bulatnya bentuk roda.

Tak perlu berpanjang lebar, pada akhirnya Ekspo ini harus tetap terselenggara. Sepeda - sepeda "gila" yang sudah siap dalam berbagai macam bentuk : dari gambar 3D hingga prototipenya, siap mengguncang mata anda bahwa sepeda tak selamanya memiliki frame berbentuk segitiga.

Berikut pengumuman Ekspo selengkapnya :

Jurusan Teknik Mesin dan Industri UGM present :

HI-LOW09 [HIGH INNOVATION FOR LOW EMISSION VEHICLE 2009]

Pameran Design Sepeda, Games, Accoustic Performance, Community Performance, Talkshow.

Pelaksanaan :
SELASA, 22 Desember 2009
pukul 08.00 - 16.00
@ plasa KPTU sayap barat Fakultas Teknik UGM
Jalan Grafika no. 2 Yogyakarta


cari info ? monggo : 085695641000 [Farid]


Mohon dibantu penyebarannya ya kawan, hehe...! Terutama sobat - sobat blogger yang ada di dalam batas provinsi DIY.
[..]


MENCOBA SUKSES (GANTI BAJU)

Gara - gara kecanduan bikin poster

Benar kata orang - orang, blog yang paling dirindukan adalah blog yang paling demen secara rutin ngapdet tulisannya. Aku kena sentil dari Ihsan (icantulang.blogspot.com) : kok belum update ?. Hehe, maafkanlah. Aku lagi PP kampus rumah pake honda Star, meliuk - liuk di antara kosakata : Laporan praktikum. Bahkan dapet beban satu lagi : Bikin Poster !. Alamak.

Aku belum pernah punya sejarah melukis poster dengan software COREL. Potoshop sih sering, tapi bukan bertujuan untuk bikin gambar - gambar vektor. Tak mengapalah, sesuatu yang baru itu mesti dicoba. Apalagi dengan status netter, COREL sepertinya menjadi sangat lekat kaitannya dengan mempercantik sebuah Web.

Inilah sebuah kekacauan untuk sebuah poster yang sudah aku coba bikin.


Inilah sebuah kekacauan untuk sebuah poster yang sudah aku coba bikin.

Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, mata ini tak jauh dari rentetan gambar - gambar yang (tak) luwes, bikin transparan, nge-trace, bikin shadow, terus di fillet pinggirnya, aduh!

Selagi ilmu per-Corel-an masih berkecamuk di bawah rambut, coba - coba deh bikin header. Eh, tapi malah keasikan sampe mikirin footer. Maka jadilah template yang bak angin tornado ini. He-He-He.

Da-dah, header lama.


NB : buat Ihsan (icantulang.blogspot.com) - maaf kalo updatenya kaya gini, hehe.
[..]


PUT YOUR HANDS UP!

Bukan asli dariku, hanya menyambung lidah.

Btw, ini kali pertama aku bikin postingan sambil duduk di dalam kelas, sambil dengerin dosen menerangkan regresi dan korelasi dalam bahasa bule, sambil duduk pura - pura mengerti mengangguk - anggukan kepala, sambil buka laptop di pangkuan, sambil liat temen di sebelah sibuk bermain dengan keypad telepon selulernya.

Sebentar sob, lagi kuis..!
Regresi apaan nih, beta? es min 1 dalem kurung kuadrat dibagi en min 1.

O ya, mari melihat gambar, apa yang anda rasakan dari gambar tersebut ?

Lihatlah, bagaimana sebentuk hasil cipta dari semburat air mani dan terombang ambingnya sel telur, berakhir kandas dengan memamerkan jari tengahnya kepada seorang renta di sudut jalan. Bagus. Tidak ada pelajaran PPKn lagi, yang ada beberapa umpatan dari rentetan film barat yang masuk menjajah layar kaca. Yah, lihatlah si renta tadi, tidak ada yang dapat dilakukan selain menyerahkan baskom, berharap ada recahan yang terjun menuju kesana. Tapi, yang didapat hanyalah sebuah pose yang tidak patut dilakukan oleh seorang anak yang berseragam putih merah.
[..]


TANAH AMBLES, MOBIL NYUNGSEP

JOGJA. Suasana gedung magister UGM (29/11) mendadak menjadi tujuan pandangan bagi warga sekitar yang melintas di jalan utara selokan Mataram. Sebuah sedan cokelat terlihat sedang mencium tanah di jalan menuju jembatan komplek magister. Saking nikmatnya berbulan madu dengan tanah, ban belakang mobil tersebut terangkat. Beberapa orang (termasuk di antara petugas keamanan kampus) dan sebuah alat berat, yang nampaknya milik Jurusan Teknik Sipil, datang mencoba menceraikan kedua sejoli tadi. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban yang terluka dari kejadian tersebut.


Mobil tersebut pada awalnya tengah diparkir di jalan dalam komplek magister. Tidak jelas apa tujuannya, namun mobil tersebut tengah dipergunakan untuk mengangkut sebuah keluarga. Saksi mata mengtakan, mobil itu datang dari luar gedung, kemudian parkir tepat dimana mobil itu sedang terjungkal sekarang. "Anak - anak dan ibu mereka sudah keluar terlebih dahulu. Begitu ayah mereka keluar dan menutup pintu, mobil langsung amblas mengikuti tanah yang rapuh itu".

Mobil buatan Toyota itu kemudian ditarik oleh sebuah truk khusus. Tidak nampak kerusakan yang berarti pada bodi kendaraan beroda empat itu. Sementara itu, pemilik mobil dan petugas yang berwenang tidak mau banyak berkomentar. Menurut informasi yang beredar, di bawah jalan tersebut memang terdapat gorong - gorong dari bis beton yang dipergunakan untuk saluran pembuangan air taman.

Beberapa hal yang perlu digaris bawahi : sang ayah, sembari menelpon seseorang, ia tetap tersenyum memandangi mobilnya yang nyungsep. Dan sang ibu sibuk mengarahkan kamera telepon selulernya untuk mengabadikan sebuah kisah, antara tawa dan derita.

Bagaimana kawan - kawan, apa diriku cocok jadi wartawan koran lokal ? hehe.
[..]


OLEH - OLEH DARI TEMPAT GOROK

Idul Qurban ketiga dimana aku tidak berada dirumah.

Aku tidak akan membagikan daging beraromakan kambing secara gratis. Atau tidak juga memberi daging matang, baik yang ditusuk maupun digodok dalam nikmatnya kaldu gulai. Aku sendiri hanya kebagian semangkuk tongseng jatah makan siang bersama dedengkot - dedengkot desa yang keluar rumah bersama pisau mereka.

Masih seperti kemarin, aku dipekerjakan sebagai pengumpul daging. Pisau pengupas mangga itu membuat rekahan antara tulang dan liatnya daging. Setelah diberi beberapa sayatan silang, maka tulang paha itu botak tanpa dihinggapi daging lagi. Sangat menggemberikan, karena pelajaran "bagaimana membedah kambing" tidak ada di dalam silabus ilmu teknik.








[..]


PANTAU TRAFIK VIA INDOSTATS

Nyoba bikin tutorial. (Apa aku bisa?)

Terinspirasi dari kehadiran mas Doyok dan kang Alex, uhm, terpecut di rantai neuron dalam ledakan pikiran : masa sekian lama berblogging, tapi aku masih belum menemukan aroma untuk menggulirkan sebuah tulisan tutorial?. Satu saja, sudah cukup rasanya untuk saling melengkapi rangkaian kata yang pecah belah disini. Tapi apa? Aku tidak pandai bermain skrip HTML, tidak punya dasar dalam web design, dan bahkan aku juga bukan seorang mahasiswa pemegang buku "Pengantar Teknologi Informasi".
______________________________
....

Indostats, mungkin masih asing dari kuping para pencari trafik. Selain masih dalam versi beta, Indostats kurang memberikan iklan yang menawan untuk menggandeng para web developer dan blogger sekalipun untuk menggunakan jasanya. Tapi tidak masalah, karena walaupun masih terhitung anyar, menu - menu yang ditawarkan cukup komplit.


Lihatlah, beberapa menu yang disodorkan untuk keberlangsungan halaman anda. Walaupun konsep yang ditawarkan kebanyakan sama (prinsip counter), namun Indostats mencoba menjadikannya lebih informatif dengan membubuhinya beberapa analisis statistik yang cukup sederhana. Misalnya, Halaman Populer. Disana (jika diklik) akan menampilkan urutan link - link favorit berdasarkan jumlah pengunjung terbanyaknya. Atau Kata Kunci yang bermakna : kata kunci apa yang paling besar pengaruhnya dalam membawa pengunjung kepincut masuk blog anda.

Indostats juga memberikan tampilan histogram yang dapat menggambarkan fluktuasi dari jumlah pengunjung harian blog anda. Dengan meng-klik menu pengunjung, maka anda akan dibawa melihat beberapa pergerakan pengunjung ditiap periodenya, baik harian, mingguan, bahkan akan digambarkan pada rentang jam berapakah blog anda mempunyai jam sibuk, alias peluang emas dengan visitor yang berlimpah.

Maka, jangan jadi yang terakhir untuk bergabung (sumpah, bukan MLM, hehe). Hal ini akan berpengaruh besar dalam menentukan peringkat blog anda di list peringkat pada Indostats karena Indostats murni berpondasikan traffic halaman tersebut, bukan lewat vote.
_______________________________
[..]


MARUK!

Belum puas nih!

*Menjawab bang attayaya, "kapan Updapte?". Nih sekarang, hehe.
Ini kali pertama aku nulis langsung di kotak posting, biasanya sih dari wordpad dulu, baru di kopas ke kolom postingan.

Sudahlah!

Aku mau nonton LAGI malam ini, 2012. Asik !. Melihat beberapa komentar dari blog - blog seberang bilang gini : aduh, belum sempat nonton, gak kebagian tiket.... antrinya di XXI sama 21 kaya antri sembako, antri bensin langka... Cukup beruntunglah diriku, dapet kesempatan nonton kedua kalinya. Siapa yang mau ikut ? Ayo keburu filmnya dicekal sama orang - orang berjanggut itu. Piss! [..]


MENJADI AKRAB DENGAN BLOG

Pernahkah anda bersalaman dengan komentator blog anda?

Semalam saya bertemu sahabat sesama blogger, yang dipertemukan lantaran saya berkomentar di tempatnya. Yap, ternyata blogger itu tidak semu semata. Ada yang di Sulawesi, ada yang bergaya Riau dan cenderung ke-Sumatera-an. Atau yang berdarah Jawa. Dan semalam, seorang yang bergaya Mataram-Yogya, bertemu dengan seorang yang bergaya Lampung. Diantara kami, tidak ada yang menyandang gelar MASTER. Kami hanya kroco - kroco kecil, yang bertemu akibat kebutuhan : FILM ASTROBOY.

Tak disangka, tulisan tentang Astroboy justru mengundang BAYU (www.bhogey.com) untuk saling bertemu. Tujuannya tak lain : berbagi sebuah file berekstensi .mkv yang mem-video-kan sosok Astro. Siapa sangka, ada seorang blogger yang bedomisili sama dengan aku, bahkan kasur kami hanya berjarak tidak lebih dari 2 kilometer. Seandainya kalau bukan karena file itu, mungkin kami hanya bisa akrab dibalik kosakata manisnya komentar. Barangkali, hal ini dikarenakan dari diriku sendiri yang belum pernah ikutan Kopdar bersama dedengkot - dedengkot yang ada di Jogja.

HEI, aku jadi ingin mengatakan sesuatu : ADAKAH DARI SAHABAT YANG BERKUNJUNG DISINI ADALAH SALAH SATU BAGIAN DARI CAH ANDONG YANG DOYAN IKUT KOPDAR?

Dan, aku juga diberi award dari beberapa sobat blogger. Senang sekali bisa akrab dengan mereka. Tanpa mereka, mungkin aku dan halaman ini bukan apa - apa. Tapi, dibalik itu, aku juga ingin meminta maaf, mengingat (nampaknya) aku kehabisan nama untuk membagikan award ini (karena terlambat posting mungkin, :D). Terimakasih untuk numb3rblog.blogspot.com, nuansapena.blogspot.com, dan facebook-hot.blogspot.com.

[..]


MENDUKUNG FILM 2012

Memandang dari sisi lain. [Pembahasan singkat film 2012]

Di tengah antusiasnya pemuda mengantri di loket - loket penjualan tiket bioskop, ada hal yang menarik untuk disimak. Beberapa dari dewan pengambil keputusan melarang warganya untuk menikmati dentuman dan plot - plot berliku dari film sensasional 2012. Mulai dari mengkaikannya dengan ramalan bangsa Maya, Mami Loreng, atau para(tidak)normal yang menasbihkan bahwa semua nafas manusia akan berhenti pada ujung akhir 2012.

Catatan penting : bagi para penonton (yang nonotn full, bukan tidur ditengah cerita) diharapkan memberikan sumbangsihnya, karena menjadi saksi dimana akan ada tiga kapal besar yang masih mengangkut ratusan, bahkan ribuan manusia yang akan berlabuh di dataran tinggi baru (mengalahkan Everest dan Tibet) yang tercipta akibat tektonik, yakni di Afrika Selatan. Ada manusia, (masih) ada bumi, masih ada mahkluk hidup. Apa itu yang disebut kiamat?

Catatan lanjutan : untuk yang (maaf) belum nonton, saran saja "jangan melihat pembahasan picik milik entertaiment!". Mereka terlalu memaksakan sebuah sensasi bahwa film 2012 adalah cerita tentang kiamat, lantas meminta konfirmasi (kepada yang sebenarnya tidak berhak) yaitu para(gak)normal. Jangan percaya SETUMPUL SILET, jangan melihat ES SERUT INVESTIGASI, jangan memutar GRASAK GRUSUK, dan kroco - kroconya yang berbau omong kosong semua.

Konsep kapal dan banjir besar, aku yakin semua umat muslim pasti pernah mendengar kisah yang bertautan sama dengan hal tersebut : NABI NUH. Semua orang geografi dan geologi pasti sepakat dengan adanya teori klasik : PERGESERAN LEMPENG. Nah, itulah yang menjadi tiang dan pasak dari film yang berduari 157 menit ini.

Ada yang cukup menggelitik : MENGAPA ORANG - ORANG "ITU" TIDAK MENGECAM FILM The Day After Tomorrow? Armagedon ? Deep Impact ? The Core? Dan jika para penikmat film ini sedikit perhatian : ADAKAH ORANG INDO YANG MASUK KAPAL ? Ataukah benar bahwa orang US menganggap orang Indonesia adalah bangsa yang tidak unggul dan tidak pantas hidup di hari kemudian?

Catatan lagi : di dalam Film, tidak divisualisasikan adanya Bible atau pun Al-Quran yang diselamatkan. Namanya juga film fiksi.
[..]


REFRESING MATA

Ternyata mata butuh refresing.

1. ASTROBOY [the movie-2009]

Sebelumnya, sebuah terima kasih yang sedalam - dalamnya untuk KOTAKALONG.COM, yang memberikan sebuah link dimana aku dapat mendonlot file film CGI Astroboy ini di uploader Indowebster (beruntung banget, soalnya server lokal, hehe). Butuh dua setengah hari untuk mengunduh file yang berbobot 520MB ini. Tempatnya pun nomaden, kadang di kampus (dengan wifi 100Kb/sec, kadang RTO juga), kadang juga di rumah (modem MOBI 15Kb/s). Sebuah kegigihan, demi mendapatkan sensasi klimaks lagi, sebuah reuni hangat untuk tokoh kartun yang ku idam - idamkan pada masa kecil silam.

Baik. Ini link filmnya [http://www4.indowebster.com/4dc68ff4426c5d4f10204474228e50d1.mkv]. Dan ini link subtitlenya [http://www.4shared.com/file/150809212/eeb4f3d3/Astroboy_2009_TS.html]. Monggo diserumput!.

2. 2012 [bukan Doomsday ataupun Supernova]

Pagi - pagi (jam setengah sembilan) datang ke 21 Amplas, eh ketemu sama si Satpam. Pesan : buat yang mau ke 21 AMPLAS, mending bawa temen yang banyak, biar satpamnya takut ngusir. Oh ya, sampai artikel ini dibangun, belum ada pembatasan tiket, soh, mari menjadi calo tiket 2012, haha!

Sip sip!

Malam digulung oleh awan yang berlapis. Kilat dan kilat, saling berkejaran, lalu saling menumbuk. Ah, untung angin tidak ikut bergolak. Suasana yang cukup mencekam untuk menonton film "kiamat". Tetap teguh pada apa yang ada disaku :tiket masuk studio 4 yang sudah dibayar dengan 25 ribu rupiah.

Sapa yang udah nonton transformer dua? Panjang kan filmnya : tapi mbosenin. Namun, 2012, yang juga berdurasi lumayan panjang (157 menit), aku jamin, tidak akan ada rasa bosan yang akan menggelayut di kepala anda. Plot demi plot, kejutan demi kejutan akan membangun andrenalin anda. Walau ada klise, namun hal ini tidak akan terlintas di benak anda jika melihat efek yang disungguhkan. Aku sendiri dimabuk, antara sadar atau tidak, bahwa semua itu hanyalah perbuatan komputer semata.

Tidak perlu ragu untuk menyaksikan kedahsyatan film ini. Jangan coba - coba nonton di rumah, apalagi bajakan. Karena semua adalah kejutan, dan kejutan itu paling afdhol dengan bidikan bioskop yang datar, dan tentu saja DOLBY (ha-ha-ha, aku paling senang dengan DOLBY, aku tergila - gila dengan kemantapan suaranya).
[..]


RASAKAN !

Biar mereka juga merasakan apa yang ku rasa.

Ini bukan masalah cinta dan ciuman. Tapi ini masalah kekurangan alias krisis listrik yang dialami beberapa orang di ibu kota sana. Listrik padam, dan mereka mengumpat. Bahkan hingga berdemo menuntut petinggi PLN mencopot jabatan. Aku punya pendapat lain, bahkan ingin menggorok orang gila yang demo macam itu.

Taukah anda? Mengapa aku ingin merebus mereka?. Dulu, ketika masih bercokol di Mataram, yang namanya mati lampu sudah menjadi tradisi. Listrik padam adalah hal biasa, bahkan kami (sebagai penduduk kota Mataram) sudah paham bahwa kapasitas yang dimiliki PLN tidak cukup untuk menghidupkan semua kebutuhan listrik, terlebih pada beban puncak. Bahkan, hingga detik ini, di Mataram masih terdapat pemadaman bergilir.

Atau, ada lagi. Begini kira - kira :
Mbak : Masmu itu, waktu ditempat survei sana (NTT), ngoroknya luar biasa.
Aku : Masa?
Mbak : Iya, waktu kita lagi kerja, dia tidur, terus ngorok.
Aku : La kok dia malah tidur?
Mbak : Lo, kita itu kerja malam hari, lembur gitu. Listrik baru ada kalau malam hari, siang hari mana ada listrik.

Dan, kedua di kedua daerah ini pun, tidak ada aksi demo karena defisit yang tengah terjadi.

Salah siapa coba kalo listrik mulai memasuki titik nadir? Jumlah penduduk yang makin tinggi, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan hidup, termasuk listrik dan alat - alat yang pakai listrik. Wajar saja, PLN akan kolaps jika mereka menyalakan semua alat listrik pada waktu yang bersamaan : beban puncak, yang biasanya hadir ketika pukul 5 sore hingga 9 malam. Sudah kah kita mematikan lampu yang tidak diperlukan pada periode itu?

Ada sebuah pikiran realistis. Masyarakat butuh listrik. Minta Pada PLN. PLN meningkatkan kapasitas produksi listriknya atau membuat plant pembangkit baru (yang paling murah adalah PLTU-yang pake batu bara). Tentu PLN tidak akan bikin di Jakarta, bahkan disekitarnya. Tapi jauh dipelosok sana. Mengapa ?. Karena batu bara jelas bikin polusi. Nah, lihat lah. Masyarakat minta listrik, tapi malah bikin masalah baru, polusi di daerah lain. Kenapa orang Greenpiece kok gak marah - marah soal yang ini?

Sebelum anda berdemo, sebaiknya anda melihat rumah ada dulu. Perlukah menyalakan lampu di siang hari ? Atau perlukah anda membayar iuran listrik untuk menonton sinetron yang tidak bermutu?.
[..]


ANTARA TRAFIK DAN PERSONALISASI

Wuih, berat bangat bahasanya. Lebih berat traktor di sawah tapi.

Beberapa kawan - kawan blogger mendesakku untuk membikin sebuah buku tamu, alias shoutmix atau C-box. Rasanya sih, hampir disetiap penjuru (sejauh jangkauanku untuk saling mengunjungi), ada saja sebuah kotak kecil, yang berisikan kalimat - kalimat singkat disertai link si tukang bikin kalimat tersebut. Tidak ada yang salah, dimana ada tempat untuk membagikan link (walau statusnya bukan dofollow) dan kemungkinan besar akan mendapat umpan balik terhadap link tersebut, baik dari empunya blog maupun dari visitor blog tersebut.

Dulu, sebelum blog ini berkembang hingga cantik (maaf narsis dikit) seperti sekarang, sebuah kotak shoutmix oren pernah menghiasi dinding halaman ini. Banyak rekan yang ikut mejeng disitu. Cantik juga sih memang, tapi, aku setelah menimbang dan memilah, terputuslah sebuah kebijakan untuk "meniadakan shoutmix".


Lihatlah, begitu singset-nya blog ini, skrol dikit, sudah sentuh ke bawah. Kalo di Benchmark dengan blognya mas Anang (yang punya jam terbang jauh lebih maknyos dari blog ini), kakve-santi terbilang pendek. Kawan - kawan dapat melihat, dari komentar yang ter-skrol, dan artikel - artikel yang menggunakan readmore. Bukankah indah jika blog itu simpel dan gak ribet ? (sebagai komparasi lihat saja blognya Mas Wantoro-kawan saya dari Mataram @ www.gemblu.co.cc). Atau seorang blogger yang menjunjung tinggi ke-minimalisan, kalo gak salah ardianzzz.blogspot.com.

Sekali lagi, menurut pandanganku, kakve-santi bukannya tidak menyediakan buku tamu, namun hanya dikemas jadi satu dalam kotak komentar. Ini juga dapat membantu kawan - kawan sekalian. Pasalnya, jika ada visitor lain yang datang ke blog ini, ia cukup melihat sebuah hal saja yakni komentar, tidak perlu melihat ke kotak shoutmix sebagai buku tamu.

Kalau kita mau berhitung dengan tepat, rata - rata visitor blog kita mencapai lebih dari 20. Jikalau ia hanya meninggalkan link lewat buku tamu, maka akan dengan mudah ia digusur dengan peninggal jejak lainnya yang ada di atasnya. Jadi, kapan ia dapat kesempatan untuk lebih sering dikunjungi.

Ada yang kurang puas dengan kebijakan di atas? silahkan berdemo di depan sekretariat kakve-santi.blogspot.com. Tapi jangan lupa izin ama pak Polisi dulu, ntar dikira demo ilegal.
[..]


RINDU PANTAI

Maklum, anak lombok tapi tersesat di kota tanpa pantai.

Pantai - pantai ini terletak di pelosok Gunung Kidul, tempat dimana surga bagi para penikmat ombak, penikmat pasir dan penikmat ketenangan. Dari kota Jogja kira - kira 2 jam perjalanan menuju tenggara. Tidak hanya pantai yang ditawarkan, pemandangan sepanjang roda motor anda berputar turut memanjakan retina mata anda. [maaf] Foto ini aku bidik sendiri, bukan hasil kopas. So, anda sudah dapat satu refrensi untuk mendapatkan tepian laut yang seksi. he-he-he.

Pertama. Pantai Sepanjang. Ke timur dari pantai Baron, ada jalan berbatu.



Kedua. Pantai Sundak. Aku pernah bikin cerita pantai Sundak tahun lalu. Tapi berhubung pantai Sundak dan Ngandong berdempetan, kali ini view lain yang aku dapatkan.




Ketiga. Pantai Ngandong. Luar biasa. Sebuah pantai yang indah. Bersebelahan langsung dengan pantai Sundak. Persisnya, ada di sebelah timur lagi dari pantai Sepanjang.




PANTAI

Pasir yang mengikat
kaki - kaki yang tersangkut di tebing dan
Bakar saja epidermisku

Ssttt..! Angin berisik meracau
ombak enggan pecah

Aku dimabuk gelora

-Pantai Ngandong, 7 November 2009
[..]


CICAK DISANGKAR BUAYA, BUAYA NEMPEL DI TEMBOK

Hot isu. Sejenak menilik apa yang salah.

1. Ibu Prita dan Pak Anggodo.
Dua orang ini sempat bikin heboh, namun beda masa dan beda situasi. Beda juga persepsi. Beda reaksi kami penonton TV. Ada yang dilaknat, ada juga yang diberikan semangat. Ibu Prita (yang sempat dibuatkan banner oleh beberapa kawan blogger), terjerat skandal yang semestinya bukan sebuah ledakan besar, bahkan terkesar dibuat besar. Sedangkan Pak Anggodo, sengaja dibungkus karung, agar tak nampak bom waktu yang melilit ditubuhnya. Agar tidak ada orang yang tau, kapan bom itu akan membelalakkan mata pemirsa televisi.

Ibu Prita : seekor musang kecil, yang tidak bawa sepeser rupiah lantas dibidik pemburu dan tempatnya yang istimewa adalah dibalik aroma keringat napi.
Pak Anggodo : seekor macan berbulu merak, menari - nari, merasa ia mendapat suatu keistimewaan : tanpa mesti menciumi busuknya sel tahanan, padahal semua orang tau ia telah berkoar - koar disana sini dibalik speaker sadapan telpon KPK.

Sudah tegakkan, hukum versi mereka.


2. Evan si Brimob.
Masuk salah satu subforum di Kaskus, langsung dihadang rentetan tread soal abang kita dari Brimob itu. Tampang sih gak sangar, tidak terkesan orang yang doyan fitness, namun lidahnya bak pisau dapur habis dipake perang dunia ketiga. Mendadak ia menjadi aktor penting bagi si pecandu netter, apalagi kaskuser. Bahkan, namanya kini disandingkan dengan sebutan ALAY/MAHO yang bagi sebagian kalangan memiliki konotasi yang kurang pantas.

Beberapa tread di kaskus jelas - jelas menghujat orang ini. Mereka juga membuatkan judul yang pasti bersikan ejaan nama orang ini. Bahkan, seorang kawan blogger berani membawa keluar beberapa screenshoot dari pesbuk Evan yang menjadi sorotan panas (dipesbuk inilah starter point itu terjadi) dari sebuah tread di kaskus. Bagi yang ingin tahu, sebaiknya langsung ketikkan "kaskus.us" di addres bar, dan CTRL+F "the lounge", lanjutkan dengan menge-klik.

Aku : Kapan aku bisa nonton berita bergenre lain ?
[..]


PAKAI MASKER !

Malu aku jika virus ini menular padamu.
[sebuah dedikasi untuk antisipasi]


Dari kemarin, sabtu, tenggorakan ini rasanya seperti di garuk tepian garpu. Suhu badan meningkat. Belum lagi mesti ikut seminar, karena sudah kadung bayar, dengan tempat ber-AC dan belum tau kaidah - kaidah masuk angin. Maka jadilah ia seperti ini, hidung meler, hidung berontak, dan hidung beraksi mendesah lembut dengan menyemburkan cairan bening ke penjuru depan muka. Bersin.

Sekarang sih udah oke, walaupun masih takut sentuh yang namanya minuman dingin. Tinggal perkara pilek saja, dan aku akan berpesta pora dengan secopok likuid yang bermahkotakan es batu. Yang itu memang tidak boleh terlupakan. Tapi, ada sesuatu yang justru aku ingat kembali setelah tertimpa ini sakit : MASKER !.

Pernah satu ketika, aku berblogwalking dan sampailah pada sebuah artikel kopas yang bersumber dari detik.net yang isinya kurang lebih begini : "Apabila sakit dengan gejala Influenza supaya mengenakan masker dan tidak beraktivitas dan pergi ke dokter apabila sakit flunya tidak membaik," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes, dr Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektronik yang dikirimkan Puskom Depkes, Senin (13/7/2009).

Kalimat pak Tjandra itu terlontar ketika flu babi masih menggila di sekitaran tengah taun ini. Bukannya tidak berdasar, namun hal ini (pake masker) bisa mengurangi kemungkinan menularnya sebuah flu, apalagi jika flu tersebut adalah flu babi atau flu burung. Menurut kabar yang beredar, gejala awal tiga flu ini sama saja, yakni bersin - bersin dan pilek. Jadi mana tau itu flu biasa atau malah flu yang membawa mudarat lebih.

Selain itu, mengingat flu adalah penyakit yang cukup mudah penularannya, maka pantaslah bagi yang sedang berbulan madu dengan flu untuk setia mengenakan masker sebagai perhatiannya kepada orang - orang disekitarnya. Toh, sebagai orang yang menonton wajah, kita juga tidak merasa jijik jika hanya melihat seutas kain penutup hidung ketimbang melihat cairan lezat berayun disekitar goa di atas mulut.

Setuju? Mari hidup sehat.
[..]


UPDATE PAGERANK

Aku melihat beberapa senyum.

Sebelumnya, aku mau bilang, kalo kepalaku pening, tubuh meningkat suhunya, dan hidung mulai disumbat cairan virus. Masuk warnet saja masih mikir - mikir, karena dijamin menggigil akibat AC yang disetel terlalu kencang. Jadi, mohon maaf sebelumnya jika belum sempat mampir kembali.

Ketika blogwalking hari ini, aku melihat beberapa senyuman dari kawan - kawan blogger yang bangga akan pemberian dari mbah Gugel. Pagerank, siapa sih yang tak ingin punya pagerank?. Mereka begitu berbangga, hingga menuangkannya dalam sebuah postingan baru bak seorang yang konser dan diberi standing applause. Aku melihat sebuah cerah dari masing - masing empunya blog. Aku melihat beberapa semangat yang tidak terkoyak, semangat dan beberapa harapan baru, berharap mbah Gugel masih punya pemberian yang lain.

kakve-santi.blogspot.com cuma punya pagerank 3. Dulu sih blog ini berangkat dari PR 0 hingga akhirnya pageranknya nyangkut di angka 1. Bukan kepalang bangganya, punya blog yang punya pagerank. Mulailah aku mencoba peruntungan dalam dunia bisnis, pasang iklan, pasang banner. Beberapa situs periklanan sempat menolak kehadiran blog ini, namun aku kemudian tertawa terbahak - bahak ketika blog ini mencuat menuju angka 3. Mengapa? Aku berpikir (dengan sombongnya), 'kasian kau biro iklan, kini halaman saya punya nilai jual yang melejit, dan aku tidak akan menjilat air liur sendiri dengan menawarkan blog ini kepadamu (lagi)'. Ha-ha-ha.

Tapi, semua berubah. Cukup sudah berkecimpung dalam peruntungan klik pada iklan.

Aku tentu berharap banyak pada mbah Gugel agar PR blog ini naik satu tingkat menuju tangga keempat. Tapi, jika melihat angka - angka statistik, cukup jarang mbah Gugel menghibahkan angka 4 (dan angka - angka selanjutnya) kepada situs yang disebut blog. Kalaupun ada, blog itu sudah cukup usia, dan memiliki nilai eksotis yang berdaya jual tinggi.

Kapan ya aku bisa menikmati angka 4 ketika mengecek Pagerank?

NB : malam ini aku cek PR, dan ALHAMDULILAH naik JADI EMPAT!!!!!

[..]


MABOK HANTU

Ada di sekitar kita, hii..

Rabu [28 Oktober], sore.
Aku, Febri, dan Ahmat menerawang kamar bercahayakan redup ini. Membiarkan kertas - kertas bergambar alat - alat pelindungan diri bertebaran di atas permadani. Lalu mata kami terpaku lagi ke layar datar leptop ukuran 14 inci itu lagi. Penuh tatapan liar keingin tahuan yang mencuat bagaikan band pop yang sedang bersinar, mata kami terus mengikuti kata demi kata yang tertuang dari pengalaman seseorang yang bertemu hantu Balairung (gedung rektorat UGM yang gemar dijadikan wahana ber-wifian). "Seorang pria berdiri tanpa kaki", itu kata kuncinya.

Kemudian, masih dalam rasa yang sama, kami kemudian mengetikkan kata kunci yang cukup berbeda. "Hantu wisma kinanti", dan jenjeng!. Terpampang sepenggal kisah misteri, kisah tentang bulu kuduk yang berdiri ketika melewati sebuah rumah dipinggiran kali kecil di utara gedung eks-registrasi UGM itu. Aroma mistis mulai kental berayun. (dalam benak kami) Pogung teruguncang, Balairung juga menyimpan kisah. Kapan kami membuktikan kepada media?

Kamis [29 Oktober], malam.
Kemarin, Febri dan Ahmat bercerita juga tentang perjumpaannya dengan mahluk halus. Mulai dari 'sesuatu yang melompat di atas kasur', hingga 'sesuatu yang lewat di dekat pintu'. Aku jadi terhalusinasi, dan mulai menjadi tidak nyaman berada di rumah.

Malam itu, kami berjumpa lagi. Belum selesai aku dirajam cerita gaib, kami dibawa ke dalam cerita yang lebih dalam oleh Fandy. Bah, hantu lagi! Beruntung malam itu kami cukup bersabar untuk tidak mengumbar lebih banyak.

Jumat [30 Oktober], menjelang magrib.
Iecom2010 bikin kesal hati. "Failed Login" begitu tutur situs itu. Kemudian kami berbincang - bicang tentang dunia blog. Lalu Aqil memberikan sebuah link, menuju sebuah blog asing. Dan jenjeng!. Aku menatap list 'label' milik blog tersebut, ter-klik lah, dan muncul judul - judul yang sudah tidak asing : "penampakan, kemunculan, foto hantu, film serem, video hantu..".

Ampun! (membuka Al-Quran lagi, cari ayat qursi dulu)
[..]


KEGIATAN RUTIN (UJIAN !)

Berhadapan lagi dengan lembar jawaban, dan tentu saja bapak pengawas itu.

Oktober menjelang, sudah saatnya kembali melihat silabus semester lima. Gak usah pasang muka kaget, kalo jumpa lagi dengan bapak berpakaian necis itu, bawa amplop coklat, kemudian menuliskan sebuah peringatan : 120 menit. Mungkin dia akan kecipratran senyum para pelaku ujian jika ia punya mandat buat menulis yang kayak ginian : buku terbuka.

Hal yang paling menakutkan dari sebuah ujian bukanlah tidak bisa menjawab perkara - perkara yang sengaja dibuat itu, namun kalo kertu ujian ketinggalan di meja belajar di rumah. Runyam masalahnya. Harus balik lagi, dengan waktu tempuh 20 menit sekali jalan, belum kalo kena bencana : macet.

Ujian menjelang, ngeblog (harus) jalan tiada bimbang (maksa banget kata - katanya). Gak perlu menyalahkan situasi yang semestinya harus ada, tapi bagaimana mengadaptasikan hobi ngeblog dengan habitat yang terlanjur liar ini, bergumul dengan kesibukan kampus, dan bergolaknya rasa malas.

Udah tiga paragraf nih, udah cukup rasanya. Bukan karena sedang berstatus mahasiswa yang sedang ujian, tapi marilah menegakkan prinsip : yang penting dibaca, bukan yang penting menulis. Terlampau panjang, tapi hanya diberi fidbek "nice post!", aduh, kenapa gak nulis satu kata aja, hasilnya juga tetep sama.

[sebuah dedikasi kepada kawan - kawan blogger yang menyanjung kualitas komentar dan yang menggangap komentar kurang dari tiga baris adalah SPAM-tapi aku tidak berpikir demikian]
[..]


TAWON !

Tawon apa lebah sih namanya?

Inilah hewan yang tidak tahu sopan santun. Masa, di dalem rumah orang dia justru bikin rumah sendiri ?. Gak minta surat izin lagi, mana mungkin juga dia mau bayar pajek. Belum lagi kalo dia berencana renovasi itu gubuknya, makin besarlah, makin banyak lubang - lubangnya. Makin banyak juga tamunya.

Belum lagi kalo dia sudah masuk zona buat nonton tv. Nguing - nguing gak karuan, kadang terbang rendah, kadang juga menggila berputar - putar layaknya helikopter di langit - langit rumah. Yang paling bikin stres kalo sudah masuk ke kamar, bingung cara ngusirnya. Di has-hus-has-hus juga mana ngerti, kalo digebuk malah tambah ruyam (dapet serangan balik dicium pake buntutnya di muka).

Pernah itu binatang bertapa di kamar mandi. Sejam-dua jam, bahkan seharian gak mau minggat. Terpaksalah, pasang status "siaga" pas lagi mandi, mata mana sempat liat kulit yang disapu pake sabun. Tau sendiri yang namanya kamar mandi itu punya volume ruang kecil, penyelamatan paling bagus mau gak mau hanya membuka pintu dan melontarkan diri keluar tempat mandi.

Suatu hari kawanku bertandang ke kediamanku. Ketika akan pulang, ia justru menjerit dan berkaki seribu masuk kembali ke rumah. Sambil memijit pucuk kepalanya, ia berkata kepadaku : ada tawon di helmku!.

Watch-out! Tawon tak selamanya bikin madu.
[..]


KAMAR GELAP

Aku terkungkum dalam hening
pada kamar gelap
berbalut kabut jadi rusuk
melingkar di selaput sajak
pedih

mana tau orang suara helaan nafas
dari langit
dari semburat desah
kamar ini begitu singkat
diterawang dan menjawab: bisu

aku tak paham tubuhku ada di sudut
mana
bahkan tak mengendus sesiapa
kamar ini tidak ramah
aku dihimpit dan dicerca bayang

Aku dibunuh sangat lembut
menegakkan bedil, berapikan rindu
mati
aku meregang jiwa berpeluk
kosong

____________________________________________________
Sebuah sajak, tanpa irama, tanpa ketukan. Tercipta dibawah teriknya lampu belajar. Aku (terpaksa) mencumbui tembakau yang jadi bara lagi. Penuh tekanan, di bawah hasrat ingin memilikimu.
[..]


SERASA UDAH NIKAH

Kemarin bapakku datang, dan aku merasa senang.

Kemarin pagi, bapakku besandar di Jogja setelah menghadiri lawatan kantor di Jakarta, entah semacam rapat atau pertemuan para kepala kantor, tapi yang pasti, ketika aku akan kembali ke rumah (kos maksudnya), aku diberi merah-merah dua lembar.

Sekarang, aku turut menjadi magnet orang tua, selain orang tuanya orang tuaku. Duduk di Jogja, hanya berkawan rindu. Tak lepas dari selaput jarak yang membuahi sebuah kata:kesendirian. Kemudian, kata itu mendesak keluar dari pengapnya dinding rahim kebisuan, dan kemudian lahirlah sebuah fenomena anyar dari perjalanan nafas: tinggal bersama orang tua hanyalah kenangan belaka.

Rasanya, aku kini sudah punya kunci rumah sendiri, tengah membangun sesuatu dengan mandiri, telah hidup akur dengan pasangan hidupku, dan sudah masuk dalam daftar - daftar orang yang dirindukan. Lekat benar di benak ini bahwa aku sudah harus 'keluar dari rumah'. Rumahku itu bukanlah rumahku, tapi aku kini sedang mencari rumahku yang baru.

Ah ribet! Intinya gini : aku merasa sudah punya keluarga sendiri, dimana kini ada budaya baru dimana aku harus mudik atau aku akan dikunjungi. Padahal rumah saja masih numpang, istri aja masih calon. Pokoknya : Selamat datang di area baru, you'll never walk together (again).


Catatan kaki : Aku menyapu tatapan pada langit - langit, mengamati lampu dengan seksama. Ternyata ia bersinar sebatang kara.
[..]