[SAJAK] KAPAN PULANG

Kapal Nelayan Berlayar Di Laut
Pantai Tanjung Karang, Mataram - LOMBOK [November 2012]

Kapan pulang
kepangkuan
berikut gelisah
telah tumpah; semalam
ketika tapak pertama
diikat hujan

sebelum cerah
pun sebelum menyerah
di bilik dada sebelum lekas me-merah


Mataram, 9 Desember 2012 [..]


JIKA BOSS DATANG

Jika boss saya datang ke kantor (dalam hal ini boss besar), maka aktifitas online saya mendadak macet. Biasanya sih saya tidak melakukan hal - hal berikut.



Duduk Manis
Pasang muka yang paling cute. Senyum - senyum sendiri. Jangan beranjak dari kursi panas anda, kecuali anda ingin boker, pipis, atau ingin kentut. Maka duduk manislah di kamar mandi, jangan di kursi kerja anda.
*ambeyen

Fokus
"Tatap mata Ojan... Fokuuss... Foooookuuuussss..."
*eeengg




Cari - cari pekerjaan
Biasanya saya merapikan kertas - kertas yang berserakan. Atau sekedar membersihkan kaca jendela. Kalau tidak ya neplekin (menepuk) nyamuk yang terbang di dalam ruang kantor
*plak!


Cari Muka
.. boss dateng.
Boss : "Kamu cari muka ya?"
Saya : "Kok tahu sih?"
Boss : "Soalnya kamu meraba - raba muka saya.."
*nyengir

Tersenyumlah, dan katakan 'Ya!'
Boss : "Kamu kayaknya paling malas, ya?"
Anda : "Ya!"
Boss : "Kamu nggak suka saya, ya?"
Anda : "Ya!"
*surat peringatan terbit

Boss datang memang bikin ribet. Tapi kalo sudah berhasil menjilat, gaji bisa naik. [..]


SAVE THE LAST DANCE FOR ME

Tangaaan di atasss!

Om Freddie Mercury

Setelah saya nguring - nguring (dongkol, bahasa Jerman-red) akibat hari Senin, akhirnya malam ini adalah malam Minggu. Akhirnya, akhir pekan tiba.

Jalanan Ramai
Jalanan mendadak ramai. Pasangan muda - mudi tumpah di jalanan. Ada yang berpelukan, ada yang mengumbar syahwat, tidak sedikit yang juga menyemarakkannya dengan saling beradu bibir. Tahukah anda, bahwa saat ini haram hukumnya menggunakan BBM bersubsidi untuk sekedar pacaran?

Mendadak Konser
Banyak konser yang tiba - tiba muncul di lapangan, entah lapangan bola atau lapangan badminton. Pokoknya tiba - tiba musik menghentak keras. Tetapi bagi yang patah hati, maka konser akan digelar di dalam kamar masing - masing bersama Cakra Khan, Afgan, Rossa, dan Rumor.

*now playing : Sadis by Afgan

Link Blog Menjamur
Entah kenapa ya, dari hasil pengamatan, penelitian, penalaran, peramalan, dan penumpang yang terhomat yang telah saya lakukan, eh promo - promo link blog lebih gencar dilakukan ketika hari Sabtu hingga malam Minggu. Berarti itulah saatnya kita menambang komentar, menjaring visitor, dan merangkul follower sebanyak - banyaknya.

*time for blogwalking


Dancing.. Alone

Lagu Save the Last Dance for Me dinyanyikan oleh Michael Bubble. Lagunya riang, cocok untuk dijadikan musik pengiring dansa. Jangan sedih, jangan gundah, mari kita galau di Malam Minggu. [..]


PAYUNG

Musim hujan sudah datang. Sedia payung sebelum dan sesudah makan.

Definisi
Payung adalah sejenis alat yang dipergunakan ketika anda ingin basah di kamar mandi. Ingin cebok atau sekedar cuci kaki. Ingin mandi atau sekedar menyikat gigi.

Bicara Payung.
Saya lebih suka payung dengan badan yang besar dan lebar. Selain lebih aman dari percikan hujan, payung yang lebih besar bisa dipergunakan oleh banyak orang, apalagi jika ada cewek cantik yang sedang kehujanan.

"Mbak, mau numpang? Nomer rekening listriknya berapa ya kalo boleh tahu?"

Payung Lipat.
Saya sangat tidak menyarankan anda memiliki payung lipat. Saya pernah beli payung lipat pada suatu hari yang cerah. Tetapi setelah beberapa kali dipergunakan, payung tersebut rusak.

*kesimpulan : jangan beli payung jika hari sedang cerah

Payung Yang Tidak Dilipat.
Saya juga tidak menyarankan anda memiliki payung dengan jenis yang ini. Kenapa anda harus punya payung yang tidak bisa dilipat, kan justru menghabiskan banyak tempat jika tidak dipakai.


Oalah, cangkemmu!
Pertanyaan saya : anda punya payung atau tidak?

Tulisan ini di-ikut-serta-kan untuk menyemarakkan postingan tidak jelas di tanggal 12-12-12
[..]


HARI MINGGU

Ketika saya bangun pagi hari ini (Ahad, 9 Des 2012 - red), di program DAHSYAT RCTI, Aki Takajo sedang diwawancarai. Mendadak bodi saya bugar secara kilat.

Aki Takajo, member AKB48 yang ditransfer ke JKT48.

Minggu Pagi
Minggu pagi adalah hal yang paling berat karena esok pagi sudah hari Senin dan masuk kerja.

Terjebak di rumah
Sangat disarankan hari Minggu anda tidak pergi kemana - mana karena pasti akan berakibat capek. Kalau sudah capek, pasti besok tidak semangat untuk bekerja. Ingat, hari Senin adalah hari kerja.

Jangan putar musik keras - keras
Hal ini dikarenakan karena ini adalah hari Minggu, seluruh tetangga anda ada di dalam rumah mereka. Mereka ingin beristirahat, karena hari Senin mereka sudah masuk kerja.

Download lagu
Sebaiknya hari Minggu anda pergunakan untuk mendownload lagu. Lagu tersebut anda dapat anda dengarkan di tempat kerja anda esok hari, karena esok adalah hari Senin.

Mimpi buruk
Hari Minggu menjadi mimpi yang buruk karena hari Senin sudah bekerja kembali.


Jadi intinya, jika sekarang adalah hari Minggu, maka hari Senin anda sudah masuk kerja.
menyebalkan
[..]


HEMAT ENERGI, YUK!


Energi

sumber : disini
Energi merupakan suatu hal yang menyebabkan manusia dapat terus menjadi hidup, tumbuh berkembang, dan memeluk sanak famili dalam senyuman. Hanya saja, mampukah kita menggunakan energi yang saat ini sudah terlihat ambang batasnya secara adil dan bijak sehingga kita masih dapat membagi senyum yang lebih panjang untuk anak cucu kita?

Sudah terlalu banyak kampanye yang mengkolaborasikan antara kata hemat dan energi. Saya yakin kita semua sudah paham mengapa energi harus dihemat dan dipergunakan secara efisien.




Ingat!
Melakukan penghematan energi bukanlah serta merta mengurangi produktifitas dalam aktifitas. Hanya saja kita dituntut untuk menggunakan sumber daya secara bijak, efisien, serta tepat guna. Enegi alternatif bukan menjadi hambatan bagi setiap orang untuk terus berkarya.  Saya pun jadi teringat sebuah berita yang menyatakan bahwa BBM bersubsidi sangat tidak tepat jika dipergunakan hanya untuk sekedar pacaran. Lucu, namun sejatinya banyak benarnya.

Plat Kuning
Mengutip dari apa yang pernah saya dapatkan dari bangku sekolah dasar dimana ternyata salah satu cara terdekat yang dapat kita lakukan dalam penghematan energi, khususnya bahan bakar kendaraan, adalah dengan menggunakan kendaraan plat kuning. Betapa kagumnya saya ketika melihat beberapa film yang diproduksi di tanah Hollywood melakukan syuting pada kendaraan umum. Begitu antusiasnya masyarakat disana dalam menggunakan bus umum ataupun kereta bawah tanah.

Sumber : disini


Pernahkah ada pikiran kecil di kepala anda : Sebetulnya rasa egoislah yang menjadikan kita harus memiliki kendaraan pribadi. Menyalip, berklakson, hingga kadang – kadang tidak memperhatikan orang lain adalah suatu tindakan yang menurut saya menjurus kepada rasa egois.

‘Lebih murah’, dua kata yang menjadikan tameng kita untuk tetap membangga – banggakan rasa egois tersebut. Akhirnya dengan dua kata tersebut, secara faktual di kota saya saat ini, kendaraan plat kuning menjadi sulit untuk dijumpai. Entah karena animo masyarakat yang sudah terlanjur impoten untuk menggunakan kendaaran umum atau karena hal lain.

Lupakan!
Mari kita sejenak lupakan bagaimana cara Perusahaan Listrik Negara memproduksi energi listrik. Kita lupakan sejenak bagaimana cara Pertamina menaikkan minyak mentah kepermukaan tanah. Sebab, saya sebagai orang kecil tidak akan mampu merubah kedaan dan cara bekerja mereka. Namun bukan berarti saya hanya berpangku tangan tanpa melakukan bahkan berpikir apa – apa.

Pernah saya mendengarkan sebuah kuliah tentang Manajemen Energi ketika saya masih berstatus mahasiswa. Sang dosen pun menyeletuk : Apakah mobil listrik akan menjamin bahwa kita sudah melakukan penghematan energi? Ia pun menjawab : tidak juga.

Berkaca kepada apa yang sedang terjadi di daerah saya, listrik diproduksi dengan bahan bakar solar. Artinya, meskipun ketika mobil listrik sudah menjadi kendaraan massal dan SPBU menjadi sepi, tetapi permintaan listrik justru akan meningkat. Itu artinya penggunakan bahan bakar fosil, dalam hal ini solar sebagai bahan bakar diesel milik PLN, akan turut meningkat. Artinya, kita sejatinya hanya mengganti jenis energi yang digunakan tanpa melakukan subtitusi energi sebagai alternatif.

Maka kita perlu mencari sebuah energi yang benar – benar ‘alternatif’. Dan rasanya, hal yang paling dekat sebagai subtitusi dari energi fosil adalah listrik. Tetapi darimana kita dapat menghasilkan sebuah percikan listrik ketika minyak dan batu bara menjadi benar – benar tinggal catatan dalam sejarah?

Adakah yang masih ingat dengan sebutan PLTA?
Ya, dan inilah rasanya hal yang paling dekat dengan diri kita untuk menjadi sumber energi alternatif serta terbarukan. Namun lagi – lagi bermunculan sekelebat pertanyaan, bagaimana kalau tiba – tiba tidak ada aliran air? Bagaimana jika mata air mendadak kering? Bagaimana jika.. ? Ah, akan terlalu luas permasalahan seperti sulitnya menemukan ujung benang dalam kekusutannya. Pilihannya hanya dua, mencari ujungnya atau meninggalkannya begitu saja.

Sumber : disni

Nah, itulah kendala kita dalam mencari energi alternatif ini. Apakah akan dilanjutkan pencarian tersebut yang masih kusut serta berliku atau kita akan tinggalkan saja, gunakan yang ada, dan duduk manis sambil menghitung waktu mundur kapan dunia ini akan gelap gulita.

Minimal hemat, yuk!
Saya akui, saya tidak mampu mencari rupa sebuah energi alternatif. Saya saat ini hanya mampu melakukan penghematan saja. Mempergunakan premium seperlunya, mematikan lampu ketika tidak diperlukan, menggunakan alat – alat dengan konsumsi energi yang rendah, serta bercerita dari hati ke hati ke sanak famili tentang hemat energi adalah salah satu cara terdekat saya agar mampu hidup lama dengan senyuman yang masih ada.

Jika anda pengguna kendaraan berbahan bakar minyak, maka lakukanlah perawatan secara berkala. Bukankah mengasyikkan memiliki kendaraan yang hemat bahan bakar. Kantong anda pun akan menjadi lebih tebal, tidak terkuras biaya bahan bakar yang membengkak.
 
Jika anda sudah dapat menghemat energi yang anda gunakan, rasanya tidak berlebihan bila  anda dengan keras tertawa terbahak – bahak sembari menuding hidung orang lain yang masih egois dalam menggunakan energi. Anda pun dapat berbangga karena anda telah berkontribusi untuk menurunkan tingkat polusi; tentu anda sudah tidak lagi menjadi ancaman hidup orang lain akibat polusi yang berlebihan. Sungguh elegan dan menyenangkan bukan!

Selanjutnya : maukah kita sudah memulainya hari ini?



Tag : Energi, Lingkungan, Pertamina
http://bit.ly/Energi138 
[..]


HUJAN DAN SAJAK

dan serdadu hujan turun di pelupuk subuh
menggetarkan hati yang tadi rapuh
menjadi luluh

dan hujan mulai memburu
melumat rindu
dengan sembilu


Mataram, 29 Nov 2012

Siapa yang tidak suka hujan?
Semua orang dapat menjadi pujangga dadakan karena hujan. Ada yang bercerita tentang kerinduan yang justru berapi - api, ada pula yang justru semakin terpuruk dalam derita. Tidak sedikit pula yang bercerita tentang kencan yang tertunda akibat derasnya hujan di malam minggu.

Saya pun tidak tahu, senyawa apa yang menjadikan hujan lekat dengan aliran ide yang bermuara kepada lahirnya sebuah sajak. Apa karena suasananya yang syahdu?

Bagi saya, yang paling pas adalah ketika hujan separuh deras turun di malam hari (ya sekitar setelah shalat Isya'), sedikit ada petir, mati lampu, di samping ada gitar, ada rokok, ada teh panas manis, ada lilin, ada kertas, ada ballpoint.

Mungkin beberapa sajak bisa jadi dalam waktu satu jam.

Jreeeennngg !
Hujan di malam minggu (tek tek dung!)
aku tak datang padamu (treeeett teeett teettt teeett!)
Bukaaaaan, aku tak mau, sayang!
Hujan di malam minggu..u.. (tek tek dung!)
[..]


SEBELUM TIDUR

Tidur, posisi dimana kita masih hidup namun terbius ke dalam dunia mimpi. Mau ada ular kek, mau banjir se-mata kaki kek, atau mau rumah tetangga kebakaran, kalo sudah terpejam semua urusan dinomer dua-kan.

Pasang Alarm
..jam 2 dini hari
*piring jatuh!!
*ember kesenggol!!
*piring jatuh lagi!!
*piring jatuh untuk kesekian kali!!
saya dan tongkat bisbol : "..siapa disana..??!"
meong : "..kuuucccciiiiinnggg..." (sudah jelas itu maling)

Sediakan Senter
Pett!! Listrik mati dan bumi sedang bergoncang hebat. Anda mau kemana? *panik

Sediakan Handphone
*krrringg! ".. pak, pak, tolong pak .. rumah saya diincer maling, pak.. panggil polisi, pak.. kabel telpon saya diputus.." catatan : lah! kenapa gak langsung nelpon pulisi aja sekalian.

Letakkan Jam Wekker di Luar Jangkauan
".. pak jam wekkernya ditaro dimana?"
" di brankas, biar kalo mau matiin mikir dulu kombinasinya apa.."
*masalah

Mematikan kompor
pak lurah : ".. ibu - ibu, kalo malem jangan lupa matikan kompor... kalau lupa, yang mati ya ibunya sendiri.."
Ibu - ibunya sudah menggenggam teflon. Hidung mereka mendengus.

Sediakan Air Putih
"..arrrgghh!!!"
"pak! kenapa pak ?! mimpi buruk lagi pak ?!.."
si bapak masih terhengah - hengah
"minum dulu pak.."
"hah?!"
"minum.. minum.. bapak mimpi apa lagi?"
"saya mimpi kebanyakan minum!"

Kita pasti butuh tidur. Tetapi kita tetap wajib untuk waspada.



[..]


SAJAK : RINDU DERAS

rindu deras

(I)
bersama
lancipnya hujan menukik di selasar
rindu turun deras
dan aku harus mencintaimu

(II)
di luar sana angin sudah tidak ramah
menggoyangkan hati yang semula kokoh menjadi rapuh
dan hujan berdentum - dentum menghantam dinding jiwa

rindu terkoyak menjadi remah
sudah terelanjur leleh terhempas; lantas luluh
malam menebalkan bayangmu pada secarik nafas, adinda

(III)
aku sudah membendung rindu
ini terlalu lama bahkan ketika
awan mendung terasa begitu
pekat hinggap di tepian
kamar lantas berbisik maukah
aku hadirkan hujan untuk
menemani rindumu yang tengah
kesepian?

(IV)
sudah sewindu
aku dihujani rindu
dan rintik - rintik bayangmu
oh
bukankah rindu ini menyenangkan
membayangkan dirimu dalam dekapan
dan keluh kesahmu pada senyuman

ataukah hanya aku
terlanjur larut pada rindu
tiada kunjung usai

pada bulir - bulir hujan ku sematkan rindu ini

Mataram, 21 November 2012.
Selepas pulang kantor.


Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi [..]


KENCAN DI MALAM SABTU

Klasik, jika kita memperdebatkan soal malam minggu. Saya yakin sudah banyak PNS yang libur di hari sabtu. Begitu juga mahasiswa maha-sibuk. Tapi tidak bagi sebagian besar kalangan kaum muda yang masih terjebak dibalik seragam abu - abu.

Pergi Nonton
"dek, nonton yuk.."
sampai di suatu tempat
"lho, yank? kok ke warnet?"
"kita nonton di youtube aja .."
*cowok kere

Pergi Makan Murah
Di warung tenda pecel lele. Pesanan datang, banci menyelinap disela - sela pengunjung. Si Laki sudah gelisah. Langsung bangun sambil membawa alat musik.
"mau ke mana yank?!"
"akyu udah gak tahan, ciinnn.."
*cowok bermasalah

Pergi Makan Mahal
Si Laki meraba - raba pantatnya.
"ee..dek, dompetku mana ya?"
*cowok kantong bolong

Pergi Nongkrong di Taman Kota
Malam baru saja datang. Suasana jadi remang - remang.
"dek, lihat ke situ deh.."
"ada apa yank?" (sumingrah)
"ada cewek cantik .."
*cowok matanya kelilipan sepatu

Pergi ke Rumah Calon Mertua
SMS : 'dek, aku gak jadi datang ya.. bapakmu sudah duduk di luar dari tadi..'
*cowok buronan

Cinta memang harus dicari. Tentu butuh usaha. [..]


AKU ADALAH KETUA KPK (?)

Menikmati berita yang bersangkut paut tentang KPK hampir seperti menonton pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid yang harus berakhir dengan adu penalti. Penuh ketegangan. Intriknya pun masih penuh dengan misteri; mau dibawa kemana? siapakah yang akan membuat gol terlebih dahulu?
 
Semua orang ingin korupsi, tetapi tidak satu orangpun ingin menjadi koruptor!


Inilah statment yang sangat sulit untuk dipatahkan. Semua orang ingin memperkaya diri, tetapi tidak satu orangpun ini dicap sebagai penjahat.

Saya adalah ketua KPK di keluarga saya sendiri. Mengakarkan nilai – nilai luhur pada generasi terdekat, menamkan moral, serta kejujuran dalam mengarungi detik – detik waktu dan kehidupan kepada sanak famili. Entah bagaimana sesaknya ruang di dada apabila seorang ibu ataupun bapak mengetahui anaknya harus menginap di balik dinding hotel prodeo akibat salah asuh; serakah dengan mengambil apa yang bukan menjadi hak miliknya. Masih adakah murka orang tua ketika mengetahui anaknya mengacak – acak kesejahteraan sebuah negeri yang ia sendiri sedang menginjaknya.

Tidak perlu bermimpi untuk duduk di empuknya kursi ketua KPK di Jakarta sana. Yuk, kita duduk manis, kembali berbicara dari hati ke hati kepada sang buah hati bahwa kejujuran adalah tiang pancang dari sebuah kehidupan.

Bangsa ini pernah berjaya menjadi bangsa pedagang yang sukses karena berlandaskan semangat gotong royong dan jiwa yang besar untuk selalu jujur.

#Jujur : beratnya dimana sih?


Artikel ini terbit untuk mendukung sebuah klub yang bernama KPK agar terus menciptakan gol – gol cantik ke gawang para koruptor. Dukung Pemberantasan Korupsi!

http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/716/Affan%20Ibnu%20Rahmadi.html
[..]


WORK OF HEAVEN

Job
Persis pada tanggal 15 September tahun ini saya menandatangi sebuah kertas kontrak kerja berjangka satu tahun di sebuah perusahaan rokok muliti nasional dengan brand - brand yang sudah tidak asing ditelinga para smoker.

Artinya saya sudah tidak lagi menjadi seorang 'penganggur'.

Jam Kerja
Sibuk. Sebuah kata yang selalu menjadi tameng pamungkas bagi seorang pekerja jika ia tidak ingin melakukan pekerjaan secara paralel. Mula - mula, saya yang berstatus penganggur memiliki 100 % waktu saya free tanpa hambatan untuk wira-wiri secara tidak beraturan. Dan sekarang, saya harus akui, kertas kontrak itu menjadi sekat antara kebebasan dan duduk di atas kursi kantor.

Tentu saja, saya harus profesional.


Saya dan pekerjaan saya

Separuh aku
Dunia tulis menulis, dunia tarik kata - kata, bagi saya adalah suatu panggilan hati. 'Jarang - jarang lho, ada yang mau menuangkan ide secara murni'.

Terkekang dibalik tembok kantor membuat saya kembali berpikir untuk mengepakkan sayap kembali kepada secarik aplikasi notepad di komputer saya. Jemari saya sudah rindu mencumbui huruf - huruf diatas papan ketik; menari kembali.

Dan saya juga masih ingin cuap - cuap.

Aktif mode : on
'Lho, memangnya saya kemarin tidak aktif?'
Ah! Ini hanya pertanyaan retorika. Tentu saja, saya masih aktif, hanya intensitasnya yang impoten.

Dan terakhir saya mau mengucapkan :
Halo! Apa kabar. Sudah lama kita tidak berjumpa. [..]


MELEWATI COBAAN

Pagi ini (10/09/2012) saya dibangunkan oleh sayup - sayup suara penyiar infotainment dan sebuah backsound dengan nada - nada lirih. Setengah sadar, tetapi saya tahu itu bukan sebuah berita yang menggembirakan.

... 'Dokter bilang ada jarak beberapa bulan, kalau ini sudah diambil tapi masih begitu-begitu aja, risikonya kami tidak bisa memiliki anak dengan normal, .... Saya beharap sama Allah SWT, kalaupun yang kiri diambil, semoga yang kanan masih bisa berfungsi untuk membuahi,' ...      -- hot.detik.com, Terancam Tak Punya Anak, Ustad Solmed Tak Kuasa Menahan Tangis

Tidak perlu bergosip, tidak perlu mengumbar aib, tidak perlu menuding, dan tidak perlu mencari hitamnya bulu kambing.

Singgah sejenak di pojok pikiran saya : bagaimana dan apa yang akan terjadi jika sang istri (April) tidak menerima pinangan sang ustazd dahulu dan cobaan ini pun terjadi hari ini bersama dengan lelaki lain? Lelaki yang mungkin masih goyah pondasi imannya dan yang mungkin tidak mampu menjadi teman untuk bersandar.

Menangis, tentu sebuah fitrah. Tetapi saya sempat menyaksikan sang ustazd tetap tersenyum meskipun terasa pahit. Tetapi lautan hati itu tetap tenang, tidak serta merta bergolak membikin ombak. Tetap tenang, sehingga titik cakrawala itu masih terlihat dengan jelas sehingga mampu berpikir secara jernih dan lugas.

Ingin sekali saya bergabung dengan kelompok fitness 'hati' milik ustazd Solmed ini, sehingga memiliki pundak yang kekar serta besar sehingga segala curahan dan beban sang penjaga hati ini nantinya dapat bersandar. Dan saya pun mampu menaklukannya dalam pikiran yang jernih dan hati yang tiada bergejolak.

Di ujung sajadah

di ujung sajadah
tangisku pecah

doaku tumpah
keluhku tercurah

malam terbelah
[..]


RUMAH ANE GEMPA, GAN!

Satu - satunya tempat yang bisa anda lihat untuk menumukan judul tulisan di atas hanya ada di dua situs : facebook atau di twitter.

Beberapa hari terakhir, di tempat tinggal saya digucang oleh gempa - gempa yang cukup menggetarkan kaca rumah dan menggetarkan hati. Seingat saya yang pertama adalah ketika beberapa menit setelah prosesi azan buka puasa dilaksanakan (09/08/2012 - 5,6 SR). Dan yang terakhir adalah pada subuh buta di hari Selasa (04/09/2012 - 6,5 SR). Pot - pot bunga anggrek yang sengaja digantung oleh ibu saya bergoyang hebat, seperti sedang dimainkan oleh angin badai. Lemari dan dipan tempat tidur pun bergetar hebat membuat sebuah suara yang menakutkan.

[..]


BOTAK

Botak.
Hmm.

Terakhir kali rambut saya hampir botak adalah ketika saya sedang mengalami masa OSPEK dulu. Rambut saya bagaikan duri sikat toliet, tajam - tajam berdiri ke segala arah. Seingat saya dulu, jika bercukur potongan rambut Mohawk, Tintin, jambul, belah tengah, ataupun botak, saya tetap harus mengeluarkan rupiah dengan nominal yang sama. Padahal setahu saya, nge-botak-in orang itu gak sulit - sulit amat. Kita gak dituntut model yang aneh - aneh, gak takut juga mau mencong apa gak, wong potongannya juga : botak.

Kalau saya bertemu dengan orang botak, maka saya langsung teringat oleh batang korek api. Gak usah tanya kenapa, pasti sudah tahu maksudnya. Tapi jangan membayangkan sebatang korek gas.

Dengan punya rambut botak, saya tidak perlu repot - repot bersisir. Bahkan samphoo-an juga tidak perlu setiap hari. Dan saya pun harus tebal iman, menjadi bahan cibiran para gadis belia yang memandang kepala saya layaknya sikat jamban ataupun pentol korek api. Rasanya, antara harga se-sachet samphoo dan harga diri yang terinjak sama sekali bukan sebuah perbandingan. Berarti lebih baik punya rambut, kan?

Pendapat lain juga bilang jika orang botak itu seksi. Macho, gagah, berani, penuh tantangan. Saya mendadak jadi ingat aktor laga Vin Diesel. Ugh! Kekar men!. Pertanyaan selanjutnya adalah manakah yang lebih dahulu dibentuk? Nge-botak-in kepala atau Nge-kekar-in badan? Kalo badan sudah kekar, bolehlah kepada dibotakin. Tapi kalo perut masih buncit?.

Anda bukan mahasiswa baru? Silahkan perhatikan wajah - wajah gosong, culun, penuh dengan segudang pertanyaan, dan tentu saja dengan kepala yang separuh bahkan hampir botak yang mulai marak tersebar di seluruh pelosok kampus anda. Maka anda sudah tentu tahu : mereka adalah mahasiswa baru.



Salah satu peserta OSPEK mahasiswa baru Fakultas Teknik UGM

Saya pernah botak lima tahun yang lalu. Sekarang saya sudah gondrong lagi. Tetapi semangat saya hampir sama seperti bukit nan tandus : botak.

[..]


HAVE A NICE DAY!

Well I say, Have A Nice Day.
Have A Nice Day
Have A Nice Day
     -Bon Jovi, Have A Nice Day Album [2005]

Seorang SPAMMER memeliki kecenderungan akan berkomentar seperti ini : (1) Wah, baru tahu gan ada lagunya Bon Jovi yang judulnya itu.. (2) Sama gan, saya juga suka Bon Jovi.. (3) Nice share, gan!

Duduk di beranda rumah, melihat para tetangga yang berkelamin lelaki kabur dari rumah selepas didamprat sang istri bahwa kantong sudah menipis dan si bayi kehabisan susu. Lebaran sudah menyita sebagaian besar tabungan : bocor, jebol, mbrojol. Mereka memacu cepat kendaraan mereka untuk segera berlabuh di kantor. Dipaksa giat, untuk membungkam mulut istri mereka dari hal yang sungguh memalukan : bergosip bahwa suami mereka adalah pemalas.

Tapi ibu - ibu muda itu malah beranjak dari tempat mereka berdiri. Sekarang berteduh di bawah pohon manggis yang ditanam bapakku enam tahun yang silam. Bersungut - sungut kepala mereka, mencoba mencari batang hidungku yang sengaja aku sembunyikan dibalik rimbunnya kepulan asap Starmild.

Ah, tertangkap. Mereka melihat diriku menggunakan kaus dalam duduk bersama rambut yang setengah berantakan. Mereka menjilatiku dengan pandangan jijik : huft!, dasar lelaki. sarjana tapi merana.

Hah.

So, have a nice day. Mungkin lain waktu saya akan memperlihatkan kepada telanjangnya mata mereka bahwa saya menyembunyikan peluh dan keluh sepulang bekerja yang ada di balik dada.
[..]


HA PLUS DUA

Puasa Hari Terakir : sudah
Malam takbiran : sudah
Shalat Ied : sudah
Silaturrahim : sudah

What next? Ngantor, Ngampus, dan Nganggur (lagi).



HA MIN SATU
Para blogger masih ramai berbincang dan melempar ucapan selamat lebaran via blog, facebook, twitter (mungkin). Apalagi setelah sidang Isbat berlangsung. HP terus bersiul dan facebook penuh notifikasi. Jam 11:00 WITA mendadak sepi.

HA NOL
Mataram, sebuah kota yang berada di jalur WITA. Melaksanakan shalat kira - kira lebih dahulu setengah jam sebelum Surabaya, Jogja, dan Jakarta. Ketika shalat Ied baru saja selesai, saya mencoba menjamah dunia maya. Hanya tiga orang dari kawan saya yang memancarkan cahaya hijau pada kolom 'teman - teman kamu yang sedang online saat ini'. Facebook saja sedang tidak laku, apalagi dengan blog.

HA PLUS SATU
Kemarin pagi (20 Agustus 2012) saya mengetik post ini. Pukul sebelas kurang lima menit waktu Indonesia bagian tengah. Facebook saya penuh dengan notifikasi. Teman - teman yang sedang online pun sudah berderet hingga 25 orang. Kuis Unyu - Unyu Pakde Cholik kembali menjadi perbincangan hangat, baik di grup WeBe maupun pada kotak komentar. 'Hampir aktif', begitu saya berpikir.

HA PLUS DUA
Hari ini. Sudah kembali normal kah warga dunia maya?

Mungkin ini hanya sekali setahun, dimana Facebook harus dimatikan dan Twitter dilarang berkicau. Dan ketika semua urusan harus dikembalikan pada dunia nyata dan melalui jalur offline. Itulah yang disebut dengan SILATURRAHIM.
[..]


MENDADAK RINDU

Tidak terasa, Ramadhan akan segera berakhir. Bulan yang membikin saya harus bangun pagi untuk sahur dan juga tidak memperbolehkan saya keluar ketika maghrib menjelang karena harus berbuka.

MENDADAK HIATUS
Hampir sepuluh hari saya harus menunda jemari ini untuk turun ke atas papan ketik. Bukan sibuk, hanya saja saya sebagai manusia harus memenuhi hasrat untuk tubuh ini yang harus merasakan dunia offline. Salah? Tentu saja tidak. Terkadang kita perlu memanjakan diri untuk keluar dari kebiasaan seperti berlibur atau melakukan sesuatu yang berbeda.

MENDADAK HADIR
Thanks to Ngawur.Org yang telah menyelenggarakan Ngawur Writing Contest “Pemanfaatan Teknologi Digital Untuk Indonesia”. Alhamdulillah, saya berhasil membawa pulang juara III. Semangat saya mendadak hadir kembali. Bangga? Oh, sudah tentu pasti. Tetapi bukan berarti kepala ini mendadak besar, karena saya masih merupakan blogger kecil ditengah pusaran para dedengkot yang sudah lebih dulu maju ketimbang saya.


Saya dan sertifikat dari Ngawur.org

MENDADAK NASIONALIS
Sedikit uneg - uneg saya sebelum tidur tadi malam. Menjelang 17 Agustus dan Hari Raya Idul Fitri Esok.

...
Belanda sudah lama kabur
tetapi kita terjajah zaman
larut pulas dalam dengkur
membiarkan waktu terlewatkan

ketika persatuan sebatas tanda tanya
bila keadilan menjadi sekedar kata
sudah! pergi larung saja ini bangsa
pada gemuruh laut semerbak nelangsa

telah berkibar merah putih
tegak lurus di tiang bendera
haus sudah jiwa nan gigih
menanti benih menjadi asa

17 agustus bulan ramadhan
ketika masa Sukarno-Hatta
19 agustus kita lebaran
selamat bahagia untuk semua

Gambar dari sini

[..]


MODA TRANSPORTASI

Manusia sudah tidak mampu lagi berjalan jauh.  Tidak seperti masa Rasulullah SAW, tidak juga seperti masa ketika jalan sutra yang menghubungkan Tiongkok dan Tanah Eropa masih di lalui. Sekarang manusia butuh Roda dan Moda.

Beberapa hari ke depan, adalah hari yang sibuk bagi sebagaian perantau. Harus lembur, demi mengejar cuti dan libur. Harus membanting tulang, demi ongkos pulang. Yes, MUDIK. Ada yang berencana mudik lebaran ini?

Kendaraan Umum Massal yang ada di Indonesia
Kendaraan Umum Massal yang pernah saya naiki

[..]


DANAU : SETITIK ASA UNTUK INDONESIA

Prolog
Kalau saya dan kawan - kawan berdebat dalam menentukan tempat wisata, pilihan kami mengerucut pada dua hal : pantai atau gunung?. Saat ini saya baru menyadari, ada suatu tempat lain nan ciamik yang dimana air dan daratan yang tinggi dapat menyatu : danau.

Monolog
Kedua opsi itu sangat wajar jika tercipta pada saya yang ketika itu masih berdomisili di Kota Gudeg Yogyakarta; berstatus sebagai mahasiswa. Silahkan ditebak, kira - kira apakah nama danau terkenal yang ada di pulau Jawa?. Cukup sulit bukan.

Toba, bukan di Jawa. Singkarak (mungkin yang habis menyaksikan tour d'Singkarak), bukan juga di Jawa. Sentani, bahkan jauh berada di pelosok timur Indonesia. Tempe, Poso, dan Matano pun bukan berada di Jawa. Segara Anak, Batur, ataupun Buyan juga bukan terposisi di tengah - tengah pulau Jawa.

Jadi wajar saya kebingungan jika ingin bertandang pada objek wisata danau di Pulau Jawa. Belakangan baru saya ketahui, disalah satu sudut kabupaten Magetan ada sebuah objek dengan view yang elok yang disebut Telaga Sarangan. Now, saya berdomisili di Mataram, Lombok, yang orang kata sebagai surga terpendam di sebelah Bali. Dan di pucuk gunung Rinjani, disanalah sebuah danau cantik berada : Danau Segara Anak.

[..]


MENDIDIK PELOSOK

Raga kota rasa pelosok.

Ada yang kering di ladang hati ini. Ya, begitulah saya terus berkomat - kamit ketika akan berpisah dari warga dusun Gelogor, Desa Lendang Nangka, Kabupaten Lombok Timur beberapa tahun silam. Mendadak saya mulai merindui sesuatu; saya perlahan merindui senyuman dan aroma nakal para murid - murid SD Negeri 9 Lendang Nangka itu.

Bersama tim KKN mahasiswa UGM, saya memicingkan mata ketika masuk di gerbang desa tempat dimana saya akan bergulat dengan masyarakat dua bulan ke depan. Di benak saya, mula - mula, pikiran saya hanya dipenuhi oleh program kerja yang sangat lumrah menjadi tren mahasiswa KKN : mengecat kantor desa, bikin tugu, dan hal - hal sepele yang sangat tidak punya nilai tambah di masyarakat.

Tapi, ketika saya bertemu dengan gedung sekolah itu, sepertinya ada energi baru ingin melesak.

Saya bukan mahasiswa yang akan bertitle S.Pd., tapi saya terlampau nekat ingin sekali meluangkan waktu untuk menjadi pengajar 'dadakan'. Kagok, itu sudah barang pasti. Tapi anak - anak itu terus menerus melempar senyum kepada saya.

SD Negeri 9 Lendang Nangka Lombok Timur
Suasana ketika saya sedang menyampaikan materi dengan laptop di mushola sekolah, karena sebagai satu - satunya tempat yang kondusif untuk belajar dengan interaksi.

"Sekali lagi! Sekali lagi, kak!", itulah yang selalu terucap jika saya ingin menyudahi sesi mata pelajaran yang mampu saya ampu : IPA. Mereka terus merengek ingin diputarkan kembali video - video hasil jarahan dari situs populer Youtube yang berisikan tentang penerapan ilmu - ilmu IPA secara konkret di kehidupan nyata. Jangan tanyakan kenapa masyarakat pelosok (terlebih anak - anak) sangat antusias jika diberikan model pembelajaran seperti itu.

Saya dan pak guru pun berbagi jam alokasi pelajaran IPA yang dua kali seminggu itu. Kami pun sama - sama mendapat jatah satu kali seminggu untuk masuk memberikan materi Ilmu Pengetahuan Alam.

Terkadang, saya menyisipkan sebuah klip mini yang bisa mengundang gelak tawa mereka; itu saya lakukan bila saya sudah kehilangan gairah dan konsentrasi anak - anak itu. Mereka kembali mengerubung perangkat komputer jinjing saya dan langsung melahap apa yang disajikan dalam klip video itu. Di akhir, mereka pun tertawa, lepas. Lagi - lagi, gelak tawa itu yang mengundang spirit mengajar saya untuk hidup kembali.

Video - video itu menjadi amunisi bagi saya agar mendapat perhatian mereka; itu pada mulanya. Namun, lambat laun, mereka menanam rasa simpati mereka meskipun itu di luar jam sekolah. Menyapa, mencari, bahkan tidak sedikit yang menggoda. Ketika mereka memiliki jam untuk pelajaran IPA, mereka bahkan mencari saya, hingga ke pondokan (rumah tempat tinggal ketika KKN-red). Padahal mereka tahu, jam tersebut bukan milik saya, melainkan guru kelas mereka.

Sekolah Dasar di Lombok
Dengan jas almamater kebanggan, teman saya menyampaikan materi pelajaran.

"Kalian mungkin adalah semangat baru bagi mereka, ini adalah mahasiswa UGM pertama yang sudi menyambangi dusun kami dan tentunya sekolah ini", begitu kira - kira yang diucapkan oleh ibu kepala sekolah di sela - sela kami bertukar pikiran.

Sejenak, ketika saya tengah merenung saat mengajar, saya perhatikan wajah - wajah polos itu yang seolah - olah mengumbar sebuah pertanyaan : salahkah kami ini yang berada di pelosok?. Mereka haus akan realita. Mereka lapar akan cerita. Mereka giat bila bicara tentang kota. Dan mereka ingin juga memiliki cita - cita.

Untuk tertawa lepas saya mereka serasa dicekat. Bahkan, jika cerdas cermat pun, mereka selalu menyandang gelar 'pemeriah acara'; yang dipastikan akan kandas di babak awal. Pecundang? Saya rasa tidak, hanya saja mereka dibalut dalam hidup yang serba pas - pasan. Secara pribadi, saya justru berkeyakinan bahwa mereka tidak butuh mata pelajaran itu. Mereka hanya butuh tertawa dan tersenyum.

Program Kerja Mahasiswa KKNGuru - guru itu sangat antusias terhadap kami. Bahkan mereka sangat memberikan kami kelonggaran untuk sering - sering masuk ke dalam kelas. "Pengalama baru", begitu ujar salah seorang guru kepada kami. Ya, tentu saja sebuah pengalaman baru untuk kami, si mahasiswa bukan jalur keguruan. Dan menjadi pengalaman yang cantik kepada murid - murid karena belum pernah ada satupun orang dari tanah Jawa yang bersedia turun ke belantaranya daerah mereka. 

Guru - guru itu mungkin tidak juga seberuntung saya. Yang bisa bebas menghirup aroma tanah Jogja yang punya seribu warna. Yang menjadi kiblat dunia pendidikan tanah air. Bahkan ketika saya berikan materi dengan media digital saja, anak - anak tersebut sudah terpana.


Menjadi pendidik, akhirnya bukan sebatas mengajar dan men-trasfer materi. Menjadi pendidik untuk pelosok butuh semangat, imajinasi, cita - cita, hingga harapan. Menjadi pendidik juga butuh pengalaman dan wawasan. Agar ada cerita yang dapat membesarkan hati mereka, agar ada kisah yang memacu semangat mereka.

Saya akhirnya tidak kagok lagi. Di setiap menatap, saya membeberkan senyuman. Tentu ada yang membalas, tapi juga ada yang tetap berisik; mungkin karena mereka belum tahu cara membalas senyuman itu. Tapi tidak mengapa, hati ini sudah terpaut disana.

Deretan senyuman dari anak - anak itu memberikan saya sebuah penyesalan : kenapa saya tidak memilih berkarir di dunia pendidikan (saja)?.

Anak - Anak desa Lombok
Saya dan sebagian murid - murid SD Negeri 9 Lendang Nangka di sore hari. Kami latihan gerak jalan.

Saat ini, sudah hampir dua tahun saya menanggalkan diri sebagai mahasiswa KKN. Pagi itu saya beranjak dari Mataram menuju Lombok Timur, tempat dimana hati ini pernah terdampar. Seorang anak yang saya pernah kenal dulu itu kemudian menodong saya dengan sebuah pertanyaan : "kak affan, ya?". Lantas, gerombolan lain datang memberondong saya dengan tatapan. Saya kemudian hanya bisa berkata, "Ada rombongan mahasiswa KKN lagi yang mau datang, beritahu mereka apa rahasia kita kemarin". Mereka tersenyum bulat - bulat; mereka tahu apa yang saya maksud.


Ini adalah kali pertama saya mengecap menjadi pengajar. Tapi saya masih ingin lagi, bukan sekali lagi.

Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba Blog Sampoerna School of Education "Menjadi Pendidik"
[..]


SUNSET AT LOMBOK [1]

Sudah lama sekali saya tidak mengutak-atik hobi saya untuk jeprat-jepret sana sini.

Pembuka : ID Baru.
Oh ya, perkenalkan sebuah ID saya yang baru ini : a.i.r yang merupakan akronim dari nama lengkap saya yaitu Affan Ibnu Rahmadi. Biasanya saya menggunakan ID lama saya yang berbunyi kakve yang lantas kemudian saya namai kembali menjadi affanibnu. Kedua ID ini sama-sama memegang peran utuh sebagai admin blog Santai Sejenak | Secangkir Teh dan Sekerat Roti.


Pasti pada bosen ya liat ID ini bergentanyangan di kotak komentarnya.

Sunset at Lombok.
Sebenarnya lebih cocok memberikan judul artikel ini dengan "Sunset at Mataram City", karena tidak semua bagian Lombok memiliki tempat yang stategis untuk menikmati sunset. Tapi, hampir di setiap sudut Kota Mataram kita dapat menyapu pandangan ke arah barat menuju mentari yang bergerak tenggelam.


Siluet Pohon pada Sunset di Lombok
Foto ini diambil pada sebuah sawah di wilayah Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram
Download Stand Still disini (via 4shared)



Siluet Pohon Kelapa Sunset Di Lombok
Foto ini diambil pada Pantai Tanjung Karang Kota Mataram yang menghadap ke Selat Lombok
Download Standing By Sunset disini (via 4shared)



Siluet Masjid Sunset di Lombok
Bonus foto kubah masjid yang tidak berbentuk bundar. Ini adalah masjid dimana saya biasa melaksanakan shalat berjamaah.

Download Menjelang Azan disini (via 4shared)

Selamat Berpuasa
[..]


THREAD COMMENT DAN TANTE ALEXA

Salam hangat dari Lombok (Surganya Para Pecinta Pantai)

Thread Comments
Alhamdulillah, sekarang saya sudah dapat memasang atribut Thread Comment pada setiap halaman post di blog. Saya maupun anda sekarang sudah dapat berbalas komentar. Besar harapan saya dengan adanya hal ini saya dapat lebih bisa berinteraksi dengan kawan - kawan.

Sebagai pemula pengguna thread comment, saya harus banyak belajar kepada kawan kawan blogger lain yang sudah terlebih dulu sukses menggunakan thread comment tentang bagaimana mereka gigih membalas setiap komentar yang sudah masuk pada artikel milik mereka.

[..]


LUPUT

Hanya sebuah postingan biasa biasa saja di awal Ramadhan.

Bayangkan anda berada di sebuah terminal bus sendirian. Anda berjumpa dengan puluhan orang yang tidak anda kenal. Maukah anda menyapa mereka satu per satu?
Jawaban : tidak, saya dan mereka tidak punya kepentingan.

Bayangkan anda menjadi seorang murid SMA yang baru masuk. Banyak orang yang tidak anda kenal. Apakah anda mau menyapa dan berkenalan dengan mereka?
Jawaban : iya, saya dan mereka sama sama punya kepentingan.

Anda adalah seorang blogger. Anda bertemu dengan blog blog asing. Maukah anda menyapa pada kotak komentar serta mencari tahu siapakah dibalik tulisan itu?
Jawaban : iya, supaya mendapatkan trafik, dan tidak, supaya saya tidak buang buang waktu dan duit terlalu banyak untuk bayar internet.

[..]


BLOGGER DAN RAMADHAN

Tidak terasa, sebentar lagi saya dan juga para muslimin yang lain akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Selamat berpuasa sob! Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Siluet Masjid


Yes! Apa Kabar Blogger? Gimana nih kita dan puasanya kita?

Sedikit mengingatkan juga kepada Blogger yang lain, bahwa ternyata kita juga harus mengatur ulang jadwal ngeblog kita, terutama blogwalking. Ada cukup banyak hal yang mengakibatkan perubahan ini : pola makan, kondisi tubuh, dan waktu waktu yang memang tidak boleh dan rugi jika dilewatkan.

Ini dia waktu - waktu mustahil untuk blogwalking :

Setelah Sahur
Jelas pada tidur. Opsi kedua pasti lagi tadarus Al-Qur'an atau ada pengajian.

Setelah Jam 7 Pagi
Sama aja. Yang libur masih pada tidur. Yang ngantor pada lembur kejar cuti buat mudik.

Setelah Shalat Dzuhur
Panas mencekat, terik, dahaga, komplitlah semua. Opsinya : lagi lagi tidur.

Setelah Berbuka
Tentu anda sedang kenyang dan mempersiapkan untuk Shalat Terawih. Mau buka komputer aja mikir dua kali.

Saat Terawih
Mana ada yang sedang BLOGWALKING jam segini.

Ketika Tidur Hingga Sahur
Ah! Yang ini gak usah dibahas!

Ternyata banyak bro!.

Wah.. Bagaimana dengan waktu waktu yang mungkin untuk blogwalking?

Setelah Shalat Ashar
Lumayan toh buat ngabuburit, he-he-he. Sambil googling menu menu buat berbuka nanti. Tapi lebih afdhol sebenarnya jika bertadarus.

Setelah Shalat Terawih
Wih! ini kita benar - benar fresh untuk menjelajah blog blog teman. Jangan kemaleman, ntar gak bisa bangun sahur.

He-He-He. Sadar atau tidak, Ramadhan sedikit banyak akan mempengaruhi performa kita dalam ngeblog. Belum lagi akibat menjelang mudik nanti, BLOGWALKER pada pulang kampung : gak ada sinyal. HAH! ALESAN!

Assalamualaikum WR WB.
[..]


KUALITAS

Kepada sahabat.

Ini soal menjaga kualitas anda di mata orang. Apa yang anda keluarkan, justru akan menjadi bumerang bagi orang lain untuk menjatuhkan anda.

Beberapa saat yang lalu, ada sedikit silat lidah (aktualnya sih silat jemari tangan, he-he) antara saya dengan rekan blogger lain. Cukup sulit permasalahannya, mengingat ini bersinggungan dengan ajaran AGAMA. Kalau pun ditanya siapa dan dimana, saya rasa saya tidak akan menjawab. Saya akan membuat alasan yang serupa dengan perkataan koruptor : saya lupa!

"Seperti ilmu padi, semakin berisi maka semakin menunduk"

Tentu, jika anda memang sudah memiliki ilmu atau sedang menimba ilmu, tentu saja anda akan menjadi lebih bijak dan lebih santun. Terlebih jika ilmu tersebut adalah tentang akhlak atau perilaku sosial. Saya yakin, tidak ada ilmu yang mengajarkan anda untuk MENGHINA, MENYUDUTKAN, serta MENJELEK JELEKAN orang atau kelompok lain.

Punya segudang ilmu tapi tidak punya santun, inikah kualitas kita?

"Tong Kosong Nyaring Bunyinya"

Lawan yang lain (rekan blogger lain) justru tidak kalah hebohnya : ikut ikutan untuk menimbrung untuk memperkeruh suasana dengan membeberkan ketidak-santunannya. Tapi, ketika saya mengintip halamannya (blognya), eh, ternyata konten blognya malah PORNO semua.

Alangkah bijak jika anda memperbaiki kemaksiatan yang ada pada konten blog anda, sebelum anda melangkah untuk mengecap jelek dan hina nya suatu kelompok (terlebih jika ini berbau aqidah, fiqih, dan akhlak).

Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Saya juga pasti memiliki kesalahan. Bagaimana dengan anda?
[..]


MENDIGITALKAN INDONESIA


Seperangkat laptop memutar lagu berjudul Berdua Saja milik kelompok Payung Teduh dengan format mp3. Di sisi lain, telepon genggam komat kamit ketika pesan singkat dari seorang kawan ingin mengajak memburu sunset di pinggir pantai; ingin membingkainya dalam sebatang file JPEG. Di luar kamar, MetroTv sedang mengudara. Sedangkan saya harus update status di Facebook : " Androidku masih dalam mimpi".

Satu satunya benda yang masih harus dinikmati secara manual disini adalah seperangkat gitar dan senarnya tinggal lima.

Mendefinisikan (Belajar Menjadi 'Digital')
Memulai tulisan ini saja saya sudah harus bergumul dengan media digital. Nokia 3120 Classic, koneksi GPRS sebuah kartu GSM prabayar, dan Operamini versi java menjadi modal awal untuk menerjemahkan kata teknologi serta digital. Kemudian menyerahkannya kepada website yang memberikan layanan cuma cuma untuk KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

di-gi-tal : berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu; berhubungan dengan penomoran


tek-no-lo-gi : 1 metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; 2 keseluruhan sarana untuk menyediakan barang barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia

Sebagai orang awam perkara linguistik, saya mengatakan : "mudah bukan mencari arti kata.. ?". Langkah satu sudah berhasil, artinya saya sudah bisa belajar bagaimana menggunakan dunia digital.


Teknologi Digital
Bagi saya, digital tidak hanya terkotak pada kawasan internet. Kamera digital? Jam digital? bahkan drum digital pun telah tercipta. Hanya saja, pada detik ini kita yang terlanjur mematok harga mati bahwa 'ini lho internet, dunia digital bro!'.

Mendigitalkan Pelosok
Saya mengharap betul jika anda sekarang segera membuka peta Republik kita tercinta ini. Segera tunjukan daerah Indonesia yang disebut pelosok!. Kalimantan pojok atas? Leher Sulawesi? Sumatra di punggung gunung? Di tengah perut Papua?.

Lihat, betapa enak kita menuding hidung saudara sebangsa ini dan mengatakan : "Selamat, anda hidup terjebak di pelosok!".

Tentang Pelosok
Suatu hari ketika saya tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata di pulau kelahiran saya, Lombok, hati saya hampir meledak. Saya sempat bertugas untuk membina sekelompok siswa siswi dekil tanpa alas kaki untuk menegakkan langkah dan melantangkan suara demi meraih gelar juara gerak jalan indah. Hampir mustahil memang. Sebab jika menoleh ke belakang pada setiap kompetisi yang bergulir, mereka ini hanya sebatas bahan ejekan bagi ribuan pasang mata para penonton di tepian aspal yang abu abu.

Siswa siswi ini jauh dari keberuntungan karena berada di kaki gunung, jauh dari gedebak-gedebuk dunia kota, bertemankan sawah, berkawan layang layang, sekantung gundu, kadang kadang juga pelepah pisang, dan segala kesukaran untuk meraih predikat manusia modern. Wajar saja jika teriakan dan ejekan itu tidak lagi mampu menembus liang perasaan mereka; karena mereka sudah kebal. Mereka sudah tuli; tidak peduli.

Tetapi ketika saya harus memutar otak guna melatih prajurit junior ini atau yang lebih tepatnya mirip orang orangan sawah, saya jadi teringat apa yang disebut dengan Youtube. Mengapa saya tidak memupuk semangat mereka dengan menyaksikan kegagahan pawai gerak jalan yang beredar di internet saja. Dan mengkombinasikannya disini, agar mereka juga bisa tampil lebih percaya diri dengan gerakan gerakan variasi nan indah gagah.

Saat pengumuman, kami juara dua tingkat kecamatan.



Gambar : saya dan prajurit junior gerak jalan indah

Penutup: Pelosok
Indonesia tidak hanya Jakarta. Indonesia juga tidak sebatas ibu kota provinsi. Kita adalah negara berbatas air dan bumi. Di sudut jauh sana, masih banyak mereka yang penuh tanya : apa itu digitalisasi?

Mendigitalkan Kaum Tua
Bapak/ibu anda gemar berlama lama di depan layar Facebook? Jika iya, maka beruntunglah anda. Anda dapat dikontrol dengan siapa anda sedang menjalin cinta. Dewi? Ratna? ataukah Anton?.

Tentang Kaum Tua
Baru baru ini, anda mungkin yang sebagai orang tua, tengah sibuk dilanda galau : kemana anak saya ingin melanjutkan sekolah?. Saya juga mengalami hal yang serupa, hanya saja orang yang ingin melanjutkan sekolah adalah adik bungsu saya.

Di sebuah selasar sekolah menengah pertama, saya menggandeng adik saya untuk mendekati meja panitia penerimaan siswa baru. Namun sejurus kemudian, seorang bapak bapak dengan baju batik bertanya pada saya dengan nada penuh bingung : "Apakah yang anda bawa itu?. Secarik kertas yang tampaknya tidak lazim dibawa oleh pendaftar pendaftar lain"

Saya lantas mengatakan : "Ini adalah formulir hasil input data online, langkah pertama sebelum mendaftar disini". Bapak itu mengerutkan kening. Barangkali masih berusaha mencerna lebih dalam lagi apakah yang dimaksud dengan online. Yang lain mulai riuh, terprovokasi kata kata. Ada yang menggebrak meja, ada yang mengumbar amarah. Pokoknya segalanya tumpah; memarahi betapa bebalnya mereka terhadap dunia yang semakin gila.

Pendaftaran sekolah kali ini, bagi saya, cukup berbeda. Calon siswa diharuskan untuk menginput data terlebih dahulu, seperti nama, asal sekolah, dan tentu saja nilai hasil ujian nasionalnya, kepada sebuah website penerimaan resmi milik dinas pendidikan pemerintah kota. Setelah hal tersebut dilakukan, baru kemudian datang untuk mem-verifikasi pada sekolah tujuan. Hal terakhir yang dilakukan adalah duduk menunggu di depan monitor apakah nama anak tersebut masuk ke dalam daftar yang terseleksi berdasarkan urutan/ranking nilai ujian nasional. Dan pergeseran nama nama itu berlangsung secara online.

Ini adalah arena kecil bursa komoditas siswa siswi berprestasi untuk dijudi. Siapa saja sudah bakal tahu siapa sosok yang berada di tangga puncak ranking, duduk manis tanpa harus terganggu untuk tergeser; yang artinya sudah siap untuk diterima pada sekolah tersebut. Sedangkan, yang berada di bawah pasang muka tegang. Siap siap cabut berkas, angkat kaki, input data kembali, dan segera mencari meja pendaftaran lain.

Adik saya mendapat peringkat 6 dari 306 siswa yang diterima (namun bukan pada gambar di bawah ini). Sedang Bapak yang tadi sudah tidak nampak lagi.

Gambar : Screenshoot Website Penerimaan Siswa Baru Kota Mataram 2012

Penutup : Kaum Tua
Masuknya era digital yang sangat cepat tidak mampu memaksa sebagian kaum tua untuk belajar lagi. Tapi kita sebagai yang muda, yang masih separuh terisi gelasnya, malah jauh larut menjadi bagian digitalisasi; saya tidak bingung tuh ketika harus melakukan pendaftaran online karena saya sudah sangat terbiasa bercengkrama dengan Firefox. Sebuah ketimpangan di antara batas zaman.

Seperti saya ini, orang tua saya sama sekali buta akan Facebook, apalagi jika harus diminta memberikan hastag atau nge-retweet ocehan orang. Saya harus mendirikan tubuh saya sendirian untuk tegar, kokoh, serta selektif terhadap digitalisasi ini. Tanpa panutan. Hanya akal guna menutup nafsu serta agama sebagai lentera yang mendampingi saya melangkah pada setapak kabut : internet.


Manfaat Teknologi Digital
Saya tidak perlu membubuhkan kata 'di Indonesia' pada tulisan di atas ini. Indonesia terlalu gemuk bagi saya untuk dijabarkan. Biarlah 'Peranan Teknologi Digital' ini hanya sebatas frase kecil dalam hidup saya. Toh, saya juga tidak mampu membayangkan apapun yang sejatinya saya tidak bisa rasakan manfaatnya.

Teknologi digital telah memberikan senyum kepada anak anak kumel di pelosok kaki gunung itu. Mereka kini duduk bangga dihadapan piala pertamanya. Tersenyum manis, merasa puas sudah bisa mengalahkan keberingasan anak anak kota. Dan menjadi saksi bahwa zaman menggeser kepada genggamannya.

Teknologi digital juga telah memudahkan para orang tua untuk memantau perkembangan posisi anaknya di atas meja judi penerimaan siswa baru. Tidak ada lagi repot repot membawa stopmap banyak banyak. Tidak juga perlu lagi mencari informasi yang masih samar. Semua sudah jelas. Bahkan sesuai dengan harapan.

Mendigitalisasikan Indonesia
Mendigitalkan Indonesia menjadi ribuam file lantas diunggah dalam internet dapat mendatangkan manfaat tersendiri. Foto foto, berita, cerita, kesan, video, sildeshow, dapat menjadi senapan bagi Indonesia dalam memperkenalkan budaya ke dunia.

'Indonesia dalam digital' juga akan membuat semua persoalan lancar. E-KTP dan database siswa sekolah contohnya. Semua ingin dibuat menjadi satu, tidak perlu kertas tidak perlu berkas. Toko atau kedai online juga akan menjadi tombak baru industri kreatif Indonesia. Forum online akan mempersatukan Indonesia tanpa batas antara laut dan bibir daratan.

Mendigitalkan Indonesia juga berarti meremajakan lagi budaya lama kita. Seperti kisah antara saya, sajak, dan internet. Saya tidak perlu repot lagi mencari kumpulan sajak Sutardji dan Chairil Anwar di toko buku atau juga sajak indah para blogger lain ketika menyulam kata menjadi serangkai prosa. Semua sudah dilimpahkan pada internet. Tinggal bagaimana kita mengais dan eureka! saya menemukannya.

Mendigitalkan Indonesia dapat menuai beribu manfaat. Tapi, apakah kita sebagai mayoritas kaum melek teknologi sudah siap dengan hal itu? Membawanya ke dalam kualitas, bukan justru mengubur harapan untuk menjadi lebih baik.

Saya Heran
Saya menumpahkan ide ini pada sebuah menu text editor pada Ubuntu 11.10 milik saya. Tapi saya tidak menemukan titik dimana saya harus membalik bahkan mengganti kertas yang menjadi batas barisan kalimat saya; tidak seperti saat saya menorehkan sekarung kata di lembar kertas kertas kuarto bertintakan pena. Garis kedip kedip itu terus menuntut dan mencekat saya dalam lautan kata; saya tidak tahu harus mengakhiri pada bait mana.


Apakah ini artinya saya masih kurang fasih menggunakan media digital; masih tergantung pada yang manual?

Apakah ini problema digitalisasi yang terlalu dini?


Lagu Berdua Saja sudah berputar untuk ketiga belas kali, tiada henti.

gambar dicolong dari sini : http://www.prodigi.asia/blog/wp-content/uploads/2010/12/garuda-wall.jpg

Artikel ini dipublikasikan untuk mengikuti kontes blog Pemanfaatan Teknologi Digital Untuk Indonesia yang diadakan oleh Komunitas Ngawur yang bekerja sama dengan Pusat Teknologi dan Blogger Nusantara.




Presented by Ngawur
Powered by Pusat Teknologi
[..]


THANKS TO FIRMOO

Dear Li Wenjie

Today, in the afternoon, the glassess has been arrived. I'm very happy. I can see more clearly now, especially in the night. I will tell to my friend about this, so they can get it too.

Thank you very much.

Mataram, July 5, 2012

Itulah yang saya bisa ucapkan kepada Firmoo yang telah sukses memberikan saya sebuah kacamata gratis. Ini dia penampakan seluruh isi paketnya : sebuah kacamata, kotak kacamata dan kain lap, sebuah obeng, dan sebuah dompet pembungkus asli dari Firmoo.

Dari luar negeri masbro mbaksis!

Dan bagaimana tampang saya yang kurang ganteng ini saat menggunakan kacamatanya?


Masih kurang ganteng kan? Ya sudahlah!

Bagi teman - teman blogger lain yang juga ingin mendapatkan kacamata gratis impor asli dari FIRMOO ini, klik saja gambar di bawah ini!




Saya jamin, tidak ada jebakan betmen, tidak ada redirect link, adf.ly, ato tetek bengek lainya. SEMUANYA GRATIS!! Anda cuma perlu meletakkan SEBUAH LINK pada halaman blog anda, dan tunggu saja KACAMATA GRATIS DARI FIRMOO segera berlabuh di rumah anda! [..]


LIBURAN GALAU


Selamat berhari libur, bagi para kawan kawan yang sedang asik duduk manis bersama kesenangannya. Mungkin ada yang pulang kampung; kalau yang ini mahasiswa punya. Yang anak SD mungkin pada pergi ke pantai, kebon binatang, taman rekreasi, atau mungkin singgah di rumah kakek nenek tercinta. Bagaimana dengan saya?

Ngeblog
Ini aktivitas paling menarik rasanya. Duduk manis saja di depan layar monitor. Melihat pergerakan kunjungan blogger lain. Tapi liburan ini sungguh merana. Karena jika sedang ngeblog, otomatis tidak kemana mana. Paling duduk di rumah, di warnet, atau yang paling bagus ya di hotspot. Jadi, sebenarnya anda, para blogger, sedang liburan gak sih?

Ngegame
Nama saya Rudi : ".. heran deh aku sama game ini, udah dimainin lima hari empat malem, tapi gak mau tamat tamat..."
Anton : ".. game apaan..?"
Nama saya Rudi : ".. Solitaire.."

Ngaraoke
*nggggiiiinnnggggg! <-- mikropon storing
Saya: "Jogjakarta..!! perkenankan..saya pada vocal..anda pada gitar..kamu pada drumm...kalian pada bass..penonton pada kabur..."

Ngeliat Tipi
"Hari ini Nazaurddin diperiksa oleh KPK.."
"Besok Nazaruddin diperiksa oleh KPK.."
"Anas Ubaningrum menjadi saksi pada kasus Hambalang.."
"Dilaporkan, seorang balita meninggal karena memakan kakinya sendiri.."
*mau liburan malah liat tipi (setiap hari itu itu saja)

Ngebersihin Rumah
Ini kayaknya yang paling afdol. Berhubung juga sudah mau puasa dan lebaran sebentaaarrr lagiii. Akan malas rasanya jika kita membersihkan rumah ketika sedang menjalankan puasa. Nah, bagi yang rumahnya penuh dengan sarang laba laba, lumutan, cat rusak, bibir pecah pecah, panas dalam, hidung mampet, telinga bernanah, wasir, darah tinggi, dan kencing batu segera oleskan minyak goreng cap kaki gajah.

Ngelakuin Hal yang Tidak Biasa
Hmm.. apa ya. Mungkin besok pagi saya mau pake jilbab, rok mini, dan gincu.
*woi! saya laki!

Dan masih banyak Nge-Nge-Nge yang lain. Jangan lupa, liburan itu penting. Berliburlah sebelum waktu liburan habis. Karena jika sudah habis, anda akan masuk kantor/sekolah lagi. *ya-iyalah!
[..]


BLOGWALKING (MENUTUP BULAN JUNI)

 

Perhatian : Saya masih Blogger kacangan.
Perhatian : Perhatikan posting ini sebaik baiknya, barangkali nama anda saya sebut di dalamnya.
Perhatian : Ini hanya sebatas pengalaman, bukan hasil analisa mendalam.
Perhatian : Posting ini mungkin posting terpanjang yang pernah saya buat.
Perhatian : "ah! capek saya bikin perhatian terus!"

Menjelajah di bulan Juni, saya mendapatkan pengalaman pengalaman baru dalam ngeblog. Hal ini sangat berbeda sekali ketika saya aktif ngeblog di era 2009-2010 dulu.

Munculnya BSO (Blogger Shout Out!)

Yang saya kagumi dari BSO ini adalah kekompakkan yang benar benar terjalin. Menjelajah di blog blog BSO membuat saya hanya berputar putar pada orang yang itu itu saja. Sebut saja : Sarnisa Anggriani Kadir,  Pasti saya akan jumpa blogger itu itu saja. Tetap : salam solid masbro mbaksis dari affanibnu! :)

Munculnya Para Master CSS
Suatu saat saya kesasar di blog yang penuh dengan permainan CSS. Sebut saja : Ahmad Rizal Samsi, Fahmi Setiawan, BagiBagiBlog, Dikawaone, Alul |al-ste|, Donstera, Rizal Surya, Zheyfive, Yang bikin saya bingung adalah bagaimana dia bikin CSS ditiap posting. Saya masih cemen dalam hal ini.

Munculnya Para "Penerbit Buku"
NF,
Leyla Hana Menulis, Semuanya adalah sumber inspirasi saya untuk tetap semangat menyelesaikan naskah buku saya "Hujan di Senja Selasa". Self Publishing? Kenapa tidak. Banyak juga blogger yang terinspirasi ke dalamnya.

Munculnya Postingan Berantai

Uzay, A.S. Kadir, Ade Murni, YoukoHadi Kurniawan. Saya tidak tahu dimana mereka tinggal. Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya. Menyimak tulisan mereka seperti sedang melihat rapat di DPR : semuanya duduk bersama.

Munculnya Generasi Galau

Seperti yang terjadi pada BSO beberapa hari yang lalu, saya sudah mabuk kata kata GALAU. Tidak berhenti sampai disitu, muncul pula blogger blogger yang mengajak bergalau. .....

Solidnya Generasi Tua.
Pakde Cholik, siapa yang tidak kenal beliau. Dan juga beberapa teman setia beliau seperti : Idah Ceris, Arya-Devi, kakaakin, Seingat saya, Pakde Cholik juga sudah eksis diera 2009, dan saya juga sempat ikut berkompetisi namun gagal. :D

Munculnya GIVEAWAY
Seingat saya, di tahun 2009 dulu, saya sama sekali belum mengenal giveaway. Mungkin karena para blogger masih dalam kondisi melarat. Ha-Ha-Ha. Para pelaku giveaway yang saya lihat eksis seperti : Syam,.... Kapan ya saya bisa memberikan giveaway.

Munculnya Blogger Breakthrough
Lagi lagi sebut saja : Uzay, Uchank, ... saya rasa posting mereka patut diacungi seribu jempol. Merobek kebiasaan blogger dengan kebiasaan menulis posting yang begitu begitu saja.

Salam Hangat kepada Blogwalking-er Lain.
Beberapa nama yang selalu saya lihat pasti hadir menghiasi kota komentar belakangan ini : Darmawan Saputra, Si Belo,Uzay, Bang Dayat, Gopar-Gt,
zachflazz, Tebak ini Siapa, Djangkaru Bumi, Naspard, Cerita Anak Kost, Kini Aku Tahu, Madjongke, Cik AlwiYuyud, Asis Sugianto, Rohis Facebook, Asalasah, Didin Supriatna, Lozz Akbar, Djangan Pakies,  Wow. Yuk kita blogwalking lagi, menjejah lagi, melusuk lorong lorong, membabi buta, mencari komentator tambahan, meramaikan blog, atau sekedar ngerusuh di blog orang.

Sedikit Kesan pada Blogger Keren.

Ini adalah beberapa blog yang secara pribadi saya anggap KEREN GILA! : .... Semoga Tetap Eksis untuk memukau saya lagi!.

Begitulah kesan saya kepada blogger blogger yang baru saya lihat di tahun 2012 ini. Apakah saya harus hiatus dulu bari kembali menemukan kekerenan ini lagi?

Terimakasih kepada kawan - kawan lain yang ikut menyimak secara baik baik dari awal hingga akhir. Saya doakan blog anda ikut ramai dan banyak juga komentar yang masuk ke dalam tiap postingnya. Mohon maaf jika ada kesalahan.

Saya bukan master blogwalking. Tapi tangan saya cerewet pengen komen sana sini. Mohon maaf jika ada komentar di bulan ini yang kurang berkesan.
[..]


MENUTUP DUA SATU


25 JUNI 1990
saat mentari di ambang sore : orok orang cakep nangis.
25 JUNI 2012
Menutup usia dua satu, saya mau berharap apa ya.


Dapet Pekerjaan
Teman saya : 'Sibuk kerja dimana fan?'
Saya : 'Alhamdulillah, saya sibuk ngeblog saja belakangan..'
(kerja-nya belum ke jawab : menghindar)
*orang pintar bilang : kalo kamu pintar, pekerjaan akan datang sendiri (Biadab!, anda telah berdusta!)

Menjaga Hati
<div style ="dangdut koplo mode : on;" />
*biarkan aku menjaga perasaan ini, oouuu ...!!
*menjaga segenap cinta yang telah kau beri iii... !!
*yoooo jogjakartaaaaaa.. !!
*tangaan di ataaasss...!!
tek-tek-tek-dung-tek-tek-dung..

</div>

Hari Tanpa Galau
Surat terbuka kepada Rombongan BSO (Blogger Shout Out)
Saya, affanibnu, meminta pertanggung jawaban kalian karena, malam apa itu ya saya lupa, saya puyeng, mabuk, pusing, melihat tulisan judul postingan yang mengandung (entah kapan dia kawin kok tiba - tiba sudah mengandung a.k.a. hamil) kata GALAU, berjamaah pula. Ha-Ha-Ha. Piss (ang goreng) always masbro mbaksis ! :)

Masih banyak sejatinya harapan saya di usia 22 tahun ini. Tapi lainnya kayaknya gak seru kalo gak dibikin konyol. Ha-Ha-Ha.

Well, akhir kalam, saya berharap kepada seluruh kawan - kawan yang MEMILIKI RUANG KOSONG UNTUK BERTUKAR LINK untuk menerima proposal permintaan tukar guling link dengan saya. Lihat lah blog saya : surem, hampa, lumutan, jamuran, panu, kadas, kudis, kurap, kutu air, dan ku pikir bulatnya kelapa (kalo semakin dipikir, rasanya semakin puyeng mak!).

Oh ya, saya menambahkan menu YM di sidebar supaya terlihat apakah saya sedang online atau tidak.
[..]


TRUK VS PENGENDARA MOTOR


Sebagai pengendara motor, kita harus tetap waspada. Salah satu musuh bebuyutan kita, selain polisi tidur dan polisi mata duitan, adalah truk. Selain karena dicap sebagai tukang ugal - ugalan, masalah truk yang lain adalah : apa sih yang sedang diangkut. Dan berada di belakangnya adalah sebuah masalah besar.

Truk pengangkut pasir/semen.
Masalah besar yang akan dihadapi adalah ketika butiran - butiran kering yang diangkut terbang bersama angin. Masuk ke mata, dan dipastikan kita akan kelilipan. Sudah perih, mendadak buta, sedang bawa kendaraan lagi. Jackpot!

Truk pengangkut besi/pipa/paralon/tiang listrik.
Bayangkan saja jika batang - batang besi liar yang gandul - gandul di belakang truk itu tiba - tiba menembus dada anda akibat si truk ngerem mendadak. Wiih! Sekuel Final Destination bisa nambah satu lagi jadinya.

Truk pengangkut bata/genteng/conblok/seng/batu gunung.
Ketika jalan yang dilalui bergelombang (entah karena lobang mungkin) bisa saja beberapa muatan itu terlempar keluar bak truk lantas mendarat di sekitar anda. Apalagi jika muatan itu sampe terlihat nongol keluar dari badan bak truk. Sebaiknya : anda mengalah!

Truk pengangkut sampah/ternak ayam.
Sebenarnya jenis truk ini yang paling aman. Dia tidak akan bikin kelilipan, tidak ada ancaman tusukan, atau melemparkan sesuatu pada diri anda. Hanya saja, truk ini menjadi tidak bersahabat jika anda sedang mengejar jadwal menuju ke acara pesta perkawinan. Anda sebaiknya melambat, berbelok, memutar arah, kalau bisa menyalip dengan cepat, atau anda segera kembali ke rumah untuk mandi lagi.

Truk tidak selamannya rusuh. Kalau anda mau pindahan, tentu anda akan butuh.



img src="http://1.bp.blogspot.com/-kQK-7JGj9L4/TWCNEJ1KjYI/AAAAAAAAAHo/_ltnb3-0s3o/s1600/Tulisan_Unik_Truk_8.jpg"
[..]


NAIK PESAWAT


Naik pesawat, dulu, dianggap sebagai cerminan bahwa anda adalah orang terlanjur kaya. Sekarang, sudah banyak bandara berlabel internasional menjamur di negeri kita. Tapi, entah kenapa saya lebih suka naik bus ketimbang pesawat : tidak ada sensasi jiwa petualangan!. Eh, tempel pantat sebentar sudah sampai.

Pilih Maskapai Pesawat
Saya yakin kita semua sudah tahu rahasia umum soal maskapai penerbangan. Mulai dari harga, delay, pelayanan, bahkan hingga maskapai yang paling sering mengalami insiden. Satu – satunya pesawat yang tidak pakai delay dan aman dari kecelakaan adalah pesawat telepon.

Tiket Murah
si Mbak : “.. selamat siang, ada yang bisa dibantu?”
si Mas : “saya mau cari tiket”
si Mbak : “Mas tujuannya kemana?”
si Mas : “Ke lubuk hatimu yang paling dalam..”

Jangan lupa : Check In!
Nama saya Rudi baru saja tiba di bandara kota tujuan. Ia bingung dan menghampiri petugas bandara.
Nama saya Rudi : “ .. ee pak, resepsionis yang tadi dimana ya? Saya sudah selesai pake pesawatnya, saya mau check out..”
Petugas bandara : “*nyegir!

Nikmati perjalanan
Pramugari on speaker : “..Para penumpang yang terhormat selama perjalanan anda tidak diperkenankan merokok, menyalakan handphone atau radio, menggoda pramugrari, ngobrol dengan pilot, bermain petasan, bertanding tinju, dan menonton film Miyabi.. Kencangkan sabuk pengaman agar anda tidak bisa kemana – mana.. Terimaksih..” *piiiipp!!

Ingat Barang Bawaan
Ini sangat penting! Jika anda ketinggalan barang di bus, anda masih bisa mengejar bus tersebut. Tapi jika anda ketinggalan barang di dalam pesawat, anda mau mengejar dengan apa?

Selamat berlibur!
[..]