SUATU HAL YANG BIKIN SAYA BANGGA

Suatu dan lain hal yang dapat membuat saya boleh berkata : saya hebat !

Saya bukanlah seorang akademisi yang handal. Indeks prestasi saya juga adalah suatu hal yang bagi kebanyakan orang dianggap lumrah - lumrah saja. Pada beberapa bidang keindustrian, saya juga adalah yang yang tidak bisa dianggap sebagai seorang super. Saya hanya paham, dan aplikasinya hanya dapat bermuara di bibir saja. Just say!. Saya bukanlah seorang yang teroritis, tidak juga aplikatif. Sekali lagi saya adalah mahasiswa biasa yang punya otak biasa - biasa saja. Jangan terlalu memuji saya hanya karena saya ber-KTM (kartu tanda mahasiswa) UGM. Jujur, saya cukup risih. Bukan sebab saya bertinggi hati, namun saya malu karena saya berada di kampus yang luar biasa, tapi saya adalah mahasiswa yang biasa - biasa saja. Yang dapat saya banggakan hanya : saya berada di atas rata - rata meskipun bukan seorang yang super.

Saya yakin, anda juga akan merasa bangga terhadap diri anda, walaupun anda hanya punya secuil yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Berbanggalah anda, hei si tunkang ngeblog, jika anda berdiri sampai sekarang paling tidak sesuatu yang anda akan banggakan adalah anda masih dapat bertahan hingga saat ini. Hal ini saya temukan pada beberapa kawan seprofesi lain yang nampaknya mulai patah semangat untuk mengelola blog mereka ketika saya melakukan ritual blogwalking pada list blogroll yang ada di sidebar blog ini. Saya juga mengobrak - abrik sidebar milik kawan - kawan yang lain.

Saya ingat apa yang dikatakan dosen itu kemarin pada suatu kesempatan : pekerjaan kalian semua saya anggap benar, tidak ada yang salah, karena itu pemikiran dan pendapat anda masing - masing. Ini cukup membuat saya bangga terhadap apa yang telah saya kerjakan.

Hei, saya rencananya bukan membicarakan hal ini, tapi hal lain yang lebih simpel dari pada ideologi seorang author blog. He-he-he.

Yang saya banggakan adalah : kamar saya lebih rapi dari pada kamar kost kawan - kawan saya yang lain. Ha-ha-ha. Buku - buku saya tertata secara baik di masing - masing rak. Rapi dan teratur. Sedikit saya tambahkan permainan warna dari kombinasi tampilan cover yang berbeda - beda coraknya. Tidak ada kertas - kertas yang tidak berkepentingan berseliweran di atas lantai. Tidak ada kabel - kabel yang ruwet, tidak ada gitar yang melintang, bahkan tidak ada celana dalam yang terhampar secara bebas. Saya juga mempekerjakan kapur barus dan semprotan ruang untuk memanajemen aroma kamar, kapan ia harus wangi dan kapan saatnya wangi tersebut tidak terlalu dibutuhkan.

Saya sempat curi - curi pandang ke kamar sebelah, kamar anak teknik lain yang masih bau aroma mahasiswa baru. Dan EUREKA!. Kamar saya masih juaranya. Saya memperkirakan : meja lipatnya, galon air minum, dan baju - baju kering membuat pemandangan menjadi tidak menarik. Ha-ha-ha.

*terinspirasi dari seorang sahabat saya yang mengatakan : bagaimana kamarmu yang sekarang ? masih serapi kamarmu yang kemarin ?.

gambarnya ketinggalan dirumah :D

[..]