Tampilkan postingan dengan label Citizen Jurnalism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Citizen Jurnalism. Tampilkan semua postingan

/ 2018-07-29

GEMPA LOMBOK 6,4 SR 29 JULI 2018

Sampai saat ini, aktivitas seismograph dari Gunung Agung masih terus berlangsung. Itu artinya, gempa susulan meskipun kecil masih tetap terjadi.

Minggu pagi 29 Juli 2018, 06.48 WITA, rumah kami di guncang gempa. Kucing kami sudah terlebih dahulu keluar rumah, disusul dengan beberapa hewan lain seperti burung kecial tetangga yang mendadak panik. Saya sendiri langsung loncat dari dipan tempat tidur bersama istri, dengan tergesa - gesa memutar gagang pintu. Sementara di luar, orang - orang berlarian menuju lapangan.

Pintu pagar saling menghantam dengan tembok pembatas rumah sebelah. Berdirit, bergucang. Pohon alpukat dan mangga yang tertanam di lapangan depan rumah bergoyang hebat. Tidak ada angin, namun daun - daunnya saling bergesek dan mendesis. Tidak ada pagi yang tenang, semua riuh dan larut dalam perasaan yang membuncah. Tidak ada lain, hanya takbir dan istighfar yang terucap dari mulut - mulut kami warga komplek yang tengah berhamburan keluar rumah.

Dua menit telah berlalu, namun tubuh ini masih belum mampu tegak secara sempurna. Kaki kami masih terasa berpijak pada tanah yang terus bergerak. Terkadang landai, namun sebentar kembali menguat. Lombok berguncang hebat. Saya memeluk sang istri yang tengah berbadan dua. Mungkinkah ini akhir dari cerita perjalanan kami?

BMKG merilis bahwa kekuatan gempa adalah 6,4 SR yang berpusat pada pulau Lombok bagian utara. Halaman facebook dan instagram mendadak banjir kiriman dengan tagline gempa disertai dengan gambar dan video terkini terkait gempa yang terjadi pagi ini. 

*

Hingga 10.20 WITA, saya mengetik tulisan ini dengan interupsi tiga kali gempa susulan dimana yang terakhir adalah 5,7 SR. Setidaknya, sudah terdapat empat kali gempa susulan yang berkekuatan di atas 5,0 SR.


Menurut informasi, setidaknya telah terjadi 68 kali gempa susulan yang terjadi yang dapat terekam oleh seismograph BMKG. Saya turut berterima kasih kepada salah satu channel Youtube VolcanouYT yang tetap melakukan streaming live terhadap gunung Agung. Dengan video live ini saya dapat terus melihat bagaiaman seismograph terus menari - nari saat gempa mulai berguncang. https://www.youtube.com/watch?v=v0d5gPZNh-Q.


Alhamdulillah, hingga saat ini kami masih dapat bernafas dengan lega. Entah nanti malam, apakah kami akan meronda atau seperti apa. Gempa susulan masih sangat mungkin terjadi. Semoga nanti malam dapat kami lalui dengan aman. Amin.

/ 2013-01-03

BELAJAR

Sudah lebih dari satu tahun yang lalu terakhir kali saya belajar dan membuka buku.

Ketika saya dinyatakan lulus oleh dosen penguji skripsi, saya harus menghadapi masalah berikutnya : kerja. Mau kerja dimana? Di gaji berapa? Entahlah. Mungkin ini juga menjadi salah satu PR bagi kawan - kawan blogger lain yang hobi sekali menulis galaunya menjadi seorang pelajar, entah itu di bangku sekolah ataupun kuliah.

belajar dengan benar
Belajar

Saya punya adik dua. Yang satu laki - laki sekarang sedang mulai beradaptasi menjadi seorang mahasiswa dan yang satu lagi masih duduk di bangku SMP. Ada sebuah hal yang membuat saya rindu : ketika ibu saya menyuruh adik - adik saya untuk fokus ketika belajar. 

Dulu, ketika saya masih sekolah, ibu saya selalu mengingatkan saya untuk tetap lengket di kursi meja belajar saya. "Heh, belajar sana!" 

Kini saya sudah mulai bekerja. Tidak ada lagi ulangan maupun ujian yang harus saya kejar dengan berlama - lama membolak balikkan halaman buku pelajaran. Saya sekarang duduk bebas di depan televisi, bermain gitar, pergi keluyuran untuk pacaran, tanpa sekalipun diingatkan untuk belajar.

Entah, tapi rasanya ada yang kurang. Bukan berarti ibu saya sudah tidak perhatian lagi. Tetapi saya merasa ada bagian dari diri saya yang mendadak hilang disekat tembok pembatas status sebagai pekerja; tidak lagi sebagai pelajar.

Just prepare yourself
. Suatu saat kalian pun akan rindu untuk kembali belajar. 



Tag : cara belajar yang benar, tips dalam belajar, belajar menghadapi ujian, cara belajar efektif, belajar tekun, cara belajar sebelum ujian, tips belajar secara tepat

/ 2012-09-06

RUMAH ANE GEMPA, GAN!

Satu - satunya tempat yang bisa anda lihat untuk menumukan judul tulisan di atas hanya ada di dua situs : facebook atau di twitter.

Beberapa hari terakhir, di tempat tinggal saya digucang oleh gempa - gempa yang cukup menggetarkan kaca rumah dan menggetarkan hati. Seingat saya yang pertama adalah ketika beberapa menit setelah prosesi azan buka puasa dilaksanakan (09/08/2012 - 5,6 SR). Dan yang terakhir adalah pada subuh buta di hari Selasa (04/09/2012 - 6,5 SR). Pot - pot bunga anggrek yang sengaja digantung oleh ibu saya bergoyang hebat, seperti sedang dimainkan oleh angin badai. Lemari dan dipan tempat tidur pun bergetar hebat membuat sebuah suara yang menakutkan.

/ 2012-08-21

HA PLUS DUA

Puasa Hari Terakir : sudah
Malam takbiran : sudah
Shalat Ied : sudah
Silaturrahim : sudah

What next? Ngantor, Ngampus, dan Nganggur (lagi).


HA MIN SATU
Para blogger masih ramai berbincang dan melempar ucapan selamat lebaran via blog, facebook, twitter (mungkin). Apalagi setelah sidang Isbat berlangsung. HP terus bersiul dan facebook penuh notifikasi. Jam 11:00 WITA mendadak sepi.

HA NOL
Mataram, sebuah kota yang berada di jalur WITA. Melaksanakan shalat kira - kira lebih dahulu setengah jam sebelum Surabaya, Jogja, dan Jakarta. Ketika shalat Ied baru saja selesai, saya mencoba menjamah dunia maya. Hanya tiga orang dari kawan saya yang memancarkan cahaya hijau pada kolom 'teman - teman kamu yang sedang online saat ini'. Facebook saja sedang tidak laku, apalagi dengan blog.

HA PLUS SATU
Kemarin pagi (20 Agustus 2012) saya mengetik post ini. Pukul sebelas kurang lima menit waktu Indonesia bagian tengah. Facebook saya penuh dengan notifikasi. Teman - teman yang sedang online pun sudah berderet hingga 25 orang. Kuis Unyu - Unyu Pakde Cholik kembali menjadi perbincangan hangat, baik di grup WeBe maupun pada kotak komentar. 'Hampir aktif', begitu saya berpikir.

HA PLUS DUA
Hari ini. Sudah kembali normal kah warga dunia maya?

Mungkin ini hanya sekali setahun, dimana Facebook harus dimatikan dan Twitter dilarang berkicau. Dan ketika semua urusan harus dikembalikan pada dunia nyata dan melalui jalur offline. Itulah yang disebut dengan SILATURRAHIM.

/ 2012-06-18

TRUK VS PENGENDARA MOTOR


Sebagai pengendara motor, kita harus tetap waspada. Salah satu musuh bebuyutan kita, selain polisi tidur dan polisi mata duitan, adalah truk. Selain karena dicap sebagai tukang ugal - ugalan, masalah truk yang lain adalah : apa sih yang sedang diangkut. Dan berada di belakangnya adalah sebuah masalah besar.

Truk pengangkut pasir/semen.
Masalah besar yang akan dihadapi adalah ketika butiran - butiran kering yang diangkut terbang bersama angin. Masuk ke mata, dan dipastikan kita akan kelilipan. Sudah perih, mendadak buta, sedang bawa kendaraan lagi. Jackpot!

Truk pengangkut besi/pipa/paralon/tiang listrik.
Bayangkan saja jika batang - batang besi liar yang gandul - gandul di belakang truk itu tiba - tiba menembus dada anda akibat si truk ngerem mendadak. Wiih! Sekuel Final Destination bisa nambah satu lagi jadinya.

Truk pengangkut bata/genteng/conblok/seng/batu gunung.
Ketika jalan yang dilalui bergelombang (entah karena lobang mungkin) bisa saja beberapa muatan itu terlempar keluar bak truk lantas mendarat di sekitar anda. Apalagi jika muatan itu sampe terlihat nongol keluar dari badan bak truk. Sebaiknya : anda mengalah!

Truk pengangkut sampah/ternak ayam.
Sebenarnya jenis truk ini yang paling aman. Dia tidak akan bikin kelilipan, tidak ada ancaman tusukan, atau melemparkan sesuatu pada diri anda. Hanya saja, truk ini menjadi tidak bersahabat jika anda sedang mengejar jadwal menuju ke acara pesta perkawinan. Anda sebaiknya melambat, berbelok, memutar arah, kalau bisa menyalip dengan cepat, atau anda segera kembali ke rumah untuk mandi lagi.

Truk tidak selamannya rusuh. Kalau anda mau pindahan, tentu anda akan butuh.



img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo8hUlekGiIBZAvtXMqDngsgtlYkxi8QHACSBRV39pj-KlGwdLL5YTaIkkXCa8APMA-qzcRzpk0QQ3y_W-7vKcYeMKT4hgLbksPEsAbJhbVgrnkZhTHw5KfGqf9tZVG3LvF7BkEBjCjvdw/s1600/Tulisan_Unik_Truk_8.jpg"

/ 2010-11-12

INGIN MELIHAT INDONESIA ?

Kepada para relawan dan donatur.

Tidak ada salahnya jika kita kembali melihat spion kendaraan kita yang disebut INDONESIA. Melirik kembali bencana alam yang sempat mengguncang bangsa ini. Gempa dan tsunami Aceh, Gempa Jogja, Gempa Padang, Tsunami Mentawai, dan yang masih dalam kondisi 'awas' yakni bencana Gunung Meletus Merapi.

Lihatlah kembali wajah - wajah yang kalut dalam keputus asaan itu. Wajah - wajah muram setelah diterkam bencana alam itu. Hiruk pikuk dalam tangis diselingi bergemanya nama Tuhan ditengah lautan gedung - gedung yang luluh lantak dan suasana yang mencekam. Siapa yang akan menjadi sandaran mereka ?

Lihatlah, semua orang dalam setiap elemen bangsa ini tergerak. Mulai dari mobilitas para tim relawan hingga anak - anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar, mereka menyumbang tenaga, akal pikiran serta sebagian harta yang mereka miliki untuk dihibahkan kepada saudara mereka yang sedang bersedih di pulau seberang sana. Mereka tidak pernah bertukar nomer handphone bahkan mereka belum pernah saling bertatap mata. Namun mereka yang didasarkan pada rasa iba dan keikhlasan tidak pernah merasa terberatkan untuk sekedar menyambung secercah senyum yang sempat tertunda.

Itulah INDONESIA. Beratus - ratus juta penduduknya namun tidak saling mengenal. Tapi ketika ada yang merasa dalam kesakitan, mereka turut baur dalam rasa pedih tersebut. Tidak perlu pamrih, tidak perlu balas budi, yang penting mereka yang sedang dalam keputus asaan itu mampu menyambung kembali senyum yang sempat tertahan tersebut.

img src="http://www.boston.com/bigpicture/2010/11/mount_merapis_eruptions.html"

/ 2010-10-20

RUMUS PACARAN

Hahaha!

Iseng - iseng bongkar Facebook orang, eh ketemu yang seperti ini.
Kalau anda mau terapkan kayanya juga bagus sih.
Tapi kalo saya menganggao rumus ini perlu ditelaah ulang.

Karena belum munculnya reaksi kimia yang terjadi.

Monggo. Hehehe.


/ 2010-10-12

GERAKAN NASIONAL SATU HARI TANPA NASI

Satu kata yang panjang begitu saya melihat tulisan di detik.com ini : wkwkwkwkw!

Geblek !
Urusan satu hari tanpa rokok atau tanpa kecelakaan aja belum rampung, tapi sudah mulai aneh – aneh lagi orang – orang kita. Sehari tanpa nasi, tapi seharian kita merokok, atau seharian kita mengendarai motor sambil sibuk mengetik karakter dilayar handphone. Mana yang lebih baik ?.

Saya tidak ingin berdebat soal ini. Tapi yang membuat saya tidak habis pikir adalah : mengapa orang – orang kita tidak langsung saja bilang : GERAKAN PUASA SENIN – KAMIS. Kan jadi lebih nikmat. Bahkan jauh lebih bermanfaat dan mendapatkan pahala. Benar tidak ?

Tertawa saya bertambah panjang ketika saya juga ikut menyaksikan tingkah polah para komentator yang cukup menggelitik saya. Tetap saja, itulah kontroversi. Suatu kebijakan pasti ada kontroversi. Termasuk saya, yang tiba – tiba masuk ke dalam situs detik dan disodori berita macam ginian. Gak ada angin gak ada hujan, tiba – tiba saya diajak untuk berhenti menguyah nasi. Apakah saya yang kurang mendengar berita atau justru kegiatan sosialiasi itu tidak sampai masuk ke dalam liang telinga saya.

Tapi tunggu sebentar. Benar juga perkataan beberapa komentator. “Sudah banyak saudara kita yang terlebih dulu melakukan gerakan ini, yakni orang – orang yang terjepit dalam garis kemiskinan”.

Suatu hari nanti. Manusia sudah bosan menguyah sesendok nasi dan sekerat roti.
Mereka lebih suka dengan sebuah buah : buah khuldi.

/ 2010-10-08

BINTANG BARU

MINTA TOLONG : DISIMAK BAIK BAIK

di Indonesia.
tentang Gamaliel & Audrey Tapiheru

Mungkin saya adalah orang yang agak terlambat menyimak mereka. Ya!, terhitung tanggal 6 Oktober saya baru melihat video mereka berdua. Di awali dengan sebuah lagu milik Lady Gaga, Just Dance, yang dibawakan secara acapela, kemudian tembang 'Hangover' yang diiringi dengan irama gitar bersenar enam, dan baru - baru ini pikiran saya tersentak setelah melihat mereka nampak merdeka di atas panggung acara Harmony di SCTV yang tertanggal 20 Agustus 2010 lalu. Semuanya streaming on Youtube.

Saya perlahan mulai menanggalkan kebiasaan saya mendengarkan tembang dari Afghan ataupun Gita Gutawa. Bahkan, isi playlist saya kini adalah file ektensi FLV hasil unduhan video - video mereka dari Youtube. (maaf, saya harus download, karena saya sangat terpukau).

Saya tersentak.
Seandainya di sekitar saya tidak banyak lalat, maka mulut saya akan menganga lebar bak sebuah ember tanpa sebuah tutup.
Ada sebuah rasa kagum.
Dan tak berlebihan rasanya jika saya mengatakan :
Inilah penawar kejenuhan saya terhadap balada melankolis ala melayu zaman sekarang.
Sekali lagi, saya teramat tersentak !.

Ingin ikut tersentak ?
Ini adalah video saat mereka konser di atas panggung Harmony di SCTV.



Masih banyak klip lain yang diupload di Youtube.
Mungkin anda juga akan seperti saya : menjadi orang yang agak terlambat melihat ini.
Tapi bukanlah sebagai orang terakhir yang akan berdecak kagum.

TERIMA KASIH TELAH MENYIMAK DENGAN BAIK BAIK.

/ 2010-10-06

TES KEPERAWANAN



Perlukah.. ?
Kalau film-nya masih begini terus... ?


/ 2010-10-01

WARTEL

Penjaga : Mari Pak..
Orang : Ya, saya mau nelpon
Penjaga : Bilik nomer dua, pak.
Orang : Bisa SLJJ? Saya mau nelpon ke Jakarta.
Penjaga : Oh, bisa pak. Langsung aja ketik nomer kode areanya, pak.
Orang : Ok, pak.



Masih ada yang seperti itu ?
Atau justru juga sudah 'dikontrakkan'?

/ 2010-09-25

REPORTASE: ANGIN KENCANG DI YOGYAKARTA

Kejadian ini bermula dari sekitar pukul 1 siang. Saya sedang (maaf) boker. Tiba - tiba, seng di atas kamar mandi bergolak hebat, menggeretak dan mematuk - matuk kayu di bawahnya. Takut kalau - kalau atap itu roboh, saya buru - buru merampungkan 'tugas' saya. Dan saya memilih untuk berkeliling melihat situasi.


YOGYAKARTA - Angin kencang melanda Yogyakarta pada Sabtu (25/09) siang sekitar pukul 13:00. Angin berhembus kencang dari arah timur menuju ke barat. Dari hasil pengelihatan, terlihat terdapat konsentrasi awan gelap yang cukup pekat di bagian barat kota Yogyakarta. Kejadian itu berlangsung kurang lebih satu jam.


Meskipun tidak sehebat kejadian beberapa tahun silam (Puting Beliung Melanda UGM-red), namun terdapat banyak kerusakan yang dihasilkan dari kejadian tersebut. Beberapa pohon tumbang, seperti yang terjadi di daerah Ring Road Condong Catur yang akhirnya membikin repot sebuah kios kecil karena tertimpa batang pohon tersebut, papan reklame yang terlepas, dan turut pula beberapa balihon dan plang yang ikut ambruk dibuatnya.


Di perempatan Ring Road Utara dan Jalan Kaliurang, terdapat sebuah papan reklame besar yang harus ambruk dan mencium papan reklame di sebelahnya. Ada juga yang hanya mengalami 'lepas spanduk'. Bahkan papan reklame kecil milih XL menjadi korban hingga tertidur di tanah.


Kejadian yang hampir serupa terjadi juga di daerah JEC, perempatan Condong Catur, perempatan Jombor, dan perempatan MM UGM. Di perempatan MM UGM, sebuah toko perlangkapan foto terkoyak bagian atapnya. Hal serupa juga banyak terjadi di kawasan kost - kost-an mahasiswa daerah Pogung. Kerusakan yang terjadi kebanyakan disebabkan sapuan angin kencang yang menerbangkan sebagian genting/seng di bagian atap.


Pada waktu kejadian, listrik langsung padam. Untuk daerah UGM dan sekitarnya, listrik sudah mulai menyala sekitar pukul 15:00. Sedangkan, hingga berita ini diturunkan, untuk daerah - daerah sekitar Mandala Krida, Kridosono, Lempuyangan, dan sekitar wilayah UIN terlihat listrik belum menyala.


Dari luasnya wilayah yang terkena dampak, dapat dikatakan bahwa angin kencang tidak bersifat lokal, melainkan menyapu di sebagaian besar wilayah sekitar kota Yogyakarta.

sumber: reportase sendiri!

/ 2010-06-16

MASUK UGM BAYAR 1000

Hanya ingin tahu pendapat anda.

Artikel ini saya jepret dari koran KOMPAS "Yogyakarta", tertanggal 10 Juni 2010. Dan ini link Kompas Edisi cetakknya : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/06/10/10573666/Masuk.UGM.Bayar.Rp.1.000


/ 2010-06-11

TERSERAH

Kini, berhati - hatilah ketika berniat untuk memilih tempat makan. Kita kerap kali terjebak oleh perkataan sendiri.

teman anda : Ayo, makan dimana ?(biasanya pertanyaan ini muncul setelah selesai kuliah)
anda : terserah ...

*kalo saya dan rekan saya (menjawab pertanyaan yang sama)
saya : manut ... (ngikut)
saya : sak karepe ... (apa aja)
teman saya : toko wesi ... (toko besi, biasanya kalo sudah buntu ide mau makan dimana)

kalo anda masih menjawabnya dengan "terserah", maka anda harus kemari.

Alamat : Jalan Kaliurang km 10 Yogyakarta.

He-He-He.

/ 2010-03-18

SUATU HAL YANG BIKIN SAYA BANGGA

Suatu dan lain hal yang dapat membuat saya boleh berkata : saya hebat !

Saya bukanlah seorang akademisi yang handal. Indeks prestasi saya juga adalah suatu hal yang bagi kebanyakan orang dianggap lumrah - lumrah saja. Pada beberapa bidang keindustrian, saya juga adalah yang yang tidak bisa dianggap sebagai seorang super. Saya hanya paham, dan aplikasinya hanya dapat bermuara di bibir saja. Just say!. Saya bukanlah seorang yang teroritis, tidak juga aplikatif. Sekali lagi saya adalah mahasiswa biasa yang punya otak biasa - biasa saja. Jangan terlalu memuji saya hanya karena saya ber-KTM (kartu tanda mahasiswa) UGM. Jujur, saya cukup risih. Bukan sebab saya bertinggi hati, namun saya malu karena saya berada di kampus yang luar biasa, tapi saya adalah mahasiswa yang biasa - biasa saja. Yang dapat saya banggakan hanya : saya berada di atas rata - rata meskipun bukan seorang yang super.

Saya yakin, anda juga akan merasa bangga terhadap diri anda, walaupun anda hanya punya secuil yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Berbanggalah anda, hei si tunkang ngeblog, jika anda berdiri sampai sekarang paling tidak sesuatu yang anda akan banggakan adalah anda masih dapat bertahan hingga saat ini. Hal ini saya temukan pada beberapa kawan seprofesi lain yang nampaknya mulai patah semangat untuk mengelola blog mereka ketika saya melakukan ritual blogwalking pada list blogroll yang ada di sidebar blog ini. Saya juga mengobrak - abrik sidebar milik kawan - kawan yang lain.

Saya ingat apa yang dikatakan dosen itu kemarin pada suatu kesempatan : pekerjaan kalian semua saya anggap benar, tidak ada yang salah, karena itu pemikiran dan pendapat anda masing - masing. Ini cukup membuat saya bangga terhadap apa yang telah saya kerjakan.

Hei, saya rencananya bukan membicarakan hal ini, tapi hal lain yang lebih simpel dari pada ideologi seorang author blog. He-he-he.

Yang saya banggakan adalah : kamar saya lebih rapi dari pada kamar kost kawan - kawan saya yang lain. Ha-ha-ha. Buku - buku saya tertata secara baik di masing - masing rak. Rapi dan teratur. Sedikit saya tambahkan permainan warna dari kombinasi tampilan cover yang berbeda - beda coraknya. Tidak ada kertas - kertas yang tidak berkepentingan berseliweran di atas lantai. Tidak ada kabel - kabel yang ruwet, tidak ada gitar yang melintang, bahkan tidak ada celana dalam yang terhampar secara bebas. Saya juga mempekerjakan kapur barus dan semprotan ruang untuk memanajemen aroma kamar, kapan ia harus wangi dan kapan saatnya wangi tersebut tidak terlalu dibutuhkan.

Saya sempat curi - curi pandang ke kamar sebelah, kamar anak teknik lain yang masih bau aroma mahasiswa baru. Dan EUREKA!. Kamar saya masih juaranya. Saya memperkirakan : meja lipatnya, galon air minum, dan baju - baju kering membuat pemandangan menjadi tidak menarik. Ha-ha-ha.

*terinspirasi dari seorang sahabat saya yang mengatakan : bagaimana kamarmu yang sekarang ? masih serapi kamarmu yang kemarin ?.

gambarnya ketinggalan dirumah :D

/ 2010-01-24

MATARAM (2)

Hanya on the way.

Beberapa catatan ketika anda memasuki wilayah kota Mataram. Bahkan bukan hanya Mataram saja, tapi juga wilayah Lombok. Sebaik anda berjaga - jaga saja ketika on the road melawati aspal milik pulau Pedas ini.

1. Jalan - jalan relatif kecil.
Jika dibandingkan dengan jalanan beraspal mulus yang terdapat di tanah Jawa, jalanan di kota ini relatif lebih kecil. Jarang ada truck dan bis besar. Selain itu, bis antar kota juga berjumlah cukup sedikit. Kalaupun ada ukuran bis tersebut merupakan mungil di kelasnya. Kota Mataram sepertinya tidak didesain untuk dilewati bis kota seperti layaknya Jogja.

2. Asap, Debu, dan (kadang - kadang) Pasir
Benar juga kata sepupu ku : Mataram beda sekali dengan Jogja. Di Jogja yang ada hanya asap dari knalpot, sedangkan di Mataram memang asap relatif tidak ada, tapi debunya itu merangsek masuk ke tempat pupil itu berada.

Mataram, dengan letak geografisnya yang bercumbu langsung dengan pantai, sedikit banyak mempengaruhi jumlah pasir yang ada di atas tanah. Banyak jalan - jalan yang masih berselimut dengan kawanan pasir, bahkan di beberapa tempat cenderung dapat membuat ban kendaraan anda menjadi selip.

Jadi, anda jangan takut jika kelupaan membawa masker. Tapi bolehlah jika ketakutan anda timbul ketika terlupa membawa kacamata atau helm berkaca. Awas : Dust in The Wind! (Lagunya Kansas).

3. Kuda beol sembarangan.
Kuda (horse), menjadi salam satu penggerak utama dari alat transportasi di kota Mataram. Tidak ada becak, tidak ada keledai. Yang ada hanyanya seekor kuda dengan beban dokar dibelakang ekornya. Bisa saja manusia berhidung yang menjadi bebannya. Sembako seperti petai atau cabai, atau kadang - kadang material bangunan turut menjadi tumpangan. Dokar dengan atap dan beroda dua itulah yang kerap kali menghiasi sudut - sudut pasar tradisional, pojok - pojok keramaian, atau sekelompok kusir yang nge-tem diselatan POM bensin Karang Jangkong dimana situlah para pelajar, yang pulang ke selatan, mengganti angkutan dari bemo menuju kendaraan yang memiliki sisa buang (maaf) kuning - kuning yang berbau itu.


Cidomo. Begitu orang menyebutnya. Pesan : jangan sekali - sekali menyalip dengan pikiran yang ragu, karena sang kusir dapat berubah pikiran dan membikin kudanya berlari lebih menggila. Awas, kotorannya membikin jalanan tidak hanya monokrom.

/ 2010-01-21

MATARAM (1)

Klasik.

Mataram. Sebuah yang punya batas geografi pantai, yakni selat Lombok. Sebuah kota yang hanya punya sebuah jalan lingkar yang terkenal : JALAN LINGKAR SELATAN. Sebuah kota dimana terdapat kantor bagi Gubernur Nusa Tenggara Barat. Sebuah kota yang cukup kecil, bahkan orang - orang tidak akan berfikir bahwa itu adalah sebuah ibu kota propinsi. Sebuah kota yang tidak ada bis kota, hanya ada sebuah mobil Carry bercat kuning yang mampir di kiri jalan. Orang kerap kali menyebutnya : bemo. Dan Mataram adalah kota dimana hewan masih bebas berkeliaran : si kuda penarik dokar.

Aku tidak menyangka akan mbrojol di sini, di sebuah tempat yang tidak terdapat bioskop jaringan 21 (twenty one). Aku juga tidak menyangka, orang - orang diluar sana bisa gila jikalau aku bilang : saya asalnya dari Lombok. Sejatinya bukan, karena orang tua tulen berdarah Bantul. Aku juga tidak menyangka kalau aku akan melihat seorang pengendara roda dua melaju pesat, meliuk - liuk di jalan, tanpa menggunakan pelindung kepala. Yah, beginilah Mataram.

Mataram, tempat dimana masyarakatnya sudah memiliki rasa panik yang siap memuncak jika melihat POM bensin mendadak kebanjiran massa. Tidak perlu heran, kejadian premium langka itu hal yang cukup wajar. SPBU lantas penuh sesak oleh berbagai kendaraan, tidak peduli malam, tidak peduli setan, sekali antri maka tangki harus meluber. Entahlah. Saking seringnya, beberapa orang mengambil keputusan : safety inventory (cadangan keamanan) dari tangki motor mereka dinaikkan hingga separuh isi. Hal tersebut dilakukan agar ketika gejolak masalah bensin mencuat, mereka setidaknya masih mampu mengepulkan asap kendaraan.

Mungkin kawan - kawan masih ingat, masih segar, ketika DEPO PERTAMINA AMPENAN meledak dan terbakar tempo hari. Akhirnya, isu premium akan susah didapatkan pun merebak !. Dahsyat, semua eceran ludes dibeli. Dan POM - POM bensin kelabakan melihat antrian yang memanjang. Beruntunglah, isu tersebut mereda setelah ada jaminan dari pihak terkait pada sore hari di hari yang sama.


Akhirnya, setelah semua orang merasa keyang membeli bahan bakar pada hari itu, keesokan harinya SPBU menjadi kosong. He-he-he.

/ 2010-01-18

SEBUAH PERJALANAN (SEMENTARA ITU)

Sementara itu, di ujung jalan ia bersajak : ini bukan ujung jalan.

Jogja - Mataram memang telah ditakhlukkan. Tapi bukan berarti senyum ini membuncah dihadapan dirinya. Senyum ini harus ku makan sendiri nanti, ketika aku memandang di hadapan cermin milikku di kamar Jogja itu. Sekarang adalah saatnya, menabung senyum untuk menjadi bara api rindu ketika telpon menjadi hal terbaik dalam menjalin hubungan kelak.

Beberapa petikan ketika perjalanan lalu.

1. Pandanglah ke depan.
Memandang ke depan selain berarti optimis juga bermakna "anti-mabuk". Jangan pernah memandang kabel listrik yang cembung-cekung atau pepohonan yang timbul-hilang di tepi jalan. Itu akan berakibat fatal bagi anda yang gemar hoek-hoek selama perjalanan. Memandang ke depan (ketika di bis), dapat mencegah timbulnya rasa mual dan pening tersebut.

2. Jangan pernah memandang ke depan jika di kapal BALI-LOMBOK.

Mengapa? Hal yang akan terlihat adalah dua orang, seorang pribumi yang berlagak bule, dan seorang bule tulen sedang tertawa melihat botol birnya yang meluber tatkala di buka secara paksa. Mereka kemudian dengan hangatnya bibir itu mencumbui leher botol yang semerbak beraromakan kentalnya alkohol. Menjilatinya bak sedang bercinta dengan wanita bertubuh seksi dan diakhiri dengan sebuah suara "cringg!" dari botol yang saling toss beradu.

Bule itu lantas bercerita tentang bagaimana dirinya dulu ketika 10 tahun berkenala mengenakan baju tentara. Dan sebagai pendengar setia, pemuda pribumi itu manggut - manggut tanda paham, padahal TOEFL-nya mungkin belum terukur.

3.Jangan pernah memandang ke belakang kapal Ferry.


Sore itu sunset cukup menggoda. Matahari yang kandas di balik deretan bukit kecil, memantulkan sinarnya di air laut, merona dan menjingga. Tapi hal itu tidak cukup menenangkan orang yang terlanjur menatapi air yang begejolak. Drr! Drr! Air itu menabrak tepian kapal, serasa ingin menghempas dan kami ingin diajak bermain dalam pusarannya. Beberapa kaum hawa yang terlampau stress berzikir hingga ada yang berteriak kecil ketika kapal oleng ke kanan lantas memantul ke kiri.

Getir. Itulah suasana sunset senja itu. Bisa jadi itu sunset terindah dan terkahir yang kami lihat. Tapi angin laut ingin berkata lain. Ia bersajak : tidak, ini bukan ujung dari jalan.

/ 2009-11-29

TANAH AMBLES, MOBIL NYUNGSEP

JOGJA. Suasana gedung magister UGM (29/11) mendadak menjadi tujuan pandangan bagi warga sekitar yang melintas di jalan utara selokan Mataram. Sebuah sedan cokelat terlihat sedang mencium tanah di jalan menuju jembatan komplek magister. Saking nikmatnya berbulan madu dengan tanah, ban belakang mobil tersebut terangkat. Beberapa orang (termasuk di antara petugas keamanan kampus) dan sebuah alat berat, yang nampaknya milik Jurusan Teknik Sipil, datang mencoba menceraikan kedua sejoli tadi. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban yang terluka dari kejadian tersebut.

Mobil tersebut pada awalnya tengah diparkir di jalan dalam komplek magister. Tidak jelas apa tujuannya, namun mobil tersebut tengah dipergunakan untuk mengangkut sebuah keluarga. Saksi mata mengtakan, mobil itu datang dari luar gedung, kemudian parkir tepat dimana mobil itu sedang terjungkal sekarang. "Anak - anak dan ibu mereka sudah keluar terlebih dahulu. Begitu ayah mereka keluar dan menutup pintu, mobil langsung amblas mengikuti tanah yang rapuh itu".

Mobil buatan Toyota itu kemudian ditarik oleh sebuah truk khusus. Tidak nampak kerusakan yang berarti pada bodi kendaraan beroda empat itu. Sementara itu, pemilik mobil dan petugas yang berwenang tidak mau banyak berkomentar. Menurut informasi yang beredar, di bawah jalan tersebut memang terdapat gorong - gorong dari bis beton yang dipergunakan untuk saluran pembuangan air taman.

Beberapa hal yang perlu digaris bawahi : sang ayah, sembari menelpon seseorang, ia tetap tersenyum memandangi mobilnya yang nyungsep. Dan sang ibu sibuk mengarahkan kamera telepon selulernya untuk mengabadikan sebuah kisah, antara tawa dan derita.

Bagaimana kawan - kawan, apa diriku cocok jadi wartawan koran lokal ? hehe.

/ 2009-10-11

LIGHT ON

Bukan Lampu Biasa.

Ya jelas, lampu yang dinyalakan bukan lampu TL ato lampu neon, tapi lampu motor. Jujur ayo, siapa yang sudah pake aturan "Ligth on" ?. Siapa yang sudah menjadi orang gila dengan menyalakan lampu motornya di siang hari ?. Dan siapa yang mau buang - buang listrik di waktu matahari pekat menyengat?.

Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) hasil revisi dari UU Nomor 14 tahun 1992 (sok ke-hukum-hukuman), ada lho aturan "Light on". Kalo udah ada yang namanya undang - undang, ya mari kita laksanakan, bukan untuk dilanggar, walaupun masih belum ada sangsi terhadap orang - orang yang ngeyel gak mau pasang mode on sakelar lampunya.

Lebaran kemarin, aku berjumpa dengan seorang supir mantan pengemudi plat kuning, yang kini alih profesi menjadi sopir pribadi. "Saya gak berani jalan malam, karena mata saya kurang awas. Tapi, sebenarnya paling bagus itu jalan malam, saya tau lawan saya (kendaraan lain dengan arah berlawanan) di depan karena ada jelas ada sinar lampu dari mereka". Benar juga ya. Kalau bahasa ilmiahnya, 'ada arlet dari musuh'. (opo kui)

Kemarin, waktu di Mataram, spul motor Honda merah 70-ku, rusak. Terpaksa gulung lagi. "Mas, ini saya gulungkan yang bagusan, jadi gak kaya kemarin. Sekarang udah ada gulungan untuk api busi, gulungan untuk ngecas aki, sama gulungan untuk lampu". Taukah kawan, motor (kita) tetap masih bisa melaju tanpa adanya aki (untuk motor - motor yang udah pake CDI). Begitu juga dengan lampunya, tetap bisa nyala walaupun gag ada aki, karena listrik yang dipake adalah akibat perputaran kumparan disekitar medan magnet di salah satu bagian mesin motor (aduh maaf bahasa berat). Kumparan akan tetap memutar selama berjalan dan spul akan terus menghasilkan listrik. Jadi, tidak ada istilah "habis - habiskan listrik" jikalau kita tetap menyalakan lampu.

Jadi, ada alasan untuk tidak mematuhi "Light on" ?.

img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGE54ne0mq4PbKs9H-kFW4k_S8AoVyMybzAjMIkvxpWuBWiXnC2T3RArV3xp5ZyGvtLvgmLFMbMC06VNov2mdOOGBah-4xAFeZ4pVGZBqgQAbZyhH65S1Nrrtx_VTvKAdXdu8h1G90EuWB/s320/lampu-motor-stabil.jpg"