IDE BIASA MOTOR BIASA

"Saudara - saudara. Inilah hasil buah pemikiran orang kampung yang tinggal di pinggir kota.."



Ini bukan motor pertamaku, bukan motor pertama yang aku kendarai. Tapi ini motor pertamaku yang berani aku sulap menjadi tidak karuan. Honda 70 pernah aku pegang, Supra X juga pernah ada digenggaman. Tapi tatkala aku sampaikan hajatku pada ibuku, maka hajatku tinggal angin lalu. Kini, rasa itu datang lagi, HLBK, hajat lama bersemi kembali. Niatku untuk tampil beda nyantol dikuping dan di setiap selubung otak. Hajat untuk mengkroak tampilan tungganganku mendobrak habis. Tapi, niatan itu baru cuma sekedar semangat saja, tanpa ada sketsa 'mau diapakan ini Honda Star'.


Mulailah aku meringsek masuk dalam pengamatan jalanan. Setiap sudut jalan yang padat dengan pemuda aku coba telusuri. Pasar Klitikan, Gondomanan, dan Warung Internet aku jajal cuma untuk mencari inspirasi sambil bernegosiasi dengan dompet. Ada yang full-krom, ada yang bergaya dengan er-bras lembayung-nya, ada juga yang merasa tinggi sehingga motonya hampir mencium aspal, atau ada yang campuran. Hmmm. Dan semua itu tidak baik bagi kesehatan keuangan.

Sebenarnya sih, biasa saja ya. Motorku cuma dilepas sayap depannya. Diganti tudung depannya, diganti shock dan porok depannya, diganti joknya, diganti mika lampu belakangnya, di ganti spanger-nya. Ditambahkan bagasi tengah, walaupun sudah berkarat, dan ditutuplah semua tulisan dan corat-coret asli dari Hondanya. Gak ada bagusnya sih, cuma kelihatan aneh saja. Jok yang ngejreng berwarna oren bertitik - titik. Dipadukan dengan tulang belulang yang menonjol dibagian tengah motor. Sudah ramai orang jadikan motornya kaya begini.

Maka jadilah ini.

[..]


SUNDAK, AROMA MEMIKAT DARI TEPI SELATAN

Sundak bukanlah suatu makanan. Sundak juga bukan sebuah ragam permainan rakyat. Bukan pula termasuk dalam keluarga buah berkulit duri. Atau juga bukan salah satu dari anggota bagian tubuh kita. Sundak adalah salat satu rangkaian gugusan pantai di sepanjang pesisir selatan Kabupaten Gunung Kidul, yang terkenal akan batu kapur dan jalan yang memiliki medan menantang.Ada Sundak, ada pantai Baron yang persis bercokol disebelahnya, ada Pantai Siung, ada Kukup, atau Wedi Ombo.



Berjarak kurang lebih 60 kilometer ke arah tenggara Jogja, dapat di tempuh pakai motor maupun mobil, termasuk kendaraan umum, tapi aku tidak tahu rute mana yang harus diambil. Pertama - tama kita ditantang untuk menaklukkan jalanan terjal ala Bukit Patuk. Rasanya cuma ini satu - satunya akses langsung dari Jogja menuju Wonosari. Jalanan penuh liku dan kejutan, terjal menantang langit. Tapi jika kita sudah mencicipi itu puncak bukit, maka akan tersembul pemandangan indah kota Jogja dan sekitarnya yang tampak manis dari ketinggian. Ini belum sampai Pantai Sundak lho kawan, ini baru 15 km dari Jogja.

Setelah itu kita dihadapkan medan Gunung Kidul yang agak bergunung - gunung, ya kalau mbakku bilang sih Plato. Jalan masih berkelok dengan tajam, namun jarang ada tanjakan dan turunan. Kita kini menuju arah Wonosari, ibukota dari Kabupaten Gunung Kidul. Tidak susah kok mencari jalan ke pantai tersebut. Tinggal lurus saja, nanti juga ada satu - satunya plang jalan yang meminta ada belok ke selatan untuk ke arah pantai Baron dan kawan - kawan. Kenapa memilih Baron ?. Mungkin, ini termasuk pantai yang paling terkenal di antara gugusan pantai yang lain. Selanjutnya, kita lurus - lurus lagi saja, dan ikuti saja petunjuk jalan. Mudah bukan.

Pantai Sundak cukup panas, so jangan lupa lotionnya. Tapi jangan terlalu khawatir, di sana banyak pohon rindangnya. Ada warungnya juga, tapi aku saranin sih sebaiknya persiapkan saja bekal dari rumah, karena es teh saja dihargai 2000 perak, bagaimana yang lain ?. Buat yang pengen berendam juga enak kok. Pantainya landai, terlindung oleh karang. Ombaknya pecah agak di tengah karena karang, dangkal pula. Pasirnya putih dan berbentuk seperti teluk. Selain itu, banyak kamar mandinya kok, hehe.

Sharing fotonya yuk.





Saran aku sih, sebaiknya kalau mau ke pantai - pantai ini, baik Sundak maupun Baron, kita harus siap - siap dengan bahan bakar. Jika anda penguna roda dua, jangan ragu - ragu untuk mengisi penuh tangki anda ketika tiba di Wonosari, karena sepanjang perjalanan dari Wonosari hingga lunas di pantai, tidak ada sebiji pun gas station. Mungkin yang pakai mobil dianggap sama juga ya. Ya pokoknya isi penuh dah tangkinya. Sebenarnya sudah banyak sih penjual bensin eceran di sepanjang perjalanan, tapi ya kenapa tidak untuk sekedar jaga - jaga ?. Karena jarak dari Wonosari hingga ke pantainya kurang lebih 30 kilometer lah. Pulang pergi jadi berapa ?
[..]


HUHU.. TAMAT RIWAYAT MODEMKU

Selesai sudah cerita aku punya modem IM2. Padahal Baru ku pake 20 hari e. Wah - wah, aku terpaksa jual ini modem, karena laptopku patah engselnya, parah banget deh. So, bagi yang berminat untuk menawar modemku, aku persilakan deh. Tapi, berhubung aku sudah kapok dengan kejadian yang sudah - sudah, maka aku terpaksa mencantumkan spesifikasinya ini modem. Kemarin sdempat deal, eh dia pikir ini modem USB. Ada juga yang mikir bisa dipasang di komputer. Kecewa deh. Makanya, tolong dibaca dulu key.


Option GlobeTrotter Fusion +

PCMCIA 3G HSDPA card + Wireless LAN Module 2 in 1.

Modem PCMCIA Option GlobeTrotter Fusion adalah modem PCMCIA yang dapat digunakan untuk mengakses internet 3.5G dengan kecepatan maximum up to 1.8 Mbps dan modem PCMCIA ini dilengkapi juga dengan modul WiFi jadi sangat cocok untuk notebook yang belum memiliki WiFi dan pengen berinternet 3.5G.

Beli 1 produk dapat 2 fungsi sekaligus.

Option GlobeTrotter FUSION+ EMEA PCMCIA Wireless Modem. HSDPA (High Speed Download Packet Access).

* Download Speed = 1.8 Mbps
* Upload speed = 384 Kbps.
* PCMCIA Cardbus 32-bit slot.
* Include : WiFi module 802.11bg Up to 54Mbps.
* Compatible with all GSM operator operator in Indonesia and arround the world).
* OS Compatible list : Windows 2000, Windows XP, Windows Vista & Mac OS.

Gimana, sudah cukup jelas belum ?

Ini cocok buat laptop keluaran Jadul, ya sebelum 2007-an lah, karena setahuku laptop jaman begitu slotnya masih PCMCIA, belum eksprescard. Untuk membedakan PCMCIA dan Ekspres, coba deh raba - raba bagian kiri laptop, biasanya ada di sudut kiri, ada kaya kotak panjang pipih. Nah coba dikeluarkan, kalo ujungnya mengecil, berati itu eksprescard. tapi kalo dari luar samapi dalam lebarnya sama - sama saja, berati itu PCMCIA. Mudah bukan ?

Nih, aku kasih sedikit gambaran.
Mula - mula lihat sisi kiri laptopmu. Ada gak slot macam gini..?







Kalo ada, coba di keluarkan isi slotnya. Biasanya cuma plat plastik bawaan laptop.








Nah, untuk PCMCIA, slotnya persegi panjang gini. Kalo EkspresCard beda, di ujung belakangnya ntar jadi kecil.










Sedikit masukan aja sih. Modem ini enaknya pakai IM2 Unlimited, 100rb per bulan. Im2 Unlimited maks speed 384 kbps, sedangkan modem ini 1,8 Mbps, so masih ada dibawah maks speed.

Hmm, tertarik ?. Cepat beri tawaran. Cuma ada satu, ya iyalah, cuma aku yang jual,hehehe.
[..]


BELAJAR FOTOGRAFI : BIKIN GEREGETAN !

"Tolong pren, mohon bantuannya ya, mohon komentarnya.."

Wew..!
Lagi belajar bidik - bidikan nih. Ya sekedar menyalurkan bakat yang terpendam. Xixi. Pakai kamera biasa saja, Sony DSC-S730. Cuma 7,2 MP, optikal zoom 3x, trus ISO-nya masih 1250. Murah meriah saja. Pengen sih cari yang kamera hidung panjang itu, macam - macam Canon, tapi dompetku juga lagi macam - macam butuhnya. Ya, tapi alhamdulillah, kamera kecil harga miring, jadi aku berani bawa kemana - mana, toh kalo kenapa - kenapa aku gak merugi banyak, xixi.

Kembali lagi, masalah bidik membidik. Nah, kemarin aku lagi iseng saja jalan - jalan ke arah Bantul, gak kemarin sih tapi dah agak lama, eh gak taunya mendungnya sedang geser, jadi ada sinar - sinar jingga hinggap di lapisan mata. Ku tancap saja motor itu ke arah Parangtritis. Dengan tak tik biasa, lepas helm, jadi aku gak pelu bayar retribusi deh, mungkin di kira penduduk sana kali ya, xixi. Untunglah, suasana pantai lagi agak ramai, jadi aku gak merasa kesepian. Masih ada beberapa rombongan pelacong luar Jogja dengan bus-nya. Mulailah gerak laku aku sebagai fotografer kelas coro, jepret sana jepret sini, gak tahu malu. Haha. Mungkin orang akan bilang : " Bangga kamu dengan kamera kacangan itu ? ". Pasti aku jawab : " Persetan kamera kacangan, yang penting ini bisa foto mukamu sampai kelihatan jerawatmu ".

Koq jadi cerita ya ?
Gini, sebenarnya aku mau minta tolong nih, Polling dikit. Tapi maaf sebelumnya, aku gak nyediakan hadiah, aku hanya bisa bilang terima kasih sekali. Jadi aku mohon dengan sangat keikhlasannya untuk sekedar memberi komentar dan penilaian kepada hasil fotoku. Kalau berkenan mungkin kawan - kawan boleh memilih salah satu foto terbaik versi kawan - kawan sendiri. Dibungkus dan dibawa pulang juga boleh. Bantuan kalian adalah cambuk pemecut semangat ku. <'semangat 45' mode=on, hehe>

Nih dia, aku petikkan foto yang aku rasa paling bagus dan mewakili dari sekian banyak foto.

Foto 1. Ada tiga buah kuda dengan dua fungsi yang menjadi komoditas utama di Parangtritis.



Foto 2. Anak dan ayahnya terlihat dari celah di antara buah Kelapa.



Foto 3. Dokar kecil, pengantar pelancong melalang buana di sekitar pantai.



Foto 4. Daripada mengabadikan sunset, lebih baik mengabadikan orang yang sedang mengabadikan sunset.



Foto 5. Wiuh, cintaku seluas samudera, seterang mentari yang sedang bercumbu dengan cakrawala.



Kalo gambarnya terlalu kecil, tinggal di klik saja, nanti jadi besar, hehe.
Oke, matur nuwun ya. Mau dicopy, monggo, gak apa - apa. Gak usah ijin - ijin segala, ridho kok, wuahahaha.
[..]


UDUTAN SAMBIL NUMPA'I MOTOR

Merokok sambil naik (berkendara) motor.

Itu sih sudah lumrah dilakukan anak - anak muda sekarang. Merokok dan motor, dua - duanya mengasyikan. Apalagi jika dilakukan bersama - sama, tentu si pengendara merasa telah menjadi lebih gagah. Adegan ini paling banyak didapati ketika malam tiba. Angin malam yang bertiup tanpa ampun, menusuk - nusuk tulang pembonceng dan barangkali juga yang dibonceng. Maka rokoklah yang menjadi selimut semu untuk menangkal semua itu. Tapi tahukah anda, bahwa sebenarnya hal itu berbahaya ?

Aku pernah kena bencana ketika akan pulang dari kampus. Siang itu terik sekali, dan dahaga benar - benar sudah tak tertolong lagi. Jalan Kaliurang pun sedang sibuk - sibuknya, entah yang hanya ingin istirahat makan siang, maupun pelajar yang ngetem menunggui bis ke utara. Sampailah pada saat ketika seorang muda menyalip dari sisi kiriku, kemudian berjalan agak lambat di depanku. Tampak jelas asap rokok berkibar dari tangan kirinya, tempat dimana rokok putih itu dijepitkan. Sejurus kemudian, dia rekatkan kembali rokok yang setengah jalan itu ke bibirnya. Tiba - tiba, bara dari tembakau (yang belum padam baranya) terbang menghampiri mukaku. Reflek, aku mencoba menghindar diikuti dengan membanting kemudi ke arah kiri. Namun malang, bara itu justru ikut ke kiri dan dengan mulusnya mendarat di pipi kirinya, hampir menabrak bola mataku. Aku yang panik kemudian menepi sembari diberi klakson dari kendaraan yang ada di belakang. Untungnya tidak terjadi apa - apa dengan mukaku.

Nah, bagaimana. Bebahaya bukan ?.

Sebenarnya bukan itu saja kerugian dari merokok sambil berkendara. Asap yang dihasilkan tentu akan menganggu orang yang berada dibelakangnya. Bisa saja orang itu adalah orang yang tidak suka bahkan tidak kuat dengan asap rokok. Atau boleh jadi asap itu malah masuk ke mata, kemudian menjadi iritasi meskipun ringan, dan ujung - ujungnya menganggu pengelihatan. Baranya juga bisa menjadi bencana, seperti yang terjadi padaku di atas. Mungkin saja kena wajah, tangan, atau kaki. Masa iya anda tidak akan terkejut ketika ada sesuatu yang sangat panas tiba - tiba hinggap di tubuh anda.

Coba kita berfikir lebih rasional lagi. Rokok akan habis jika ada yang menghisap, berarti mesti ada udara yang berhembus. Nah, jika anda merokok sambil naik motor, ngebut maupun seperti siput, tentulah rokok itu akan mendapatkan dua suplai udara, mulut anda yang menghisap dan ANGIN YANG BERTIUP DI JALAN. Dan singkatnya, bukankah hal ini dapat mencepat-habiskan rokok anda ?
[..]


TIPE ORANG MACAM APA KAU ?

Kuliah terkahir Pancasila Pak Joko Pitoyo sangat berkesan. Mengandung makna - makna perpisahan namun sarat akan hubungan yang abadi. Kekal, itu adalah hubungan antara guru dengan muridnya. Tak luput pula, sang dosen memberikan sedikit petuah kepada kami, sang calon maestro kehidupan kelak, agar bisa menjadi lebih baik dalam menjalani hidup lanjutan nanti.

Ini dia yang beliau sampaikan (salah satunya) :
Tipe orang macam apa kau ?

Yang pertama adalah tipe buah kedondong. Kita semua tahu, buah kedondong bulat rupanya. Hijau bila belum masak dan akan menjelma menjadi hijau kekuning - kuningan bila sudah muncul harum manisnya. Bentuknya tak lebih besar dari kepalan tangan pria dewasa. Kulitnya mulus bila telah dibersihkan, sangat mulus, kinclong, bak besi krom yang telah dipoles. Namun, siapa sangka, didalamnya tersembunyi duri - duri, menjalar di antara daging buah.

Tipe yang kedua, tipe buah durian. Jika buah ini, yang telah masak, disimpan dalam suatu ruangan, insya allah, dalam sekejap ruangan itu akan pekat bau durennya. Jika dilihat secara gamblang, kulit duren sangatlah keras, belum lagi berduri nan tajam. Bilamana di rumah anda sedang kemasukan maling, maka jangan segan - segan untuk melempar duren yang utuh ke wajah maling tersebut. Namun, dibalik kegarangan kulitnya tadi, daging duren sangatlah lembut plus manis.

Tipe yang terakhir adalah buah apel. Terserah anda pecinta apel hijau ataupun apel merah. Coba anda rasakan betapa licin kulitnya, bak bohlam pijar tak berambut. Kinclong. Jika anda belah buah tersebut, maka akan terpamerkanlah isi buah yang mulus, rata, dan tak bercela. Buahnya pun manis.

Nah, mari kita menengok ke atas tadi dan menengok diri anda. Kulit buah tadi adalah cerminan fisik tubuh anda. Dan daging atau isi buah tadi tak lain sebagai proyeksi hati anda. Si kedondong adalah tipe orang yang baik secara fisik, namun secara batin dia adalah seburuk - buruknya orang. Si Durian layaknya seorang yang un-rupawan, tapi di bilik hatinya, dia adalah malaikat bagi semua orang. Dan ini dia, seandainya kita bisa, menjadi Sang Apel. Sudah fisiknya aduhai, aduhai pula hatinya. Ini dia sebaik - baiknya manusia.

So, anda berada dimana ?
[..]


Pe-Er Pe-Er, YANG PR YANG PR...

Ada PR nih Bro...
Ada di bawah....
ada dua....xixixixixixi...


PR PERTAMA
PR Lagi.....

RULE:
The rules are simple. Use google image to search the answers to the quetions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 8 people.
(Peraturan adalah mudah. Pakai Google gambar untuk mencari jawaban untuk pertanyaan di bawah. Lalu kamu musti pilih sebuah gambar di dalam pertama halaman dari hasil. dan terbit itu sebagai kamu punya jawaban. Setelah itu bawa 8 orang). xixixixixixixix.....


* The Age of Next Birthday ?

sembilan belas.....besok juni tanggal 250 kurang seratus kali sepuluh bagi dua dikurang seratusduapuluhlima trus diakar dah.....ada apa ya?

* a Place I’d like to Travel ?

Kemana mana deh, yang penting masih di INDO. Ke pantai boleh, ke gunung apa lagi. Ke semak - semak juga boleh. xixixixixixixi......

* a Favorite Place ?

My room. Tempat berbagi rasa. Tempat mencari inspirasi. My Home, tempat aku maem. My masjid. Tempat aku berdoa, tempat tahajjud paling maknyus.

* a Favorite Food ?

Soto pak Nanto, huahahaha. Soto yang penting. Yang kuah - kuah. Mie Ayam, hahhaha. Rujak.... Yang penting pedes dan maknyus....

* a Favorite Thing ?

My lepi, laptop gitu, ndeso !. Spiker. Buat maen CS. konter straik. Gak tau lagi ? Ndeso kuadrat !.

* a City I was Born ?

Mataram. Kota Ibadah. Ibukota NTB. Wah, gak ada rasa sesal besar dan lahir disana. Biutipul ples. Nyesel yang gak pernah kesana. Weeekkkkk..!

* a Nick Name I had ?

kakve. Pemberian orang tersayang. Affan. Gitu di panggil dihum. Kucing. dulu waktu diskul SMA. Peramal hujan. Kalau di kampus sekarang. xixixixixi.....

* a Favorite Color ?

Wait, putih gitu. Simpel.

* College Major ?

Apa nih ? Sekarng lagi kul aja.

* Name of My Love ?

Santi. No women laik her. perpek gel. xixixixixixi....

* a Hobby

Bloging. Musikers. Neter. Ngelawak plus bikin kacau, xixixixixixi...

* a Bad Habbit

bikin kacau. bangun siang, males kerja tugas. Males cuci baju, wuhahahahahahaha.....

* Wish list

Nikah dengan santi.
punya rumah sendiri.
punya laptop amd X4, memori sebesar - besarnya, Hardis sebesar2nya.
punya keluarga sakinah.
kaya.
pengen modif motor,
pengen punya karimn estilo.
lulus dengan IP diats 3.
mati masuk surga. Amin...!!!

Beres.......

tinggal kirim ke 8 orang aja kan....nih orang yang beruntung.....
1. Mas HAK

2. Mas po Mba Li

3. Mas Wanwan

4. Mas Andhihas

5. Mas Ipanks

6. Mas Anangss

7. Mas Yudha

8. Mas Sukra

huhuhuhu...riubet nyari korban...hehehehe


PR KEDUA
Ada Pe-Er...
Kaya anak sekolahan aja tapi gak pa - pa deh, coz masih kuliah, hehehe.....


1. Dari Mana Blog Kalian Berasal?

Berasal ?. Ya Blogger lah. Berasal ?. Dari Internet lah. Berasal ? dari Lombok aku bawa ke Jogja. Hehe.

2. Kapan dilahirkannya blog kalian?

September 2008, lupa kapan tapi.

3. Kesulitan apa saja yang ada saat membuat blog kalian?

Tampilan, itu yang pertama. Bingung supaya trafiknya banyak itu yang kedua. Hehehe.

4. Mengapa membahas topik yang kalian bahas sekarang?

Wah, fenomena sosial om. Jarang ada yang mau perhatian sam masalah kecil. So, gak boleh ?

5. Kenapa tampilan blog kalian menggunakan template itu?

Gampang aku otak-atik. Hehehe. Ringkas. Gak ribet. Gak Norak.

6. Apa yang pertama kalian lakukan saat blog kalian baru jadi?

Kasih tau pacar, hahahaha. Trus jadi bingung mau nulis apa lagi, kaya buntu otaknya.

Beres nih.....

Sesuai perintah, disuruh kirm ke 6 orang kawanmu. Ini dia yang beruntung : xixixixixixi.....

1. Mas dadank

2. Mas Ocim

3. Mas fHIAN

4. Mba KENISA

5. Mas Budi

6. Pakde

Nah, ada oleh - olehnya juga.....khusus buat yang PR KEDUA



[..]


MERAYAKAN TAHUN BARU = HAL NGGAK PENTING

Dimana anda menghabiskan waktu anda semalam ?.
Berselimutkan pekatnya dingin malam ?. Bermandikan peluh menonton hingar bingar konser ?. Menghabiskan nafas di ujung pipa terompet ?. Membakar kembang api, membakar uang sendiri ?. Membeberkan gelegar kenalpot anda di jalanan ?. Atau hanya duduk menjejalkan radio di telinga anda atau tevisi di mata anda ?.

Hah, malam tahun baru. Ada saja yang baru. Baru saja muncul sudah membuat hal - hal yang bernilai 'wah' baru. Belum lunas berpisah dari tahun lama, masalah lama juga belum sepenuhnya teratasi. Lantas, mengapa kita begitu antusias bersorak - sorai menyongsong tahun baru ?


Ayo deh kita merenung bersama. Kita semua pasti ulang tahun tiap tahun to ?. Merasa nggak, ada yang spesial di hari itu ?. Ada. Pasti ada kado, kue tart, ucapan selamat, cium pipi, kadang - kadang do'a. Wah, itu bakalan jadi hari yang menyenangkan buat kita ya. Ckckckckck. Padahal, semua agama mengajarkan satu hal yang sudah pasti : MATI. Kapan itu, kita tidak tahu. Ulang tahun justru harusnya menjadi momen yang paling menyedihkan dalam hidup. Setiap umur kita bertambah satu tahun, atau yang paling kecil satu hari saja, berarti waktu hidup atau waktu kita untuk diberi kesempatan untuk hidup malah berkurang satu tahun, bukan begitu ?. 'Berarti makin dekat dengan jurang kematian dong ?'. Ya, iya.

La, tahun baru. Apanya yang baru. Kemarin 2008, sekarang 2009, cuma nambah satu tahun doang. Sama juga, berarti umur bumi dan kita berkurang satu tahun lagi kan. Sadar nggak sih ?. Lalu apa yang kita rayakan ? Merayakan bahwa kita makin cepet mati gitu ?. Ada lagi nih cerita tahun baruan. Sepasang remaja duduk asik di bawah remang - remang. Tahun baru, cinta baru. Mari membuktikan cintanya. Langsung dah, kejadian di balik semak - semak. Ada yang antisipatif dengan membawa sarung pengaman, ada juga yang pasrah bertaruh pada nasib.

Nih coba deh, ada sedikit masukan. Kenapa kita tidak nge-reriview apa aja yang udah kita lakuin di tahun 2008 kemarin. Nyuri ? Maki - maki ? Ngibul ? Mukul ?. Wah, banyak banget ya. Kenapa kita nggak berusaha untuk 'istigosah' aja, introspeksikan diri, bisa nggak kejadian macam gitu gak terulang di tahun ini ? Apa aja sih hal - hal positif yang bisa aku lakuin di tahun baru ini ?. Review bos, penting buat jaga hati. Hutang juga, kalau gak diinget - inget bisa berabe ntar kalo dah di alam akhirat. Mending malam tahun baru kita jalan ke Masjid, atau ke Gereja, atau tempat ibadahmu masing - masing. Atau setidaknya bisa aja kita ngerem di kamar, duduk manis di depan buku catatan, ya kalau mang gak kuat boleh kok nangis, hehe. Daripada dengerin gedebak-gedebuk yang gak jelas, atau menghabiskan bensin atau uang, kasian cuma buat hura - hura.

Gimana kabar para buruh yang di PHK ? Gimana tahun barunya ? Gimana tahun baru penduduk desa terpencil yang miskin ? Bagaimana tahun baruan di Palestin ?. Mikir kok cuma lokal, interlokal juga to. Membelanjakan uang buat beli kembang api, sekali dibakar langsung bubar. Membelanjakan beli terompet, besok paginya tenggorokan mampet. Beli minuman bir, pulang dengan kondisi kiwir - kiwir. Wah, gak manusiawi banget. Yang satu kesusahan, yang satu mewah melimpah.

Terus, malam taun baruan ngapain dong enaknya ?. Ya tidur, besoknya kan libur. Ngapain keluar malam - malam. Toko tutup semua, mending besoknya. Lagian, kalau hujan gimana ?. Enaknya tahajjud, doa supaya taun ini rezekinya lancar, gampang jodohnya, dan buat kawan - kawan huntingers nilai, mudah - mudahan nilai rapornya atau IPnya tinggi. Easy, isn't it?. So, ngapain mesti dirayakan ?.
[..]