Tampilkan postingan dengan label Bidikan Kamera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bidikan Kamera. Tampilkan semua postingan

/ 2012-07-28

SUNSET AT LOMBOK [1]

Sudah lama sekali saya tidak mengutak-atik hobi saya untuk jeprat-jepret sana sini.

Pembuka : ID Baru.
Oh ya, perkenalkan sebuah ID saya yang baru ini : a.i.r yang merupakan akronim dari nama lengkap saya yaitu Affan Ibnu Rahmadi. Biasanya saya menggunakan ID lama saya yang berbunyi kakve yang lantas kemudian saya namai kembali menjadi affanibnu. Kedua ID ini sama-sama memegang peran utuh sebagai admin blog Santai Sejenak | Secangkir Teh dan Sekerat Roti.


Pasti pada bosen ya liat ID ini bergentanyangan di kotak komentarnya.

Sunset at Lombok.
Sebenarnya lebih cocok memberikan judul artikel ini dengan "Sunset at Mataram City", karena tidak semua bagian Lombok memiliki tempat yang stategis untuk menikmati sunset. Tapi, hampir di setiap sudut Kota Mataram kita dapat menyapu pandangan ke arah barat menuju mentari yang bergerak tenggelam.


Siluet Pohon pada Sunset di Lombok
Foto ini diambil pada sebuah sawah di wilayah Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram
Download Stand Still disini (via 4shared)



Siluet Pohon Kelapa Sunset Di Lombok
Foto ini diambil pada Pantai Tanjung Karang Kota Mataram yang menghadap ke Selat Lombok
Download Standing By Sunset disini (via 4shared)



Siluet Masjid Sunset di Lombok
Bonus foto kubah masjid yang tidak berbentuk bundar. Ini adalah masjid dimana saya biasa melaksanakan shalat berjamaah.

Download Menjelang Azan disini (via 4shared)

Selamat Berpuasa

/ 2011-01-28

CROP CIRCLE ALA SAYA

Hampir dua bulan saya absen dari dunia blogging. Ya. Tiadanya sinyal internet ditempat saya kerja praktek membuat saya terpenjara dalam belantara hutan di tanah Sumbawa kemarin. Selain itu, pikiran saya yang terlampau fokus pada pekerjaan baru membuat saya lupa untuk sekedar login pada akun Google saya. Hehe.

Tapi biarlah.
Tapi, sekali lagi, benarkah selama dua bulan kemarin dunia blog sudah agak mulai lesu?
(yang mau jawab ya silahkan berpendapat)

Baik.
Saya bawa berita lama yang saya kemas sendiri dalam panorama foto saya :
ALHAMDULILLAH, saya bisa juga berfoto dengan berlatar belakang fenomena jadi-jadian CROP CIRCLE yang ada di wilayah Berbah, Jogja. Jarang - jarang kan ada yang dapat berfotoan di situ, hehe.


Sekian dulu pembukaan posting saya di awal 2011 ini. Lain waktu saya akan berfoto dengan berlatar yang lain, mungkin fenomena lain. Mungkin juga saya akan berfoto dengan latar belakang orang yang sedang bercumbu atau juga mungkin akan muncul foto saya sedang bersalaman dengan salah satu makhluk berkepala besar yang turun dari kapal pesiar UFO-nya.

Pendapat saya saja: orang LAPAN tidak peduli hal yang satu ini dimana saya yakin itu bukan manusia maupun alien yang sedang bertamu ke atas ladang padi di bumi ini, namun sejatinya adalah perbuatan lelembut.

/ 2010-10-28

CINTA KITA

Pada suatu senja, saya yang belum mandi melihat penampakan pada seutas tali jemuran. Ya sudah, berhubung lagi suntuk ide, saya abadikan saja kegitan mesum kedua binatang bersayap itu. Setelah beberapa jepretan, sepasang kekasih yang baru saja jadi itu langsung berhamburan ke udara. Entah takut menjadi ariel-luna kedua, atau mungkin saja saya telah merusak privasi mereka untuk bercinta di tempat umum.



Enjoy.


Jogjakarta, 22 Oktober 2010. Menjelang magrib.
Dengan kamera poket 7.2 MP, Sony Camera DSC-S730.
(aperture: f/5.6, shutter speed: 1/200, ISO-100)

/ 2010-07-01

JANGAN SUKA CORET DINDING !

Jangan suka mencoret - coret dinding. Terlebih jika hal tersebut merupakan sebuah fasilitas umum. Malu kan ?

Dinding menjadi kotor dan tidak sedap untuk dipandang. Memang, dapat diakui bahwa hampir sebagian besar dinding - dinding di kota Jogja telah tercorat - coret oleh hasil tuangan ide sekelompok anak muda yang kreatif dalam alur pikiran "muralisme".

Tapi, di beberapa tempat, terlebih jika itu sebuah tempat buang hajat umum (tak peduli jika membuang kotoran disana dikenakan wajib bayar ataupun sekedar cuma - cuma), dinding tesebut mampu mencerminkan pola pikir para penggunannya bahwa isi otak mereka "inilah adanya".

Ada sebuah ajakan yang bagus :


Tapi sejatinya, dia tidak ubahnya seorang yang sedang memperparah kerusakan fisik dinding dan memperpanjang daftar nama anak yang tidak lulus pelajaran PPKn ketika dibangku sekolah dahulu.



Saya sudah ikutan lho pak, http://titimatra.blogspot.com/ in

/ 2010-06-02

LIGHT

Percaya ato tidak, terserah anda.




FOTO ASLI JEPRET SENDIRI.

/ 2010-05-29

SIAPA YANG PERLU BERHATI - HATI

Untuk anda.


Lihatlah, siapa yang perlu berhati - hati. Yang seorang hanya menggantung pada pinggir truk, dan seorang lainnya justru tertidur di atas tumpukan material truk.

Bagaimana jika truk mendadak berhenti, atau tiba - tiba menikung dengan tajam. Salah seorang atau keduanya bisa - bisa terlempar dan menjadi korban atas kecerobohan mereka sendiri.

Gambar diambil di Kota Mataram tercinta, setahun yang lalu.

/ 2010-05-19

RUANG KULIAH


Postingan asli dari ruang kelas kuliah. he-he-he.
Belajar lagi yuk yang rajin biar jadi sarjana.

/ 2010-04-08

LANGIT SORE

Coba tengok ke beranda rumah, langit senja begitu nikmat.

Beberapa hari terakhir saya mendapat kesempatan untuk melihat ke luar kamar. Walaupun masih musim ujian, tapi tidak ada salahnya kalau saya sedikit peduli dengan suasana langit yang begitu molek di arah barat. Langit senja, sebelum azan magrib menjelang, disapu warna oren yang begitu kemilau. Lantas saya duduk di atas pagar tembok dan memandangnya lekat - lekat. Tampak langit itu tergurat indah, lagi - lagi saya berdecak kagum.

Angin sore juga begitu sepoi. Kadang mengalir desar seirama dengan cahaya matahari yang mulai sayup - sayup menghilang. Mendung musim hujan ini begitu mempesona. ia biarkan dirinya dipoles sinar matahari yang bias dan menjadikan lembut.

Mudah - mudahan sore ini masih ada.

Langit senja muncul di pintu barat
menghadap pada laut tak berujung
Langit senja pergi tiada lekat
dikikis malam dari balik mendung...

/ 2010-02-21

LOMBOK TRIP : POTOBATU BEACH [EXTRA TRIP TO TALIWANG]

Ngiler berujung tangis.

Ini ngiler terakhir yang dapat aku buat periode ini. Trip to Taliwang. Posting terakhir dari perjalanan di suatu pulau yang disebut Sumbawa. Walau hanya berjumlah dua biji, namun bukan berarti tanah Samawa tidak menyimpan eksotis yang lain. Mungkin, jika aku diberikan waktu yang lebih dan tentunya ekstra sokongan isi dompet, kamera itu akan sesak gambar - gambar seksi alam Sumbawa.

Potobatu. Dari Taliwang, setelah melaju menuju Labuhan Balat, maka anda tinggal menikung ke selatan pada percabangan antara Labuhan Balat dan arah menuju Maluk/Jereweh. Hanya 15 menit dari tikungan itu, anda akan disuguhkan sebuah batu karang yang menjulang laksana bukit di bibir pantai Potobatu. Belum lagi ombak yang berkejaran menghempar menuju pasir yang sedikit basah itu.

Sekali tidak ada retribusi. Alam liar nan seksi ini dibiarkan saja berada di tepi jalan. Siapa yang tidak girang!.





Inilah akhir perjalanan indahku di provinsi NUSA TENGGARA BARAT. Bagiku, tak perlu ke Hawaii, tidak perlu ke Phuket. Di sini, mata akan dibelai. Bidik kamera anda akan orgasme. Dan anda tidak akan letih mengatakan : ckckckckckck.

Senang bisa berbagi gambar pose menantang si alam yang bugil ini.

Pikiranku kini telah kembali masuk pada perbatasan Jogja. Tapi, guratan - guratan kenangan ini tapi tetap akan mengudara.

/ 2010-02-17

LOMBOK TRIP : LABUHAN BALAT [EKSTRA TRIP TO TALIWANG]

Sebuah perjalanan ekstra.

Bagi orang yang sudah terlanjur bersandar di Pulau Lombok, tidak ada salahnya untuk menyebrang sedikit ke tanah yang ada di seberang timur pulau pedas itu. Ada sebuah pulau yang disebut Sumbawa, lekat sekali dengan kata kuda. Kuda Sumbawa, susu kuda liar. Begitu pula dengan yang ada disana, masih belum terjamah namun tidak terlalu liar.

Taliwang sendiri merupakan sebuah ibukota kabupaten yang baru mekar di bagian barat pulau tersebut, Kabupaten Sumbawa Barat. Tempat dimana tambang emas besar Newmont berada. Tempat dimana pemandangan eksotis itu berada, dan tempat dimana keindahan itu dibiarkan saja mengumbar dirinya secara alami.

Dari kota Mataram, anda dapat naik angkutan umum tujuan Taliwang. Atau jika anda ingin bersantai, naiklah kendaraan pribadi. Jangan takut, perjalanan menyebrang pulau tidaklah memerlukan kendaraan berdaya tinggi. Aku sendiri hanya menggunakan sebuah kendaraan merah tua si Honda 70.

80 km menjauh menuju timur dari Mataram, anda akan dihadang petugas penyobek karcis kapal Ferry di pelabuhan Labuhan Lombok. Sedangkan perjalanan dengan Ferry setidaknya harus menempuh waktu kurang lebih 2 jam untuk menempuh selat Alas, dan itu biasanya adalah yang paling lama. Ferry kemudian merapat di pelabuhan Poto Tano, Sumbawa. Dari Poto Tano, anda kemudian berjalan ke selatan, mengikuti plang penunjuk arah menuju Taliwang yang kurang lebih berjarak 30 km.

Setelah tiba di Taliwang, tanyalah pada orang - orang, "arah ke Labuhan Balat". Arah tersebut sama persisnya jika anda juga berencana melaju menuju Tambang Newmont. Dari Taliwang sendiri, Labuhan Balat hanya cukup ditempuh sekitar 15 menit.

Labuhan Balat sendiri (kata orang) merupakan mantan pelabuhan tradisional zaman lampau. Terlindung dari kerasnya ombak selat Alas oleh semanjung tebing yang menjorok, dan memiliki view deretan pegunungan yang rapi jika anda berpaling menuju arah timur.





/ 2010-02-14

LOMBOK TRIP : TANJUNG AN BEACH

Ngiler versi lain.

Aku datang lagi. Walaupun sudah berlabuh kembali di kota Jogjakarta, tapi aku akan tetap membagian secuil kenangan dari mata kamera yang sempat terekam. Menyambung posting kemarin tentang MAWUN BEACH, Tanjung An merupakan bagian dari eksotis pantai selatan Lombok. Berbeda dengan Mawun, Tanjung An merupakan sebuah pantai dengan garis pantai cukup panjang. Namun, pantai ini tidak serta merta merupakan sebuah garis puith yang panjang, melainkan tampak sepeti gugusan pantai - pantai yang dipisahkan oleh beberapa semanjung kecil. Aku tidak begitu paham ada berapa deretan pantai yang ada di lingkungan ini, namun bagi anda yang punya waktu luang, satu pantai rasanya tidaklah cukup.

Jarak tempuh dapat diasumsikan sama dengan Mawun, yakni berkisar 2 - 2,5 jam perjalanan dari pusat kota Mataram. Sangat baik jika berpegian sejak pagi hari karena pepohonan yang terdapat di sekitarnya akan memantulkan kembali cahaya kekuning - kuningan dan itu merupakan sebuah semburat yang indah.

SARAN : BAWALAH PERSEDIAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG CUKUP. Pantai ini memang belum begitu terjamah sehingga pedagang belum begitu tampak.

Enjoy the picture!




Kami (aku dan dia) juga membuat sebuah kenangan. Ssstt! Bayangkan, anda dan pasangan anda berada di bukit hijau itu (gambar yang ada banyak orangnya). Batu yang menjorok ke laut, dan memisahkan dua buah pantai. Dan disanalah anda mengikrarkan cinta abadi anda. Didampingi pantai cantik nan indah. Sunyi dan hanya disaksikan oleh ombak yang menghantam karang dibawahnya.

*itulah yang akan aku lakukan kelak.

/ 2010-02-02

LOMBOK TRIP : MAWUN BEACH

Ngiler versi tiga!

Maaf cukup lama tidak menampakkan sebatang URL kakve-santi.blogspot.com. Mengingat semakin tipisnya waktuku di tanah kelahiran ini, dan mengingat kantong pembasmi rindu ku yang masih belum penuh, maka untuk beberapa saat aku mesti bermadu kasih di rumah sang tercinta. He-He-He.

Ini dia Si Mawun. Sebuah pantai yang masih bersaudara cukup dekat dengan si Kute (Lombok). Arahnya sama persis, menuju selatan Lombok. Hanya saja, ketika bertemu dengan perempatan di ujung Kute, roda depan kendaraan anda mesti menyerong ke kanan untuk menempuh jalan Kute-Mawun. Jalannya tidak terlalu menggembirakan. Namun pemandangan eksotis kemudian disuguhkan sepanjang perjalanan. Mulai dari deretan bukit yang masih perawan, hingga pemandangan pasir putih milik pantai Kute yang tergambar baik dari atas.


Mawun (atau Kute) merupakan daerah wisata potensial dengan waktu tempuh sekitar dua jam dari kota Mataram. Suasana yang tak jauh berbeda jika dibandingkan pantai - pantai yang ada di Gunung Kidul : panas dan berbukit. Namun, bukan bukit kapur dan tidak gersang.



Mawun berpasir putih. Pantai ini berbentuk teluk sehingga ombak yang diciptakan tidak sederas ombak pantai selatan lainnya. Tidak didominasi oleh karang, sehingga anda dapat berenang. Di pucuk - pucuk semenanjung terdapat bukit - bukit kecil yang dapat dijangkau meskipun tidak ada jalur pendakian.


SARAN : Bawa air minum yang banyak. Bawa bekal yang cukup. Dan bawa kamera yang bagus.

/ 2010-01-29

LOMBOK TRIP : SENDANG GILE WATERFALL

Ngiler versi dua!

Baiklah. Mari saatnya air liur disedot sedalam - dalamnya. Mata dibelalakkan secara sempurna, dan dompet dibuka lebar - lebar agar masalah pendanaan bukan problem yang berarti. Mari membuka kembali peta geografi yang mungkin tidak pernah tersentuh lagi sejak SD dahulu. Tanyakan padanya : di manakah posisi Sendang Gile.. ?

Gile (pelafalan E mengacu pada mengucapan E pada kata DELIMA). Yap, sedikit banyak masih mengandung makna "gila". Gila, betapa nikmatnya jika rumah kita selalu menghadap pada air yang tak sabar menghantam bebatuan itu. Gila, pemandangan ini terlalu elok untuk dibungkus dimasukkan ke dalam album kenangan, mata kamera tidak mampu mencintrakan betapa lembutnya hempasan air dan betapa sejuknya iklim kaki gunung Rinjani itu.



Sendang Gile. Suatu fenomena yang berjarak sekitar 80-an kilometer menuju pucuk utara pulau Lombok. Jikalau anda memang rencana "piknik", maka jarak itu cukuplah hanya ditempuh dalam 2 (dua) jam dari pusat kota Mataram. Setiba di loket masuk, stamina anda akan ditantang untuk mengarungi deretan anak tangga yang kisarannya ribuan. Naik sedikit, kemudian turun, mengikuti lekuk perbukitan.


SARAN : Bawalah bekal yang cukup, terutama air minum. Sebab di sana sulit didapati pedagang. Karena jikalaupun ada, harganya tentu menjadi "harga gunung". Naik motor atau mobil adalah sama saja. Tidak perlu cemas, deretan panorama lain dalam perjalanan siap mengusir kebosanan anda.


/ 2010-01-27

LOMBOK TRIP : SENGGIGI BEACH

Ngiler!

Sebelumnya aku harus meminta maaf untuk dua hal kepada pembaca artikel ini. Yang pertama, aku harus benar - benar minta maaf sebab kebanyakan isi dari artikel ini adalah gambar. Yang kedua, mohon maaf bagi kawan - kawan yang sudah melihat gambar. Maaf sudah membuat ngiler. Mari melancong!.

Pantai Senggigi. Siapa yang tidak kenal. Boleh jadi inilah yang sering disebut - sebut orang selain Kuta (Bali), yang berjarak tempuh setengah jam dari pusat kota Mataram. Dari Mataram, anda berjalan saja terus ke arah utara, dapat melewati Ampenan atau juga Gunung Sari. Saranku: naik kendaraan pribadi. Mengapa? Karena sebelum ataupun setelah Senggigi nanti banyak sekali tempat yang tidak kalah menarik untuk disinggahi sejenak. Kebanyakan tempat itu berada persis di tepi jalan.

Pesan : Hati - Hati. Banyak Jurang. Jurang yang face-to-face dengan air laut.

Mari Langsung ke foto.

1. Terlihat pada gambar, di seberang sana terlihat pulau Bali. Sebagai info saja: kata orang, dari pulau Bali sendiri, pulau Lombok justru tidak terlihat. Info lain : kalau mau sunset terspektakuler, datang saja ke Lombok kisaran Bulan April-Juni. Karena Matahari persis tenggelam disekitar Gunung Agung. Luar biasanya jingganya!.

2. Yang suka menyendiri : kadang - kadang Senggigi juga bisa menjadi tempat yang cocok untuk relaksasi dalam kesendirian. He-he-he.

3. Ini dia, ujung - ujung pulau yang menjorok ke laut. Indah bukan ?

4. Silau.

5. Ini kolam atau laut. Betapa tenangnya.

6. Hmm. Setelah berenang, makan sate Bulayak dulu, khas dari LOMBOK!

7. Sudah makan, sudah berenang. Main kano, kenapa tidak..?


Mungkin ini secuil saja dari apa yang digembar - gemborkan orang sebagai Senggigi. Mata kameraku memanglah terbatas, tapi mata anda akan memandang bebas. VISIT LOMBOK!.

Oh ya, aku kasih oleh - oleh kecil. Ini ada wallpaper untuk Kompi khusus Gambar 1. MARI DONWLOAD.

/ 2009-11-28

OLEH - OLEH DARI TEMPAT GOROK

Idul Qurban ketiga dimana aku tidak berada dirumah.

Aku tidak akan membagikan daging beraromakan kambing secara gratis. Atau tidak juga memberi daging matang, baik yang ditusuk maupun digodok dalam nikmatnya kaldu gulai. Aku sendiri hanya kebagian semangkuk tongseng jatah makan siang bersama dedengkot - dedengkot desa yang keluar rumah bersama pisau mereka.

Masih seperti kemarin, aku dipekerjakan sebagai pengumpul daging. Pisau pengupas mangga itu membuat rekahan antara tulang dan liatnya daging. Setelah diberi beberapa sayatan silang, maka tulang paha itu botak tanpa dihinggapi daging lagi. Sangat menggemberikan, karena pelajaran "bagaimana membedah kambing" tidak ada di dalam silabus ilmu teknik.