SEBELUM TIDUR

Tidur, posisi dimana kita masih hidup namun terbius ke dalam dunia mimpi. Mau ada ular kek, mau banjir se-mata kaki kek, atau mau rumah tetangga kebakaran, kalo sudah terpejam semua urusan dinomer dua-kan.

Pasang Alarm
..jam 2 dini hari
*piring jatuh!!
*ember kesenggol!!
*piring jatuh lagi!!
*piring jatuh untuk kesekian kali!!
saya dan tongkat bisbol : "..siapa disana..??!"
meong : "..kuuucccciiiiinnggg..." (sudah jelas itu maling)

Sediakan Senter
Pett!! Listrik mati dan bumi sedang bergoncang hebat. Anda mau kemana? *panik

Sediakan Handphone
*krrringg! ".. pak, pak, tolong pak .. rumah saya diincer maling, pak.. panggil polisi, pak.. kabel telpon saya diputus.." catatan : lah! kenapa gak langsung nelpon pulisi aja sekalian.

Letakkan Jam Wekker di Luar Jangkauan
".. pak jam wekkernya ditaro dimana?"
" di brankas, biar kalo mau matiin mikir dulu kombinasinya apa.."
*masalah

Mematikan kompor
pak lurah : ".. ibu - ibu, kalo malem jangan lupa matikan kompor... kalau lupa, yang mati ya ibunya sendiri.."
Ibu - ibunya sudah menggenggam teflon. Hidung mereka mendengus.

Sediakan Air Putih
"..arrrgghh!!!"
"pak! kenapa pak ?! mimpi buruk lagi pak ?!.."
si bapak masih terhengah - hengah
"minum dulu pak.."
"hah?!"
"minum.. minum.. bapak mimpi apa lagi?"
"saya mimpi kebanyakan minum!"

Kita pasti butuh tidur. Tetapi kita tetap wajib untuk waspada.



[..]


SAJAK : RINDU DERAS

rindu deras

(I)
bersama
lancipnya hujan menukik di selasar
rindu turun deras
dan aku harus mencintaimu

(II)
di luar sana angin sudah tidak ramah
menggoyangkan hati yang semula kokoh menjadi rapuh
dan hujan berdentum - dentum menghantam dinding jiwa

rindu terkoyak menjadi remah
sudah terelanjur leleh terhempas; lantas luluh
malam menebalkan bayangmu pada secarik nafas, adinda

(III)
aku sudah membendung rindu
ini terlalu lama bahkan ketika
awan mendung terasa begitu
pekat hinggap di tepian
kamar lantas berbisik maukah
aku hadirkan hujan untuk
menemani rindumu yang tengah
kesepian?

(IV)
sudah sewindu
aku dihujani rindu
dan rintik - rintik bayangmu
oh
bukankah rindu ini menyenangkan
membayangkan dirimu dalam dekapan
dan keluh kesahmu pada senyuman

ataukah hanya aku
terlanjur larut pada rindu
tiada kunjung usai

pada bulir - bulir hujan ku sematkan rindu ini

Mataram, 21 November 2012.
Selepas pulang kantor.


Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi [..]


KENCAN DI MALAM SABTU

Klasik, jika kita memperdebatkan soal malam minggu. Saya yakin sudah banyak PNS yang libur di hari sabtu. Begitu juga mahasiswa maha-sibuk. Tapi tidak bagi sebagian besar kalangan kaum muda yang masih terjebak dibalik seragam abu - abu.

Pergi Nonton
"dek, nonton yuk.."
sampai di suatu tempat
"lho, yank? kok ke warnet?"
"kita nonton di youtube aja .."
*cowok kere

Pergi Makan Murah
Di warung tenda pecel lele. Pesanan datang, banci menyelinap disela - sela pengunjung. Si Laki sudah gelisah. Langsung bangun sambil membawa alat musik.
"mau ke mana yank?!"
"akyu udah gak tahan, ciinnn.."
*cowok bermasalah

Pergi Makan Mahal
Si Laki meraba - raba pantatnya.
"ee..dek, dompetku mana ya?"
*cowok kantong bolong

Pergi Nongkrong di Taman Kota
Malam baru saja datang. Suasana jadi remang - remang.
"dek, lihat ke situ deh.."
"ada apa yank?" (sumingrah)
"ada cewek cantik .."
*cowok matanya kelilipan sepatu

Pergi ke Rumah Calon Mertua
SMS : 'dek, aku gak jadi datang ya.. bapakmu sudah duduk di luar dari tadi..'
*cowok buronan

Cinta memang harus dicari. Tentu butuh usaha. [..]


AKU ADALAH KETUA KPK (?)

Menikmati berita yang bersangkut paut tentang KPK hampir seperti menonton pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid yang harus berakhir dengan adu penalti. Penuh ketegangan. Intriknya pun masih penuh dengan misteri; mau dibawa kemana? siapakah yang akan membuat gol terlebih dahulu?
 
Semua orang ingin korupsi, tetapi tidak satu orangpun ingin menjadi koruptor!


Inilah statment yang sangat sulit untuk dipatahkan. Semua orang ingin memperkaya diri, tetapi tidak satu orangpun ini dicap sebagai penjahat.

Saya adalah ketua KPK di keluarga saya sendiri. Mengakarkan nilai – nilai luhur pada generasi terdekat, menamkan moral, serta kejujuran dalam mengarungi detik – detik waktu dan kehidupan kepada sanak famili. Entah bagaimana sesaknya ruang di dada apabila seorang ibu ataupun bapak mengetahui anaknya harus menginap di balik dinding hotel prodeo akibat salah asuh; serakah dengan mengambil apa yang bukan menjadi hak miliknya. Masih adakah murka orang tua ketika mengetahui anaknya mengacak – acak kesejahteraan sebuah negeri yang ia sendiri sedang menginjaknya.

Tidak perlu bermimpi untuk duduk di empuknya kursi ketua KPK di Jakarta sana. Yuk, kita duduk manis, kembali berbicara dari hati ke hati kepada sang buah hati bahwa kejujuran adalah tiang pancang dari sebuah kehidupan.

Bangsa ini pernah berjaya menjadi bangsa pedagang yang sukses karena berlandaskan semangat gotong royong dan jiwa yang besar untuk selalu jujur.

#Jujur : beratnya dimana sih?


Artikel ini terbit untuk mendukung sebuah klub yang bernama KPK agar terus menciptakan gol – gol cantik ke gawang para koruptor. Dukung Pemberantasan Korupsi!

http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/716/Affan%20Ibnu%20Rahmadi.html
[..]


WORK OF HEAVEN

Job
Persis pada tanggal 15 September tahun ini saya menandatangi sebuah kertas kontrak kerja berjangka satu tahun di sebuah perusahaan rokok muliti nasional dengan brand - brand yang sudah tidak asing ditelinga para smoker.

Artinya saya sudah tidak lagi menjadi seorang 'penganggur'.

Jam Kerja
Sibuk. Sebuah kata yang selalu menjadi tameng pamungkas bagi seorang pekerja jika ia tidak ingin melakukan pekerjaan secara paralel. Mula - mula, saya yang berstatus penganggur memiliki 100 % waktu saya free tanpa hambatan untuk wira-wiri secara tidak beraturan. Dan sekarang, saya harus akui, kertas kontrak itu menjadi sekat antara kebebasan dan duduk di atas kursi kantor.

Tentu saja, saya harus profesional.


Saya dan pekerjaan saya

Separuh aku
Dunia tulis menulis, dunia tarik kata - kata, bagi saya adalah suatu panggilan hati. 'Jarang - jarang lho, ada yang mau menuangkan ide secara murni'.

Terkekang dibalik tembok kantor membuat saya kembali berpikir untuk mengepakkan sayap kembali kepada secarik aplikasi notepad di komputer saya. Jemari saya sudah rindu mencumbui huruf - huruf diatas papan ketik; menari kembali.

Dan saya juga masih ingin cuap - cuap.

Aktif mode : on
'Lho, memangnya saya kemarin tidak aktif?'
Ah! Ini hanya pertanyaan retorika. Tentu saja, saya masih aktif, hanya intensitasnya yang impoten.

Dan terakhir saya mau mengucapkan :
Halo! Apa kabar. Sudah lama kita tidak berjumpa. [..]