RADIO BARU

"ssssssshhhhhhh......!" begitu kata radio itu termenung.

Kamar baru ini tidak menawarkan sesuatu yang dinamis. Tidak ada internet, tidak ada tayangan berita, bahkan tidak ada siaran radio. Bayangkan saja, hidup tanpa sesuatu yang dinamis akan membunuh anda pelan - pelan. Anda serasa hidup di dalam rongsokan pesawat yang jatuh di dalam hutan. Anda hanya akan keluar pesawat ketika : perasaan lapar itu datang, panggilan alam untuk buang hajat, atau anda akan belajar memahami cara berburu.

Begitu pula yang terjadi disini.

Memang aku punya Laptop. Tetap saja, laptop bukanlah barang yang "terlalu" dinamis. Ia akan dinamis jika ia diberikan sebuah koneksi penghubung menuju jaringan internet.

Solusi yang paling murah adalah radio, dan aku memang pecinta radio. Perhatikan baik - baik. RADIO OLD SCHOOL!


Aku hanya bertanya demikian : MANA ADA PEMUDA HARI GINI YANG MASIH PEDULI DENGAN RADIO, HANYA SEBATAS RADIO TANPA ADA TAPE-NYA, YANG BERBUNYI "SSSSSHHHH...SSSSHHHH.." DI DAERAH KOSONG ANTAR STASIUN RADIONYA, YANG HARUS MEMUTAR - MUTAR TUNING FM, DAN KETIKA MENEMUKAN BON JOVI BERKUMANDANG MAKA TIDAK ADA SATUPUN FREKUENSI BASS YANG IA DENGAR ?

*maaf, tapi ini hanya soal selera. Aku suka klasik. Aku suka Honda70. Aku suka radio yang diputar - putar itu. Aku juga Tape Deck dengan dua buah speakernya yang besar - besar itu. Aku juga suka Bee Gees.

Sedikit saran dariku : mendengarkan lagu lewat radio adalah LEGAL. Ketimbang anda men-download ILEGAL. Apalagi sampai harus membeli barang BAJAKAN. Lagu - lagu yang ada di radio juga termasuk terselektif. Tidak seperti acara - acara televisi yang menyajikan sensasi live padahal palsu terlebih lagu - lagunya tidak bermutu.
[..]


LOMBOK TRIP : POTOBATU BEACH [EXTRA TRIP TO TALIWANG]

Ngiler berujung tangis.

Ini ngiler terakhir yang dapat aku buat periode ini. Trip to Taliwang. Posting terakhir dari perjalanan di suatu pulau yang disebut Sumbawa. Walau hanya berjumlah dua biji, namun bukan berarti tanah Samawa tidak menyimpan eksotis yang lain. Mungkin, jika aku diberikan waktu yang lebih dan tentunya ekstra sokongan isi dompet, kamera itu akan sesak gambar - gambar seksi alam Sumbawa.

Potobatu. Dari Taliwang, setelah melaju menuju Labuhan Balat, maka anda tinggal menikung ke selatan pada percabangan antara Labuhan Balat dan arah menuju Maluk/Jereweh. Hanya 15 menit dari tikungan itu, anda akan disuguhkan sebuah batu karang yang menjulang laksana bukit di bibir pantai Potobatu. Belum lagi ombak yang berkejaran menghempar menuju pasir yang sedikit basah itu.

Sekali tidak ada retribusi. Alam liar nan seksi ini dibiarkan saja berada di tepi jalan. Siapa yang tidak girang!.





Inilah akhir perjalanan indahku di provinsi NUSA TENGGARA BARAT. Bagiku, tak perlu ke Hawaii, tidak perlu ke Phuket. Di sini, mata akan dibelai. Bidik kamera anda akan orgasme. Dan anda tidak akan letih mengatakan : ckckckckckck.

Senang bisa berbagi gambar pose menantang si alam yang bugil ini.

Pikiranku kini telah kembali masuk pada perbatasan Jogja. Tapi, guratan - guratan kenangan ini tapi tetap akan mengudara.
[..]


LOMBOK TRIP : LABUHAN BALAT [EKSTRA TRIP TO TALIWANG]

Sebuah perjalanan ekstra.

Bagi orang yang sudah terlanjur bersandar di Pulau Lombok, tidak ada salahnya untuk menyebrang sedikit ke tanah yang ada di seberang timur pulau pedas itu. Ada sebuah pulau yang disebut Sumbawa, lekat sekali dengan kata kuda. Kuda Sumbawa, susu kuda liar. Begitu pula dengan yang ada disana, masih belum terjamah namun tidak terlalu liar.

Taliwang sendiri merupakan sebuah ibukota kabupaten yang baru mekar di bagian barat pulau tersebut, Kabupaten Sumbawa Barat. Tempat dimana tambang emas besar Newmont berada. Tempat dimana pemandangan eksotis itu berada, dan tempat dimana keindahan itu dibiarkan saja mengumbar dirinya secara alami.

Dari kota Mataram, anda dapat naik angkutan umum tujuan Taliwang. Atau jika anda ingin bersantai, naiklah kendaraan pribadi. Jangan takut, perjalanan menyebrang pulau tidaklah memerlukan kendaraan berdaya tinggi. Aku sendiri hanya menggunakan sebuah kendaraan merah tua si Honda 70.

80 km menjauh menuju timur dari Mataram, anda akan dihadang petugas penyobek karcis kapal Ferry di pelabuhan Labuhan Lombok. Sedangkan perjalanan dengan Ferry setidaknya harus menempuh waktu kurang lebih 2 jam untuk menempuh selat Alas, dan itu biasanya adalah yang paling lama. Ferry kemudian merapat di pelabuhan Poto Tano, Sumbawa. Dari Poto Tano, anda kemudian berjalan ke selatan, mengikuti plang penunjuk arah menuju Taliwang yang kurang lebih berjarak 30 km.

Setelah tiba di Taliwang, tanyalah pada orang - orang, "arah ke Labuhan Balat". Arah tersebut sama persisnya jika anda juga berencana melaju menuju Tambang Newmont. Dari Taliwang sendiri, Labuhan Balat hanya cukup ditempuh sekitar 15 menit.

Labuhan Balat sendiri (kata orang) merupakan mantan pelabuhan tradisional zaman lampau. Terlindung dari kerasnya ombak selat Alas oleh semanjung tebing yang menjorok, dan memiliki view deretan pegunungan yang rapi jika anda berpaling menuju arah timur.





[..]


LOMBOK TRIP : TANJUNG AN BEACH

Ngiler versi lain.

Aku datang lagi. Walaupun sudah berlabuh kembali di kota Jogjakarta, tapi aku akan tetap membagian secuil kenangan dari mata kamera yang sempat terekam. Menyambung posting kemarin tentang MAWUN BEACH, Tanjung An merupakan bagian dari eksotis pantai selatan Lombok. Berbeda dengan Mawun, Tanjung An merupakan sebuah pantai dengan garis pantai cukup panjang. Namun, pantai ini tidak serta merta merupakan sebuah garis puith yang panjang, melainkan tampak sepeti gugusan pantai - pantai yang dipisahkan oleh beberapa semanjung kecil. Aku tidak begitu paham ada berapa deretan pantai yang ada di lingkungan ini, namun bagi anda yang punya waktu luang, satu pantai rasanya tidaklah cukup.

Jarak tempuh dapat diasumsikan sama dengan Mawun, yakni berkisar 2 - 2,5 jam perjalanan dari pusat kota Mataram. Sangat baik jika berpegian sejak pagi hari karena pepohonan yang terdapat di sekitarnya akan memantulkan kembali cahaya kekuning - kuningan dan itu merupakan sebuah semburat yang indah.

SARAN : BAWALAH PERSEDIAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG CUKUP. Pantai ini memang belum begitu terjamah sehingga pedagang belum begitu tampak.

Enjoy the picture!




Kami (aku dan dia) juga membuat sebuah kenangan. Ssstt! Bayangkan, anda dan pasangan anda berada di bukit hijau itu (gambar yang ada banyak orangnya). Batu yang menjorok ke laut, dan memisahkan dua buah pantai. Dan disanalah anda mengikrarkan cinta abadi anda. Didampingi pantai cantik nan indah. Sunyi dan hanya disaksikan oleh ombak yang menghantam karang dibawahnya.

*itulah yang akan aku lakukan kelak.
[..]


AKHIR TRIP, BUKAN AKHIR CERITA

Trip boleh berakhir, tapi aku tidak akan berhenti untuk bercerita.

Petualanganku di kota kelahiranku bolehlah berakhir. Lambat laun, perjalanan ini pun akan segera diakhiri. Cepat atau lambat, ketika matahari mulai terbenam dan pintu bandara mulai terbuka, angin itu berhembus terlalu kencang, membuat tiket ku berhamburan ingin mencuat dari jepitan jemari.

Aku akui, tiga minggu ini adalah tiga minggu yang paling berkesan dari apa yang telah aku buat. Padat sekali, sampai - sampai aku dimabuk negitu banyak postingan tentang luar biasanya alam yang ditawarkan oleh tanah Lombok. Pantai, gunung, semburat matahari yang berkilau dan sentuhan hijaunya deretan gunung, begitu menggugah naruli seorang yang haus akan pengalaman petualangan masa lalu.

*
Pesawat Lion air itu menghujam langit utara dengan lembut. Sayapnya bergetar ketika gunung Rinjani sayup - sayup tergambar dibalik kaca pesawat. Lembut sekali awan - awan itu membelai pucuk tertinggi di pinggiran lembah puncak tertinggi di Lombok itu. Lalu muncul semburat hijau dikelilingi pasir putih ala pulau - pulau kecil, alias Gili.

Lalu pesawat memasuki langit yang kelam akibat dibalut awan pekat yang mulai menghitam dan membikin pesawat lebih mendengung.

*
(Ini bagian dimana kau menulis kembali setelah hampir enam hari tidak menulis.)
Enam hari tidak menulis rasanya seperti ada yang mengacau di sudut kamar. Uhm. Soal kamar rasanya cukup perlu kita bahas, sebab kamar ini, yang redup dibawah lampu Pilip 8 watt akan berganti empunya. Dapat aku katakan, ini adalah sepenggal kisah terakhir dikamar yang dindingnya mulai menguning ini. Dan ketika aku mencabut kertas jadwal tanggal di tembok itu, tampaknya dinding kapur ini sudah mulai belang dan perlu didempul ulang.

Kamar ini harus aku tinggalkan, bukan karena aku telah dapat kamar (berbayar) yang baru, namun karena tuntutan moral.

PERTANYAAN MORAL : BAGAIMANA RASANYA ANDA (YANG MASIH MEMBUJANG TAPI SUDAH PUNYA RENCANA PANJANG UNTUK BERSETATUS KAWIN) TINGGAL SERUMAH DENGAN ORANG YANG BARU SAJA MELANGSUNGKAN RESEPSI PERNIKAHANNYA.

Maaf, ini perkara mupeng dan perkara ketika "anda keluar kamar dan melihat mereka berdua yang sedang ditonton televisi sedang asik melakukan percumbuan". Ini perkara serba salah, dan aku tidak akan memperpanjang rasa bersalah itu.

Ini memang akhir trip dan awal dari cerita. Ini juga akhir dari pendudukan sebuah kamar dan awal dari penjajahan dikamar (yang berbayar) baru.
[..]


PERPISAHAN

(1)
Aku duduk di bangku reuni
dekat jendela
dekat cakrawala
meneguk semangkuk kecup
menegak sebatang kisah lama
mengapa engkau lekas melabuh
di saat akhir suatu jumpa?

(2)
Remang - remang di geladak kapal
aku hanya tahu kau melambai
di dermaga hati

(3)
Aku tidak tahu
biduk mana yang akan hanyut
dimana aku turut
kapan akan masuk kabut

aku juga tidak tahu
bilamana aku duduk bersila
tanpa menyeka mata
saling berebut tawa

(4)
Angin bikin rambutku terurai
aku bikin tawa itu sejenak tak berderai
aku tahu, badai ini belum usai

(5)
Apakah yang salah dari sebuah perpisahan?
bukankan itu adalah jumpa yang tertunda?
atau hanya pembikin rindu yang membara semata

tiada risau
tiada galau
Tunggu aku berlabuh kembali

____________________________________________
Kapal terbang itu akan membumbung menembus angkasa sore ini. Menukik tajam membelah tangis di dermaga kota Mataram. Kota Mataram sudah membiusku sejak tiga minggu yang lalu. Aku harap, biusan itu tetap akan membaur untuk dua puluh delapan pekan kedepan.

Aku akan menyusuri kota mimpi diseberang sana. Kota mimpi, bukanlah berisi orang - orang yang bermimpi tinggi. Melainkan kota yang hanya aku anggap sebuah bunga tidur semata.

Aku sedang on the way in LOMBOK - JOGJA.
[..]


LOMBOK TRIP : MAWUN BEACH

Ngiler versi tiga!

Maaf cukup lama tidak menampakkan sebatang URL kakve-santi.blogspot.com. Mengingat semakin tipisnya waktuku di tanah kelahiran ini, dan mengingat kantong pembasmi rindu ku yang masih belum penuh, maka untuk beberapa saat aku mesti bermadu kasih di rumah sang tercinta. He-He-He.

Ini dia Si Mawun. Sebuah pantai yang masih bersaudara cukup dekat dengan si Kute (Lombok). Arahnya sama persis, menuju selatan Lombok. Hanya saja, ketika bertemu dengan perempatan di ujung Kute, roda depan kendaraan anda mesti menyerong ke kanan untuk menempuh jalan Kute-Mawun. Jalannya tidak terlalu menggembirakan. Namun pemandangan eksotis kemudian disuguhkan sepanjang perjalanan. Mulai dari deretan bukit yang masih perawan, hingga pemandangan pasir putih milik pantai Kute yang tergambar baik dari atas.


Mawun (atau Kute) merupakan daerah wisata potensial dengan waktu tempuh sekitar dua jam dari kota Mataram. Suasana yang tak jauh berbeda jika dibandingkan pantai - pantai yang ada di Gunung Kidul : panas dan berbukit. Namun, bukan bukit kapur dan tidak gersang.




Mawun berpasir putih. Pantai ini berbentuk teluk sehingga ombak yang diciptakan tidak sederas ombak pantai selatan lainnya. Tidak didominasi oleh karang, sehingga anda dapat berenang. Di pucuk - pucuk semenanjung terdapat bukit - bukit kecil yang dapat dijangkau meskipun tidak ada jalur pendakian.


SARAN : Bawa air minum yang banyak. Bawa bekal yang cukup. Dan bawa kamera yang bagus.
[..]