APA GUNA PASANG IKLAN

Pasang iklan tiada guna.

Udah gak ada semangat lagi untuk mejeng - mejengin iklan di halaman blog. Satu semester sudah pasang, eh, gak ada perubahan yang berarti dari angka - angka saldo iklan PTC maupun yang bergenre refferal. Adspeedy udah ku copot. AdsenseCamp tinggal kotak kecil berisi link refferal. Beberapa PTC internasional, macam Adbrite, atau LinkRefferal udah tinggal kenangan.

Jujur saja, semakin banyak itu iklan, semakin berat pula loadingnya. Aku juga mencoba menghindari beberapa javascrip yang sudah lumayan populer di kalangan blogger. Misalnya, script dari KENDHI, atau mungkin OOM (yang dari OOM lebih aku suka, karena sudah mempertimbangkan penggunaan bandwith).

Lagi - lagi masalah iklan. Ada satu hal yang bisa kita pertimbangkan. Facebook untuk Facebook. Friendster untuk Friendster. Orang - orang di Facebook hanya bisa berkomunikasi jika punya Facebook dan terhubung. Blog?. Hanya blogwalkinglah yang menghubungkan mereka. Artinya, sebagian besar pengunjung blog adalah kalangan blogger itu sendiri, artinya sama - sama orang yang PASANG IKLAN, artinya lagi, sesama pemasang iklan mana sudi untuk meng-klik iklan orang (ia sendiri punya iklan yang belum di-klik).

Kecuali, blog - blog tutorial untuk blogger awam (apaan tuh, klik aja-begitu pikirnya), atau web - web terkenal seperti Koran, Selebritas, Tekno, ya berbagai macam web lainnya yang (harus) mayoritas pengaksesnya adalah orang awam.

Soh, biarlah kata orang blog ini miskin iklan. Tak apa, yang penting, tetap melaju, tetap ada pengunjungnya, dan (sapa tau) bisa turut serta menjadi salah satu roda - roda perubahan (opo kui!).
[..]


METAMORFOSA

Ketika jarum detik itu lewat di satu angka, yang lewat cukup disimpan dalam memori.

Jogja, 20 September.

#Kemarin :Baru saja jarum menit itu terhempas di angka 38, dan azan terpapar ke penjuru kampung. Orang - orang sudah ada yang curi start dengan takbir keras - keras (duluan). Tiada lagi shalat delapan rakaat itu. Cepat sekali mereka berkelakuan aneh: tidak lagi shalat teraweh dalam kurun waktu 24 Jam!

#Kemarin :Aku ngobrol dengan kawan mesjid (lewat chat pesbuk) yang mudik dari perantauannya di Surabaya. Beberapa kawan yang seangkatan dengannya (angkatan baru, baru saja mengecap bangku kuliah, lebaran pertama mereka sebagai penyandang status mahasiswa) tidak turut mudik. Lenganglah mesjid itu, hanya tinggal memoar indah dimana kami pernah bikin mesjid itu bangga dengan kisruhnya kami.

#Hari ini :Dimana waktu bergulir, detik sudah mulai meninggalkan angka dua, sajadah telah terhampar. Gak ada yang spesial, aku gak mau takbir kecang - kecang. Sudah mau luber bintik di balik kelopak mata ini. Gak ada bapak di samping, gak ada adik di sisi yang satunya. Cepatlah berlalu!
[..]


SUWUNG

Beginilah mata seorang yang memandang tanah rantau.

#be-te-we. Ini gambar aku bikin sendiri pake Paint, hehe.

Mula - mula, meluruskan pendapat dulu, dimana aku bukan mau promosi blognya Mas Soewoeng lho. Tapi rasanya enak kalau kata ini digunakan untuk menilisik beberapa ketidak-adaan yang sedang berlangsung. Ya harap maklum, tanah UGM, adalah tanah orang Indonesia juga. Harap maklum kalau bukan main sepinya ketika detik - detik lebaran akan menjelang.

Aku sedang menikmati masa - masa heningnya suasana kampus. Tanpa hingar bingar orang yang lalu lalang memanggil kawannya sembari berseru : Hei, liat tugas termo-mu dong!. Atau ada beberapa orang berjas rapi, sembari mengipas area lehernya yang sudah banjir sebelum bertempur dalam pendadaran. Atau yang satu ini : tidak ada orang mengantri di depan ruang SekJur untuk meminta A-Ce-Ce pengajuan berasiswa.

Oh, tidak pulang lagi. Bukan berarti aku akan mati, bukan begitu?. Hanya saja, nasib sedang tergores ke arah yang lain : penghematan.

__________________________________________________
Hei, dari pada kita bersedih, ayok kita main MAFIA WARS! Aku dah lepel 22 nih, join - join gitu, kita acak - acak Klan-nya orang. Ha-ha-ha (tertawanya orang kecanduan barang baru).
[..]


GODTOWER GAME

Ha-ha-ha. Ada permainan baru yang mau di utak-utik. GODTOWER.

Main - main ke kampus sore tadi, malah disuguhi permaianan onlen baru. Barangkali kawan - kawan dah pada tau, Godtower.com, sebuah web yang aneh, yang bikin kita pusing kalo gak punya modal IQ tinggi. Yang pengen coba silahkan main, hehe.

Game yang penuh dengan liku, game yang penuh dengan hal - hal yang tidak terduga. Ah, pokoknya maknyus dah. Siap - siap saja, anda akan diajak Gugeling, menelurusi berbagai belahan dunia, muter - muter menjadi seorang pemburu harta karun. Game yang penuh liku, penuh dengan segala seuatu yang tersembunyi. Bagi anda yang cepet nyerah, terus nyari jawaban password di Gugel, mending gak usah ikutan. :].

Siap? Masuk aja ke Godtower, dimana anda akan menemukan sesuatu yang baru dari sisi lain dunia, memasuki sisi lain dari diri anda, dan akan membuat isi otak anda hanya sebuah cuil kecil belaka.

Enaknya sih dikerjain bareng, coz kalo sendiri, kemungkinan yang anda temukan hanyalah : buntu. Hehe. Saling sharing, saling isi, dimana ide gagasan akan saling beradu, dan anda akan memasuki level selanjutnya.
[..]


090909

Spesial, adanya hanya hari ini.

Mumpung belum posting apa - apa nih. Cuma mau bilang, ada apa dengan deretan angka 0 dan 9 ini. Bah, datangnya hanya sekali seumur hidup mungkin. Mungkin akan datang lagi kalo aku sudah berkalang tanah, jadi mumpung belum, mari nikmati deratan angka 0 dan sembilan, yang hanya akan muncul dalam semenit, yakni menit kesembilan, rasanya susah jika dipaksa mendekati detik sembilan.

[..]


EH, KETEMU . . .

Bongkar - bongkar MP3 yang kubeli setengah dekade lalu, eh ketemu kaya ginian.

Terdapat beberapa bundel MP3 yang cukup berat tersembunyi di balik rak yang berdebu. Aku ingat, tempat berbentuk agak kotak itu aku beli dulu, jauh sebelum aku terpikir untuk berkuliah di Jogja. Sret!. Dan rasanya kaset bundar itu ingin meloncat keluar.

Ada yang masih meling - meling, tapi ada juga yang sudah agak suram, maklum sudah beberapa bulan tak ku sentuh. Terakhir seingatku, setahun yang lalu aku rapikan kembali tumpukan kaset - kaset itu. Urut, sesuai dengan aliran musik plus albumnya.

Eh, mumpung lagi siang. Mari kita berdendang lagu - lagu tempo dulu. Lagu - lagu cengeng ala lagu Malay, macam Slam, Exist, Sting. Dan Mbak Nicky Astrea (grand) mulai sengak : "Dikananku cinta penuh bermadu, dikiriku racunmu, ooouuhhhhhcccchhg!". Kembali lagi ingat ketika tiada perang seni antara Indo dan Malay, dimana dunia musik di antara mereka berdua sedang masuk fase bulan madu. Tampaknya mereka sekarang sudah saling gugat, untuk mendapatkan hak asuh atas kedua seni (padahal, tau sendirilah siapa yang mencuri).

Masuk sejam sebelum buka, dimana matahari sudah mulai condong ke barat, mari kita masukkan CD bundar warna putih yang tampak jelas tulisan : KERONCONG PILIHAN.

Oh tidak. Akankah musik rancak ini akan diklaim orang Malay lagi?
[..]


REMUK REDAM

Catatan seorang perantau yang tidak bisa pulang.

Bersiaplah kawan, songsong Ramadhan yang tinggal sejumlah jemari yang melekat di tubuhmu. Masih rindukah anda bersahur ? Atau masih belum basah selaput tenggorokan anda akan nikmatnya hidangan pembuka. Ah, andai saja Ramadhan hadir di setiap bulan yang ada di kolom - kolom kalender Masehi, mungkin tidak ada istilah macet mudik, orang akan berpikir dua kali untuk mudik setiap menjelang Idul Fitri.

Mimbar itu kosong dihadapanku. Tidak ada penceramah dengan janggutnya yang menjulai, berayun - ayun diambang semangatnya mengatakan : Allahhu Akbar !. Penceramah itu pakai sorban agak kedodoran, tapi jiwanya tidak pernah merasa kendor untuk menegakkan ibadah di malam - malam saum ini. Atau penceramah yang satunya, agak lembek, tapi kalo bicara soal fiqih terlampau dahsyat. Bagiku dialah 'master' fiqih, karena dibandingkan ustat - ustat lain, hanya dia yang getol bicara masalah fiqih. Humor dan wibawanya menyembur keluar ketika ia mengupas kajian dalam pagelaran pengajian tiap malam minggu milik remaja masjid. Itu hanya akan ada lagi jika aku lantang meneriakkan kata : pulang!

Lagi - lagi, di lebaran 1430 H ini tidak ada agenda cium tangan ibu. Tidak ada adegan melihat pembantu di rumah yang sedang bikin ketupat dan memasak opor. Bahkan tidak ada lagi tawaran sebagai pengatur anak - anak yang demen berkeliaran di depan shaf - shaf jemaah shalat id sembari sedikit menundukkan badan, agar uang infak dapat masuk dengan mulus ke dalam kresek hitam yang mereka bawa.

Ah, merantau bikin kepayang aku disini. Bak terkungkum oleh himpitan dana. Sudah berkali - kali aku mencoba beberapa peruntungan dengan mengekor sebagai perserta di beberapa blog kontes. Berharap banyak agar setidaknya hadiah kedua sudi mampir ke pangkuan, walaupun sesaat, nanti juga toh akan berpindah tangan dan bermetamorfosa menjadi lembaran - lembaran rupiah. Tapi begitulah, rezeki sedang berkelit berlabuh di tangan orang. Namun, apakah ada kesempatan untuk kali ini ?.

Ramadhan datang dan pergi begitu saja. Datang ketika aku sendiri, dan pergi ketika aku sedang tidak ingin sendiri, walau hakikatnya aku hanya terus - terusan berputar dibalik bisunya kesendirian. Ah, mari kita teguk manisnya kopi pekat nan pahit yang disugguhkan oleh rasa kesendirian. Mari kita gigit getirnya nasi sahur, bersama dengan hembusan angin malam yang menerobos masuk di sekat - sekat jendela.

Mari kita shalat terawih berjamaah dengan sang makmum yang tak lain hanya berkas bayangan tubuh sendiri.

Tidak. Jangan salahkan bulan yang isinya orang lapar dan berdahaga ini. Justru disinilah aku bisa mencurahkan segala problematika, termasuk ketidak-berdayaanku melintasi kesendirian ini. Tiap malam, duduk bersama hening di atas sajadah cokelat, lantas berkeluh kesah, kapan aku bisa temukan ujung dari kebuntuan hidup. Dimana lagi aku bisa berpacaran dengan Tuhan-ku, jika aku tidak menikmati gerakan demi gerakan dalam tiap ibadah yang aku kerjakan.

Ramadhan tinggal sebentar lagi. Namun aku belum siap ditinggal pergi. Masih banyak yang harus aku ceritakan, masih banyak yang harus aku selesaikan dalam tahajjud nanti.

Biarlah aku tidak pulang, tak mengapa. Seperti waktu itu, suka atau tidak, imsyak pasti akan datang. Jarum jam akan terus berdansa, dan ia akan lewat dari menit - menit imsyak. Dan hari itu jelas datang, pantang bagi seorang muslim melewatkan sekoyong - koyong air di tenggorokannya.

Dan pasti, Ramadhan akan berlalu detik demi detik, mendekati limit akhir, ketika takbiran dan pukul bedug mulai bertautan. Dan lebaran ini pasti dan harus terlewati dengan sebatang kara. Dan begitu lepas dari amukan itu, lebaran depan telah melambaikan tangan sembari bertanya : 'Pulangkah engkau denganku esok, wahai perantau ?'.

Ratapan itu dimulai hari ini.

**
Ending.

Setelah melirik sebuah kontes blog (lagi), kenapa tidak aku mencoba beradu nasib (lagi), kalau - kalau ada kesempatan, terlebih jika mampu memberi solusi untuk permasalahan 'pulang'.

Sebuah layanan hosting sedang bikin hajatan. Namanya Lomba Blog dijaminmurah.com 2009. Jujur, aku belum pernah pake hosting - hostingan, tapi kalau melihat tarifnya, ini tergolong cukup terjangkau dibandingkan perhostingan dan perdomainan yang lain. Tertarik ikut lombanya ? ato mau pake jasanya ? langsung saja, klik disini-dijaminmurah.com.
Berikut adalah beberapa layanan yang diberikan dijaminmurah.com :
paket freedom
paket blogger
paket server US
paket standard
[..]