BAGI RAPOR, MUSIBAH ATAU NIKMAT ?

Hari ini sedang hot - hotnya kejadian bagi rapor. Di Jogja maupun di Mataram. Buku bersampul biru itu hilir mudik dibawa oleh wali kelas, kadang dipamerkan pada guru yang lain, atau sengaja disembunyikan karena mengandung aib. Hari ini, buku itu bermuara kepada dua macam tangan, tangan murid atau tangan si tukang eksekusi, ortu. Kalau jatuh ke tangan si terdidik, maka jika ada hal yang dirasa akan mengundang bencana, si anak pasti memolorkan diri berlabuh ke rumah. Tapi jika sang kepala rumah tangga yang disuguhkan benda itu, maka jika isinya merah semua langsunglah ia pulang ke rumah dan segera memberikan hadiah spesial kepada sang anak istimewa itu karena sudah bikin malu sang ayah. Dilematis memang.

Aku juga hampir kena getahnya, walaupun sudah kejatuhan beberapa ranting dari pohon sial itu. Dua pekan lalu, kami dijatuhi hukuman : tidak boleh berkontak ria kalau hari kerja, jadi kami hanya punya satu hari untuk memcurahkan segala kerinduan, hari ahad. Gara - garanya nilai ulangan semesterannya anjlok bak kereta ekonomi terjun ke jurang. Nah, beruntunglah aku. Hari ini dia dapat rangking tujuh, setidaknya naik satu peringkat daripada yang kemarin. Tidak jadilah aku dicap sebagai tukang perusak karir. Masih nyambunglah kita. Mungkin Allah melapangkan jalan setelah aku shalat tahajjud semalam ya ? hehe. Alhamdulillah.

Rapor, bagi sebagian orang yang otaknya pas - pasan, merupakan momok yang membikin nyali ciut. Bayangkan, tidak beruntungnya mereka, hidup diadu di antara orang - orang jenius, jadilah mereka sasaran empuk amukan orang tuanya. Rangking kok besar - besar ?, begitu mungkin kata - kata yang akan melayang ke kuping sang anak. Rapor adalah buku hasil penilaian klasik, hanya nilai, diukur dengan angka, kadang dibubuhi tulisan agar angka yang tertera makin jelas, dan seringkali tidak bisa dikompromi. Boleh jadi yang tumbuh dimasyarakat kita seperti ini : 'Rangking berapa kamu ?' maka dijawab 'Ah, gak dapet'. Langsunglah diambil kesimpulan : bodoh anak ini. Dan jadilah ini : kita akan dipandang sebelah mata.

Newton, apakah beliau pernah sekolah ?. Ia distempel sebagai orang bodoh yang tidak perlu sekolah. Tanpa rapor. Padahal nilai yang ada di rapor juga terpengaruh oleh nilai ujian tentang : hukum Newton. SKILL, itulah yang seharusnya mesti diukur. Boleh jadi waktu ujian dulu, kondisinya sedang hancur, tidak enak badan, patah hati mungkin. Tapi, jika dipraktekkan, mungkin ia akan dengan tangkas membabat segala problema.

Ada hal penting yang lain nih, apalagi bagi kawan - kawan mahasiswa baru, angakatan ku, kakak angakatan, atau adik angkatan mungkin, SPMB (atau apa itulah namanya) pake nilai rapor gak sih ? Atau UAN, terpengaruh nilai rapor gak ? Di mata SPMB, rapor adalah sekedar formalitas telah mengikuti sekolah. Sedangkan di mata UAN, rapor adalah sekumpulan kertas yang ada angka dan tulisan yang tidak bisa mengganggu urusan penting : KELULUSAN.
[..]


CINTA LAGI (KHUSUS KUCING TAU !)

Kucingku kuning warnanya. Kalau berbunyi pasti huruf W-nya hilang, jadi tinggal 'meeo..'. Jenis kelaminya betina. Buntutnya pendek, dan tidak terlalu gemuk bodinya, orang bilang proposional. Tapi bukan dari sini sisi spesialnya.

Kucingku sudah beranak dua, anak perdana. Yang satu mati, yang satu lagi hidup hingga kini. Bulunya sama, bak dicelupkan ke kaleng cat yang sama. Sekali lagi, bukan disini titik ajaibnya.



Kucing - kucing di kampungku memasuki masa - masa yang genting, masa kawin. Kucing - kucing jantan beradu mulut, dan si betina hanya diam termangu menonton pejantan kesanyangannya berdebat yang tidak dapt aku tanggap. Nah, ini dia titik ajaibnya. Kucingku menjadi primadona kampung.

Alamak. Tidak ada malam yang tidak berisik. Dengungan pejantan yang sedang bertatap muka, pertanda genderang perang bertabuh. Mulailah mereka beraksi. Naik - naik ke pohon rambutan, nabrak ember cuci baju yang kosong, hingga menerjang pot - pot kembang, walaupun isinya hanya lidah buaya semua. Namun bila benda - benda tadi jatuh, tentu aku terbangun kaget sambil menyumpah yang tidak jelas, setengah mengigau.

Entah kenapa kucing betina itu menjadi pujaan para kucing jantan yang kerjanya cuma pamer otot itu. Jika dihitung - hitung, sudah 6 ekor kucing yang datang ke rumah dalam kurun waktu seminggu, dan semuanya berbeda fisik. Ada yang koyos kerempeng, ada yang penuh luka, dan ada yang membuatku kagum, kucing putih ekor panjang. Kucing ini terasa istimewa ketimbang yang lain. Pasalnya, ia adalah kucing tergemuk dari daftar hadir pejantan. Ia yang paling kekar, paling terawat. Yang bikin aku tak habis pikir, ini kucing habis fitnes dimana ?.

Ia juga yang paling sering datang ke rumah. Sampai - sampai, hampir tiap malam, ialah yang menjadi peronda di depan pintu rumah, takut kalau - kalau ada kucing lain yang ingin datang menyunting. Di siang hari, ia habiskan waktunya duduk di bawah pohon kates yang tak jauh dari pintu rumah, kadang - kadang malah tertidur. Saingan terberatnya adalah kucing ekor bundel. Kurang terawat dan sangat takutan. Di dekati saja sudah melejit bak motor RX King.

Kucing bundel sangat agresif. Kemanapun kucing betinaku jalan - jalan keluar rumah, Bundel pasti mengekor di belakangnya. Sedangkan kucing putih bersikap defensif. Ia lebih memilih diam di rumah, menunggui betina hingga pulang ke rumah. Dari raut mukanya tergambar jelas : "KAU BOLEH BAWA DIA JALAN - JALAN, TAPI JIKA SUDAH DI RUMAH, IA PUNYAKU". Dan begitu di rumah, Bundel yang ciut nyalinya langsung angkat kaki.

Jadi, siapa yang beruntung menjadi pujaan hati kucing betinaku ?
[..]


WORKSHOP MUDA KOMPAS = ASIK


Puah! Selesai sudah acara itu. Jam setengah tiga-sebenarnya acaranya belum selesai sih, tapi berhubung takut waktu salat zuhur habis, aku milih buat cabut dah. Acara yang dimulai pukul 9 lewat seperapat jam itu menampilkan orang - orang luar biasa yang berdiri dibelakang layar tatkala Kompas tumbuh dan berjaya. Sebut saja pak Pepih Nugraha. Orang Tasik ini adalah petinggi di KOMPAS.com, yang mengasuh rubrik KoKi atau Kompas Komuniti. Dan pak Arbain Rambey. Aduh, ini orang sudah malang melintang dalam dunia fotografi. Dia pernah meilput ke daerah konflik misalnya Afgan. Pokonya foto - fotonya maknyuse cen tonjo tenan !


Banyak ilmu yang aku dapatkan dari workshop ini. Tentang Citizen Journalisme dan tentunya fotografi yang masih menyangkut CJ tadi.

Citizen Journalisme dapat diartikan sebagai peristiwa yang diliput, ditulis, dan diekspos oleh warga biasa melalui media online. Siapa yang sangka, blog, termasuk aku ini, adalah CJ juga. Bahkan, ketika aku menulis, meliput dan mengekspos hasil workshop ini pun sudah termasuk CJ, karena aku bukanlah seorang wartawan. COntoh lagi nih ya, ketika tsunami di Aceh kemarin, wartawan itu sedang ada dimana ?. Kenapa bisa Metro TV menayangkan kejadian, detik - detik saat atau bahkan sebelum air laut yang menggulung itu datang. Nah itu dia, warga. Wargalah yang mengabadikan momen itu. Wartawan ada dimana ?. Ya dirumah masing - masing. Duduk sambil minum teh, cari inspirasi. Apalagi wartawan yang ada di Jakarta, mana tahu kalau ada tsunami di Aceh. Kalaupun wartawan itu sudah datang ke Aceh, maka mereka hanya akan dapatkan remah - remah dari bencana alam tersebut. Maka, itulah salah satu benefit dari Citizen Journalime.

Kalau tentang foto - fotoan, aku hanya akan mengangkat hal yang paling penting nih. Safety Shoot, dan Better Shoot. Ini berhubungan dengan momen suatu keadaan. Apa itu ? hehe. Pak Arbain mencontohkan seperti ini. Anda adalah jemaah haji. Dalam lingkungan masjidil haram, apalagi ketika tawaf, tidak bolehlah membawa kamera. Mari kita terapkan. Hal yang paling pertama dilakukan adalah MILIKI. Miliki foto kakbah sendiri !. So, kita perlu dua kartu memori. Maka, gunakanlah memori pertama untuk memotret yang utama yaitu miliki dulu, terserah kek mau jelek anglenya, gak bagus komposisinya, yang penting miliki dulu, satu saja, karena momen ini cuma terjadi sekali hingga para security datang. Ini Safety Shoot. Lalu melakangkah ke better shoot. Setelah foto utama, mari kita ganti kartu memorinya yang kedua. Kartu memori yang pertama sebaiknya disimpan baik - baik, hehe. Barulah kita bertingkah. Foto dengan gaya masing - masing. Cari angle yang kita mau, plus cari komponya, pokonya sepuasnya dan sebanyak - banyaknya. Nah, ini gunanya. Kemungkinan besar yang terjadi adalah ketahuan, dan yang akan tersita adalah kartu memori yang kedua. Jadi kesimpulannya adalah, miliki dulu, baru kita cari yang terbagus. Hehe.

Yang pingin ikutan, tongkrongin aja SURABAYA, tapi nggak tau tanggal berapa, hehe.
[..]


SELESAI SUDAH 'MARYAMAH KARPOV'-nya


Novel keempat dari karyanya bang Andrea, sudah aku sikat semalam. Buku itu mulai aku baca sepekan yang lalu, walaupun telah kumiliki terhitung sejak tanggal 1 Desember lalu. Cukup melelahkan membaca novel setebal itu, mengingat karya tersebut lumayan berat gaya pembahasaannya untuk dicerna oleh orang awan seperti aku ini. Novel ini bersifat naratif yang secara keseluruhan bersifat maju. Buku bergambar orang yang sedang bermain biola ini tampak seperti sebuah buku yang cerdas, yang mencoba mengajak para pembacanya untuk kembali menerawang masa lampaunya, baik yang terang maupun bayangan yang suram, kemudian mengkaitkannya ke era sekarang. Secara garis besar terdapat empat hal penting yang tergambar : (1) Cerita tentang klinik gigi, (2) Pertualangan cinta Arai, (3) Pembuatan kapal, dan (4) Pencarian A Ling.


Dimulai ketika Ikal menghadapi ujian akhir dengan dosen - dosen pengujinya dimana kala itu rasa nervous sajalah yang muncul dibenak Ikal. Lalu dilanjutkan dengan cerita kembalinya dia ke tanah air, ke kampung halamannya di Belitung. Mulai dari sinilah kita mulai di ajak bergerak bebas. Bagaimana dia menyambut tamu baru di kampungnya yang tak lain adalah dokter gigi pertama di kampungnya, bagaimana kisah Arai dan Zakiah yang akhirnya merit, bagaimana petualangan Ikal mencari A Ling sang dambaan hatinya di perairan Karimatra, jadikah Ikal menikah dengan A Ling ?. Tentu, hal ini akan dibahas dalam buku tersebut. Di selingi dengan banyolan - banyolan khas abang Boi, abang Andrea. Tak jarang aku tertawa sendiri, bahkan terbahak - bahak, ketika bang Andrea menyelipkan kata - kata konyol pengundang tawa. Lihat saja kocaknya Ikal ketika ditawari cabut gigi di klinik gigi yang baru di kampungnya atau ketika Ikal sedang disunat.

Terlepas dari itu semua, aku merasa novel ini masih kurang rasanya ketimbang 2 novel sebelumnya, yakni Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Cerita yang terlalu bertele - tele membikin pembaca menjadi tak sabar. Ceritanya terlalu imajinatif, bahkan terkesan mistis. Hal - hal perdukunan ikut dibawa - bawa, bahkan dibesar - besarkan pada sepertiga akhir cerita. Sehingga, bagiku, justru inilah yang membuat kesyirikan muncul. Selain itu, praktek perjudian terlalu dibesar - besarkan. Apapun dijadikan ajang judi, apapun dijadikan taruhan, bahkan memakan bola ping pong sekalipun. Maka dari pada itu, menurutku pribadi, buku ini masih belum layak untuk dibaca anak dibawah umur secara bebas, tanpa bimbingan orang tua.
[..]


CINTA

Bila Cinta Melekat, Tai Kucing Berasa Cokelat...

Kawanku itu kini sudah banyak berubah. Sekarang dia tampil lebih modis, dengan tatanan rambut yang jabrik dan frame kacamata yang mengkilat. Biasanya sih, awut - awutan, nggak jelas mana yang jadi muka atau jadi tempat tumbuh rambut. Sekarang dia berusaha bertahan agar tidak menjadi tukang ngantuk saat di kelas. Berusaha mengambil duduk di depan, memasang mimik serius pertanda sedang memperhatikan dosen yang mengoceh dengan papan tulis. Kadang - kadang mengacungkan tangan untuk membom-bardir yang presentasi di depan, agar disangka memperhatikan tulisan - tulisan yang beredar pada tampilan PowerPoint itu.

Pasti ada maunya.


O ya jelas. Sekarang hatinya sedang berbunga - bunga. Baru kali ini ia mendapatkan aura kemolekan wajah seorang gadis yang sudah dari dulu sekelas bersamanya. Barangkali semua hal di atas itu dilakukannya agar bisa menarik perhatian si gadis pujaan hatinya tadi. Tapi sayangnya, keimanan gadis tadi tampaknya belum tergoyahkan. Menatap viewer jauh lebih enak ketimbang wajah si caper tadi.

Lain lagi dengan pasangan yang sudah jadi. Kemana - mana, dibawa aja gaetannya. Bahkan duduk dalam belajar pun hanya terpisahkan oleh sela - sela kecil antar kursi yang mereka duduki. Kalau bosan dengan guru yang meracau, mereka justru membuat diskusi sendiri.

Ada lagi kawanku yang lain. Ketika duduk di kelas, ia lebih memilih menyudut di pojokkan, lantas mendengarkan musik sendiri. Orang - orang tidak diperkenankan untuk melirik mukanya, karena wajahnya terbungkus rapi oleh kedua tangannya. Tidak banyak bicara, kalaupun berbicara, tentu itu hal yang sangat penting sekali. Yang pasti, kini tampilannya menjadi amburadul.

Pasti ada apa - apanya.

Sekali lagi, o jelas. Kemarin ia baru saja diputus cinta, entah karena alasan apa. Kini, ia menyandang status baru, mantan kekasih.

Bila Cinta Pergi, Tai Kucing Rasanya Ya Tahi...

[..]


BENSIN TURUN (LAGI) !



Hore. Kabar gembira buat para pengguna motor di Indonesia, karena premium sudah turun lagi seharga 5000 rupiah saja. Harga ini hanya berselisih 500 perak dari harga premiun terdahulu yakni 4500 rupiah. Ya, hitung - hitung pengiritanlah, di era serba mahal sekarang. Dengan begitu, uang saku aku jadi tidak mengocor lebih deras lagi, hehe. Berita ini aku dapatkan dari koran Kompas hari ini. Dan, harga 5000 ini mulai berlaku sejak hari ini, Senin tanggal 15 Desember 2008 pukul 00.00 waktu setempat. Buruan ke Pom Besin !.


Aku terbangun agak telat pagi ini. Hujan yang mengguyur sejak semalam, membikin suasana pagi ini terasa dingin. Aku terbangun dengan malas sambil berjalan ke arah ruang tamu, lalu memungut koran yang sudah dilempar ke dalam rumah. Kemudian, pelan - pelan aku melirik wajah presiden dan wapresnya di halaman muka, lantas beranjak ke bagian bawah halaman. Lalu aku terperanjat.

Maklum saja, aku adalah pecandu berita. Di TV maupun di koran - koran. Tapi, untuk hal yang satu ini, nampaknya ada yang aneh karena tidak pernah disiarkan di TV maupun di koran. Ada yang luput dari liputan wartawan mungkin. Tidak seperti penurunan dan penaikan sebelumnya, penurunan ini tampak sepi dari pemberitaan nasional. Di Kompas itu saja, berita ini bukanlah menjadi headline di muka. Apa mungkin presiden ingin memberi kejutan untuk rakyatnya ?, hehe.

Dengan penurunan ini diharapkan daya beli masyarakat meningkat terhadap kebutuhan barang pokok yang kian hari kian melambung. Aku sih juga berharap agar harga makanan di warung - warung makan, khususnya yang diperuntukkan untuk kalangan mahasiswa, harganya menjadi turun. Kalau kemarin harga - harga makanan pada naik seiring dengan kenaikan bensin, maka sekaranglah saatnya merebut hati pelanggan kembali dengan menurunkan harganya, atau setidaknya kembali seperti dulu lagi.

[..]


AYO, KITA PANEN RAMBUTAN !

Musim hujan sudah datang, sudah lama malah. Pohon Rambutan di depan rumah itu mulai nampak menjadi lebih hijau, dan bebulu. Bukan karena daun - daunnya yang mulai tumbuh dan sedang dihuni sekumpulan ulat bulu, tapi kini mulai muncul bakal buah dari buah yang berwarna merah dan berambut jabrik itu. Mulai tumbuh bergerombol di salah satu pucuk dahan yang agak tinggi. Kalau sudah begini, bakalan susah untuk mengambilnya.


Beberapa warung - warung buah di pinggir jalan mulai kebajiran stok Rambutan. Mulai dari yang masih segar, hingga yang sudah pucat bahkan menjadi kering. Harganya pun mejadi beragam, dan tentu saja yang pucat tadi dihargai dengan harga yang miring. Terkadang ada pedagang yang sedikit curang dalam memberi timbangan, misalnya masih menyisakan ranting - ranting yang cukup besar, sehingga akan menambah berat timbangan dan mengurangi berat netto dari rambutan.

Aku jadi ingat sebuah artikel di koran Kompas tempo hari. Kala itu, pak SBY sedang ada pertemuan di Amerika sana. Di sela - sela kesibukan beliau, ada celetukan menarik pada pembicaraan antara pak SBY dan Mr. Obama. Kompas bilang, Mr. Obama kangen dengan kuliner Indonesia, nasi goreng dan rambutan.

Jadi, di Amerika sono nggak ada rambutannya ya mister?
Aku cari di kamus elektronik, gak ada tuh bahasa bulenya rambutan. Atau baiknya kita beri nama sendiri aja ya? Rambut berarti hair, rambutan itu banyak rambut. Jadi rambutan bahasa bulenya "much hair" dong. Atau "hair-an", hehe.

Aku udang deh pak Obama ke rumah, kalau pengen maem rambutan. Dijamin, asli Indonesia. Dan masih seger, karena kalau mau makan ya langsung aja petik dari pohonnya. Hehe.
[..]


IDUL ADHA BERSAMA JTMI UGM

Idul Adha kali ini, SKI JTMI selaku penyelenggara, mengadakan penyembelihan hewan qurban yang bertempat di Kulon Progo, arah selatan dari kota Wates. Suasana desa yang sejuk dan hijaunya yang masih perawan membuatku ngiler untuk merilekskan tubuh sejenak, melepas lelah dari segala jeratan aktifitas kampus. Sungguh pesona yang menggoda untuk bersantai sejenak. Mendung yang sejak malam bergelayang di atas area DIY, makin membikin suasana sejuk dan hijau menjadi lebih adem dan elegan. Kabut - kabut sawah yang turun disela - sela rumpun tanaman sawah sepertinya ingin mengajakku berpijak di pematang sawah sembari merentangkan tanganku selebar - lebarnya. Bukan Desa Biasa !.


Ada sekilas raut - raut muda nan polos terpancar dari sudut masjid. Berkerudung dan duduk tersipu. Kadang - kadang merasa heran lalu larut dalam bengong dan menatap. Suatu ketika mereka menjadi ceria dan bertepuk tangan, pecahlah suasana riuh gembira. Ada juga yang menyeletuk lalu dibalas derai tawa. Ada juga yang antusias dan pemberani, melibas semua dilema kuis yang dilontarkan oleh kakak - kakak pemandu. Pada saat pertanyaan ditumpahkan, serta merta mereka menuding langit, dan segeralah membahana kata: saya!. Ada yang tidak sabar, lantas membeberkan jawaban yang bergemuruh di kepalanya. Yang bisik - bisik pun semakin meragukan diskusi mereka. Namun mereka sadar, bisik - bisik bukanlah jalan yang tepat untuk mengutarakan pikiran dan merengkuh hadiah yang tersampul itu.

Di luar gedung masjid, hampir separuh lelaki dengan bangga menghunus pisau. Menentennya di tangan kanan dan berjalan bak pembunuh bayaran. Lalu mendekati sang korban yang sudah terkulai tak berdaya di bawah naungan pohon kelapa. Ternyata, sang korban sudah tak bernyawa dan tak berkepala. Tinggalah dia kini dengan si pemegang benda tajam tadi, sehingga tiada batas untuk menghujam dan lepaslah kulitnya dari bagian tubuh korbannya. Perlahan kemudian, sang korban tinggalah seongok tulang belulang, tanpa balutan daging--dagingnya pun sudah dirontokkan. Lalu dicacah tanpa ampun, sehingga jadi ratalah berat tubuhnya kini. Dan pada akhirnya, kantung plastiklah yang menjadi kulit untuk yang terakhir kalinya.

Dimanakah anda berqurban ?
[..]


SELAMAT IDUL ADHA 1429H


Allahuakbar....Allahuakbar....!!!

Begitulah takbir nan indah melantun bertalu - talu dari setiap penjuru kota dan desa. Tua muda, pejaka dan kembang desa, berbaur menekikkan kalimat - kalimat pembangun semangat itu. Musola dan masjid pun penuh sesak dengan kecerian lebaran kurban. Ini dia, semangat Idul Adha.


Besok pagi, selepas salat idul qurban, di seluruh penjuru dunia akan mempersembahkan qurban terbaik mereka. Membagi rasa bahagia bersama kaum yang papa, kaum yang butuh belaian dan uluran tangan. Duduk di satu bangku, membawa parang dan pisau, dan sembari mengucurkan darah - darah dari hewan sembelihan mereka, guna mencapai suatu tingkatan taqwa yang mereka inginkan.

Ya Allah, terimalah amal ibadah kami. Amin.

Allahuakbar...Allahuakbar...Allahuakbar Walillahilkham..
[..]


FILM 'MBA' (Married By Accident), WAJAH REMAJA KINI


Sinopsis

Sudah enam bulan pacaran, Raskal dan Ole dibingungkan oleh pertanyaan paling penting sedunia: "Harus ML gak ya?". Teman-teman Raskal yang bejat bilang, "Rugi kalau nggak dapet!". Kakak Ole juga bilang, cowok kalau gak dikasih maunya pasti langsung menghilang. Dua remaja putih-abu-abu yang bingung itu akhirnya nekat ber-"goyang" di mobil culun.


Sialnya, "Sekali tembak langsung gol!". Gawang Ole pun jebol. Mau aborsi? Ngeri. Akhirnya, dijalani saja layaknya suami-istri betulan. Perut Ole makin besar, bikin keluarga jadi gempar, dan cita-cita buyar.

Dibantu oleh Sarah Sechan sebagai bidan jadi-jadian yang konyol, M.B.A. adalah sebuah film tentang cinta monyet yang kebablasan jadi cinta babon.

Tayang serentak di bioskop mulai 4 Desember 2008
From : 21cineplex.com

Komentar

Pertama kali liat posternya aja, aku udah kepengen nonton. Nikita Willy bo. Kaya apa ya dia main film 'panas' ? Bagaimana gayanya dia waktu 'mengandung bayi jadi - jadian' ? Atau ada yang ingin liat aktingnya Sarah Sechan yang kocak abis ? Tonton makanya di bioskop, hehe...

Film ini mengisahkan sepasang remaja yang kebingunan plus memiliki kenekatan yang luar biasa tinggi. Ditampilkan secara apik, sedikit diselingi adegan - adegan nakal plus kocak, sehingga memang tidak ada salahnya untuk tertawa selebar - lebarnya walaupun berada di dalam ruangan bioskop. Tidak ketinggalan pula, unsur romantis antara Ole dan Raskal yang terus - menerus digemborkan. Romantisme mengalir dari awal hingga ujung kisah, bagaimana dua insan yang dilanda asmara dan bencana dapat dengan tegar melalui segalanya bersama, walaupun itu berat adanya.

Boleh aku katakan, film ini sedang mengkritik gaya hidup remaja zaman sekarang. Gaya hidup bebas yang menghalalkan pegang - pegangan, cium - cium dan peluk - peluk. Video porno sekalipun tampak layaknya seperti nasi plus sayur yang biasa kita makan setiap hari. Bahkan, ML (f**king) adalah kartu penting dalam menjalin pacaran. Ini tercitra dalam film, dimana Raskal dan Ole yang hanya baru enam bulan saja pacaran, sudah ditanya - tanya soal ML. Raskal didorong oleh ucapan kawan dekatnya supaya melakukan hal itu. "Udah enam bulan loe pacaran, masa nggak diapa - apain ?". Sedangkan Ole, digebrak oleh mbaknya sendiri (dimana mbaknya saja sudah sering melakukannya, bahkan di rumahnya sendiri), "Ada dua tipe cowok yang nggak mau ML : cowok banci atau cowok homo yang sedang berobat jalan". Ujung - ujungnya, aborsi menjadi pilihan dari kemunafikan tadi.

So, nampaknya setan - setan yang berkeliaran bukan hanya berupa bisikan - bisikan halus, namun juga dapat berupa rayuan dan dorongan dari setan yang mempunyai mulut dan kelamin-manusia. Ini mengindikasikan budaya barat sudah berhasil merangsek masuk ke dalam nadi dan nurani para remaja kita. Padahal jelas sudah, bangsa kita adalah bangsa yang memegang teguh kultur timur, dimana ML adalah hal yang tabu dan sangat sakral untuk dilakukan.

Film ini ingin mengajarkan kepada kita bahwa pendidikan sex itu sangat penting diberikan sejak dini. Perilaku sex dipengaruhi oleh lingkungan, yang berisikan tetangga, sahabat karib, dan keluarga. Kurangnya pemahaman tentang sex kepada anak, terutama anak yang sedang mengalami masa pubertas, dapat membahayakan anak tersebut. Bahaya disini ya bisa jadi seperti yang di atas, pergaulan bebas. Suatu bahaya yang sangat berbahaya. Sex bebas memiliki dampak yang teramat buruk dan bisa menjadi suatu kematian. Hal ini wajar mengingat virus HIV/AIDS dapat ditularkan melalui hubungan sex. Atau untuk hal yang dekat - dekat saja, hamil di luar nikah, ini tentu dapat menjadi aib untuk masing - masing pihak, terutama pihak si pengandung. Bisa jadi ia harus kehilangan masa depan karena harus meninggalkan bangku sekolah secara tidak hormat. Sehingga pendidikan sex, khususnya dikalangan keluarga, sangat berperan penting dalam membangun moral, jiwa, serta masa depan sang anak itu nanti.

Untuk urusan akting, aku sangat salut kepada mbak mantan VJ, Sarah Sechan, yang mampu membangun suasana kocak di dalam cerita. Menurutku, mbak Sarah bermain sangat mulus plus bersih. Nikita pun membawakan karakter Ole atau Olivia dengan lancar. Hanya saja yang sedikit mengganjal adalah ketika hamilnya sudah semakin membesar. Ketika itu, ada adegan Ole menuruni tangga, yang biasa dipakai tukang bangunan, secara verikal. Ole menuruninya dengan mulus, seperti sedang tidak terjadi apa - apa di dalam perutnya. Dan ketika Nikita berlari menyebrang jalan untuk melarikan diri bersama Raskal. Nikita berlari bak pelari ulung, sehingga tidak mampu menggambarkan bahwa Ole itu sedang bunting besar. Namun, aku sangat apresiet sekali terhadap penghayatannya, dimana Nikita mampu memasang mimik yang tepat untuk setiap kondisi, marah, sebal, senang, dan romantis sekalipun yang tergambarkan pada ujung film setelah ia selesai melahirkan. Kala itu ia sedang dipeluk oleh Marcell Darwin atau Raskal. Ia menangis merasa bahagia sekaligus sedih dan aku pun menjadi larut dalam suasana yang mengharukan itu.

Untuk film ini aku kasih bintang 4 aja, dari 5 bintang.

Trailer Film MBA :


[..]


CILACAP - JOGJA, PABRIK HOLCIM

Pagi ini aku bangun dengan kaki kiri yang keram hebat. Aku mengerang semberi sedikit mengoyang - goyangkan betis kiriku, berharap keram itu cepat temsembuhkan. Semakin aku goyang, semakin meradang rasanya. Tapi, jika aku berdiam saja, sakitnya justru makin menguat.

Aku turun-untuk terkahir kalinya dalam perjalanan wisata kemarin-dari bus sekitar pukul 12 malam. Molor dua jam yang semestinya sudah bisa mulai pulang jam 10 malam. Alhamdulilah, sejak keberangkatan pada paginya,jam 6an, aku tak mengalami apa yang disebut mabuk. Namun, aku akui, kepala ini masih terasa berdenyut - denyut, pertanda masih ada yang salah dengan kepalaku.


Perjalanan 18 jam kemarin bertujuan ke Cilacap, PT Holcim lebih tepatnya. Tapi sebelum maupun sesudahnya tetap diselingin oleh kegiatan lain, rekreasi misalnya. Setibanya kami di PT Holcim, kami harus menunggu setidaknya setengah jam-yang berarti molor, entah pihak penerima PT Holcim sedang menyiapkan apa. Hingga akhirnya, bus kami merepat didepan lobi pabrik, tempat biasanya mereka menyambut tamu.

"Keselamatan tidak ada kompromi". Itulah slogan pabrik pembikin semen ini. Berganti nama sejak awal tahun 2006 setelah sahamnya dibeli oleh perusahaan semen Holcim yang berpusat di Swiss. Dahulu, sebelum nama Holcim digunakan, pabrik ini menghasilkan semen yang bermerek Semen Nusantara. Holcim ternyata memiliki dua pabrik semen di Indonesia. Yang satu di Cilacap, dan satu lagi berdiri di Bogor. Pabrik yang di Cilacap mampu menghasilkan 2,6 juta ton semen per tahun. Sedangkan saudara di Bogor, mampu memproduksi semen sebanyak 4,1 juta ton per tahun.

Untuk Cilacap, bahan baku semen dipasok dari dua tempat, yakni di dataran pulau Jawa dan di Pulau Nusakambangan. Bapaknya yang presentasi kemarin menyayangkan isu seputar tambang di Nusakambangan. Orang - orang ditakutkan akan terbelahnya pulau Nusakambangan akibat tambang PT Holcim. Tapi, aku sendiri melihat di atas peta tambang kemarin, bahwa tambang yang ada di Pulau Penjara itu tidaklah memotong pulau tersebut, namun justru sejajar dengan garis pantainya. Dan, daerah yang ditambang hanyalah secuil dari total luasan pulau tempat Amrozi Cs dieksekusi itu. Bahkan di dalam kontrak kerja, tambang akan selesai atau akan ditutup jika ketinggiannya sudah 20 meter dpl.

Ngobrol - ngobrol, aku tertarik untuk ke Cilacap lagi.
[..]


5500 UNTUK SATU LITER BENSIN

Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dalam hidupku. Sejak aku dilahirkan dulu hingga kini, baru kali ini ada yang namanya penurunan harga premium bersubsidi. Walaupun hanya 500 perak, tapi itu tetaplah sebuah penurunan. Memang, untuk kita yang menggunakan roda dua, manfaat atau dampak yang akan ditimbulkan tidak akan terasa, namun, 500 rupiah sangat berharga untuk kendaraan - kendaraan yang bertangki besar, mobil tentunya.

Kalau aku simak berita - berita di internet, banyak yang berspekulasi bahwa penurunan harga tersebut tidak akan memberi dampak banyak untuk kehidupan kita, karena dirasa masih terlalu kecil. Apabila turun dengan signifikan, yakni misalnya 1000 rupiah, boleh jadi masakan padang akan lebih terjangkau harganya, hehe...


Tapi, tak mengapalah. Yang penting tadi waktu aku mengisi bensin, 20.000 rupiah yang biasanya tidak sampai penuh, harus sedikit meluber keluar tangki, maklum belum mampu menyesuaikan filing dengan harga bensin yang baru, hehe...
[..]


'MARYAMAH KARPOV' dan SEKUEL 'DEEPER'


Alhamdulillah...

Akhirnya novel yang aku tunggu - tunggu udah membrojol keluar dari mesin cetaknya. Maryamah Karpov karyanya pak Andrea dan Deeper yang melanjutkan kisah Will pada buku sebelumnya, Tunnels. Dan alhamdulillah lagi. Pas waktu ke Toga Mas buat hunting benda tersebut, aku sudah menyisipkan duit gambar Pak Soekarno dan Pak Hatta. Namun sejujurnya, selembar itu belum cukup untuk membawa pulang 2 buku tersebut. Hehe..

Maryamah Karpov adalah buku keempat dari tetralogi fenomenal di Indonesia, Laskar Pelangi. "Mimpi - mimpi Lintang, Maryamah Karpov", begitu mungkin judul lengkapnya. Di sampulnya ada cewek megang biola sambil menghadap ke atas. Harganya-harga Gramedia, tanpa diskon- 80ribu diberi kembalian fulus bergambar Abang Patimura. Kalau aku lihat tebalnya sih, nampak lebih tebal novel keempat ini ketimbang novel pendahulunya, Laskar Pelangi.


Untuk melengkapi koleksi Tunnels-ku, tak lengkap jika aku tidak menjajal novel keduanya. Dulu, waktu di bagian akhir pada novel Tunnels, Will tidak berakhir dengan keluar dari dalam bawah tanah. Justru dia, "adiknya", dan kawannya menumpang kereta yang menuju pusat bumi. So, tampaknya memang Pak Gordon dan kawannya, Pak Williams, nggak ingin buru - buru merasa puas, dan memang masih ingin terus bertualang dengan para pembaca setianya. Deeper dihargai 80ribu dan anda akan mendapatkan kembalian logam 500 perak, itu harga belum diskon.

Jika anda gemar membaca, patutlah jika anda melibas buku - buku di atas. Jika anda gemar membaca dan gemar berhemat-hehe, patutlah anda melibas buku - buku tersebut di toko - toko buku yang menyediakan diskon, misalnya Toga Mas, Sosial Agency, atau mungkin jika di shoping sudah ada, maka tak ada salahnya anda mencobai diskon 25% untuk novel terbitan Mizan Group. Tapi, jika anda gemar berhemat, tidak patutlah jika anda membeli barang bajakan.

Sebentar, novelnya E.S. Ito itu bagus nggak ?
[..]