AYO, KITA PANEN RAMBUTAN !


Musim hujan sudah datang, sudah lama malah. Pohon Rambutan di depan rumah itu mulai nampak menjadi lebih hijau, dan bebulu. Bukan karena daun - daunnya yang mulai tumbuh dan sedang dihuni sekumpulan ulat bulu, tapi kini mulai muncul bakal buah dari buah yang berwarna merah dan berambut jabrik itu. Mulai tumbuh bergerombol di salah satu pucuk dahan yang agak tinggi. Kalau sudah begini, bakalan susah untuk mengambilnya.


Beberapa warung - warung buah di pinggir jalan mulai kebajiran stok Rambutan. Mulai dari yang masih segar, hingga yang sudah pucat bahkan menjadi kering. Harganya pun mejadi beragam, dan tentu saja yang pucat tadi dihargai dengan harga yang miring. Terkadang ada pedagang yang sedikit curang dalam memberi timbangan, misalnya masih menyisakan ranting - ranting yang cukup besar, sehingga akan menambah berat timbangan dan mengurangi berat netto dari rambutan.

Aku jadi ingat sebuah artikel di koran Kompas tempo hari. Kala itu, pak SBY sedang ada pertemuan di Amerika sana. Di sela - sela kesibukan beliau, ada celetukan menarik pada pembicaraan antara pak SBY dan Mr. Obama. Kompas bilang, Mr. Obama kangen dengan kuliner Indonesia, nasi goreng dan rambutan.

Jadi, di Amerika sono nggak ada rambutannya ya mister?
Aku cari di kamus elektronik, gak ada tuh bahasa bulenya rambutan. Atau baiknya kita beri nama sendiri aja ya? Rambut berarti hair, rambutan itu banyak rambut. Jadi rambutan bahasa bulenya "much hair" dong. Atau "hair-an", hehe.

Aku udang deh pak Obama ke rumah, kalau pengen maem rambutan. Dijamin, asli Indonesia. Dan masih seger, karena kalau mau makan ya langsung aja petik dari pohonnya. Hehe.






Yang Satu Kategori

1 Komentar: