WORKSHOP MUDA KOMPAS = ASIK



Puah! Selesai sudah acara itu. Jam setengah tiga-sebenarnya acaranya belum selesai sih, tapi berhubung takut waktu salat zuhur habis, aku milih buat cabut dah. Acara yang dimulai pukul 9 lewat seperapat jam itu menampilkan orang - orang luar biasa yang berdiri dibelakang layar tatkala Kompas tumbuh dan berjaya. Sebut saja pak Pepih Nugraha. Orang Tasik ini adalah petinggi di KOMPAS.com, yang mengasuh rubrik KoKi atau Kompas Komuniti. Dan pak Arbain Rambey. Aduh, ini orang sudah malang melintang dalam dunia fotografi. Dia pernah meilput ke daerah konflik misalnya Afgan. Pokonya foto - fotonya maknyuse cen tonjo tenan !


Banyak ilmu yang aku dapatkan dari workshop ini. Tentang Citizen Journalisme dan tentunya fotografi yang masih menyangkut CJ tadi.

Citizen Journalisme dapat diartikan sebagai peristiwa yang diliput, ditulis, dan diekspos oleh warga biasa melalui media online. Siapa yang sangka, blog, termasuk aku ini, adalah CJ juga. Bahkan, ketika aku menulis, meliput dan mengekspos hasil workshop ini pun sudah termasuk CJ, karena aku bukanlah seorang wartawan. COntoh lagi nih ya, ketika tsunami di Aceh kemarin, wartawan itu sedang ada dimana ?. Kenapa bisa Metro TV menayangkan kejadian, detik - detik saat atau bahkan sebelum air laut yang menggulung itu datang. Nah itu dia, warga. Wargalah yang mengabadikan momen itu. Wartawan ada dimana ?. Ya dirumah masing - masing. Duduk sambil minum teh, cari inspirasi. Apalagi wartawan yang ada di Jakarta, mana tahu kalau ada tsunami di Aceh. Kalaupun wartawan itu sudah datang ke Aceh, maka mereka hanya akan dapatkan remah - remah dari bencana alam tersebut. Maka, itulah salah satu benefit dari Citizen Journalime.

Kalau tentang foto - fotoan, aku hanya akan mengangkat hal yang paling penting nih. Safety Shoot, dan Better Shoot. Ini berhubungan dengan momen suatu keadaan. Apa itu ? hehe. Pak Arbain mencontohkan seperti ini. Anda adalah jemaah haji. Dalam lingkungan masjidil haram, apalagi ketika tawaf, tidak bolehlah membawa kamera. Mari kita terapkan. Hal yang paling pertama dilakukan adalah MILIKI. Miliki foto kakbah sendiri !. So, kita perlu dua kartu memori. Maka, gunakanlah memori pertama untuk memotret yang utama yaitu miliki dulu, terserah kek mau jelek anglenya, gak bagus komposisinya, yang penting miliki dulu, satu saja, karena momen ini cuma terjadi sekali hingga para security datang. Ini Safety Shoot. Lalu melakangkah ke better shoot. Setelah foto utama, mari kita ganti kartu memorinya yang kedua. Kartu memori yang pertama sebaiknya disimpan baik - baik, hehe. Barulah kita bertingkah. Foto dengan gaya masing - masing. Cari angle yang kita mau, plus cari komponya, pokonya sepuasnya dan sebanyak - banyaknya. Nah, ini gunanya. Kemungkinan besar yang terjadi adalah ketahuan, dan yang akan tersita adalah kartu memori yang kedua. Jadi kesimpulannya adalah, miliki dulu, baru kita cari yang terbagus. Hehe.

Yang pingin ikutan, tongkrongin aja SURABAYA, tapi nggak tau tanggal berapa, hehe.






Yang Satu Kategori

6 Komentar:

  1. jangan lupa masalah yang 3 point ketika moto lhoo...hhahah

    sayang bgt harusnya lo dapet 2 tiket nntn padahal.. kalo gamau kan bisa dijual..hhmm

    BalasHapus
  2. Wah ada workshop ya. Pasti dapat ilmu banyak nih. . . . .

    Bagi2 bagi dong!

    BalasHapus
  3. waduh pasti seru dooong bisa ikut workshop maknyos kyak gtu..

    ilmunya boleh juga tentang konsep MILIKI, brb bli MMC cadangan ahaha.

    BalasHapus
  4. mana si bapak yang workshop gaul abisss..atraktif tw.. nyesel lo gaikut..

    ni artikel laen yg ngebahas ttg event itu
    http://journalkinchan.blogspot.com/2008/12/plus-plus-plus-plus.html

    BalasHapus
  5. wohohohoho thx mas wana blogku dipromosiin..hahaha

    BalasHapus