KUCING PROTES

Protes masalah sepele.

Pulang dari nyebar pamflet magrib tadi, aku dihadang induk-ster (panggilan si kucing tukang kawin yang sedang punya tiga anak sekarang), nongkrong di depan pintu rumah yang biasa aku lewati kalo mau masukin motor. Melotot penuh harap, lalu ku lirik perutnya, 'waduh, kerempeng'.

Ku bopong si induk masuk ke dalam rumah, ku pikir barangkali dia tadi menatap aku karena gak bisa masuk rumah coz pintunya tertutup. Trus, ku cemplungkan ke dalam kardus yang berisikan tiga buah hati induk tadi, tapi sontak dia mencuat keluar seperti mencoba mengelak dari kenyataan kalo dia sudah punya momongan (alah, bahasane kui). Para kucing kecil yang tadinya tidur mendadak bangun, lantas ngeong - ngeong, mungkin sudah keburu mencium aroma dari induknya.

Ku masukan lagi induknya, keluar lagi dia, makin keras suara anak kucing itu. Masukan lagi, keluar lagi, sekarang semua anak mencoba merambat keluar sambil berkokok lebih keras. Asem, piye ki ?.

Induknya sekarang ku baringkan di lantai (dengan pemaksaan, karena aku tau dia paling gak suka kalo di geletak-kan), terus salah satu anak ku keluarkan dan ku sodorkan di antara kedua kakinya. Berhasil, satu anak diem alias mimik, induk juga gak bergolak. Yang dua di dalam-yang masih ribut, ku keluarkan juga. Jadilah tempat susuan baru, lantai rumah.

Ouh, dasar kucing. Kayanya si induk ngambek, tempat nyusuin-nya yang lama sudah kekecilan sepertinya (wong cuma kardus kertas A4). Ia harus berjuang, sampai harus pandai melungker dan melipat tubuh agar muat, dan sekarang dia mutung, pengen tempat yang lebih luas, oalah!.

Jadi inget kasus anak-ster dulu(anak pertama dari induk-ster, sekarang sudah berpindah rumah), membeberkan 'hajat'nya di depan pintu rumah yang sama, ngambul nggak diberi makan semalaman. Hohoho.
[..]


PRESENTASI, SIAPA SUKA?

Mampus dah!


Begini kata dosenku tadi : "Ya, yang punya pekerjaan yang berjudul 'BLOG!', silahkan maju..". Doeng...doeng.

Kepayang. Walaupun kerja kelompok, tapi sebagian besar itu ide-ku (bukannya sombong, tapi berhubung judulnya 'blog', ya aku satu - satunya blogger dikelompokku). Mampus ! Maju nih. Ngomong nih, gak ada persiapan cuk! (walaupun sudah bikin .ppt-nya).

Ya sudah. Berhubung aku yang ngerti materi laporannya, maka akulah yang jadi tumbal kali ini. Sebenarnya tugasnya gampang saja, carilah pengaruh perkembangan teknologi terhadap komunikasi dan kolaborasi terhadap individu dan kelompok. Waktu ngumpul cari ide, aku langsung aja ceplos : blog aja gimana?(...hhiiiiihh).

Tapi jujur, senengnya bukan kepalang. Nilai tertinggi coi !. Tulisan 90, Analisis 90, Refrensi 90. Seneng ya karna sebagian besar tulisanya itu ya tulisanku (waduh, overdosis nih sombongnya, sori :]. Bangga men!). Mungkin dah sering latian nulis blog ya, jadi kayanya gak ada kendala yang menyulitkan nek kalo disuruh bikin tulisan, apalagi nyangkut hobi sendiri, :].

Temenku iseng nyatet presentasiku tadi. 'Apa ya', adalah kata yang paling sering aku ucapakan kalo lagi mikir (terhitung 11 kali terlontar tanpa sengaja). Ato hal yang paling jadi favoritku adalah mandang plafon. Kalo saling mandang dengan orang/pendengar, buyar dah isi otak, :].

Ada juga hal yang aku suka, natural sekali, walaupun cukup merepotkan: aku terlalu jujur. Saat pertama kali pegang mic tadi, kata yang pertama yang aku bilang (sambil cengengesan) : 'E...saya bingung mau njelasi apa...'.
[..]


MASAK SENDIRI

Hidup di rumah ala kost.

Tinggal di rumah mbah belum tentu menjamin tingkat kegemukan badan sendiri. Ya maklumlah, kalau mbah yang masak, belum tentu selera dengan lidahku. Toh juga, sudah hampir setahun belakangan ini, aku ya aku, makan sendiri. Bukannya musuhan, tapi ya memang, mungkin dilatih untuk mandiri, hehe.

Soh, kalau sudah begini, mesti pandai - pandai putar otak, bagaimana supaya pengeluaran bisa ditekan terutama pengeluaran buat makan (coz ini yang paling besar habis itu buat bensin, =] ). Jadinya, rais-kuker itu terbelilah seharga 150 ribu, dan sesempat mungkin aku masak nasi sendiri, urusan lauk ya beli. Kecil sih, cuma bisa masak tiga piring nasi.

Masalah baru, timbul. Harga lauk melambung. Sekali lagi, terbelilah itu telfon ya kurang lebih dua minggu yang lalu. Harganya kurang lebih 40 ribu. Dulu dah pernah punya wajan, e bocor, dan nek kalo masak suka gosong, =]. Sekarang, sudah dua minggu juga aku masak sendiri, walaupun kadang masih suka jajan tapi alhamdulliah pengeluaran sudah bisa ditekan kurang lebih 50%.

Masa nasi telurnya?
Oke.



Ini dia yang paling sering aku bikin, nasi telur. Yang bikin beda yaitu pake cabe (extra pedas) plus dikasih daun bawang dan kadang - kadang tambah bawang merah (baunya, uh, aduhai kaya martabak telur). Dengan duit 2 ribu, aku dah bisa bikin "replika" martabak (diluar biaya listrik buat kompor, minyak goreng dan garem yang biasanya beli per bulan).

Ato macam tempe dan tahu goreng, lumayan sering ku buat. Kalo sayur sih gak perlu repot. Cukup beli kacang panjang seribu perak plus asem (bukan ketek, =]), rebus lah itu makanan.

Hemat bukan. Bisa makan banyak, irit, trus gak perlu keluar rumah, hehe.
[..]


KE BIOSKOP, BUKAN NONTON DI RUMAH


Sapa yang doyan nonton pilem di rumah, heh?

Semalam memang sudah aku rencanakan buat nonton pilem Angle and Demon. Rupanya pikiran ini sudah penat liat tugas yang makin dikerjakan makin gak ada habisnya. 'Pokoknya, malam ini free dari tugas'. Dan, langsung saja ke sasaran, 21 di Amplas.

Ku pikir antusias masyarakat biasa - biasa saja, eh, tau - tau yang sisa cuma di depan ama beberapa biji di pinggir nyium tembok. Ya udah, karena ku nonton SENDIRI (sendiri bro, masuk bioskop kaya orang hilang, gak ada temenya, wkwk), ku pilihlah itu kursi yang tinggal satu dan mepet tembok. Kasirnya sampe ketawa, entah ngetawain aku yang nonton sendiri atao ngetawain dirinya yang pertama kali langsung nawarin tempat buat dua orang. Dasar si Mbak.

Oks. Singkat saja, pilemnya asik, tapi masik asik Knowing dah kalo menurutku. Panjang banget sob, dua jam. Gak bertele - tele, alurnya berliku. Buat yang udah baca bukunya, ku rekomendasikan buat nonton pilemnya, apalagi buat yang sama sekali belum liat bukunya, langsung deh sob, hajar bioskop terdekat.

"Gak mau ah, tunggu versi gratisnya saja, download di Indowebster ato kopi dari temen". Alah!

Sekali - sekali sob. Nikmati aura bioskop, wuih. Nikmati soundnya, nikamti gambarnya, nikmati kebersamaanya. ZERO TASTE kalo ini pilem kita bawa ke rumah, kecuali yang pake home teather. Ayolah, gak ada salahnya kita ngehargain karya orang, terlebih karya besar-nya pak Dan Brown (gak promosi lo, cuma merekomendasikan, hehe). Gaul men!, hari gini belum ngerasain bioskop.
[..]


KUCING BARU

Anaknya kuning semua.

Pelan - pelan, akhirnya kucingku nambah lagi. Si induk yang habis bunting kemrin akhirnya menbrojolkan 4 butir anak yang warnya isi kuning semua. Imut - imut semua, wong namanya juga bayi kucing. Jadinya, kucing dirumah sekarang ada 6 ekor. Dua besar, dan empat yang masih perlu ASK (air susu kucing), hehehe.
Sapa yang mau anak kucing?
Tapi gak ku kasih ah. :)

Malam sabtu kemarin, pasti akan ku ingat terus. Si induk-ster itu melahirkan persis di depan mukaku. Ya, karena peristiwa langka, gak ada salahnya aku tongkrongin si induk membeberkan isi perutnya. Mula - mula ia diam sejenak, terus agak kejang - kejang, terus ngeden, terus keluar deh. Anaknya masih dalam selaput gitu keluarnya, terus gerak - gerak, hiii..serem.


Sekarang anaknya udah gak serem, malah jadi imut.

Ini dia si tukang kawin alias induk-ster.

Dan ini dia anak pertama induk-ster. Terpuruk sendiri. Kok malah takut ya sama saudaranya sendiri. Ngeong - ngeong terus, sampai mau nyakar, biasanya gak. Apa mungkin takut tersaingi ya?.
[..]


SELANGKANGAN

Bagaimana menghargai waktu.

Haha. Pasti tertipu liat judulnya. Zonk!. Anda kurang beruntung. Jackpot bukan ditangan anda. Tidak ada bonus pulsa setelah anda isi berapapun. Tidak ada poin apapun setelah anda menabung dimanapun. Dan tidak ada voucher gosokan apapun setelah anda membeli sesuatu. Ngelantur lagi. Maklum, habis kena badai tugas kuliah.

Yaph!. Siapa bilang selangkangan tidak nikmat. Hehe. Tapi ini selangkangan baru, selangkangan waktu. Buset dah, nikmatnya tiada tara.

Jujur nih, seminggu ini bener - bener minggu yang berat. Tiap hari, kerjanya cuma bangun jam 5 subuh, ke kampus jam 7 pagi, pulang jam 9 malem, dan tidur jam 11 malem. Begitu saja tiap harinya. Tiap mata kuliah, terbentuklah sebuah kelompok pekerja tugas. Ketika usai dengan satu kelompok, kelompok yang lain menuggu untuk dituntaskan pekerjaannya. Dan ketika aku menemukan waktu yang senggang, terjadilah itu, selangkangan waktu. Nikmat !. Ketika ku temukan satu jam saja waktu yang kosong, langsung ku coba mencari udara, langsung berdiri, langsung melemparkan pandangan jauh - jauh dari tumpukan buku, langsung mencari posisi yang tepat untuk bersetubuh dengan selangkangan waktu itu.

Nge-wifi. Ngeblog. Nge-pesbuk. Ngeliat pohon.

Sekarang lagi libur. Jadi waktu luang bukan lagi selangkangan, tapi berubah nilainya menjadi sekedar wajah cantik. Tapi tenang kawan, minggu depan, selangkangan akan muncul lagi. Jadi, aku harus bersiap - siap menghargai kedatangannya dengan mencari posisi yang tepat untuk menikmati lagi persetubuhanku dengan selangkangan waktu itu.
[..]


AWAS BATRE CES !

Kecil tapi kekuatannya itu lo.

Pulang ke rumah jam 11 lebih sepermpat. Pulang dari Burjo, makan nastel, sambel dengerin musik dari Me-men (Mp3 Player). Tapi, wajahku mendadak berubah, heran. Ada apa dengan sloro'an kecil - kecil ini? Kok berembun. Ketika ku buka, DUAR!

Gak bunyi duar sih, tapi betapa terkejutnya. BOLONG COI !. Dan sebuah batre bergantungan di dalam lubang itu, pertanda ada tenaga dahsyat yang bikin kaya gitu. Bolongnya juga gak tanggung - tanggung, seukuran batre itu sendiri, lebih lebar malah, wong meleleh. Kalo batre yang sejenis ku cemplungkan ke dalam lubang, dijamin bakalan jatuh tanpa ada gesekan.


Dah liat gambarnya ?. Liat tuh, lubangnya. Lubang yang dibikin, lebar, luas, dan gak kebayang dah, coz itu plastik bahannya tebel banget.

Tuh kawan, hati - hati yang punya batre ces. Tiba - tiba konslet ndiri. Padahal gak ku apa - apain itu batre, eh tau - tau dah bikin lubang. Dahsyat pokoknya. Batre kecil gitu bikin lubang sebesar itu, gak kebayang, panasnya itu seberapa. Batre AAA, A tiga. Kalo batre AA (A dua) bolongannya udah kaya apa ya, hi... serem.
[..]


AKU SUDA LUPA WAJAHMU

Sedikit berbagi sajak singkat, yang terilham dari keterkosongan dan nanar dinding kamar. Di bawah pijar, dalam desiran gelap yang bercampur dengan kicau malam.
Alah !

Aku sudah lupa wajahmu
Kala itu
Bawah hujan dan senyuman itu
Kau bicara padaku

Aku sudah hilang wajahmu
Pelan - pelan
Seperti senja dibelai malam
Balik lampu jalan

Aku sudah pikun wajahmu
Setahun
Tanpa berlabuh di rumahmu
Dan bayang di beranda

Aku sudah kabur wajahmu
Titik pudar
Tak lagi memusat
Sudut - sudut mata

Aku sudah lupa wajahmu
...

Aku sudah butuh wajahmu
Jika esok
Biduk bersandar di tepi
Sudi singgah sejenak

Aku sudah rindu wajahmu
Bolehlah
Ku habisi rindu
Ku nikmati wajahmu

Jogja, Mei 2009
[..]


SKANDAL JEPIT

Hidup SKANDAL JEPIT. Makin dijepit makin asik.

Ini dia yang lagi hot di dunia blog. Skandal cinta yang berhubung dengan kasus pembunuhan berencana. Aduh, gosip - gosip, tiada habisnya. Rani Juliani, namanya begitu mencuay beberapa hari belakangan. Orang - orang pun berlomba - lomba memposting berita yang terlanjur geger di kalangan blogger. Ya, geger karena rupanya Si Rani ini juga tukang ngeblog, ya walaupun baru memposting dua artikel saja di bulan November 2008, tapi siapa sangka, komentar yang masuk sudah lebih dari 700 dan masih mungkin untuk berkembang. Hitung saja berapa blogger yang ada di Indonesia, ya akan sampe segitu pula jumlah komen yang masuk. Belum lagi komen - komen ganda atau orang - orang yang sengaja komen lebih dari satu (termasuk aku, whahaha). Entah sudah berapa page view-nya, makin cekung saja alexanya, dan jangan - jangan page ranknya bisa naik akibat terlalu santer orang ngelink terhadap blognya.

Aduh, ini blog cuma dua postingnya tapi sudah terkenal seantero nusantara. Hebat.
[rani-juliani.blogspot.com]

Ya, itulah dia penulis of the week kita minggu ini. Blog yang biasa - biasa saja, namun langsung melejit ke puncak klasmen pem-bloggeran kita. Apa penyebabnya ?. Ya skandal jepit itu. Skandal jepit cinta dalam karung, cinta di antara dua pria, cinta yang berujung maut. Luar biasa.


Lihatlah yang komen. Aku menganalogikan bak kasus Ponari tempo hari . Ada yang datang ingin berobat, ada yang datang cuma ingin liat - liat, atau yang kebetulan lewat. Dan ada juga yang buka lapak dagangannya di area Ponari. Sama juga nih kasusnya. Ada yang datang memberikan hujatan dan kritikan, ada yang sekedar numpang tenar, dan yang paling parah sampai - sampai ada yang buka lapak bisnis referal segala. Buset dah, blog yang ramai. Bahkan shoutmixnya (yang masih tipe basic-maksimal 60 pesan per jam) penuh/kelebihan kuota.

Coba dik Ponari atau bang Riyan punya blog terlebih dahulu, pasti akan sama ramainya kayak kasus ini, xixixi.

Nah, kalau sudah begini, ya dimanfaatin dong mbak Rani, diisi sama adsense gitu, dijamin dapet duit pasti mbak.

img src="http://alidabdul.files.wordpress.com/2008/04/sandal-jepit.gif"
[..]


KIPAS AJAIB

Sapa bilang kipas prosesor itu didalam.

Drrrtttt..! Suuuiiinnnnggg....suuuiiinnng...
Begitu kira - kira bunyinya. Menakutkan memang, bak suara baling - baling pesawat yang sedang melejit, kipas itu beputar saja terus, tanpa ampun, tanpa steker, tanpa aturan kecepatan.

Kenalkan dulu, kipas generasi baru, dan kayanya langka di pasaran. Merek Maspion, belinya di Mataram dulu tapi ku bawa ke Jogja karena di Mataram penggunaannya tidak efektif alias tidak jadi digunakan. Kipas tanpa pengatur, jangankan pengatur kecepatan, tombol buat matiin aja gak ada. Soh, kalo mau pake ya langsung colok ke steker, langsung muter bablas sampe mumet kipasnya, hehe. Kipasnya kotak, jadi bisa berdiri dengan gaya apapun.

Mari kita kolaborasi dengan laptop Acer. Laptop acer dengan single AMD64, kalau sudah mencapai titik mumetnya, panas prosesornya luar biasa. Kipas dalemnya saja sampe bersuara kencang, kaya Stoner ngebut di jalan lurus. Nah, dengan akal bulus kita, ini kipas ku ubek - ubek supaya bisa mendinginkan ini laptop, kalo panas sekali aduh lemot, aduh heng, pokoknya serba aduh dah.



Dulu gak sengaja aku dapet ide nempelin kipas ini ke bibir pembuangan panasnya prosesor dengan aliran angin yang masuk (menyuplai angin/udara). Tapi tetap saja rasanya, panasnya amburadul. Terus munculah ide baru, dari pada panasnya kita netralisir didalam, kenapa panasnya nggak kita buang saja ya ?. Soh, kipasnya ku balik dengan aliran angin "menyedot". Dan, sip !. Jadilah ini laptop tahan berjam - jam buat ngegame, buat ngetik, ato buat nonton. Padahal kalo gak pake kipas, setangah jam saja sudah KO alias panas.

Tapi muncul satu problem. Dengan mengeset kipas dalam posisi kaya gitu, ada kecenderungan terjadinya kecelakaan. Bayangkan, tidak ada pengaman satu pun, tidak ada pembatas antara si baling - baling dengan keyboardnya. Alhasil, kadang - kadang aku kaget sendiri kalau - kalau jariku terbelai ayunan baling - baling, hehehe.

Nah, kemarin nih waktu ngegame CS bareng, kipas ini ku bawa dan tentu saja ku pakai. Kata teman - teman, getaran yang ditimbulkan oleh kipas terhadap meja sangat menggangu konsentrasi, hasilnya aku yang menang (bunuh banyak orang, wkwkwk). Benar - benar kipas ajaib.

Ada yang mau pake?. Xixixixixixi.
[..]