MOBIL BARU BUKAN MIMPI SINAR

Pejabat itu maunya digorok saja.

"Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II dan para pejabat lembaga negara lainnya mulai menggunakan 150 mobil dinas baru pengganti mobil dinas pejabat sebelumnya. Penggantian dilakukan karena kendaraan yang sudah digunakan selama lima tahun tidak lagi efisien."

Begitu kira - kira yang dikatakan KOMPAS untuk mobil yang seharga 1,3M itu.

Asik, akhirnya ada juga alasan kita sebagai kaum yang tertindas untuk mengalungkan celurit di leher para penunggang mobil dinas itu. Mau mobil mahal, mobil berkelas, mobil ber-AC, tetap saja harga sembako naik. Tetap saja biaya kesehatan menunggak, dan tetap saja mereka membual sesuka mereka. Kenapa tidak dikasih mobil second saja, toh tetap bisa melaju. Para penduduk yang terjepit ekonominya pun masih mampu menjalan mobil - mobil second mereka dengan biaya perawatan yang seadanya, tanpa AC, tanpa Tape Compo, bahkan layar televisi.

Sementara, di sudut lain di sebuah rumah berdinding kayu, seorang ibu terlentang tak berdaya dipembaringannya. Seorang anak kemudian datang, membawa sepiring nasi, hanya nasi, yang kemudian dihamparkan di atas ranjang tersebut. Sinar namanya, gadis kecil bepangkat siswi kelas pertama sekolah dasar. Sudah dua tahun sang ibu tegolek lumpuh tidak berdaya, dan sepanjang itulah seorang Sinar menggantikan fungsi sang ibu. Kini ia harus mencuci dan memasak seorang diri. Kasih sayang yang dulu pernah diberikan oleh ibunya kini justru dirasakan kembali oleh sang ibu.

Sinar pun harus pandai membagi waktunya untuk sang ibu selain ia juga harus mengenakan seragam dan duduk di bangku sekolahnya. Bocah bungsu dari enam bersaudara ini hanya tinggal berdua, sementara saudara yang lain sudah harus menguras keringat demi mengantongi kertas persegi panjang yang kerap kali disebut RUPIAH.


MOBIL untuk PEJABAT BOBROK, atau hati yang TULUS secerah namanya, SINAR, yang akan anda pilih?

Seandainya para pejabat itu mau menjual semua roda dan Radio Tape dari mobil mereka dan menggantinya dengan yang murah, barangkali 150 juta akan segera mengalir untuk seorang SINAR. Apalah arti sebuah satu juta jika dibandingkan kemewahan 1,3M itu.

Sumber berita : KOMPAS.COM dan LIPUTAN6.COM
[..]


CARA MUDAH UTAK - ATIK CSS

Sediakan sebuah IE 8.

Ini dia yang jadi topik : F12.

Buka saja blog anda dengan IE 8 (hanya IE 8 yang support). Jika sudah terbuka secara komplit, tekan F12 pada tuts keyboard. Maka akan muncul hal ini.

Maka ia akan menempel pada window IE.

Sekarang mari kita menyimak tool - tool yang ditawarkan.
1. Gambar Pointer : digunakan untuk menyeleksi daerah (area) yang kita ingin tahu kode CSS-nya. Klik gambar pointer itu, maka kemudian arahkan ke halaman blog kita di atas. Maka akan muncul sebuah kotak - kotak yang otomatis terbentuk mengikuti aturan dari tiap CSS yang telah ada, misalnya body, content, sidebar, post-header. KLIK, dan pada bagian bawah (developer tool) akan keluar diagram CSS tempat peletakan kode CSS pada halaman tersebut. Hal ini sangat berguna sebab, jika kita menggunakan sistem manual (mencari sendiri) maka hal ini akan memakan waktu yang cukup lama.

Seperti pada gambar, aku meng-klik sebuah area. Maka ketika telah diklik, pada bagian bawah (developer tool) akan ter-blok sebuah batang dari CSS itu berada.

2. Style-Trace Style-Attribute

Untuk melihat tree dari CSS yang digunakan. Pada bagian inilah, kita dapat merubah - rubah sedikit dari kode CSS tersebut. Misalnya, memberi warna dan memberi border. Rubah saja angka - angka atau aturan yang tertulis, maka tampilan blog (bagian atas) akan ikut berubah. Khusus pada Attribute, anda juga dapat menambahkan format CSS tambahan.

CONTOH : aku mau rubah warna backgroud pada area posting.
Maka pada Attribute tinggal ditambahkan "backgroud-color" dan diberi sebuah nilai warna.

Nah, mau mencoba ? Silahkan cari IE 8. Ingat hanya IE 8.

CATATAN PENTING : APA YANG DIRUBAH LEWAT DEVELOPER TOOL INI TIDAK MENGUBAH CSS ASLI DARI BLOG ANDA !!!!

Jadi kawan - kawan hanya "mencoba - coba" saja. Tapi dengan tool ini, kawan - kawan dapat terbantu untuk mencari kode CSS yang sangat rumit.

Tapi, bagi yang gak doyan pake IE, tunggu saja lanjutannya untuk yang hobi pake Mozilla Firefox. He-he-he.

Yang kasih tahu tips ini orang MICROSOFT lho.
[..]


AHAD - JUMAT

Bla..Bla..Bla..

Ahad
Semua laporan memuncak hari ini. Tidak ada ampun, semua orang tumpah dipelataran kampus Industri. Semua orang memandang penuh pada layar Leptop-nya, berharap kata demi kata meluncur untuk mencairkan kekakuan dari tiap kalimat laporan.

Senin
Tidak ada nafas lagi yang terbuang, semua dipacu untuk sebuah efisiensi yang tinggi. Bagi yang doyan rokok, asap rokonya mengepul penuh untuk mengembangkan energi dan semangat yang masih tersisa. Blok - blok itu akhirnya timbul di antara jarak antara tiap partisi, dan disitulah kami nantinya akan menjajakan desain unik kami.

Jarum jam belum kunjung merapat pada angka dua belas. Semangat para dekorator muda itu tidak juga memudar. Mereka ingin stand mereka berdiri dan bersolek agar para investor bersedia duduk manis sambil diterangkan cara kerja sepeda inovasi mereka.

Selasa
Aku dimabuk minuman SAPARELA. Ternyata mudah juga menghancurkan sebuah layout ketimbang mendekor semalam, hanya butuh 3 jam dan selasar ini kembali gersang tanpa hiasan lagi. Aku tidur dengan kaki yang kelu, pinggang yang terbelit, dan pundak yang terus mengatakan : nyut-nyut-nyut!.

Jam dua subuh, aku terpaksa bangun sambil mengerang. Kaki, lengan, dan leher mendadak kaku : keram!
Rabu
Hari terakhir kuliah, namun hari pertama untuk sebuah kebingungan : libur mau ngapain. Aku bangun jam 9 pagi walau semalam sudah tidur sejak pukul 9 malam.

Kamis
21 menyedot uangku tiga puluh ribu.
(1) Jangan nonton SANG PEMIMPI di bioskop. Lebih baik putar saja DVD-nya di rumah. Cukup mengecewakan (bagi yang sudah menonton pendahulunya "LASKAR PELANGI"). Terlalu banyak jeda, sehingga filmnya terasa bertempo terlalu cepat.

(2) Nonton AVATAR lebih baik di siang hari. Anda boleh jadi bisa ngantuk kalau terlampau malam karena film ini cukup panjang. JAMES CAMERON tidak bisa bikin film ini secantik film lawas miliknya : TITANIC. AVATAR cukup hambar, terlalu mengeksploitasi fantasi dan efek. Bagi yang suka dentuman, TRANSFORMER II masih lebih baik. Untuk efek sendiri, jika 2012 tidak ada, maka AVATAR adalah juaranya. Sedangkan untuk cerita, aku lebih condong untuk menyimak THE DAY AFTER TOMORROW.

Jumat
Aku datang ke warnet pagi buta untuk memposting tulisan ini.
[..]


INFOTAIMEN BERULAH, LUNA MAYA GERAH

Seberapa sering anda membuang duit iuran listrik anda untuk menonton omong kosong dari sebuah infotaiment? Seberapa pedulikah anda jika seorang Rafi Ahmad disukai seorang wanita tua Yuni Shara? Atau seberapa pengertiankah anda ketika Ahmad Dhani main mata dengan pegawainya sendiri, Mulan Jamila?

Makan pagi anda bisa jadi ditemani dengan berita gosip. Atau istirahat siang anda yang diputar - putar dengan berita perceraian. Dan waktu menyiram bunga di sore hari anda bertemankan berita - berita perselingkuhan para artis berparas aduhai. Lihatlah proporsi berita yang mestinya diangkut truk kuning itu, terlalu banyak, bahkan anak - anak berseragam pun mengikuti gaya hidup mereka, seolah - olah gandengan tangan adalah bukan hal yang tabu dan cerai-selingkuh sudah menjadi trendsetter dalam hidup.

Bagaimana kira - kira kalau anda dicibirkan mempunyai selir di gubuk lain oleh para tetanggga anda? Suatu kehormatan besar dapat menjadi terkenal dikalangan penduduk komplek, namun sebuah kehinaan yang teramat ketika anda terkenal gara - gara perkara kelamin anda yang terlampau gatal. Adakah hal lain yang menjadi pondasi pokok sebuah infotaimen?

Anda boleh jadi lebih tahu problema cinta seorang Pasha Ungu ketimbang masalah bangsa yang berdomisili di tanah Papua. Semua orang menebak - nebak sebuah fiktif : apakah Pasha Ungu akan berbaikan dengan mantan istrinya. Namun orang enggan berfikir sebuah realitas : kapan bangsa ini akan terbebas dari belenggu kemiskinan dan kebobrokan.

Luna Maya pantas untuk gerah sebab, jika media memuat berita dirinya yang tidak kunjung menikah dengan si biduan Ariel, tidak akan mampu menambah pengahasilan kaum buruh yang terjepit dari mininnya upah yang diterima. Tinggalkan infotaimen yang hanya memburu wajah - wajah molek akibat make up. Simaklah perjalanan pak Dudit mencari eksotis laut Indonesia yang kaya akan fauna laut yang siap menyambar kail pancingnya.

Infotaimen harusnya merubah cara berpikir mereka. Artis tidak hanya memiliki nilai jual pada gosip yang dimilikinya, namun artis juga pasti mempunyai segudang prestasi yang akan membangun para pemujanya untuk dapat menggapai sukses seperti dirinya. Infotaimen juga harus memberikan sebuah makna dibalik sebuah berita, sehingga berita tidak menjadi dangkal dan murahan belaka.

Selektiflah memilih infotaimen, ada yang dapat mendidik namun ada juga yang hanya sebatas kotoran semata. Di luar sana, masih banyak program televisi lain yang dapat membuka mata kita untuk melihat betapa seksi alam dan budaya Indonesia.
[..]


PELAJAR TEWAS DITANGAN PELAJAR

Jakarta, Kompas - Aksi kekerasan yang dilakukan pelajar belum berhenti. Bahkan, kekerasan pelajar yang dilakukan dalam tawuran antarpelajar di kawasan Gunung Sahari, Kemayoran, Rabu (16/12) pukul 09.30, menyebabkan Ahmad Supratman (15), pelajar SMKN 1 Jakarta, tewas disabet senjata tajam oleh pelaku yang juga berstatus pelajar.

Tawuran terjadi ketika Ahmad dan teman-temannya terlibat saling ejek dengan rombongan pelajar lain di dalam bus yang melintas di kawasan tersebut. Saling ejek itu berlanjut dengan saling melempar batu. Pelajar dari dalam bus ada yang membawa senjata tajam. Senjata tajam inilah yang digunakan melukai punggung dan leher Ahmad.

___________________________________________

Bayangkan, anda sedang ada pada posisinya. Bis kota yang semestinya berisi copet kini harus berisi dengan sebuah teror berdarah. Anda harus menyelimuti leher anda dengan pakaian besi, kalau - kalau ada celurit yang keduluan menjadi kalung di leher anda. Atau dada anda harus mau diserempet mata pisau atau jika mereka mau dada anda justru harus dilintasi gerigi dari gir motor.

Tak usah sungkan. Sistem pertahanan diri anda sedang diuji. Apa anda pintar silat layaknya Jet Li, atau kecerdikan anda yang akan menyelematkan nyawa anda seperti laga James Bond. Oh. Atau anda justru yang menjadi penebas pedang layaknya kartun Samurai-XYZ.

Jujur, jemari ini pernah berdosa ketika aku harus menghadiahi kawanku bogem mentah ketika bangku Sekolah Menengah Atas dulu. Hidungnya harus mengeluarkan cairan merah dan perutku harus memar karena dicolek kursi yang melayang. Tawur!.

Aku memang bukan pelajar yang pakai baju putih abu - abu lagi. Jadi aku tidak paham, apa masalah di antara kalian lagi. Apa kalian masih merebutkan kemolekan seorang gadis? Apa kalian masih ricuh gara - gara kalah judi bola? Atau kalian hanya meributkan masalah sepele lainnya : senggal - senggol saat nonton konser Vetty Vera.

Ini bukan Las Vegas, jadi jangan berlagak jadi koboi dengan mengelu - elukan parang dan siap menghempas ketika kalah main gundu. Ini bukan Boombay, dengan aksi lagamu kamu pikir kamu bisa menyelamatkan Prety Shinta dari tangan polisi bejat si Vijay Sighn. Dan ini juga bukan Hongkong, yang penuh mafia, yang bisanya main sikat terhadap bandar narkoba lainnya.

Ini Indonesia, dimana batik dijunjung tinggi. Ini Indonesia, yang punya sila ketiga dari Pancasila. Ini Indonesia, dengan sebagian besar klub bola memberi nama depan dirinya dengan kata : Persatuan Sepak Bola. Dan ini juga Indonesia, dengan semua pelajarnya mengenakan kombinasi warna yang sama.

Jari tengah buatmu hei si tukang tawur!
[..]


JOSS 2009

Pameran komputernya sih biasa saja, tapi antri tiketnya seperti antri tiket 2012.

Sedang buntu ide postingan sih sebetulnya. Mau bikin tulisan buat ikut lomba blog juga bak sebotol saus yang kekeringan, sulit keluarnya. Sausnya sudah ada, sudah merah. Tapi seret sekali tertuang ke atas sepiring lembar putih wordpad. Selain itu, mental sedang down gara - gara sakit kemarin. Bukan karena masalah sakitnya, tapi karena rasanya seperti sudah sewindu tidak menggerakkan mouse ke link salah kawan - kawan, alias kuper jarang blogwalking.

Semalam sih aku mendatangi hajatan yang biasa digelar di JEC, pameran komputer. Pedagangannya sih masih seperti yang kemarin - kemarin, kalo orang Jogja mungkin tau : seperti pasar komputer di Ramai Mall dan JogTro yang bedol desa pindah lapak sementara ke JEC. Cuma kali ini regionalnya kecil, hanya Jogja, Solo, dan Semarang saja. Pameran ini tidak rakus memakan tempat karena harus bertetangga dengan pameran makanan di area sebelahnya. Hal ini berbeda dengan yang sudah - sudah karena kalo sudah yang namanya pameran komputer, JEC bak lautan casing atau leptop, tanpa aroma ikan ato ayam bakar.

Tapi yang cukup mencengangkan adalah antusias pengunjung yang justru membludak. Tempat pakir roda dua mengalami overload. Antri tiketnya mengingatkan ku saat antri tiket 2012 di Amplas tempo hari. JEC menjadi lautan manusia. Ada yang berdecak kagum, ada yang pasang muka menyesal: kenapa harga leptop turun drastis ? (tau gini saya beli sekarang saja bukannya kemarin, mungkin begitu pikir mereka). Dan tanganku kegatelan megang mouse yang terhubung pada sebuah komputer costum ber-klok gila - gilaan. Lantas, aku mencoba sebuah game tembak - tembakan yang, wow!, sepertinya masih jadi mimpi kalo dimainin dileptopku.

Ujung - ujungnya : aku beli mouse bermerk! "Genius". he-he-he. Lumayanlah, uang 50 rbu cukup untuk menukar sebuah gensi tersebut. Setidaknya, spek mouse itu sama dengan spek komputer super tadi.

NB: Sedang membangung kembali nafsu ngeblog dan sedang sebel sama Fleksi yang gak mau konek - konek. (MOBI-nya sudah saya bakar : kapok!)
[..]


BANGKIT DARI KEMATIAN

Ruang itu berlampu neon, tapi susananya sangat mencekam.

...

"Peb, kamu ada kegiatan sore ini?" Pemuda itu berkata sambil meringis dan memegangi perutnya.
"Gak"
"Antar saya pulang" Ia berkata sambil memelas.
...

"Kenapa mas?" Tanya seorang dengan baju hijau muda dan bercelana panjang.
"Ini, mag. Kambuh, ugh.." Pemuda itu menggeliat kecil diperbaringanya.

Stetoskop itu kemudian mendarat lembut di dada atas, dan tensimeter mulai mengencang ingin meledak di lengan kiri pemuda. Suasana ruang ini sedikit banyak berubah dari yang dulu, hanya sedikit lebih sesak oleh orang yang merintih. Seorang wanita kemudian menyingkap tirai yang cukup terbuka. Jas putihnya berkibar seiring tubuhnya yang berputar bak penari balet.

"Suntik ya. Sakit sedikit. Tangannya genggem.. Jangan, jangan tegang. Rileks.."

Jarum suntik itu tanpa permisi menerobos kulit memburu birunya pembuluh vena di lekukan siku.
...

Ruangan itu kini hanya berdinding tirai krem. Dibaliknya ada sebatang neon yang bersinar dengan ujung yang sudah menghitam. Pemuda itu menoleh pada bilik seberangnya yang dihuni oleh seorang perempuan muda. Tangannya terjuntai ke bawah, terlihat luka goresan di sepanjang lengannya. Dari celah tirai pun terlihat perawat dengan sarung tangan yang penuh bercak sibuk berlalu lalang. Mengambil beberapa alat - alat medis dan beberapa lembar catatan. Perempuan muda itu merintih menandakan betapa berat luka yang sedang ditanggungnya.

Pemuda itu kembali fokus pada apa yang sedang mengikat dirinya. Dadanya semakin melesak masuk. Mag-nya tidak mau kompromi, bahkan setelah cairan suntikan itu teraduk dalam darahnya. Penyakitnya semakin keras, semakin melilit. Padangannya mulai kabur, sedikit - sedikit mengatup. Tangannya kini sudah tidak mencengkram perutnya lagi. Ia mulai terbatuk dan mulai tidak merintih. Ia tidak tahu lagi perawat yang tadi masih melintas atau tidak, atau lampu neon itu masih benderang atau justru sudah padam. Tidak, lampu neon itu tidak padam. Namun pemuda itu mengklaim : seseorang sudah mematikan lampu neon itu.
...

Hei, diriku kembali ngeblog lagi, belum jadi mati. Alhamdulillah, sudah sembuh dari sakit Mag. Tapi jujur, berbaring disamping wanita itu, ditambah mag yang 'kok rasanya lebih gila' bikin aku serasa di ujung maut. Masya Allah!.

NB : Maaf menghilang beberapa hari. Masuk UGD+penyembuhan Mag.
[..]


PAMERAN (DAN TALKSHOW) SEPEDA INOVASI 2009

Dukung kami.

Semester lima ini akan diakhir dengan sebuah perhelatan akbar yakni Ekspo Sepeda Inovasi. Ekspo ini merupakan sebuah muara dari sebuah kuliah wajib dari kurikulum di Jurusan Teknik Industri, Perancangan dan Pengembangan Produk atau yang lebih populer disebut P3 (Pe Tiga).

Sepanjang kuliah ini, kami (biar agak berbarengan, hehe) diajarkan berbagai macam hal tentang apa yang disebut "produk". Begitu dalam, begitu detail, mulai dari penyaringan dan penggalian ide, hingga bagaimana produk tersebut dapat dipasarkan dan dikontrak oleh seseorang. Tiap tahun, tipe produk yang akan dikembangkan dan dibuat desainnya adalah produk yang berbeda. Untuk tahun ini, kami kebagian membuat sebuah karya inovasi berbasis sepeda namun harus memiliki deferensiasi yang lebih terhadap barang - barang yang sudah ada di pasaran. Sebagai info, tahun lalu barang yang dikembangkan adalah alat bantu untuk saudara kita yang mengalami cacat fisik (misalkan, pada pendengaran dan pada pengelihatan).

Gampang - gampang susah membangun sebuah desain sepeda baru. Sepeda yang baru, yang tidak ada dipasaran. "Radikal !," itu kata kunci yang mesti dikantongi setiap mahasiswa sebelum memulai memikirkan bulatnya bentuk roda.

Tak perlu berpanjang lebar, pada akhirnya Ekspo ini harus tetap terselenggara. Sepeda - sepeda "gila" yang sudah siap dalam berbagai macam bentuk : dari gambar 3D hingga prototipenya, siap mengguncang mata anda bahwa sepeda tak selamanya memiliki frame berbentuk segitiga.

Berikut pengumuman Ekspo selengkapnya :

Jurusan Teknik Mesin dan Industri UGM present :

HI-LOW09 [HIGH INNOVATION FOR LOW EMISSION VEHICLE 2009]

Pameran Design Sepeda, Games, Accoustic Performance, Community Performance, Talkshow.

Pelaksanaan :
SELASA, 22 Desember 2009
pukul 08.00 - 16.00
@ plasa KPTU sayap barat Fakultas Teknik UGM
Jalan Grafika no. 2 Yogyakarta


cari info ? monggo : 085695641000 [Farid]


Mohon dibantu penyebarannya ya kawan, hehe...! Terutama sobat - sobat blogger yang ada di dalam batas provinsi DIY.
[..]


MENCOBA SUKSES (GANTI BAJU)

Gara - gara kecanduan bikin poster

Benar kata orang - orang, blog yang paling dirindukan adalah blog yang paling demen secara rutin ngapdet tulisannya. Aku kena sentil dari Ihsan (icantulang.blogspot.com) : kok belum update ?. Hehe, maafkanlah. Aku lagi PP kampus rumah pake honda Star, meliuk - liuk di antara kosakata : Laporan praktikum. Bahkan dapet beban satu lagi : Bikin Poster !. Alamak.

Aku belum pernah punya sejarah melukis poster dengan software COREL. Potoshop sih sering, tapi bukan bertujuan untuk bikin gambar - gambar vektor. Tak mengapalah, sesuatu yang baru itu mesti dicoba. Apalagi dengan status netter, COREL sepertinya menjadi sangat lekat kaitannya dengan mempercantik sebuah Web.

Inilah sebuah kekacauan untuk sebuah poster yang sudah aku coba bikin.


Inilah sebuah kekacauan untuk sebuah poster yang sudah aku coba bikin.

Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, mata ini tak jauh dari rentetan gambar - gambar yang (tak) luwes, bikin transparan, nge-trace, bikin shadow, terus di fillet pinggirnya, aduh!

Selagi ilmu per-Corel-an masih berkecamuk di bawah rambut, coba - coba deh bikin header. Eh, tapi malah keasikan sampe mikirin footer. Maka jadilah template yang bak angin tornado ini. He-He-He.

Da-dah, header lama.


NB : buat Ihsan (icantulang.blogspot.com) - maaf kalo updatenya kaya gini, hehe.
[..]


PUT YOUR HANDS UP!

Bukan asli dariku, hanya menyambung lidah.

Btw, ini kali pertama aku bikin postingan sambil duduk di dalam kelas, sambil dengerin dosen menerangkan regresi dan korelasi dalam bahasa bule, sambil duduk pura - pura mengerti mengangguk - anggukan kepala, sambil buka laptop di pangkuan, sambil liat temen di sebelah sibuk bermain dengan keypad telepon selulernya.

Sebentar sob, lagi kuis..!
Regresi apaan nih, beta? es min 1 dalem kurung kuadrat dibagi en min 1.

O ya, mari melihat gambar, apa yang anda rasakan dari gambar tersebut ?

Lihatlah, bagaimana sebentuk hasil cipta dari semburat air mani dan terombang ambingnya sel telur, berakhir kandas dengan memamerkan jari tengahnya kepada seorang renta di sudut jalan. Bagus. Tidak ada pelajaran PPKn lagi, yang ada beberapa umpatan dari rentetan film barat yang masuk menjajah layar kaca. Yah, lihatlah si renta tadi, tidak ada yang dapat dilakukan selain menyerahkan baskom, berharap ada recahan yang terjun menuju kesana. Tapi, yang didapat hanyalah sebuah pose yang tidak patut dilakukan oleh seorang anak yang berseragam putih merah.
[..]