DIPUCUK SURAT RINDU

- Aku membenahi serpihan wajah malam nanti

Aku yang terlanjur tertatih disini
hanya menatap mentari yang berderak dipucuk rindu
sinarnya menggiring mendung untuk jatuh
di atas atap pohon mahoni, mulai keriput
jangan mulai turun hujan!
Jangan turun tanpa diriku

Aku yang terlanjur kering disini
hanya menatap pada sungai yang berisik di dalamnya
dan bilamana bebatu itu turut bercakap
seakan mencibir raut wajah ini
aku tak mau didera
aku tak mau derita!

Aku hanya sebatang rumput yang tegak disini
dijejal rasa bersalahku pada sebatang kumbang
maaf, aku rumput tiada akan berbunga
tapi aku tidak serupa dengan ranting yang rapuh itu
aku akan kuat
aku akan bergoyang

*

Aku adalah seekor kumbang cokelat tua
duduk di ujung batu runcing di bawah butir hujan
lama aku tatap jam tangan itu rekat
ini sudah tiga hari dua malam
tapi bunga itu belum berhenti menguncup
kapan ia akan mengembang?
Aku cuma mau bunga itu
meski yang lain terus menggoda
meski harus ada lima ratus malam lagi

*

Yogyakarta
dibawah siang yang sejuk
dihadapan radio dengan lagu – lagu cinta
“ini adalah lagu cintaku, padamu”
ini adalah sebaris rindu dimana tak terobati
ini adalah Yogyakarta
tidak ada ruang untuk rinduku kali ini



Yogyakarta, 18 Maret 2010.
[..]


RINDU DI PUCUK SAJAK

(I)
... Aku turut di atas kereta
melaju. Di sepanjang ilalang bergoyang
rindu. Pada pucuk hari itu
senja. Kereta tak berpintu melenggang ke timur
ke rumahku.


(II)
Masih lekat kala itu
wajahmu kudekap sayu
di pucuk dermaga aku berbisik
"aku benci perahu itu"

sudah letih ku menambang rindu
ingin ku jual ini kepadamu
sekarung ayaman sepi di tanah rantau
boleh ku tukar dengan senyum bibir tipismu?

besok aku merapat
satu sore pada pukul empat
datanglah, jangan terlambat
di dermaga itu, memoar cinta yang tiada akan berkarat
akan ku dekap engkau lekat - lekat.


YOGYAKARTA, 24 APRIL 2010
di bawah naungan hujan di sabtu malam. di balut petikan dawai gitar kerompong.
[..]


PERMINTAAN MAAF

Kepada kawan - kawan yang masih setia mengunjungi blog saya.

Malu saya. Saya harus mengulang kisah lama dengan memasuki ruangan yang berjudul UGD dr. Sardjito itu. Lagi - lagi saya harus berhadapan dengan penyakit lama : mag. Mag yang kumat tidak tanggung - tanggung, hampir membuat saya menangis karena harus menikmati rasa sakit yang luar biasa.

Sedikit informasi saja, saya sekarang sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Kini, perut saya tidak lagi meremas - remas dan saya juga tidak mengalami mual.

Tapi ada satu hal yang menjadi pengganjal di pikiran saya. Hasil lab kemarin dan diagnosa dokter itu kemarin menyatakan ada indikasi usus buntu. Wah, usus buntu ? Apa saya akan menyaksikan adegan - adegan dalam film SAW yang akan menimpa langsung pada tubuh saya sendiri ?

Saya harap sih tidak demikian dan saya juga berharap diagnosa tersebut hanya kemungkinan terburuk yang terjadi. Karena kemungkinan yang terjadi adalah kemungkinan terbaik : saya tidak ada masalah apa - apa. Tapi saya juga ingin minta tolong bantuan dari kawan - kawan (para pembaca sekalian), adakah yang pernah mengalami USUS BUNTU ? Mungkin bisa sedikit sharing disini, gejala mungkin, atau bagaimana pra-operasi dan pasca-operasi.

Catatan kaki : jangakan operasi, saya saja baru pertama kali di infus dan diambil darahnya ketika saya mengalami mag hebat di malam kemarin.
[..]


SELAMAT PAGI MUSIK INDONESIA

Salam hangat kepada band - band yang mencoba merusak kuping saya.

Pagi - pagi, saya dibangunkan karena salah satu band yang membuat saya mual berkoar - koar di speaker radio saya, yang memang tidak pernah saya matikan selama saya tidur malam. Gedebak - Gedebuk si tukang gebuk drum dan nada - nada yang berseliweran tanpa musikalitas. Terlebih saat sang vokalis keluar, bagai sedang badai, kamar saya serasa di dalam sebuah pusaran puting beliung.

Selamat pagi indonesia. Selamat pagi musik kita. Setelah saya menikmati permainan catur kita kemarin sore, apakah semalam engkau bisa tertidur dengan nyenyak ? Ataukah sejatinya musik indonesia sedang memasuki fase mimpi buruk yang berkepanjangan ?

Saya masih ingat, era tahun 2005 hingga awal 2007, ketika saya gandrung untuk membeli MP3 meskipun bajakan. Disana mulai mencuat satu dua batang band - band indie dengan gaya musik masing - masing. Namun, pada era itu pula muncul beberapa musisi yang nampaknya sedang bermain gundu, mencoba peruntungan lain dengan memberikan musik yang sangat dipaksakan untuk menjadi easy listening.Saya masih cukup ingat ketika REPUBLIK, RIBAS, KERTAS, PUTIH, dan beberapa rekan - rekan yang lain mulai meramaikan bursa tangga lagu pada beberapa radio di Mataram.

Siapa yang tidak ingat ketika Sindentosca meledak di pasar musik beberapa tahun yang lalu ?

Siapa juara piala dunia tahun 2002 dan 2006 kemarin ? Saya sudah lupa. Tapi yang saya masih ingat ketika PADI dan Sheila On 7 mengharumkan nama Indonesia sebagai musisi yang membawakan tembang soundtrack piala dunia kala itu. Work Of Heaven - 2002 (Padi), dan sebuah lagu SO7 yang saya lupa judulnya di tahun 2006, sempat masuk dalam kaset kompilasi lagu Piala dunia. Siapa yang tidak bangga, dua band lokal yang sejatinya tidak go international malah dipaksa untuk rekaman berkelas dunia.

Siapa yang tidak kenal Mahadewi ? Kasih tak sampai ? Semua tak sama ? Atau, Sebuah kisah klasik untuk masa depan dan Shepia ? Sebuah deretan lagu abadi milik dalam negeri dan kelas kakapnya band dalam negeri. Inilah band - band yang lebih memilih kualitas sebuah lagu ketimbang cari muka di acara - acara musik busuk milik televisi yang juga busuk.

Sekarang mari berterima kasih kepada band - band baru yang muncul lantas tenggelam yang sedikit banyak membuat kuping saya kacau. Mari berterima kasih kepada band - band yang bangga ketika mereka lebih memilih untuk LIP-SYNC.
[..]


PRIA TANPA NAMA

-untuk yang terkenang

Pria tanpa nama
duduk dibalik jendela
sekilas senyum miliknya
hanya menunduk pada masa

Seorang pria muda
setia menanti di lorong jendela
entah siapa yang akan menyapa
atau angin duduk dan berbicara

pria muda tanpa nama
mungkin hanya jadi cerita
yang dulu kerap ku jumpa
pagi ini telah tiada

Yogyakarta, 14 April 2010
______________________________________________
Sebuah dedikasi saya kepada seorang staff TU Jurusan Teknik Mesin Industri. Seorang pria gemuk yang memandang kosong dalam kelesuan. Namun, semangatnya tinggi untuk terus duduk dan menanti apa yang bisa dikerjakan.

Bapak itu cukup sering aku temui. Urusan cap pengesahan untuk beasiswa, pinjam meminjam alat - alat teknis kampus (seperti mikropon dan viewer), hingga mau menunggu kami yang terlampau lama mengerjakan tugas di kelas, karena salah satu tugas beliau adalah mengunci kelas jika sudah lewat dari masa penggunaan (sore hari). Beliau cukup mengenang bagi saya karena karena beliau juga, sebagai petugas cap, memberikan andil lancarnya jalan saya untuk mendapatkan beasiswa. Beberapa hal yang dapat saya petik dari beliau adalah beliau tidak terlalu banyak bicara dan tidak pernah berbelit - belit dalam suatu urusan.

Beliau belum lama ini meninggal. Namun, hingga hari ini saya masih belum mengetahui siapa nama kecilnya.

Salam hangat pak !. Saya rindu diambilkan mic dari lemari itu (lagi).
[..]


FIREPROOF

Belum saatnya kita berpisah.

Siapa yang sudah nonton film Fireproof ?
Apakan nonton berdua atau dalam kesendirian ?

Ini film saya sangat rekomendasikan kepada pasangan cinta yang sedang ingin berpisah. Lupakan keinginan untuk berpisah sebelum nonton film ini. Jangan sampai menyesal karena terburu - buru mengucapkan : aku tidak mencintaimu lagi. Tontonlah film ini dan rasakan bagaimana sang sutradara akan membawa anda lebih dalam untuk memahami kata berpisah itu.

Tersebutlah sebuah pasangan tengah dirudung masalah perceraian yang serius. Mereka berdua sibuk karena pekerjaan masing - masing yang menyebabkan ketiadaan waktu bagi mereka berdua. Namun, ayah dari si laki - laki kemudian memberikan sebuah tantangan cinta yang dimana akan merubah jalan cerita dari proses perceraian itu.

Adegan yang paling berkesan adalah dimana ketika sang laki - laki menggebuki komputer yang ia gunakan untuk menghabiskan waktu untuk berinternetan karena internet juga menjadi salah satu penyebab mereka berdua ingin bercerai. Ini juga menjadi sentilan tersediri bagi saya. Mengingat saya masih single, maka saya mungkin masih berhadapan dengan waktu luang yang banyak : so saya bebas ngeblog. Lha, kalau saya berumah tangga nanti apakah saya tetap akan gila - gilaan ngeblog seperti ini. Apakah saya juga akan menggebuk komputer saya nantinya ? Ha-Ha-Ha.

RECOMMENDED buat blogger yang masih lajang...!!!
[..]


GANDRUNG NGE-DONLOT

Maaf, belakangan saya jarang BW.

Saya memang punya kebiasan baru dalam 23 hari terkahir ini yaitu ngenet di kampus hingga tengah malam dan hari pun berganti. Semenjak habis dari orang turun sholat maghrib, kalau anda bingung cari saya ada di mana, cari saja saya di kampus JTMI (Jurusan Teknik Mesin Industri) di lorong lantai dua. Di bawah lampu neon, saya yang duduk selonjoran di depan kursi panjang, akan terlihat sedikit berbayang.

Ini bukan perkara yang mudah ketika saya sedang mendownload dan browsing. Hitungan waktu yang terlampau sempit membuat saya kesulitan menggerakkan mouse ke sana kemari. Kerjaan saya disini adalah mendownload satu album dari seorang penyanyi. Ada yang dari nol hingga ia bubar, ada juga yang hanya mendapatkan 'the best of' miliknya. Dengan kapasitas bandwitdh yang besar, satu album tersebut dapat di-download dalam hitungan detik, bukan menit.

1 Mbps, lantas naik menjadi 2 Mbps, kadang hampir mendekati angka 4. Siapa yang tidak kepengen download semua isi dari Indowebster dan Mediafire ?.

Kalau saya mayoritas mendownload file berkestensi .mp3, kawan saya lebih cenderung untuk menghabisi Indowebster dengan drama korea-nya. Dia sering mengatakan : satu malam, satu drama selesai (dari mulai hingga tamat). Kalau dihitung - hitung, kami berdua bisa memasukkan rata - rata 5 - 7 Gigabyte dalam satu malam.

Dengan kapasitas bandwith yang besar (antara 1 hingga 4 Mbps) dan dipakai sendiri (karena kampus sepi ketika malam), saya membayangkan : saya bisa menghemat jutaan rupiah setiap bulannya dari pada saya harus membeli koneksi dengan bandwith yang sama yang dipakai oleh warnet.

Yang saya bingung : bagaimana ketika saya sudah lulus dari bangku kuliah, dimana saya akan mendapatkan kecepatan setan seperti dulu lagi?
[..]


LANGIT SORE

Coba tengok ke beranda rumah, langit senja begitu nikmat.

Beberapa hari terakhir saya mendapat kesempatan untuk melihat ke luar kamar. Walaupun masih musim ujian, tapi tidak ada salahnya kalau saya sedikit peduli dengan suasana langit yang begitu molek di arah barat. Langit senja, sebelum azan magrib menjelang, disapu warna oren yang begitu kemilau. Lantas saya duduk di atas pagar tembok dan memandangnya lekat - lekat. Tampak langit itu tergurat indah, lagi - lagi saya berdecak kagum.

Angin sore juga begitu sepoi. Kadang mengalir desar seirama dengan cahaya matahari yang mulai sayup - sayup menghilang. Mendung musim hujan ini begitu mempesona. ia biarkan dirinya dipoles sinar matahari yang bias dan menjadikan lembut.

Mudah - mudahan sore ini masih ada.

Langit senja muncul di pintu barat
menghadap pada laut tak berujung
Langit senja pergi tiada lekat
dikikis malam dari balik mendung...
[..]


UPDATE PAGERANK

Wow. Mbah Google habis beli tuak semalam.

Saya sampe ikutan dimabuk page rank nih. Apalagi beberapa kawan saya yang kecipratan wiski yang disemprot mbah Google kemarin, blognya pun beraromakan kebanggaan. :]

Banyak juga kawan kita yang mendapatkan angka tiga ketika mencoba mengecek berapa angka Pageranknya. Tidak sedikit juga yang sekarang berada di atas angin dengan mengantongi pagerak 4 (empat). Luar biasa, perjuangan selama ini, meskipun akan menapak jalan yang masih lebih panjang, sudah dibayar dengan hadirnya angka – angka super ala Pagerank.

SEO akan tumbang di tangan pagerank 3 dan 4. Tidak perlu ada yang ditakutkan. Memasterkan ngeblog pun hampir ada ditangan. Tinggal memejengkan angka keramat itu maka pengunjung akan takhluk dan segera menyapamu dengan “master!”.

Ah, saya gak gila hormat macam itu. Saya kan sudah bilang, saya sedang jenuh. “Tapi, orang jenuh gak akan update blog dalam tempo kurang dari dua hari “. ha-ha-ha.

Tapi, ada benarnya juga saya menjadi jenuh. Angka empat ini kok belum bertambah juga ya. Setidaknya menjadi angka 5 saja itu sudah bisa disebut perubahan.

****bayangkan : saya sedang memakai kacamata hitam, jaket hitam, berkumis hitam, dan berada di balik bayang bayang hitam merokok yang hitam – hitam, juga sedang minum kopi item.
“Saya akan menyelidiki, kenapa blog – blog anda naik PR-nya (tapi saya tidak), padahal anda tidak punya list 'tukar link' pada halaman pertama”
****celingak-celinguk mode on.

ha-ha-ha.

img src="http://www.sakoo.net/wp-content/uploads/2009/11/google-pagerank.png"
[..]


TITIK BALIK

Saya sudah mencapai titik balik. Titik Jenuh.

Beberapa hari terakhir saya seperti mati rasa. Meskipun saya dan yang lain diguyur oleh liburan akhir pekan yang cukup panjang, tapi bagi saya, matahari seperti permainan bola voli, terpantul sana terpantul sini tanpa ada efek yang terasa dari apa yang telah ia lewati. Jangankan panas, silaunya saja saya sudah lupa. Entah apa yang sedang terjadi, tapi saya sedang mencapai orgasme “TITIK JENUH”.

Saya benar – benar sedang berada di tepi kepudan kawah yang hanya mengeluarkan rasa jenuh. Hawa jenuhnya yang begitu pekat, hingga saya tidak bisa merasakan bahwa saya justru sedang tertawa mengusir kejenuhan. Tempat ini juga bukan penjara. Tapi, dengan lampu yang remang – remang, tempat ini sudah menyerupai sebuah kamar di hotel prodeo.

Saya jenuh. Saya akui itu. Saya jenuh untuk segalanya. Saya jenuh ketika saya melangkah masuk ke kamar. Saya jenuh memandang perabotan kamar yang juga ikut jenuh memandang raut wajah saya. Saya juga mulai jenuh memegang mouse. Saya juga akui, entah dari mana datangnya, tapi saya jadi malas meninggalkan link blog saya.

Saya jadi teringat dengan si Anyin. Katanya sedang melakukan ritual hiatus. Apa dia juga sedang jenuh seperti saya ? Atau pada kawan – kawan lain yang juga mulai surut hadir dalam BW, apa sedang terkena sindrom Jenuh yang teramat pekat ?

Aku sedang jenuh
jenuh pada angin berputar di atas kamar
aku sedang jenuh
pada angin di selubung waktu.

[..]


DUA HARI

Dua hari
Dua malam
tidak ada lampu kamar terdependar
hanya kemilau sisi tipis jendala
ciptakan temaram di pojok utara

Dua hari
aku merengkuh untuk bergulat
melawan bisingnya malam yang hening ini
melawan silaunya gemintang yang hanya berpijar
oh



Dua malam
aku sudah mandi belatung
aku juga berkalang lelumut
walau belum berbalut kafan
tapi itu

Dua hari
Dua malam
yang lalu

Yogyakarta, 30 Maret 2010

___________________________________________

Maaf, seminggu ini saya terinjeksi oleh suatu penyakit.

img src="http://images.paraorkut.com/img/pics/images/d/doctors_stethoscope-13168.jpg"
[..]