WIFILINK, ADUH KENAPA NIH ?

Intel Wifilink. Lagi Raiyen Nih.

Ini kali pertama letop jinjing yang bernama Acer 4736 aku tempelkan di meja milik kampus. Nyalakan wifi, terus konek pake cara lama, ketik IP adress secara manual, malas untuk akuiring - akuiring dan tetek-bengeknya.

Eh, setelah konek, kok aku jadi keget ya, kok lambat e je!. Asem, mendingan ACER 5052 yang lawas itu, Wificard-nya Atheros. Masalah nih.

Tanya nih, memang bagus ya si kartu yang namanya Atheros itu ya? Walaupun si Intel Wifilink ini sudah a/b/g/Draft N lo. Tapi apa artinya semua itu kalo kalah cepet sama si leptop Acer tua bangka itu ya.

Sebenarnya bukan hanya disitu sih. Sepertinya ACER 4763 ini yang bermasalah. Di acer.co.id, 4736 disebutkan sudah pake pinjerpin, eh, nyatanya kok gak ada ya. Wifinya juga, mestinya Acer Invilink apa gitu, lo kok yang kepasang Intel Wifilink. Ah, ada yang gak bener nih.
[..]


JATUH

Hanya sebuah realitas.

Jalan itu terasa sepi tatkala matahari masih condong terlalu ke timur. Pagi itu terlalu buta ketika seorang pemuda melenggang dengan motor berjok oranye di sebuah jalan penghubung antar kabupaten. Pagi itu terlalu sunyi bagi seorang siswi yang rambutnya terikat rapi dan berbaju rapi. Pagi itu terlalu cepat bagi seseorang yang sepertinya berkelapa tiga dengan motor metik melaju menerobos kilau langit timur.

Sebuah pertigaan akan mengukir sejarah baru di sudut kota Bantul. Pertigaan yang akan terbanjiri oleh segenap sejarah dan kenangan, tentu saja harapan bagi si pemuda tadi.

Si pemuda menapak jalan dari barat menuju utara, berbelok kiri dari pertigaan tadi. Penunggang metik pun sama. Dan akhirnya berada dalam satu garis lurus ketika gadis berseragam itu tiba - tiba sudah berdiri tegak di separuh jalan. Celaka, begitulah pikiran yang berkecamuk di benak pemuda itu yang berada di kanan motor metik.

Benar saja, penunggang metik tak segan - segan untuk menambah kecepatan, menerobos ruang tipis di antara rumput dan untaian hitam rambut sang siswi. Siswi itu mengelak semakin ke tengah, tidak memberikan kesempatan sang pemda untuk berpikir lebih akurat. Sang pemuda tau, jika ia mengajar gadis itu, masalah akan berbuntut panjang.

Sejurus kemudian, ia limpahkan segenap kekuatannya untuk memalingkan tanduk motor dari sang gadis. Kedua roda motor menggelinding ke kiri dan akhirnya pemuda dan tentu saja tunggangannya tersungkur ke bahu jalan yang didominasi oleh rerumputan. Namun, walaupun sudah mencium tanah, sang pemuda masih kuat untuk berdiri kembali. Kakinya berguncang sembari megkibas - kibaskan lengannya yang penuh dengan peluh.

Walaupun selamat mendarat di tanah berumput namun ia tetap harus mencicipi pedihnya luka lecet di ujung dengkul dan sedikit di tepi siku karena harus tetap bertarung dengan cadasnya tanah kemarau. Tidak ada yang tahu. Tidak ada yang sekedar membantu. Hanya dia, dan gadis yang kemudian pergi. Sejurus kemudian, pemuda yang punya luka lecet itu berlalu.

Dan pemuda itu aku.
[..]


KLARIFIKASI

Kayak artis saja. Tapi biar segalanya lurus deh.

Hmm. Aku mau mengklaripikasikan beberapa hal nih, mungkin menyangkut masalah posting tempo hari, atau ada hal - hal agak rancu di mata kawan. Tapi mudah - mudahan gak ada yang tersakiti selama blog ini masih bergulir. Amin.

Pertama nih. Aku itu masih di Jogja, belum pulang ke Mataram. Memang terjadi kesalah-pahaman pada beberapa posting sebelumnya. Wong masih duduk bersama kartu ujian, masih nulis - nulis jawaban sambil diawasi tiga pasang mata pengawas. Pada posting LANGIT MALAM, memang ada yang mengira aku sudah pulang dan sudah 'menatap langit Mataram', padahal itu baru angan - angan saja. Atau pada posting DIMANA RUMAHKU BERADA. Sama juga persepsinya. Jujur, aku paling hobi mempersiapkan sesuatu selalu lebih awal, takut ada yang ketinggalan. Nah, jadi belum ada oleh - oleh, hehe.

Yang kedua deh. Hmm, ngomong - ngomong ini postingan perdana yang aku kerjakan di leptop baru, alhamdulillah, ACER 4736. Baru berumur tiga hari. Jujur dah, ribet pake ini leptop, apalagi buat ngetik. Kibortnya itu gaya baru, konsepnya sih (kayanya) ngetik tanpa suara. Bener - bener (hampir) bisu nih kibort. Mau klarifikasi apa? O ya, memang postingan sebelumnya aku pernah bilang INSYA ALLAH, LEPTOP BARU. Waktu itu ini leptop masih dikargo (ntah pesawat ato kapal). Nah, barulah tanggal 22 Juni kemarin leptop ini resmi aku sentuh.

Ketiga. Jujur, ini tahun terakhir aku punya umur kepala satu. Taun depan sudah mulai kepala dua. Ya Allah, cepetnya ayo kita jadi tua. Buat mama di rumah, salam kangen aja dah. 19 tahun silam, 25 Juni di sore hari, aku pertama kali liat sunset yang indah dari balik tirai putih dan diselingi dengan senyuman orang - orang terkasih.

Selamat ulang tahun. Merana nih, ngerayainnya sendirian. Hehe.
[..]


LANGIT MALAM

Langit malam, punya cerita.

Menakjubkan. Tiga malam terkahir, sangat cerah. Tidak ada mega yang diundang, tidak ada bintang yang bersembunyi dibalik kelam. Semua berjalan begitu saja, ada yang berkelip merah, ada yang putih, ada juga yang kuning agak putih sedikit. Semua tergantung dari umur bintang itu sendiri, begitu kata bapakku.

Dapat ku katakan, aku sudah tidak peduli dengan langit malam dalam dua tahun terkahir. Jangankan memperhatikan, sekedar takjub saja sudah jadi kegiatan yang asing untuk aku lakukan. Peduli setan bintang mau bersembunyi di balik bulan, atau bulan mau bersembunyi dibalik dedaunan.

Tapi, malam itu aku dibawa menjadi turis, aku digiring ketempat yang rasanya belum pernah aku sambangi. Tegak berdiri di beranda rumah, tiba - tiba mendongak dan aku menemukan jalan lama, jalan yang pernah aku tapak, jalan yang sudah aku abaikan dalam dua tahun terakhir.

Di sebelah selatan, ada rasi layang - layang. Kalau bulan Juni - Juli ini, saatnya melihat tiga bintang berjejer diatas kepala, dan ke utara sedikit ada bintang tuir yang bernama Betelgeus, merah - merah warnanya. Tapi kalau akhir tahun, kita akan memandang rasi skorpio, dengan bintang Antares (tuir juga, merah kuning gitu) di bagian tubuhnya. Kata - kata bapakku mengiang hingga sekarang.

Ketika masih pake seragam merah putih dulu, aku dan bapakku biasanya menghabiskan malam yang gelap (akibat giliran mati lampu) diluar rumah, membawa kursi bambu hingga ke tepi jalan, dan melihat gugusan bintang layaknya sungai berlian yang berkilau, sungguh indah. Bima Sakti, begitu kata bapak.

Hom swit hom. Langit membawaku kembali ke rumah. Langit membawa sejarah. Langit malam, tak mesti selalu kelam.
[..]


UJIAN NIH

Bagi - bagi tips. Tapi gak dijamin keberhasilannya. :]

Bagi - bagi tips konyol buat ujian saja. Macam aku, IP pas - pasan (aduh buka kartu), soh, gak jamin tipsnya berlaku. Tapi gak ada salahnya sih, bagi yang mau IP-nya pas - pasan, masuk sini.

Pertama. Siapkan materi - materi kuliah. Catatan lebih baik ketimbang handout powerpoint, karena catatan itu sudah melalui proses seleksi dan pengolahan, termasuk jika ada materi yang tidak tersampaikan dari powerpoint.

Kedua. Belajar jangan hanya sekedar baca. Catat!. Karena, kemungkinan kita mengingat akibat menulis itu 70%. Catat hal - hal yang penting saja, misalnya kalo hapalan, yang dicatet itu kata kuncinya saja, ato rumus - rumus saja.

Ketiga. Siapkan fisik. Aku punya pengalaman gak enak waktu ujian termo dulu (mid semester). Mag kambuh, ujian bubar. Akhirnya dapet D, haha. Jangan terulang lagi dah, kapok.

Keempat. Belajar bareng lebih efektif ketimbang sendirian. Kemampuan tiap orang berbeda - beda, jadi biar sama ya belajar bareng, haha. Kadang kita bisa lebih tau banyak ketimbang duduk belajar sendiri. Diskusi juga bisa membatu hal - hal yang belum terpecahkan. Intinya, jangan sungkan untuk bertanya.

Kelima. Belajar waktu fajar enak. Sepi, sunyi, hawanya sejuk, fres habis bangun. Biasanya hapalan lebih lama nyantol. Atao sebelum tidur, persis sebelum tidur. Sambil duduk - duduk dikasur, catet point - point penting, hapalin rumus - rumus. Insya Allah ingetnya pol dah. Paling bagus ya kalo bisa sampe masuk mimpi, hehe.

Keenam. Waduh, dah panjang oi!. Semangat dan rileks. Itu yang paling penting. Yakinkan diri : BISA. Optimis dulu, masalah nilainya belakangan.

Terkahir. Usahakan datang setengah jam lebih awal. Ini sebagai safety factor bilamana ada barang yang tertinggal. Selain itu, kita juga tidak dalam kondisi tergopoh - gopoh, santai lah.

Sekian tips-nya. Yuk, ujian lagi.
[..]


DIMANA RUMAHKU BERADA ?

Aku kehilangan arah.

Aku sedang menyiapkan perlengkapan mudik besok. Mulai dari masalah baju yang akan dibawa, sampai menghitung oleh - oleh yang akan aku berikan esok ketika aku lunas sampai di Mataram kelak. Tapi muncul suatu pertanyaan : sebenarnya aku kembali "pulang" atau hanya "pergi" ?.

Esok, ketika (insya Allah) tanggal enam tiba, aku akan nge-bis ke Mataram. Membawa sebuah tas baju, penuh sesak, karena aku tahu di sana aku tidak punya stok baju yang cukup. Dari sini aku mulai berpikir, biasanya dulu ketika aku berlibur ke Jogja, koper - koper itu penuh baju yang notabennya dari rumah. Sekarang, giliran aku yang membawa sekoper baju untuk ke rumah.

Aku menatap lekat - lekat dinding kamar ini. Aku juga tahu, dua bulan lagi, dinding - dinding ini akan tetap berdiri kokoh, dan aku kembali bersandar di sisinya. Padahal, tak kurang dari sebulan lagi, dinding - dinding ini akan berjarak 700 kilometer dari tubuhku.

Jadi, rumah bagiku adalah apa? Kamar ini ? Atau justru rumah dimana esok akan ku letakan koper yang berisi buah tangan itu ?

Ingin sekali kembali ke rumah. Tapi sadarkah, aku kembali, ucapkan kata halo, hanya untuk mengucapkan selamat tinggal lagi ?.

Ngomong - ngomong, aku rindu masjid itu, dan aku ingin pegang gitar bersenar "string" itu (karena disini gitarnya nilon).
[..]


TEMPAT DUDUK

Ini cuma masalah dimana kamu akan menempelkan pantat.

Bayangkan, akhir - akhir ini yang bikin aku stress salah satunya ya tempat duduk. Sepekan silam, aku dibikin kelabakan karena masalah kartu ujian. Pas Hari terakhir pengambilan kartu ujian, KRS ku lenyap. Entah terselip, luntur, ato malah sudah jadi bungkus kacang, wah udah gak tau. Padahal syarat utama untuk mendapatkan kartu ujian ya nunjukin itu KRS. No KRS no Kartu Ujian. No Kartu ujian ya No ikut ujian, alias gak ada TEMPAT DUDUK untuk ujian besok.

Tapi beruntunglah, ternyata fotokopi-an KRS yang sudah dicap, masih bisa melancarkan jalanku untuk dapet kartu ujian. Walaupun sebelum itu, karena kelabakan, aku langsung masuk kantor polisi buat bikin Surat Keterangan Hilang. Udah bayar 20 ribu, eh, surat itu gak pake.

Bioskop lagi. Hari ini, aku terpaksa mengantri 2 jam, berdiri tanpa duduk sedikitpun demi mendapatkan TEMPAT DUDUK nonton KCB di 21 Amplas. Aduh, mungkin kena varises nih. Dateng jam 8 pagi, kasir belum buka, tapi yang antri sudah lima orang. Jam 9, yang antri sudah mencium pintu masuk, kasir belum buka. Dan jam 10, kasir buka, yang antri sudah gak kelihatan.

Dateng - dateng nonton. Mulanya bagus, enak. Eh, ujung - ujungnya, tumben liat pilem layar lebar yang bersambung. Jelas - jelas TO BE CONTINUED. Penonton kecewa.

Satu lagi perkara TEMPAT DUDUK yang belum terselesaikan yaitu seat buat pulang besok. Hore, MUDIK !. Aku belum beli tiket, buking pun belum. Naik bis gitu, nyantai sehari semalam, terobang - ambing dilaut, belok kanan belok kiri. Pengennya sih jangan yang deket jendela, takut mabuk, hehe.

Buat masalah TEMPAT DUDUK kali ini, mudah - mudahan teratasi. Besok aku mau beli tiket. Mudik yok!.
[..]


INSYA ALLAH, LAPTOP BARU

Pilek ni masih ganggu e. Malu sama mbak yang jaga stand, meler di depan mukanya.

Gak jadi deh jadi orang pertama yang dateng ke pameran FKI di JEC tadi. Gak jadi juga beli flesdis 4 giga seharga uang biru - biru itu. Ah. Tapi tak mengapa, satu hal yang pasti, aku jadi beli leptop.

Wuiz!. Laptop baru bro. Laptop lama mau dibawa pulang ke Lombok, dipendem disana, dipake adik - adik ku, biasa kasian juga jadi anak kedua ato ketiga, terima barang 2nd, hihi. Pis !.

Tapi gak apa, berhubung buat latihan punya leptop, seken - seken tak apalah.

Alhamdulillah, impian punya lepi baru terwujud. Bukannya mau membebanin orang tua, tapi ini namanya rejeki. Makanya, mumpung ada kesempatan dan rejeki, gak akan ku beli leptop yang setengah - setangah. Mulanya aku melirik barang - barang yang berembel - embel Intel Atom. Tapi ternyata budgetnya meningkat, jadi yang kepilih "mata - mata inti untuk dua" (intel kor tu du wo).

Wah bingung mau bilang apa. Cuma kasih saran saja. Perbandingan harga dari pameran sebelumnya (NIX kalo gak salah) yang hanya terpaut satu bulan, yakni bulan Mei kemarin, cukup drastis. Yang paling menggiurkan laptop ACER 2930 yang turun hampir satu juta lebih. Beberapa yang lain turunnya rata - rata 400 ribuan lah. Soh, mumpung turun, kenapa gak kita beli. Hehe.

img src="http://www.hardwareku.com/catalog/images/acer%204736.jpg"
[..]


FLASH VANDISK 4GB - MURAH [Alnect Komputer]

UFD Advan Vandisk V90 4GB

Yup. Ini dia re-pi-yu pertama ku. Bismillah.



Aku nyesel beli plesdis ini. Nyesel banget. Nyesel banget kenapa gak belinya sekarang saja ya, terpaut jauh sekali ketika ku beli setengah taun silam. Tapi, buat sobat sekalian, gak akan pernah nyesel beli ini plesdis.

Plesdis ini kebangeten murahnya. Untuk ukuran segini, aduhai, ini barang termasuk yang paling murah dikelasnya. Tak apalah bentuknya jadul pake tutup pake topi, klasik kalo orang bilang, tapi untuk harga segitu, kemampuannya jauh dari kata klasik, bahkan tidak sebanding.

Cek dis aut !
Kecepatan nulis = 8,2 Mb/sec
Kecepatan mbaca = 14,8 Mb/sec
Cuma perlu ditukar dengan uang 'Merah - merah' sama 'Ijo - ijo', ntar masih dikasih kembalian.


Aku kopi pilem (kadang .avi ato .dat yang notabennya file - file 700 mega) pake ini plesdis, gauge-nya (apa ya namanya yang biru - biru jalan kalo lagi progres ngopi file itu ?. Setau aku namanya gauge, hehe) kaya orang naik kuda, sekali pecut kudanya melesat ngebut.

Soh, bagi sobat sekalian yang pengen plesdis 4 giga-an, mur-mer, tapi gak murahan, plototin saja UFD Advan Vandisk V90 4GB !.
Jangan lupa belinya di Alnect.
Mau online ato mau dateng langsung, ap tu yu. :]

http://www.alnect.net/products.php?/8/29/98/139/Storage_Media/USB_FlashDisk__4GB/Advan/UFD_Advan_Vandisk_V90_4GB

Alnect computer Blog Contest
Sebetulnya aku pengen beli lagi satu, wkwkwk.

note:barang - barang yang direview merupakan barang asli, bukan hanya dilihat dalam bentuk gambar. telah dilihat, disentuh, dan dicoba sendiri. jadi bukan ndobos, ngapusi, ato cuma ngibul. hehehe.
[..]


MENDADAK POSTING

Hahaha. Kasih ketawa dulu.

Alnect computer Blog Contest

Tumben ketik langsung di kotak posting kaya gini. Maklum lagi sakit, tapi semangat ke warnet. Eh, sampe warnet malah udah gak jadi sakit, ato entar sakit lagi di rumah, ah, jangan sampai. Oh ya, cuma mau kasih tau aja, ada dua hal penting yang sedang terjadi di seputar Jogja.

Yang pertama, UGM lagi minggu tenang. So, kos - kos-an lagi pada sepi nih. Buat yang ngekos, apalagi di sekitar Pogung, yuk cari alternatif buat makan. Takutnya entar warung - warung pada tutup, ujung - ujungnya nge-burjo, hehe. Padahal tau sendirilah burjo itu cuma hidangin mie instant, nasi telur, ato kalo ada ayng lebih komplit ya nasi sarden (tapi ku gak tau rasanya, wong belum pernah nyicipi, :])

Yang kedua. Ini yang paling penting.

Dah liat gambar di atas?. Klik saja. Dan anda akan dituntun ke dalam dunia lain. Dunia penuh gadget dan periperal. Dan tentu saja ini akan asngat menguntungkan buat temen dari blogger.

Toko mungil di bawah jalan layang Janti sedang mengadakan hajatan buat kawan - kawan blogger nih, hajatan yang cukup menggiurkan. Walaupun tokonya mungil, tapi komplit coi. Ada sensasi kereta api lewat kalo beruntung (orang tokonya persis berada di utara rel kerta api di bawah jembatan layang Janti). Alah, ini kok bahas tokonya !. :]

Pokoknya, ikutan dah. Oke!
[..]


MUAK

Ya aku sudah muak.

Beuh!. Betul - betul dah, yang ku kerjakan selama ini, ngelembur, pulang pergi kampus, pulang tengah malam, dan hal - hal lain yang bikin capek, sudah membuahkan hasil. Hari ini, aku sakit.

Pilek, pening, bisul di jidat (padahal penyebabnya kayaknya bukan gara - gara capek, hehe), badan panas, pegel, adoh!. Beli tisu dulu, ntar meler di mana - mana.

Tugas kuliah yang maraton, kisruh beli tiket di XXI (ah ceritanya panjang), dan hajatannya 'Mbah Jaya' (macam seminar motivasi, aku yang jadi perkap!) yang bener - bener menyita energi, pikiran dan tentu saja waktu.

Jujur, sudah sebulan ini, aku belum pernah nonton tipi. Bukannya katrok gak punya pesawat tipi, tapi gak sempat. Aku juga gak enak sama pak RT yang tiap malam, tengah malam malah, aku lewat depan rumahnya. Gak enak takut ganggu.

Pokoknya aku sudah muak.

Tapi bingung, ini muak mau diapain ya?. Pengen dihabisin pake main game, ah, bosan. Mau dipake jalan - jalan, aduh kayanya mesti istirahat. La, nek dipake istirahat, pengen nyicil persiapan untuk mudik besok (masih lama ding, awal Juli, tapi ada persiapan - persiapan yang butuh waktu tunggu yang cukup lama karena berkaitan dengan pikiran, halah!).

Btw, besok dah minggu tenang ya? Hehe.
[..]


LAGI - LAGI BIOSKOP

Ini blog bicaranya kalo gak kucing ya masalah bioskop, :]

Habisnya, gak ada ide, mumpung lagi ada ide sedikit berbagi kekonyolan saja, hehe.

Semalam, pokoknya pikiran bisa bebas dari kerjaan. Nonton yang hingar-bingar (jadi pengen nonton Terminator Salvation lagi, :]). Gak ada plan sih, tapi gara - gara denger ada satu departemen di HM-nya TI mau nonton, kenapa gak kita nobar (walaupun mereka gratis, aku dan seorang kawan ku yang bayar sendiri).

Yaph. Nonton lagi, Terminator gitu. Sempat kebayang gimana taste-nya terminator kalo gak ada si Arlnod Swa-seger itu, eh, kok tiba - tiba muncul tuh wajah gubernur Kalipornia ditengah - tengah cerita. Apa bener dia nimbrung lagi ?, ya walaupun tak ada 5 menit.

O ya, sedikit ngasih komen buat pilemnya. Aku menikmati pilemnya. Enak banget, full efek sound maupun gambarnya, cantik. Walaupun (nih walaupunnya), ceritanya agak rumit, sedikit dialog, dan penuh adegan - adegan duel. Sound efeknya ya, beuh!, dua jempol. Soh, jangan lewatkan kesempatan nonton di bioskop (puaskan telinga anda, haha).

Semalam aku dapat tiga hikmah penting dibalik nonton pilem di situ. Pertama, ini kali pertama aku nobar. Sebelumnya nonsen (nonton sendiri, haha), gak ada bedanya coz nggak boleh ngomong dan matanya fokus ke layar. Kedua, ini kali pertama aku ke XXI di Jogja. Mulanya aku anti XXI, liat aja parkirannya, penuh dengan mobil, jadi kayanya aku "gak pantes" masuk XXI (sok merendah, :] ). Ketiga, jangan jadikan malam itu jadi malam pertama dan terakhir nonton di XXI, kapan - kapan kita (gak ding, aku saja juga ga pa pa, hehe) masuk lagi. Kecanduan nih.
[..]