TEROR DI TANAH SUMATRA


Bukan teroris biasa.

Tukang teror kali ini tidak bawa bom mobil. Tidak bawa senapan, maupun pistol sebatang pun. Apalagi mengantongi secuil pisau sekalipun. Ia, atau enaknya kita sebut mereka, hanya membawa diri, dan membawa nama yang terkenal garang. Jika namanya saja sudah masuk ke dalam rumah anda, anda pun akan mengambil langkah seribu tanpa perlu berfikir panjang.

Mereka cuma bawa cakar setajam silet, gigi layaknya gergaji, dan kadang sambil mengumbar suara - suara bernada rendah yang bikin orang lari sambil merinding. Itu dia, Harimau. Heran bukan ?. Aku juga heran, ini teroris mau ditangkap dan diadili pakai hukum apa ya?

Putar - putar TV, eh beritanya Harimau. Biasanya jadi buruan, sekarang justru balik berburu. RCTI bilang, sekawanan harimau muncul di daerah Aceh yang berpenduduk, entah mau cari makan, atau berdemo di DPRD. Dan itu wajar saja rasanya, karena bukan tanpa sebab hewan karnivora itu datang berkunjung ke daerah yang ada makanannya, yaitu daerah berpenduduk. Katanya sih, habitatnya sudah mulai rusak, dan kabarnya, santapannya kini sudah mulai berkurang. Coba deh kawan - kawan liat beritanya di RCTI, perhatikan harimau yang di shoot lagi ada di tepi jalan, kok rasanya kurus seperti kambing. Apa kekurangan gizi ya ?.


Aceh itu kan bagian dari Sumatra, rasanya wajar saja kalau disana ada harimaunya.

Ada baiknya kita belajar dari peristiwa di Aceh ini (dan rasanya sudah pernah terjadi di daerah - daerah lain di Sumatra dan Jawa). Teror. Malu - maluin, masa manusia diteror binatang. Hehe. Tapi benar juga, harimau itu mungkin sudah kehilangan sumber makanan. Lahan yang terus dibuka, terserah untuk pertanian, perkebunan, bahkan untuk perumahan. Tentu itu bikin kondisi alam berubah. Ekosistem rusak, dan ujung - ujungnya ya itu tadi, teror dengan berdalih untuk mencari makanan. Coba kita liat di sekitar kita. Anak kecil saja, kalau kita rebut mainannya pasti akan menangis sekencang - kencangnya untuk melampiaskan kemarahannya, apalagi hewan yang tidak bisa berpikir. Pokoknya makan perut kenyang, rebus atau nggak direbus dagingnya yang penting masuk mulut.

Sekarang, saudara - saudara kita yang ada di daerah teror tersebut tengah berjuang mengusir kawanan hewan belang - belang tersebut. Kata mereka : "Kalau dibunuh, itukan binatang yang dilindungi. Tapi kalau tidak dibunuh ya barangkali kita yang tidak terlindungi". Serba salah. So, gimana nih kawan - kawan kita di pemerintahan, adakah solusinya ?. Dan boleh aku katakan, ini tanda - tanda bahwa alam Indonesia mulai rusak bahkan semakin rusak.

Boleh aku tawarkan solusi ?.
Sebaiknya ketua dari kawanan harimau tadi diajak berbicara satu meja dengan masyarakat sekitar. Berdialog, mengambil jalan tengah. Dan bisa jadi kita bikin kerja sama antara penduduk dan harimau tadi, harimau boleh memangsa si tukang tebang hutan yang liar alias tak berizin.

Haha...










Yang Satu Kategori

23 Komentar:

  1. Yaa akar maslahnya kan ada perebutan lahan hidup, setuju mestinya ada dialog antara binatang dengan manusia, nanti bagi-bagi daerah kekuasaan ( seperti preman itu lhoo...)

    BalasHapus
  2. Bukannya itu terjadi karena kesalahan manusia itu sendiri..
    Karena mereka melakukan penebahan hutan seenaknya..

    BalasHapus
  3. Wah aku speechless kalo lihat kaya gini

    BalasHapus
  4. aq juga liat tuh, harimaunya kurus bgt.. apa gara2 habitatnya dibabat abis, jadi dy ga pny makanan lagi?? sehingga dy mulai punya ide utk mhabisi mereka yg tlah membabat habitatnya?? masuk akal.

    BalasHapus
  5. salam kenal om....
    salam bloger..

    BalasHapus
  6. Naluri binatang sangat peka,apalagi tempat tinggal mereka diusik karena kepentingan manusia,mereka bisa jadi buas dan membahayakan

    BalasHapus
  7. mo komen apa ya..... :?
    kayanya sih manusia serakah banget
    punya binatang aja direbut-rebut
    punya sesama manusia direbut juga
    maunya apa sih manusia itu????

    BalasHapus
  8. ughhh... manusia itu ya!!! x(

    BalasHapus
  9. kenapa harimaunya marah ??? dwing,dwing apakah kita yang memulainya ???

    BalasHapus
  10. kayak ya harimau itu mau demo di DPRD deh, hehe.. mereka mencontoh manusia pada demo gt.. hihih

    BalasHapus
  11. hariamu bikin ulah pasti ada sebabnya...
    sebaiknya kita ajak bicara dari hati ke hati..
    tanpa demo..
    tanpa kekerasan...
    tanpa suap...
    [ada yang merasa tersindir ngk yach dgn kalimatku.... hik hik hik...}

    BalasHapus
  12. Saya lihat nasib harimau sumatra tidak lama lagi akan bernasib sama dgn harimau jawa dan bali yang sudah punah.

    BalasHapus
  13. “hi mas pakabar? Saya baru publish postingan baru nih dan saya perlu komentar Anda baik saran maupun kritikan, komentar Anda sangat berarti buat blog saya!”
    Dan saya juga mengajak tukar link ! apakah Anda Mau !?
    Kunjungi http://kelincex.blogspot.com

    BalasHapus
  14. mereka "turun gunung" kan karena habitatnya sudah diganggu.

    oh iya kalo jadi musayawarah dengan kepala suku harimau sekalian aja diajakin ngeblog.
    hahaha..

    BalasHapus
  15. buat semua : hahahahaha...apik dagelannya,,:)

    ku liat tadi di koran kompas hari ini, karikaturnya koq mririp2 ma postingan ku ya...???

    ah kita sependapat...:)

    BalasHapus
  16. ,ih...serem bgt yah...


    .untung ajah gak tinggal disitu

    BalasHapus
  17. nah lho klo gitu sapa yang salah?? http://kendhin.890m.com/emoticon/capek.gif

    BalasHapus
  18. :) harimau mang banyak ne di sumatera, apa lagi di aceh, amin2 smoga tak berburu kami disini :))

    BalasHapus
  19. walah walah teror lagi teror lagi.kapan sih aman,damai,sentosanya?

    BalasHapus
  20. Setuju dengan solusinya.. harimau boleh memangsa si perusak dan penjarah hutan :)
    TFS kawan :)

    BalasHapus
  21. semoga tidak ada teror lagi

    BalasHapus