PONARI versus DEWI


Dua subtansi yang berbeda dengan kekuatan yang sama.

Bicara lagi tentang Ponari yuk. Sosok kecil yang baru - baru ini menjadi artis dadakan rupanya cukup menyita perhatian publik, termasuk aku. Aku suka karena ini menyangkut soal kaidah. Jangan - jangan Ponari akan bernasib sama dengan rokok dan golput; Berobat Ke Ponari = Haram. Ini agaknya bisa tejadi karena MUI Jombang sudah mulai gerah dengan situasi yang ada, begitu kata Global TV, Rabu (17/2) di berita sorenya. Aku berada antara sebal dan kasihan. Sebal ya karena sampai detik ini situasi ini masih mengambang, antara haram tidak, antara ada izin resminya atau tidak. Kasihan, sebab aku prihatin akan nasib Ponari. Sudah tiga pekan dia tidak bersekolah. Dan mungkin dia sudah jenuh dengan keadaan yang ada.

Belum usai masalah itu, timbul masalah baru. Bak sepatu, ada kiri dan ada kanan. Bak kucing, ada pejantan dan ada pula betina. Kini, Ponari sudah mendapat pasangan yang sepadan. Dewi, begitulah nama yang tergaung. Katanya sih hanya 20 kilometer dari rumahnya si dukun cilik laki - laki itu, dan spesialnya masih dalam satu wilayah, Jombang, kota terfantastis tahun ini. Entah bagaimana asal mula cerita dari Dewi ini, apakah bernasib sama yakni dihujam petir, atau yang lain. Tapi ada satu hal yang pasti, ia juga punya batu ajaib yang berkhasiat sama dengan pendahulunya, Ponari.

Menurut berita yang beredar sih, batu yang Ponari pegang saat ini "dihuni" RONO, sedangkan milik Dewi "ditempati" RANI. Wah, cocok dah kayanya tuh, tinggal saling ditemukan saja, diacak berbincang bareng. Nah, kalau udah disepakati tanggalnya, ya tinggal dibawa ke KUA deh. Atau justru sebaliknya, mereka berdua akan ke lapangan GBK. Berduel dan saling berebut wilayah serta pasien. Siapa yang kalah berarti mesti gulung tikar. Maklum saja, profit dari kegiatan ini sudah menembus angka EM-EM-an.

Kalau aku perhatikan di tv, massa milik Ponari dan massa milik Dewi hampir sebanding, penuh dan seperti biasa, diwarnai dengan antrean. Bawaan mereka juga hampir sama, gelas dan botol minuman. Kalau yang di Ponari air minum kita bawa sendiri lantas akan dicelupkan batu, maka Dewi memiliki metode yang berbeda. Pasien dapat mengambil air yang sudah diberi resep - resep gaib, mungkin dari batu yang Dewi punya, dan membawanya pulang. Tapi, ya tetap saja, sama - sama pakai air dan di luar logika.

Bagaimana "Lantai Panas" di Bogor?

Lain ladang, lain ceritanya. Ini bukan kursi panas di DPR. Juga bukan lantai panas sepanas dance floor. Tapi ini benar - benar panas, walaupun hanya dua bidang keramik yang terasa panas. Itulah yang sedang terjadi di rumah bu Juju di Bogor sana. Sudah banyak orang yang datang dan berharap dengan terapi "lantai panas" penyakitnya bisa tersembuhkan. Untunglah lantai yang kepanasan itu berada di ruang tamu, kalau ada di toliet, atau di dapur kan jadi susah, hehe.

Kalau yang ini mungkin masih bisa dinalar. Seperti kita memasak air. Air kita bisa mendidih bukan semata - mata karena air itu kita taruh saja dipanci. Justru, ada bagian lain dibawah panci yang berfungsi sebagai sumber panasnya, yakni kompor. Nah, barangkali nih, lantai itu menjadi "hot" karena ada yang "memanasinya" dari bawah sana, alias dari dalam perut bumi. Atau mungkinkah cuma dipanasi dengan kompor sungguhan?











Yang Satu Kategori

21 Komentar:

  1. walah walah muncul lagi tho batu yang satunya itu

    BalasHapus
  2. akhir zaman dimana fitnah merajalela dimana-mana....

    didalam setiap kejadian ada hikmah yang terkandung...

    semoga MUI dapat bertindak dengan bijak agar menghasilkan kebaikan bagi semua pihak...

    BalasHapus
  3. Ponariii lagi ponariii........aku kembung baca ponariiiii No komen...about it...n speechless:)

    BalasHapus
  4. :~ ponari lagi... heheheeh zaman makin edan aja ya... :)) masih ada az yg percaya sama batu :))

    BalasHapus
  5. weh..weh..
    jaman dah mulai gila nih..

    konon kabarnya MUI berbicara soal ponari itu, karena mengarah ke tindakan musrik..

    BalasHapus
  6. UPDATE kawan2..:
    DEWI udah tutup, ponari udah sekolah...

    dari jombang lagi, ada ibu nemu batu aneh lagi....bu siti namanya, katanya ia denger suara orang nangis dari batu itu...

    wah, Jombang bisa dibilang kota fantastis dan kota batu ya....

    from berita sore trans7 jumat (20/2)

    BalasHapus
  7. hohohohoho.....
    Dewi oh dewi.....

    yah, semua itu karena kehendak Allah....

    BalasHapus
  8. lagi2..ketidakberdayaan pemerintah menyediakan sarana kesehatan yang murah!

    BalasHapus
  9. nih di indonesia dari dulu emang krisis tauhid...yang menyembuhkan kan Tuhan, manusia hanya disuruh utk ikhtiar dan berdo'a...setelah itu tawakal/berserah diri, ini malah pada taklid ma ponari...ga' nalar bgt..
    mungkin kesembuhannya itu cuma dari perasaannya aja karena menganggab bahwa telah sembuh jika diobati ponari...memang kesembuhan itu beranjak dari kepercayaan untuk sembuh dulu..

    BalasHapus
  10. Wah ada-ada aja. Masak Dukun di adu. Jah hari sabtu pulang ke Jombang mau ke dukun Ponari ah. Tinggal melangkah.

    BalasHapus
  11. Walah...yang satunya bisa diatasi...yang lainnya muncul lagi...edan...saiki jaman edan...sing ora edan ra kebagean....:))

    BalasHapus
  12. ada apa dengan indonesia? semakin banyak yang percaya akan hal hal irrasional.warning buat pemerintah untuk menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat agar lebih baik pelayanannya.

    BalasHapus
  13. gak percaya ma ponari..

    percaya nya ma pocari

    lho? mlah iklan

    hehhehehhheeh

    BalasHapus
  14. mudah2an pemerintah demen keliling baca postingan blog, termasuk blog ini, dan sigap memperbaiki struktur dan sarana kesehatan...

    kl tidak akan semakin banyak batu2 lainnya...mudah2an cukup dicelup bukan dilempar ya :)

    BalasHapus
  15. Waduh nanti kalo semua orang indonesia punya batu ajaib yang biza buat penyembuhan, gak laku lage donkz apotek obat? He. . . . He. . . . :o
    Http://4dyxtm.blogspot.com

    BalasHapus
  16. buat kakve_santi>>>: o'iya aq baru ngasih komen n baru berkunjung nieh. . . .
    O iya ya. .. .Ibu yg nemu batu ajaib itu waktu ngantar anakx skul khan? Aq kayaknya udah pernah baca di salah satu blog orang indo. . . He. . .He. . .
    Http://4dyxtm.blogspot.com

    BalasHapus
  17. hehehe... 2009 orang pake wifi indonesia masih maen dukun,,, kacaauuuu...hehehe :f

    keep share...

    BalasHapus
  18. @ blog anak it

    tapi ku gak copas dari blog..
    ku liat di tv,,hahahaha

    salam...

    BalasHapus
  19. Kakve_santi>> Oke lah. . . Aq cuma bercanda lho,, hehe. .He

    BalasHapus
  20. ---Kakve_santi: Yang BLOGGZ GUE itu blog percobaan q. . .
    ---kakve_santi: Ya aq tau koq, aq cuma bercanda. . .He. . .He. . . Salam kenal. . ,

    BalasHapus
  21. hiks hiks hiks :~
    Indonesia kembali ke jaman batu.
    ada batu Ponari, Dewi.... ntar batu Nisan

    BalasHapus