MENDIDIK PELOSOK


Raga kota rasa pelosok.

Ada yang kering di ladang hati ini. Ya, begitulah saya terus berkomat - kamit ketika akan berpisah dari warga dusun Gelogor, Desa Lendang Nangka, Kabupaten Lombok Timur beberapa tahun silam. Mendadak saya mulai merindui sesuatu; saya perlahan merindui senyuman dan aroma nakal para murid - murid SD Negeri 9 Lendang Nangka itu.

Bersama tim KKN mahasiswa UGM, saya memicingkan mata ketika masuk di gerbang desa tempat dimana saya akan bergulat dengan masyarakat dua bulan ke depan. Di benak saya, mula - mula, pikiran saya hanya dipenuhi oleh program kerja yang sangat lumrah menjadi tren mahasiswa KKN : mengecat kantor desa, bikin tugu, dan hal - hal sepele yang sangat tidak punya nilai tambah di masyarakat.

Tapi, ketika saya bertemu dengan gedung sekolah itu, sepertinya ada energi baru ingin melesak.

Saya bukan mahasiswa yang akan bertitle S.Pd., tapi saya terlampau nekat ingin sekali meluangkan waktu untuk menjadi pengajar 'dadakan'. Kagok, itu sudah barang pasti. Tapi anak - anak itu terus menerus melempar senyum kepada saya.

SD Negeri 9 Lendang Nangka Lombok Timur
Suasana ketika saya sedang menyampaikan materi dengan laptop di mushola sekolah, karena sebagai satu - satunya tempat yang kondusif untuk belajar dengan interaksi.

"Sekali lagi! Sekali lagi, kak!", itulah yang selalu terucap jika saya ingin menyudahi sesi mata pelajaran yang mampu saya ampu : IPA. Mereka terus merengek ingin diputarkan kembali video - video hasil jarahan dari situs populer Youtube yang berisikan tentang penerapan ilmu - ilmu IPA secara konkret di kehidupan nyata. Jangan tanyakan kenapa masyarakat pelosok (terlebih anak - anak) sangat antusias jika diberikan model pembelajaran seperti itu.

Saya dan pak guru pun berbagi jam alokasi pelajaran IPA yang dua kali seminggu itu. Kami pun sama - sama mendapat jatah satu kali seminggu untuk masuk memberikan materi Ilmu Pengetahuan Alam.

Terkadang, saya menyisipkan sebuah klip mini yang bisa mengundang gelak tawa mereka; itu saya lakukan bila saya sudah kehilangan gairah dan konsentrasi anak - anak itu. Mereka kembali mengerubung perangkat komputer jinjing saya dan langsung melahap apa yang disajikan dalam klip video itu. Di akhir, mereka pun tertawa, lepas. Lagi - lagi, gelak tawa itu yang mengundang spirit mengajar saya untuk hidup kembali.

Video - video itu menjadi amunisi bagi saya agar mendapat perhatian mereka; itu pada mulanya. Namun, lambat laun, mereka menanam rasa simpati mereka meskipun itu di luar jam sekolah. Menyapa, mencari, bahkan tidak sedikit yang menggoda. Ketika mereka memiliki jam untuk pelajaran IPA, mereka bahkan mencari saya, hingga ke pondokan (rumah tempat tinggal ketika KKN-red). Padahal mereka tahu, jam tersebut bukan milik saya, melainkan guru kelas mereka.

Sekolah Dasar di Lombok
Dengan jas almamater kebanggan, teman saya menyampaikan materi pelajaran.

"Kalian mungkin adalah semangat baru bagi mereka, ini adalah mahasiswa UGM pertama yang sudi menyambangi dusun kami dan tentunya sekolah ini", begitu kira - kira yang diucapkan oleh ibu kepala sekolah di sela - sela kami bertukar pikiran.

Sejenak, ketika saya tengah merenung saat mengajar, saya perhatikan wajah - wajah polos itu yang seolah - olah mengumbar sebuah pertanyaan : salahkah kami ini yang berada di pelosok?. Mereka haus akan realita. Mereka lapar akan cerita. Mereka giat bila bicara tentang kota. Dan mereka ingin juga memiliki cita - cita.

Untuk tertawa lepas saya mereka serasa dicekat. Bahkan, jika cerdas cermat pun, mereka selalu menyandang gelar 'pemeriah acara'; yang dipastikan akan kandas di babak awal. Pecundang? Saya rasa tidak, hanya saja mereka dibalut dalam hidup yang serba pas - pasan. Secara pribadi, saya justru berkeyakinan bahwa mereka tidak butuh mata pelajaran itu. Mereka hanya butuh tertawa dan tersenyum.

Program Kerja Mahasiswa KKNGuru - guru itu sangat antusias terhadap kami. Bahkan mereka sangat memberikan kami kelonggaran untuk sering - sering masuk ke dalam kelas. "Pengalama baru", begitu ujar salah seorang guru kepada kami. Ya, tentu saja sebuah pengalaman baru untuk kami, si mahasiswa bukan jalur keguruan. Dan menjadi pengalaman yang cantik kepada murid - murid karena belum pernah ada satupun orang dari tanah Jawa yang bersedia turun ke belantaranya daerah mereka. 

Guru - guru itu mungkin tidak juga seberuntung saya. Yang bisa bebas menghirup aroma tanah Jogja yang punya seribu warna. Yang menjadi kiblat dunia pendidikan tanah air. Bahkan ketika saya berikan materi dengan media digital saja, anak - anak tersebut sudah terpana.


Menjadi pendidik, akhirnya bukan sebatas mengajar dan men-trasfer materi. Menjadi pendidik untuk pelosok butuh semangat, imajinasi, cita - cita, hingga harapan. Menjadi pendidik juga butuh pengalaman dan wawasan. Agar ada cerita yang dapat membesarkan hati mereka, agar ada kisah yang memacu semangat mereka.

Saya akhirnya tidak kagok lagi. Di setiap menatap, saya membeberkan senyuman. Tentu ada yang membalas, tapi juga ada yang tetap berisik; mungkin karena mereka belum tahu cara membalas senyuman itu. Tapi tidak mengapa, hati ini sudah terpaut disana.

Deretan senyuman dari anak - anak itu memberikan saya sebuah penyesalan : kenapa saya tidak memilih berkarir di dunia pendidikan (saja)?.

Anak - Anak desa Lombok
Saya dan sebagian murid - murid SD Negeri 9 Lendang Nangka di sore hari. Kami latihan gerak jalan.

Saat ini, sudah hampir dua tahun saya menanggalkan diri sebagai mahasiswa KKN. Pagi itu saya beranjak dari Mataram menuju Lombok Timur, tempat dimana hati ini pernah terdampar. Seorang anak yang saya pernah kenal dulu itu kemudian menodong saya dengan sebuah pertanyaan : "kak affan, ya?". Lantas, gerombolan lain datang memberondong saya dengan tatapan. Saya kemudian hanya bisa berkata, "Ada rombongan mahasiswa KKN lagi yang mau datang, beritahu mereka apa rahasia kita kemarin". Mereka tersenyum bulat - bulat; mereka tahu apa yang saya maksud.


Ini adalah kali pertama saya mengecap menjadi pengajar. Tapi saya masih ingin lagi, bukan sekali lagi.

Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba Blog Sampoerna School of Education "Menjadi Pendidik"






Yang Satu Kategori

142 Komentar:

  1. Pendidikan memang perlu di perhatikan Indonesia terutama di daerah pedesaan yg skrng ini byk pndidikannya sgt minim....
    nice artikel!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Terutama daerah terpencil dan berada di perbatasan...

      Hapus
  2. wah template blognya ganti ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan ganti templet...
      tapi ganti style/ letak/posisi

      Hapus
    2. templatenya keren kang...
      simple tapi menarik.. pengen jg..
      dapet dimana kang?? :D

      Hapus
  3. banyak diantara saudara-saudara kita yang belum merasakan kemutakhiran tekhnologi, kasihan mereka... semoga pemerataan ilmu pengetahuan akan terjadi di seluruh bumi nusantara..

    sukses selalu kang...

    BalasHapus
  4. entah kenapa kalau mendengar masalah pendidikan saya kok rasanya selalu sensitif ya ... ???

    BalasHapus
  5. bener, jangan yang di perkotaan aja yang diperhatikan di pedalaman juga.

    Semoga sukses lombanya :)

    BalasHapus
  6. ane terharu gan bacanya, emang kenapa gan kok gak berkarir dibidang pendidikan? :D

    BalasHapus
  7. menjadi seorang pendidik juga adalah impian KY, suka sebenarnya melihat telatah anak2 kecil

    BalasHapus
  8. memang negeri ini begitu luas, tak bamyak yang kita tahu dari sekian banyak orang yang ada, semoga ilmu akan menjadikannya suatu bekal yang bermanfaat..

    BalasHapus
  9. semoga pendidikan di Indonesia bisa merata. Kasian yg blum dapat fasilitas yg memadai.

    BalasHapus
  10. wwaah bang a.i.r enak banget bisa dapet kesempatan mengajar di daerah plosok.. Suatu pengalaman yang tak akan terlupakan pastinya.
    ~Mengajar dengan Hati tentu akan lebih cepat terserap ilmunya~

    BalasHapus
  11. (Indonesia Mengajar-kah?)

    Salut sekali!
    metode video juga akan efektif sekali untuk saat sekarang. secara kita yang udah dewasa, kalo ikutan seminar juga suka diputerin video.

    BalasHapus
  12. semoga ilmunya bermanfaat dan menjadi amal jariyah..

    BalasHapus
  13. mudah-mudahan yang diajarkan selama kKN menjadi ilmu yang bermanfaat :)

    BalasHapus
  14. Sedikit terharu kalo udah dengerin tentang pendidikan , apalagi di daerah pelosok yang seharusnya diperhatikan jangan daerah perkotaan terus...

    Sob , tampak nya kamu cocok deh terjun di dunia pendidikan.

    BalasHapus
  15. Saya dulu waktu PPL juga ngajar speerti itu. :)
    Sukses ngontesnya ya, Kakaaaaaaaak. wkakwkwkakwk

    BalasHapus
  16. saya juga pingin....

    kunjungan gannn...

    ditunggu follobacknya...

    BalasHapus
  17. aku pun juga sama sepertimu dulu ..
    tapi saat ku mulai terbiasa, malah anak2ku semakin 'welcome' padaku .....


    Perkenalkan namanya 'Komunitas Sosial Taman Ceria Negeriku' ^ ^

    BalasHapus
  18. mendidik itu sebetulnya butuh kreatifitas, butuh sesuatu yang baru, butuh pemahaman karakter, dll.. Youtube mungkin salah satu hal yang baru utk mereka apalagi kemudian di tambah dg gaya belajar yg menyenangkan biasanya murid2 akan bersemangat & lebih bs menyerap ilmu..

    BalasHapus
  19. kakak ajarin dong, ntar lewat youtube yaa liat pelajarannnya :D

    Selamat ngontes kaka ibnu :D

    BalasHapus
  20. wah ajarin ane juga dong gan :D

    BalasHapus
  21. membaca ini, aku jd pengen mengajar. Aku jg merasa salah memilih karier. Kalau melihat betapa banyak daerah yg masih tertinggal seperti ini rasanya miris. Mereka haus sekali akan ilmu, tp fasilitas sangat minim.
    Smoga kontesnya sukses ya.. ^^

    BalasHapus
  22. semoga menang blog writtingnya

    BalasHapus
  23. Salam hangat bro , link sudah terpasang dengan nama santai sejenak | secangkir teh sekerat roti , terima kasih :)

    BalasHapus
  24. Aku ini anak pelosok jg sob. Anak pelosok yg butuh pendidikan layaknya anak kota.

    BalasHapus
  25. semoga menang lombanya sob.,

    BalasHapus
  26. ayo jadilah guru, jangan hanya di sekolah tapi dimanapun untuk siapapun

    BalasHapus
  27. guru2nya ramah dan baik ea. pasti enak banget diajarnya,,, hehehe

    BalasHapus
  28. wah, ada yang baru di blog ini. udah dapet adsense ya sob! mantap tuh.
    ngomong2 soal pendidikan memang sangat jauh beda antara daerah perkotaan dan pedalaman. apalagi kalo daerah tersebut sangat sulit dicapai melalui darat.

    BalasHapus
  29. hehehhe. menjadi kenangan ya gan klo ngajar itu. yang jelas pertama adalah mendapakan perhatian dahulu, klo agan senjatanya dengan video unik atau apapun di laptop, dulu akupun begituwaktu ngajar di bimbel, aku pake ice breaking. begitu mereka merasa nyaman, baru pelajaran bisa masuk... ya gitulah, seru jadinya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. weiiii... ternyata ini lomba ya, ehm, semoga menang dah ya. ane liat eh ternyata ud tutup. sayang ya :D

      Hapus
    2. ehm, koment apa ya? ud banyak ane koment nie. mampir aja dah sambil menunggu yang baru. ngeramein kotak biar seru.

      Hapus
  30. Artikel ini layak dapt ipad

    BalasHapus
  31. salut dengan kegiatannya nih.... saya juga mau nih... ngajar seperti itu.... hebat sekali....

    ikut indonesia mengajar dong....

    BalasHapus
  32. KKN gak hanya sekedar mengecat di balai Desa, bikin tugu dll, tapi ada banyak permasalahan yg butuh dipikirkan dan dicari jalan penyelesaiannya oleh mahasiswa KKN :D

    BalasHapus
  33. terimakasih sobat. link exchange saya memang ada di sidebar blog. link km sudah di pasang di blog saya. ceck it now!
    selaMAT berbuka puasa.

    BalasHapus
  34. blogwalking here. let visit me!

    BalasHapus
  35. Saya rasa sangat "manusiawi" pelajaran lewat video,toh anak seusia demikian akan sangat mudah menerima gambar. Ane sendiri nonton film G30SPKI ketika SD dulu,nyampe sekarang masih teringat jalan ceritanya.
    Kenangan yang sangat susah diulang ya sop,hehe.
    Nice share,thanks ya,happy blogging.

    BalasHapus
  36. pengalaman yang menarik sekali semoga pendidikan di Indonesia bisa terus maju

    BalasHapus
  37. wow nice info kawan,BTW ane langsung follow,,jika kawan berkenan silahkan follback yah,thank you before,,

    BalasHapus
  38. senang sekali masih ada yg perduli pendidikan di pelosok. Metode mengajarnya boleh juga..hehe...semangaaaattt

    BalasHapus
  39. Postingan yang berbobot, yang menggambarkan keluguan dan kesederhanaan anak kampung. Semoga menang !

    BalasHapus
  40. wah keren sob postingan nya...?
    msh banyak d pelosok indonesia,saudara-saudara kita yang belum merasakan technology sob..? moga sobat sukses ya....?

    BalasHapus
  41. wahhhh,, jadi ingat film laskar pelangi nih sob....
    gak peduli di mana pun,, pendidikan tetap harus di jalankan :)
    oke gak tuh

    BalasHapus
  42. wah hebat, mengajar tidak harus bergelar spd. saya sangat suka hal itu, karena tiap diri kita yang bermanfaat adalah yang bisa mengubah orang lain secara positif

    BalasHapus
  43. Saat kKKN memang waktu yang tepat untuk pengabdian ke masyarakat ya sob. semoga menang kontesnya sob :)

    BalasHapus
  44. Waktu itu ada yang cantik gak?. hehe

    BalasHapus
  45. wah nice post, jadi kadang-kadang pengen ngerasain gimana yah jadi guru sehari.

    BalasHapus
  46. wah.. sungguh indah menjadi pengajar ya sob.....

    BalasHapus
  47. jadi inget murid muridku

    BalasHapus
  48. semangat gan :) keren dah kamu
    semoga peserta didiknya nanti menjadi generasi penerus bangsa yang baik dan benar.

    BalasHapus
  49. Semoga bisa jadi pendidik yang bisa memajukan bangsa dan neagra. sukses selalu

    BalasHapus
  50. mendidik di pelosok pasti jauh lebih menyenangkan sobat, banyak suka dan dukanya sobat...

    BalasHapus
  51. dengan adanya pendidikan ke plosok , semoga aja bangsa ini tidak tertinggal dengan kemajuan-kemajuan dunia... menjadi bangsa yang cerds dan baik...
    wah saya teringat perjuangan seseorang yang tanpa bayaran mengajar dan mendidik di pulau papua, dia bela-belain dari jawa ke papua karena rasa cintanya kepedulianya rhadap bangsa dan masyarakat agar tidak tertinggal...

    BalasHapus
  52. Udah banyak Pengalaman Ternayata ya...memang Pendidikan Itu Jadi segalanya buat kita, Orang yang mendidik Itu pun juga orang yang sangat Mulia Pekerjaannya...

    BalasHapus
  53. pengalaman mengajar di daerah pelosok pasti jadi pengalaman yang sangat berkesan ya...ayo balik lagi ke sana...hehe

    BalasHapus
  54. pendidikan memang perlu sekali, tanpa pendidikan indonesia tak akan maju

    BalasHapus
  55. Cita-citaku adalah terjun ke dunia pendidikan mas affan, meskipun pada akhirnya ternyata aku nyasar kejurusan lain, tapi masih sangat berantusias kalo disuruh berbagi pengalaman sama adek-adek dipelosok tentunya, ini biasanya kalo kami ngadain KBM, melihat senyum tawa dan rasa ingin tahu mereka membuat hati ini ingin mencurahkan semuanya mas :D hhhheee

    BalasHapus
  56. pengalaman yang paling menyenangkan bisa berbagi ilmu untuk anak2 di desa, nice share gan, salam sukses selalu

    BalasHapus
  57. Wesalagh! Pengalaman yg mengesankan! Gak gampang menanamkan keikhlasan kayak gak gampangnya jalan setapak ke pelosok! Para Guru, dokter, tentara, datanglah ke pelosok!

    Angkat topi buatmu, kawan! Tetep smgat! Moga menang kontesnya juga...

    BalasHapus
  58. Di kampus aku ngga ada KKN2aaann, padahal temen2 aku pada KKN semuaa *penasaran gimana rasanya*
    Good luck bust Blog Competitionnya! :)
    Salam kenal :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hadir lagi untuk baca-baca nih sobat :))

      Hapus
  59. Kisah yang sangat menarik, walaupun berawal dari nekat mengajar tetapi mempunyai nilai tersendiri bagi anak-anak Lendang Nangka.
    Pasti ada kebanggaan tersendiri ya mas :D

    BalasHapus
  60. hadir lagi untuk baca-baca nih sobat :))

    BalasHapus
  61. Salam kenal gan, tuker link sama folow X folow bisa gan?
    Blog ane
    Http://rahmatdi99.blogspot.com

    BalasHapus
  62. ayo Kak lagi.. lagi dong Kak.

    salut deh buat kak Affan. ngajar dengan kondisi seperti itu intine soal keikhlasan hati Kang. Jika hati kita gak ikhlas yo pasti gak akan bertahan mengajar di pelosok seperti itu. sebaliknya jika niat kita lillahita'ala saya rasa kondisi minim itu bisa menjadi tantangan bagi siapa saja.

    ayo kak.. kapan ngajar di Jember Kak.. ayo kak hahaha

    BalasHapus
  63. Untuk mengajar tak harus jadi guru, untuk mengajar tak harus punya ilmu guru.
    Ilmu seorang guru hanya sebagian kecil dari Ilmu Kehidupan, karena pada hakekatnya anak bersekolah adalah untuk mencari bekal melanjutkan perjuangan hidup

    BalasHapus
  64. Semoga menjadi salah satu pemenang kontes

    BalasHapus
  65. Salam.
    Saya mengatakan, luar biasa, saya juga punya pengalaman Ikut KKN, tapi tidak seseru dan sebermanfaat dengan yang anda lakukan, mengajar memang sungguh menarik, saya pun pernah berkeinginan menjadi seorang pendidik, setelah bergelut dengan kegiatan ektrakurikuler di kampus, walaupun sebenarnya setiap orang adalah pendidik dan pemimpin, dan setiap pendidik butuh pengetahuan tentang cara nmendidik dan pengetahuan yang akan di transfer pada peserta didik.

    BalasHapus
  66. sebuah pengalaman yang tidak semua orang bisa melakukan nya termasuk saya salut buat abang semoga menjadi tauladan buat calon calon pendidik yang lain..nice share ...

    BalasHapus
  67. Ndak semua mahasiswa punya pengalaman menarik ketika KKN seperti ini, karena nyatanya ndak semua kampus mengadakan KKN bagi mahasiswanya.

    Realita dunia pendidikan indonesia, terutama di pelosok memang umumnya masih jauh panggang dari api, minimnya sarana dan prasarana dan tenaga pendidik yang berkualitas menjadi kendala tersendiri, tentu saja mereka sangat bahagia ketika orang "kota' datang ke tempat mereka dengan membawa kecanggihan teknologinya :)

    BalasHapus
  68. Gokil kalimat terakhirnya,, lagi, lagi dan lagi,,, anak2 di pelosok pun memiliki hak yg sama utk mengenyam pendidikan. Pemerintah cm ngomong doang, ujung2 nya yg turun tngan ya relawan2 aja..

    BalasHapus
  69. Menjadi pendidik, itulah idealisme yang harus di pegang teguh oleh para calon guru sekarang.
    realitanya, banyak yang memilih jadi 'guru' hanya karena mudahnya peluang mengajar saat ini, di tengah sulitnya lapangan pekerjaan lain.

    BalasHapus
  70. inspiring!
    kebanyakan tempat2 KKN memang seperti itu yaa..
    (kakak saya br pulang dr KKN juga. dan mengaku jg jd guru dadakan sementara jurusannya jg bukan pendidikan)

    :)

    Good luck giveawaynya!

    BalasHapus
  71. kunjungan malam sembari menuggu postingan terbaru :)

    BalasHapus
  72. keren dah ....... sebenarnya layak jadi pendidik / guru

    BalasHapus
  73. wah lagi ikut Contest ya. semoga menang :D

    BalasHapus
  74. kagok..itu biasa kalo masih pertama tapi menanamkan rasa simpatik itu yang luar biasa..Semoga sukses..salam kenal gan..

    BalasHapus
  75. semoga kontes nya menang dan selalu lah memberikan ilmu mu di manapun berada...

    BalasHapus
  76. Assalamualaikum.
    Semoga ketulusan mas, dibalas oleh Allah SWT. aamiin :)

    BalasHapus
  77. aku sangat suka dengan metoda yang diterapkan olehmu sahabatku...
    benar sekali siswa-siswi SD dijaman yg sudah moderisasi semestinya harus menerapkan sistym seperti itu.
    semoga apa yang diterapkan oleh KKN ini, dijadikan contoh untuk cara bagaimana belajar mengajar diruang lingkup Sekolah Dasar.
    salam super sahabatku yang baik...

    BalasHapus
  78. tenaga pengajar itu tugas yang sangat mulia...tidak harus bergelar SPD, karena dimanapun kita bisa mengajarkan sesuatu yang berharga...selamat berlomba..salam sukses selalu :)

    BalasHapus
  79. tantangan sebuah profesi apabila bisa menyenangkan dan bermanfaat bagi org lain...
    smg semua impian mulia Affan bisa terkabul..dan smg kontesnya jg menang....

    BalasHapus
  80. kiraiin saya mas affanibnu lulusan s1 kependidikan
    :)

    BalasHapus
  81. apa yang lebih indah dari mentransfer ilmu pengetahuan.. keren kang :)

    BalasHapus
  82. Pengalaman KKN memang gak terlupakan, ya. Meski bukan S.Pd., tapi nikmat ngajar anak-anak di tempat KKN tuh :D

    BalasHapus
  83. salut untukmu sob!
    aku jg sempet sih kepengen bgt menjadi seorg pengajar. apalagi yg jd muridku itu anak-anak.
    pasti seru dan berkesan ya..
    :D

    BalasHapus
  84. Menjadi pendidik di pelosok mmg buth pengorbanan...dan di sanalah nyata terlihat jika para guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka jauh dari obesesi materi maupun sertififkasi..mereka mnegajar bukan utk karirnya tapi demi mendidik yg maksimal..

    Saya selalu salut bagi semua yg siap terjun di pelosok daerah, baik tenaga pendidik, paramedis maupun bidang2 lainnya...they're really brave person:)

    BalasHapus
  85. . . wachhhhhhhhhhhhhhh,, berarti sekarang pengen jadi pengajar nich?!? he..86x. GudLuck ya kawan?!? . .

    BalasHapus
  86. wah kaya nya asik bgt yah ngajar.......
    sukses sob lanjutkan perjuangan nya...^_^

    BalasHapus
  87. weeew, salut dengan program KKNnya, pasti anak-anak itu senang dikunjungi dan diberi 'hadiah' yang berharga ini.

    anyway, semoga menang ya lombanya :)

    BalasHapus
  88. lagi asyik di plosok nih, bagus lah

    BalasHapus
  89. Mengajar dan mendidik itu 2 hal yang berbeda.
    Menurut saya mendidik lebih tinggi tingkatannya.
    Menjadi pendidik tidak segampang menjadi pengajar.

    Tulisannya bagus dan menginspirasi mas ^^
    Semoga Indonesia semakin cerah dalam dunia pendidikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga sependapat untuk yang satu ini.. :)
      dua hal yang berbeda..

      guru itu mendidik, dosen itu mengajar.. :)

      Hapus
  90. saya salut sama mas affanibnu yang mau langsung turun ke lapangan untuk mengajarkan anak2 yg belum seberuntung sya...

    BalasHapus
  91. jadi inget masa PPL beberapa bulan lalu...
    smpat ada maslah sama guru pamong tpi bisa diselesaikan walau dapat semprotan luar biasa.. :D

    september nnti saya jg bakal KKN kang.. :D

    BalasHapus
  92. ahh, jadi kangen mengajar anak sekolahan :')

    goodluck lombanya ya, semoga menang :)

    BalasHapus
  93. wah mas Ibnu jd kangen sama KKNnya ya, saya jg penasaran gmn nanti KKN saya nanti, masih 2 semester lg sih xD

    BalasHapus
  94. memang berbeda saat kita masuk ke pedalaman
    penghargaan mereka terasa lebih dibanding dari mereka yang katanya ditengah peradaban...

    BalasHapus
  95. berbagi ilmu adalah suiatu perbuatan yang mulia....salut

    BalasHapus
  96. Saya cenderung lebih inin memberikan semangat untuk Para Pengajar yang mendedikasikan banyak waktunya untuk pendidikan. Semangat!!!

    BalasHapus
  97. uhm..pengajar gak mesti sarjana kelulusan keguruan kn :)
    oh ya, smg kontesny sukses :)

    BalasHapus
  98. senangnya ya mas, punya pengalaman seperti itu :P

    BalasHapus
  99. Itulah sob ,potret pendidikan anak bangsa kita yang nan jauh di ujung plosok bagi mereka pendidikan hal yang sangat mahal ,bahkan langka ....tantangan buat sobat-sobat yang akan menyandang titel akademik yang tinggi....mereka butuh uluran tangan ...kita...

    BalasHapus
  100. mengajar, menjadi pendidik itu adalah panggilan jiwa

    BalasHapus
  101. Wah mantap mas.
    Saya sempat pengen KKN, tapi gak pernah kesampean. hehe. .

    Salam hangat dari bandung.
    Semoga bisa saling menginspirasi. :D

    BalasHapus
  102. saya sangat mendukung kegiatan ini, dengan harapan pendidikan indonesia akan semakin maju

    BalasHapus
  103. semoga pendidikan di Indonesia bisa merata sampai pelosok.

    BalasHapus
  104. semoga nanti setelah bekerja mau ditempatkan dimana saja, semoga menang mas

    BalasHapus
  105. ini sungguh sangat hebat....terus merubah tuk negeri tercinta.. . dimulai dari yang dini...

    BalasHapus
  106. kunjungan di pertengahan puasa, semoga masih semangat untuk berbagi ilmu dan pengetahuan.

    BalasHapus
  107. keren bener kang, ane beraninya cuma ngajar di kolong :D
    majulah negeriku!

    BalasHapus
  108. wah keren om ...
    Saya cuma bisa ngasih pencerahan keorang dekat ...
    Jauh sama om ...

    BalasHapus
  109. Wah .. pengalam istimewa mas ... Salam kenal ya ..
    Sukses untuk kompetisinya ..

    BalasHapus
  110. Kunjungan perdana sob...
    kaya nya asik bgt yah bisa berbagi ilmu..........

    BalasHapus
  111. "Mengajar atau ngajarain orang" yg sering teman sya bilang walaupun teman saya itu memang akan menjadi seorang guru.. bukan karna dia akan menjadi guru tapi karna mengajar itu adalah memberi, semua akan ada balasannya.

    BalasHapus
  112. salut saya dengan sahabat, semangat tinggi dan hati yang tulus untuk berbagi,,,,,

    BalasHapus
  113. Karena warisan terbaik yang bisa kita berikan adalah ilmu pengetahuan. :)

    BalasHapus
  114. Jangan lupa imbangi ilmu pengetahuan dengan keimanan,,, krn ilmu itu sangat bahaya jika digunakan untuk hal2 yg negatif.. :)

    BalasHapus
  115. bang affan foto profilbloggernya ganti ya,..ahahayy..lucu bang,tapi keren juga :D

    BalasHapus
  116. pengalaman yang keren gan. :D

    BalasHapus
  117. Wah bagus ni kegiatannya mendidik warga desa yang belum mengenal dunia pendidikan..

    BalasHapus
  118. wah pengalaman guru di terpencil..

    BalasHapus
  119. ijin menyimak, turut prihatin aja gan, mang begitu pendidikan di negra kita..

    BalasHapus
  120. pendidikan harus di nikmatin seluruh masyarakat indonesia tanpa terkecuali

    BalasHapus
  121. gap pendidikan kota dan pedesaan memang menjadi suatu penghambat pendidikan Indonesia.

    Gap tersebut semakin melebar disebabkan perhatian pemerintah yang 'kurang' terhadap warga pedesaan. Sebagai anak yang dahulu tinggal di pedesaan, saya bisa memahami perasaan siswa di SD tersebut.

    Seakan merasa bahwa "model pendidikan beginilah yang kami mau". jangankan dengan model pendidikan yang atraktif. Mendengar "orang kota" saja sudah pasti akan sangat antusias.

    Saya kemudian mengingat seorang guru matematika saya dulu saat sekolah menengah atas. Bapak tersebut menjadikan matematika yang terkesan 'seram' menjadi salah satu pelajaran yang asyik. dengan sedikit peraga ditangan dan penyederhanaan setiap rumus dengan sebuah pengandaian yang lebih mudah dimengerti matematika menjadi pelajaran favorite dikelas kami dulunya, mengalahkan pelajaran bahasa indonesia. :)

    BalasHapus